Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 2:13-15, 19-23;
Saya kutip sebagian:
Mat 2:14
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
--------
Mat 2:19
Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya:
Mat 2:20
"Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati."
Mat 2:21
Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel.
Mat 2:22
Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.
Mat 2:23
Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
--------
Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea
Saudaraku,
bagi Bunda Maria dan Bapa Yusuf, "natal" adalah perjalanan yang panjang, melelahkan dan penuh dengan misteri.
Lalu permenungannya bagi kita: apakah kelahiran Kristus dalam hidup kita juga demikian?
Saya pribadi yang tidak lahir di keluarga katolik, sangat berbahagia bisa mengalami "natal".
Tetapi tantangan terberat adalah "memelihara Tuhan Yesus", agar tetap hidup dalam hidup saya.
Perjalanan Keluarga Kudus selalu menjadi sumber kekuatan saya dalam menghadapi kesulitan.
Saudaraku,
seperti Allah berbicara melalui mimpi kepada Yusuf, Allah pun dengan berbagai cara menuntun kita.
Dan "jika kita mau" mendengarkan-Nya, Allah menuntun kita dalam perjalanan spiritual yang panjang, namun dengan tujuan yang pasti.
Jika tidak mau mendengarkannya yang terjadi bisa saja mengendarai mobil mewah, tinggal di rumah mewah bahkan mungkin aktif di berbagai macam kegiatan rohani, namun jiwanya berkeliaran tanpa arah di padang gurun.
Maka ada baiknya berusaha dengan berbagai cara agar mata dan telinga kita "peka" terhadap gerak dan suara Allah.
Saudaraku,
untuk menemukan Tuhan, kita harus rela mengorbankan "motivasi diri sendiri" dan taat kepada "nasihat Tuhan".
Tuhan Yesus mengatakan dengan sangat jelas: pikulah salib dan ikuti Aku.(Bdk. Mat 10:38)
Bahwa setiap usaha untuk mencari diri adalah sesuatu yang "menyakitkan".
Namun kita akan menemukan "jati diri" sehingga nampak nyata kehidupan seperti apa yang Allah inginkan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 29 Desember 2019
Kami selalu memohon pertolongan-Mu ya Bapa
Dalam setiap kesukaran yang kami alami
Sebab tanpa Engkau
Kami bisa saja terjebak dalam kesukaran itu
Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Sebab Engkau tidak pernah membiarkan kami sendirian
Dan Engkau Allah yang setia dalam segala hal.
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 2:13-18;
Saya kutip sebagian:
Mat 2:13
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."
Mat 2:14
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
Mat 2:15
dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."
Mat 2:16
Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
--------
Herodes menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya
Saudaraku,
Gereja menghormati anak-anak kecil yang dibunuh oleh karena Kristus, sebagai martir.
Kematian mereka menggantikan Kristus maka layak dihormati sebagai kanak-kanak kudus.
Ada 2 hal yang bisa menjadi bahan permenungan dalam Injil Matius pagi ini:
- Kematian yang menurut manusia belum saatnya, bukan berarti hukuman dari Tuhan.
- Dan kekejaman Herodes mengingatkan kita bahwa janganlah hidup dikendalikan oleh kesenangan dan kepuasan diri.
Saudaraku,
ada orang yang menggangap bahwa "kematian yang tidak normal" adalah hukuman dari Tuhan.
Atau kejadian-kejadian tertentu dianggap sebagai kutukan.
Siapakah manusia itu, sehingga ia punya hak untuk menilai kejadian-kejadian di alam ini?
Sedangkan esok hari atau bahkan 5 menit lagi apa yang akan ia alami, ia tidak pernah mengetahuinya?
Kejadian yang dianggap buruk oleh manusia, bisa saja adalah tahapan dari rencana Allah untuk mencapai kemurnian hidup.
Untuk itu hendaknya jangan menilai orang karena kita tidak punya hak untuk menilai.
Namun pandanglah setiap kejadian dari sudut pandang Allah.
Saudaraku,
keinginan hati harus diteliti dan dikendalikan.
Yang menjadi parameter atau pertimbangan utama adalah: "cinta diri".
Jadi jika suatu keinginan itu hanya untuk "melayani cinta diri", sebaiknya kita hati-hati.
Sebab hanya akan memperoleh kepuasan palsu dan bisa saja lalu menjadi candu.
Maka ada baiknya harus menolak dan bertindak dengan tegas terhadap semua keinginan kepuasan diri.
Sebab jika kita menurutinya, kita akan menjadi budak hawa nafsu.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 28 Desember 2019
Allah Bapa kami
Daging ini manja dan selalu menuntut
Dan selalu saja ada alasan-alasan untuk pembenaran diri
Oleh karena itu ya Bapa
Kami sungguh-sungguh mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk mengalahkan cinta diri
Sehingga hanya kehendak-Mu lah yang berkuasa atas hidup kami
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 20:2-8;
Saya kutip sebagian:
Yoh 20:2
Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
Yoh 20:3
Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
Yoh 20:4
Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
--------
Yoh 20:8
Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
--------
Ia melihatnya dan percaya
Saudaraku,
apa yang dilihat oleh "Yohanes" murid yang lain itu di dalam kubur kosong?
"Ia melihat Tuhan Yesus yang tidak terlihat".
Yohanes mengajak kita untuk masuk ke dalam "misteri kebangkitan".
Sekaligus untuk membentuk hidup kita supaya berorientasi kepada "kekekalan".
Saudaraku,
Rasul Paulus dalam surat Korintus: setiap orang akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.(Bdk 1Kor 3:8)
Memang Allah Maha Pengampun namun jangan lupa Allah juga Maha Adil.
Saya sering mendengar banyak guyonan/candaan: urusan dengan Tuhan nanti saja kalau sudah tua.
Apakah Tuhan memberi upah yang sama kepada orang yang seluruh hidupnya bekerja untuk-Nya dan kepada orang yang bertobat saat mendekati ajal?
Saudaraku,
apakah sungguh Saudara melihat dan percaya "kebangkitan orang mati"?
Jika ya, tidakkah jiwa Saudara berkobar ingin Allah sangat berbahagia saat nanti bertemu dengan Saudara dalam kekekalan?
"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 27 Desember 2019
Allah Bapa kami
Kami mohon bangkitkanlah jiwa kami
Dan arahkanlah semua kerinduan kami hanya kepada hal-hal surgawi
Sebab hanya Engkau ya Bapa
Yang dapat memuaskan dan mengenyangkan kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 10:17-22;
Saya kutip sebagian:
Mat 10:17
Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
Mat 10:18
Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Mat 10:19
Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
Mat 10:20
Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
---------
Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir
Saudaraku,
tidak semua umat kristiani mengalami penganiayaan seperti yang dialami para martir.
Namun apakah lantas tidak ada badai penganiayaan jenis lain?
Ada atau tidak dan apakah badai itu menerpa kita atau tidak, sebagai murid-murid Kristus kita wajib menyiapkan diri dengan membangun hidup yang berakar dalam Kristus.
Seandainya badai itu ada dan menerpa kita, tidak akan mungkin tercabut sampai ke akarnya, hanya ranting-ranting kering saja yang berjatuhan.
Dan memang ranting-rating kering harus jatuh.
Maka ada baiknya kita berani memeriksa diri sendiri adakah "ranting-ranting kering" dalam hidup kita.
Yaitu bagian diri kita yang tidak dihidupi oleh Roh Kudus karena sembunyi dari Cahaya Ilahi, seperti ranting yang kering.
Dan walaupun semua ranting berbuah, tetap saja ada kemungkinan angin kencang atau badai datang dan itulah kenyataan hidup.
Wajib kita sadari supaya kita tetap teguh bertahan dalam Kristus.
Saudaraku,
marilah menerima ketidaknyamanan atau mungkin kesengsaraan dengan sikap jantan, jangan jadi pengecut sebab kita akan kehilangan kegembiraan dan kedamaian.
Mengapa demikian? Pengecut sebenarnya sudah menyerah sebelum bertanding.
Seorang atlit yang sudah berusaha maksimal walaupun kalah tetap memperoleh kegembiraan lain.
Saudaraku,
selalu ada "keuntungan rohani" dalam keadaan apapun apabila kita tetap setia di jalan Allah.
Dan menjadi pundi-pundi, buah iman, sebagai persembahan kita kepada Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 26 Desember 2019
Sungguh kami berbahagia ya Bapa
Sebab kami mengerti artinya mengasihi-Mu
Kami serahkan hidup kami hanya untuk rencana-Mu
Sebab dengan berbagai cara Engkau memelihara kami
Dan Engkau selalu menopang kami dalam segala keadaan
Firman-Mu menerangi hati dan pikiran kami
Sehingga kami tidak jatuh oleh karena keinginan-keinginan
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 2:15-20;
Luk 2:15
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
Luk 2:16
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Luk 2:17
Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Luk 2:18
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
Luk 2:19
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Luk 2:20
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
--------
Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana
Saudaraku,
saya berandai-andai jika Tuhan Yesus lahir di dunia pada zaman ini dan kabar kelahirannya itu diterima oleh generasi milennial.
Apakah Tuhan Yesus lahir di kandang domba?
Dan apakah kaum milennial itu lantas percaya seperti para gembala?
Saudaraku,
hampir setiap natal saya bertanya kepada diri saya sendiri: apakah Tuhan Yesus sungguh-sungguh lahir?
Pertanyaan itu saya buat refleksi diri saya sendiri, melihat diri sendiri apakah "Tuhan Yesus hidup dihidup saya".
Sebab Tuhan Yesus lahir untuk orang hidup, Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.(Bdk Mat 22:32)
Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya "HIDUP".
Jadi bukan tentang kematian, bukan pula tentang segala aturan untuk surga atau neraka.
Tetapi bagaimana "hidup seorang kristiani berguna bagi sesama".
Dalam bahasa jawa lebih pas dan menarik: "Migunani tumraping liyan".
Saudaraku,
kaum milennial berapa lama kalian menghabiskan waktu dengan internet?
Dan berapa sering kalian memikirkan kebaikan untuk teman-temanmu?
Tuhan Yesus lahir dalam keadaan yang sangat sederhana, tidak perlu berpikir hal-hal yang besar untuk melakukan kebaikan kepada orang lain.
Banyak hal-hal sederhana yang bisa menjadi sangat luar biasa apabila dibungkus dengan kasih.
Maka "peliharalah kasih" supaya tetap hidup dalam hidup kita.
Dengan demikian hidup kita walaupun dalam kesederhanaan pasti akan menjadi kabar gembira bagi setiap orang.
SELAMAT NATAL
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 25 Desember 2019
Saat kami merenungkan kebaikan-Mu ya Bapa
Rasanya kami belum cukup banyak berbuat baik
Seringkali kami hanya memikirkan diri kami sendiri
Dan takut kehilangan kenyamanan
Terimakasih Ya Bapa
Engkau memberikan teladan kepada kami
Engkau hadir dalam kesederhanaan
Kami mohon Roh Kudus-Mu
Menjadi kekuatan kami
Penuntun kami
Sehingga tidak lagi memikirkan diri sendiri
Mendorong kami untuk lebih banyak berkarya dalam kebaikan untuk sesama
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
