Yohanes K. Sugiyarta
Injil Yohanes 1:19-28;
Saya kutip sebagian:
Yoh 1:23
Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
Yoh 1:24
Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
Yoh 1:25
Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"
Yoh 1:26
Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
Yoh 1:27
yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."
--------
Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak
Saudaraku,
jikapun terjadi Yohanes Pembaptis ingin membuka tali kasut Tuhan Yesus, saya sangat-sangat yakin Tuhan Yesus lah yang justru akan membuka tali kasutnya Yohanes Pembaptis.
Ia datang ke dunia untuk menjadi teladan kerendahan hati dan belas kasih, bahkan memberikan nyawa-Nya demi "kemenangan manusia" yang dikasihi-Nya.
Jadi adakah sesuatu dalam hidup kita yang patut kita sombongkan atau perbuatan kita yang bisa dijadikan alasan untuk sombong?
Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus telah memberikan teladan tentang kerendahan hati untuk kita.
Saudaraku,
Yohanes Pembaptis adalah "saksi pertama" Mesias, dan caranya memberikan kesaksian sangat sederhana: "membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak".
Lalu permenungannya: apakah orang-orang yang terkenal, kaum intelektual, orang-orang kaya, politikus, pejabat, pengusaha sukses, yang menjadi saksi Kristus?
Tidak ada satu pun rasul-rasul Kristus dari "orang-orang yang terkenal", mereka orang-orang biasa dan sederhana.
Saudaraku,
mari singkirkan "keakuan" yang begitu hebatnya menguasai diri kita.
Berkenalanlah dengan diri sendiri, apa adanya, lepaskanlah semua atribut yang selama ini kita pakai, yang sebenarnya menjadi penyebab semua kepalsuan.
Karena kita adalah saksi-saksi Kristus, hidup bukan untuk mendengar tepuk tangan.
Namun untuk memberikan diri dengan rendah hati kepada rencana Allah.
Supaya setiap orang melihat keselamatan melalui hidup kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 2 Januari 2020
Terimakasih ya Bapa
Engkau nyatakan perkara-perkara Ilahi di hidup kami
Engkau nyatakan kuasa-Mu di setiap pekerjaan kami
Dan Engkau nenghendaki kami menjadi saksi-Mu
Oleh karena itu ya Bapa
Kuasailah keinginan kami
Pimpinlah kami
Sehingga karya-Mu Engkau nyatakan melalui hidup kami
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 2:16-21;
Saya kutip sebagian:
Luk 2:16
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Luk 2:17
Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Luk 2:18
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
Luk 2:19
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
--------
Semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka
Saudaraku,
kabar sukacita bahwa Bunda Maria "mengandung Anak Allah" tidak hanya dari malaikat saja namun juga dari saudaranya Elisabet.
Dan saya percaya selama masa kehamilannya Bunda Maria memperoleh banyak sukacita dan penghiburan "yang ajaib", yang tidak tercatat dalam Injil.
Demikian pula dengan kabar yang disampaikan oleh para gembala saat Anak Allah itu lahir.
Saudaraku,
hari ini kita memasuki Tahun Baru 2020, dan mengawali Tahun Baru bersama Bunda Maria dengan "mendengar kabar sukacita dan keajaiban Allah".
Dan tentunya ditahun-tahun sebelumnya kita telah mengalami "misteri dan keajaiban Allah" melalui berbagai cara.
Seperti Bunda Maria yang menyerahkan hidupnya kepada Allah: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.(Bdk Luk 1:38)
Iman kita dalam Tuhan Yesus Kristus membawa penyerahan diri secara total kepada kehendak Allah.
Sehingga iman itu yang berkuasa mengubah "gelap menjadi terang".
Tidak ada lagi kecemasan, rasa bersalah, kemarahan, pikiran buruk dan segala hal yang memperbudak, namun yang ada adalah pengharapan, kedamaian dan kebahagiaan.
Saudaraku,
mata kita bisa dengan sangat-sangat jelas melihat "dunia mencari untuk kepentingan diri sendiri".
Namun kita adalah anak-anak Terang, yang membawa kabar suka cita dari Allah.
Mari "luapkan sukacita Allah" di sepanjang hidup kita, berbagi kebahagiaan dengan setiap orang di hidup kita.
Supaya hidup kita selalu menjadi kabar baik bagi semua orang.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 1 Januari 2020
Ya Bapa
Dimana Engkau berada di situlah surga
Dan kami percaya Engkau ada dan menyertai kami
Kami mohon ya Bapa
Kuasailah keinginan kami
Supaya dimanapun kami berada dan apapun yang kami kerjakan menghadirkan surga
Hanya kepada-Mu ya Bapa kami menaruh segala pengharapan kami
Hanya kepada-Mu ya Bapa kami serahkan rencana-rencana kami
Dan hanya kepada-Mu kami serahkan kesusahan dan ketakutan kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Mazmur 39:5-7
Mzm 39:5
Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela
Mzm 39:6
Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.
Mzm 39:7
Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap.
--------
Manusia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun
Saudaraku,
Saya hampir tidak pernah peduli tentang umur saya, tetapi saya selalu harus peduli dengan "cara hidup" di hari-hari yang saya lalui.
Sering muncul pertanyaan dari diri saya: apa yang saya lakukan saat ini dan apa yang bisa saya lakukan saat nanti usia 70-80 tahun?
Saudaraku,
di akhir tahun 2019 ini, saya mengajak untuk bertanya kepada diri kita masing-masing: setahun telah berlalu, telah kita gunakan untuk apa hari-hari itu?
Saya sendiri masih terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk "melayani kesenangan diri" dan selalu saja masih sibuk mencari pembenaran-pembenaran diri.
Misalnya membeli barang-barang yang sebenarnya tidak saya perlukan, itupun selalu diikuti oleh pembenaran-pembenaran.
Mengapa saya tidak sisihkan untuk diberikan kepada orang miskin atau panti asuhan.
Dunia rasanya begitu cepat berubah tetapi saya merasa belum berhasil mengubah diri untuk lebih fokus kepada kehendak Allah.
Setiap pagi selalu dihadapkan dengan "pertempuran dengan diri sendiri", merencanakan hal baik, keinginan buruk ikut nimbrung.
Jika kita mau meneliti diri sendiri dan mau jujur, bukankah hidup ini melelahkan?
Dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu_(Bdk Kej 3:17)
Bahkan sangat-sangat melelahkan saat hidup ini dikendalikan oleh hawa nafsu.
Saudaraku,
bukankah kita selalu menghadapi hari-hari yang tidak pasti?
Namun kita sebagai orang kristiani selalu menyadari, dan tentunya selalu berusaha dengan rajin supaya dimanapun dan apapun yang kita kerjakan, kita berkuasa atas pekerjaan itu bukan pekerjaan yang menguasai kita.
Tidak "diperhamba oleh dunia" namun berdiri tegak diatas pekerjaan itu dan "menatap kepada kehidupan kekal".
Selalu melatih diri memandang tiap-tiap kejadian bukan hanya dari luarnya saja, sebab kita memiliki "mata Roh Kudus dan pustaka kita adalah Sabda Tuhan".
Sehingga tidak mudah tertipu oleh "keelokkan dunia".
Dan ada baiknya tidak terburu-buru dalam segala hal, supaya tidak terombang-ambing dari perkara satu ke perkara lainnya.
Saudaraku,
esok hari kita menyambut tahun baru, masuk dalam "ruang umur yang baru".
Mari saya ajak kembali menyadari bahwa: "tanpa Allah manusia tidak memiliki sesuatu yang baik", sesuatu yang dibanggakan dan yang hari ini ada esok bisa saja tiada.
Dan ada baiknya tidak menggantungkan "kententraman" kepada dunia yaitu orang atau benda-benda apapun.
Tahun Baru bukan hanya tentang resolusi namun menciptakan solusi supaya kita benar-benar "hidup" bukan hanya sekedar "bayangan".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Menyambut Tahun Baru 2020
Allah Bapa kami
Kami mohon pandanglah kami
Bagaimanakah kami ini?
Banyak waktu sia-sia
Hilang begitu saja tanpa makna
Kami lebih sering mencurahkan perhatian kami terhadap hal-hal yang sama sekali tidak berarti
Kami mudah kecewa dan mempeributkan hal yang tidak perlu
Dan lebih senang menimbun pujian dan kesombongan diri
Ubahlah kami ya Bapa
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya di tahun yang baru
Kami menemukan ketentraman sejati
Hidup dalam kehendak-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 1:1-18;
Saya kutip sebagian:
Yoh 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Yoh 1:2
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Yoh 1:3
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Yoh 1:4
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Yoh 1:5
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
-------
Yoh 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
-------
Firman itu telah menjadi manusia dan Terang itu bercahaya lalu kegelapan itu tidak menguasainya
Saudaraku,
Tuhan memperlihatkan wajah-Nya kepada kita, wajah yang penuh kasih.
Dan "wajah itu adalah terang" bagi setiap orang yang merindukan kasih.
Bagaimana respon Saudara jika berhadapan dengan seseorang yang cemberut?
Kalimat dalam bahasa jawa "rupane nyengit", bahasa indonesianya "mukanya nyebelin".
Tentunya belum sempat bicara sudah sebel duluan, katanya.., tetapi anak Tuhan tetap harus tersenyum.
Saudaraku,
sebagai orang kristiani hidup kita tentu juga memancarkan "terang Kristus", menampilkan wajah Kristus.
Cukup sederhana dan mudah tetapi tidak mudah menjalaninya.. katanya demikian.
Namun sebenarnya hanya diperlukan "kerendahan hati", "mengalah", "siap berkorban".
Saya sendiri termasuk orang yang "tidak sempat marah".
Bahkan saat mobil saya ditabrak dari belakang, saya malah memberi uang kepada si penabrak karena ia sopan dan minta maaf dan ia hanya sopir harus benerin mobil bos-nya.
Anak saya komentarnya begini: kalau semua orang kayak papi, gak perlu Tuhan Yesus..
Saya jawab: kalau papi tidak kenal Tuhan Yesus, ya pasti papi marah..
Saudaraku,
kristen bukan agama, kristen adalah pertobatan.
Wajah Tuhan Yesus menerangi sudut-sudut hati kita yang paling dalam, dan menghalau kegelapan.
Tak ada lagi muka muram, cemberut apalagi menyimpan kebencian.
Jadi....
Mari lihat diri kita masing-masing, apakah kita benar-benar mengenal Tuhan Yesus?
Berjalanlah menuju cermin.. "Terang itu bercahaya"!
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 31 Desember 2019
Allah Bapa kami
Puji dan syukur Engkau mendatangi kami
Engkau menghadapkan wajah-Mu kepada kami
Sehingga Cahaya Wajah-Mu menerangi hidup kami
Setiap hari kami membutuhkan Engkau ya Bapa
Sebab hanya Cahaya-Mu yang berkuasa mengusir kegelapan
Supaya hidup kami pun membawa kebaikan bagi setiap orang
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 2:36-40;
Saya kutip sebagian:
Luk 2:37
dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
Luk 2:38
Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
Luk 2:39
Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
Luk 2:40
Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
--------
Ia berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem
Saudaraku,
seorang janda yang hidupnya taat dan berkenan dihadapan Allah, melihat Yesus Anak Allah, yang datang ke dunia untuk memberikan kelepasan.
Dan ia memberikan kesaksian atas "penglihatannya" itu kepada semua orang yang hadir di Bait Allah saat itu.
Saudaraku,
sudah berapa lama kita ikut Tuhan Yesus?
Apakah hidup kita mampu memberikan kesaksian akan Allah dan membuat orang melihat Allah?
Kita adalah "Gereja" yaitu umat Allah yang didalamnya adalah keluarga-keluarga kristiani, adalah dasar dimana "kekudusan dibangkitkan, dipelihara dan dihidupi".
Supaya setiap anggota keluarga kristiani menjadi "pembawa damai, pewarta Sabda Allah, pelayan kasih Allah dan menjadi bait Roh Kudus".
Oleh karena itu kita masing-masing harus selalu menyadari bahwa sumber gerak hidup kita adalah Roh Kudus dan arah hidup kita dipimpin oleh Sabda Allah.
Maka dengan demikian dalam segala hal, setiap orang akan melihat bahwa Allah kita adalah "Allah yang hidup", yang mendamaikan dan penuh belas kasih.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 30 Desember 2019
Allah Bapa kami
Puji syukur kami haturkan kepada-Mu
Karya-Mu Engkau nyatakan di sepanjang hidup kami
Engkau nyatakan pula di depan mata kami bahwa kebahagiaan dunia ini pasti meninggalkan kepahitan
Maka kami mohon hidupilah kami dengan Roh-Mu
Sehingga kami berani melepaskan diri dari kesenangan diri
Dan mata batin kami hanya tertuju kepada-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
