Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 3:13-17;
Mat 3:13
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
Mat 3:14
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
Mat 3:15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
Mat 3:16
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
Mat 3:17
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
--------
Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan
Saudaraku,
apakah kita menyadari bahwa kita yang dibaptis, sesungguhnya kita juga dibaptis dalam kematian-Nya di kayu salib?
Sebab setelah Tuhan Yesus dibaptis dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis(Bdk Mat 4:1).
Tuhan Yesus berhasil mengalahkan daging dan puncaknya saat Ia wafat di kayu salib.
Oleh karena kita adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.(Bdk 2Kor 5:17).
Dan kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.(Bdk Rm 6:6)
Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak memerlukan pembaptisan, ia memberikan teladan kepada kita tentang "kepatuhan".
Sebab tanpa kepatuhan kita sangat sulit untuk tetap bertahan di jalan Allah.
Sebab siapakah yang mampu bertahan menolak godaan-godaan daging, tanpa kepatuhan?
Perangkap menghampiri kita setiap detik, kepatuhan mampu membangkitkan "kesadaran".
Dengan demikian kita tidak akan mudah jatuh dalam pencobaan.
Saudaraku,
tujuan akhir hidup kita adalah hidup kekal dalam sukacita Allah.
Tentunya kita semua rindu pada saatnya nanti semua penghuni surga bersukacita menyambut "kesuksesan kita".
Kita ingin mendengar sambutan Allah: "Inilah anak-Ku yang Kukasihi", saat kita masuk dalam kekekalan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 12 Januari 2020
Allah Bapa kami
Sebagai anak-anak-Mu
Kami ingin memuji dan menyembah Engkau setiap saat dan selama-lamanya
Karena hanya dengan cara itulah kami menyadari kelemahan kami dan menyerahkannya dalam kuasa-Mu
Sehingga kami selalu sadar untuk hidup sebagai anak-anak-Mu yang melakukan kehendak-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 3:22-30;
Saya kutip sebagian:
Yoh 3:22
Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
Yoh 3:23
Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
--------
Yoh 3:25
Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
Yoh 3:26
Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."
Yoh 3:27
Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
Yoh 3:28
Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
Yoh 3:29
Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
Yoh 3:30
Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
--------
Tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya
Saudaraku,
membanggakan diri dengan kekayaan, kesuksesan dan popularitas, sepertinya "penyakit" bawaan.
Hampir setiap orang mencari-cari dalam dirinya apa yang "pantas disombongkan".
Mari bersyukur kita memiliki Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus Kristus, satu paket dari surga yang memberikan teladan kepada kita tentang "kerendahan hati" dan pengorbanan.
Bagi saya sendiri tidak ada istilah di-bully, dihina, direndahkan, tidak dianggap dan lainnya.
Karena saya tidak pernah menanggapi hal-hal seperti itu.
Saya hanya berpikir melakukan yang terbaik untuk siapapun dan berusaha tidak merugikan siapapun.
Apalagi mengharapkan pujian atau pengin jadi orang terkenal.
Jika saya mendengar tepuk tangan keberhasilan, saya lebih senang menutup telinga dan justru berusaha mendengarkan kekurangan-kekurangan saya.
Saudaraku,
ada baiknya tidak terburu-buru dalam segala hal.
Marilah belajar mengendalikan "dorongan hati" dan "perintah akal budi".
Sebab hampir pasti bagian terbesarnya adalah untuk "kenikmatan, kenyamanan dan kesombongan diri sendiri".
Selalu memandang segala sesuatu dengan memperhatikan "pertimbangan-pertimbangan Allah".
Supaya kita tidak diombang-ambingkan oleh "kemauan" mementingkan diri sendiri.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 11 Januari 2020
Allah Bapa kami
Kami mohon berilah kami keberanian untuk menyangkal diri
Supaya kami tidak dikalahkan oleh godaan-godaan
Dan tidak takut menghadapi rintangan-rintangan
Dan kami mohon
Semoga rahmat kekuatan Roh-Mu
Menjadi sumber daya ilahi
Untuk selalu berjaga-jaga dan berdoa
Supaya kami tidak jatuh ke dalam pencobaan
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 5:12-16;
Saya kutip sebagian:
Luk 5:12
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Luk 5:13
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Luk 5:14
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
--------
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir
Saudaraku,
dalam Injil Lukas pagi ini saya melihat, Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta dengan menjamahnya.
Memang Ia Tuhan berkuasa atas dunia termasuk semua sakit penyakit, namun menarik jadi permenungan untuk kita: Tuhan Yesus menjamah yang tidak terjamah.
Dan menjadi teladan yang luar biasa bagi kita.
Apakah kita harus menjadi tuhan, untuk menyentuh orang sakit kusta? Supaya tidak tertular penyakit.
Sebab ada orang yang berat dan bahkan sangat berat untuk memberi atau berbagi karena takut kekurangan, dan katanya menunggu nanti kalau sudah kaya.
Saudaraku,
sebagai anak-anak Allah:
Wajib memberi kepada yang kekurangan.
Wajib mengasihi kepada yang membenci.
Wajib memaafkan dengan tulus hati kepada orang yang menghina.
Mencintai mereka yang ditolak dunia.
Memaafkan mereka yang tidak dimaafkan oleh dunia.
Melindungi mereka yang teraniaya.
Maka jika ada yang hanya memikirkan dirinya sendiri, takut oleh pemikirannya sendiri, sekarang ini juga datanglah kepada Tuhan Yesus, katakanlah: "Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkan aku".
Sebab dimata Tuhan, orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri adalah "orang sakit".
Saudaraku,
mari memandang tiap-tiap kejadian dengan mata anak Allah.
Supaya tidak lagi terpikat dengan hal-hal yang fana.
Dan dengan tulus hati menggunakan sarana-sarana yang ada hanya untuk kemuliaan Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 10 Januari 2020
Allah Bapa kami
Putera-Mu Tuhan Yesus Kristus ditolak oleh dunia
Kami berterimakasih Engkau berikan kami mata surgawi
Sehingga kami melihat kuasa dan karya kasih-Mu
Dan kami tak henti-hentinya berdoa memohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya hidup kami menjadi saksi-Mu
Sehingga setiap orang di hidup kami memperoleh kesembuhan dan melihat keselamatan
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 4:14-22;
Luk 4:17
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
Luk 4:18
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
Luk 4:19
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Luk 4:20
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Luk 4:21
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
--------
Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin
Saudaraku,
siapakah orang miskin?
Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki sarana untuk memenuhi kehidupannya sendiri.
Saat ini itu menjadi tugas Gereja, sebab kita orang kristiani adalah wakil dan penerus misi Tuhan Yesus di bumi.
Bukan hanya membuat orang melihat jalan keselamatan, tetapi punya kewajiban juga untuk "menghadirkan surga".
Saudaraku.
saya sangat yakin kita sadar sebagai penerus misi Tuhan Yesus, tetapi apakah kita sungguh-sungguh merasakan panggilan-Nya, setiap hari?
Apakah kita tergerak oleh kesulitan teman kita, tetangga kita dan orang yang ada di kehidupan kita?
Jujur saja tidak semua yang kita beli dan kita komsumsi adalah mutlak dibutuhkan, bahkan mungkin 30% nya adalah untuk "kesenangan".
Apakah kita pernah berpikir 20% dari yg 30% itu saja, kita sisihkan untuk orang miskin?
Saudaraku,
kita mengabdikan diri kita untuk pekerjaan Allah?
Tidak ada waktu senggang untuk melayani kesenangan dan tidak ada waktu untuk mengeluh, sebab dunia berjalan sangat cepat dan kita tidak pernah mengetahui apa yang terjadi esok.
Kita adalah manusia maka jadilah manusia jangan menjadi hewan.
Dan kita adalah anak-anak Allah hanya melakukan apa yang Bapa kita kerjakan.
Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.(1Yoh 5:2)
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 9 Januari 2020
Terimakasih Ya Bapa
Engkau selalu menyertai kami dan memberikan kekuatan kepada kami untuk menghadirkan karya-Mu
Engkau telah memilih kami menjadi saksi-Mu
Terimakasih pula ya Bapa
Engkau melibatkan kami dalam karya kasih-Mu
Oleh karena itu kami mohon rahmat-Mu ya Bapa
Untuk berani membaharui diri setiap hari
Supaya kami semakin kuat dan tidak mudah goyah
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 6:45-52;
Mrk 6:45
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
Mrk 6:46
Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
Mrk 6:47
Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Mrk 6:48
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
Mrk 6:49
Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,
Mrk 6:50
sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Mrk 6:51
Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
Mrk 6:52
sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.
--------
Sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil
Saudaraku,
bergaul dengan Tuhan Yesus bukanlah soal yang mudah.
Harus siap dengan "kejutan" setiap saat.
Kejutan ditolak oleh dunia dan kejutan mengalami mujizat.
Setiap orang kristiani tentu hanya ingin mujizat.
Namun tidak mungkin sebab kita masih hidup dalam daging.
Seringkali panas terasa dingin dan sebaliknya.
Dan untuk itulah Tuhan Yesus hadir untuk memberikan kekuatan kepada manusia yang dikasihi-Nya.
Supaya menerima keselamatan dan hidup kekal bersama Allah.
Saudaraku,
baiklah kita jaga hati ini supaya tetap murni dengan selalu menikmati pemeliharaan Ilahi.
Dengan demikian kita tidak lagi rakus dengan ikan dan roti, tetapi dalam segala hal untuk memuliakan Tuhan.
Memang ikan dan roti tampak lebih menarik dan nikmat, namun bukankah kita mengenal Penciptanya?
Lalu mengapa kita tidak memilih Penciptanya?
Dan mengapa ada banyak yang orang lebih memilih beli ikan dan roti di warung?
Dan bekerja sangat keras untuk memperolehnya?
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur..(Mzm 127:2)
Apa yang bisa diberikan oleh dunia kepada kita, tanpa Tuhan Yesus?
Hanya ikan dan roti yang esok hari masuk ke WC.
Bersama Tuhan Yesus kita akan berkuasa atas dunia.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 8 Januari 2020
Allah Bapa kami
Terimakasih untuk rahmat-Mu yang selalu melindungi dan membimbing kami
Sehingga kami tidak terpenjara di dalam dunia
Kami pun menerima penghiburan-Mu sepanjang hari
Sungguh nikmat rasanya berjalan bersama Engkau ya Bapa
Tak ada lagi cemas dan iri hati
Karena Engkau telah menyediakan apa yang kami perlukan
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
