Yohanes K. Sugiyarta
Injil Markus 6:34-44;
Saya kutip sebagian:
Mrk 6:37
Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
Mrk 6:38
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
Mrk 6:39
Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
Mrk 6:40
Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
Mrk 6:41
Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
Mrk 6:42
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
--------
Berapa banyak roti yang ada padamu? Lima roti dan dua ikan
Saudaraku,
beberapa orang berpendapat memberi dari "kelebihan", namun kita sebagai orang kristiani sangat mengetahui bahwa Tuhan Yesus berkuasa melipat-gandakan dari "sedikit saja" yang kita miliki, saat kita peduli dengan sesama yang berkekurangan.
Tetapi kenyataannya banyak yang tidak percaya.
Buktinya masih ada orang kristiani hanya mau memberi dari "sisa" miliknya.
Mereka lupa peristiwa lima roti dan dua ikan, Tuhan Yesus tentunya bukan memotong sekali lalu tiba-tiba menjadi banyak.
Saya yakin Tuhan Yesus memotong roti dan ikan dalam potongan-potongan kecil "berkali-kali" dan lima roti dan dua ikan tidak berkurang jumlahnya.
Saudaraku,
sekecil apapun yang kita punya potonglah dan berikan kepada mereka yang kekurangan, maka saya sangat yakin dan percaya kita tidak akan kekurangan, justru meperoleh berlipat ganda.
Tuhan mengetahui manusia pasti hidup dengan manusia lain, saya sangat-sangat yakin bahwa Tuhan selalu memberikan kita lebih dari apa yang kita butuhkan supaya kita bisa berbagi dengan sesama.
Dan ada baiknya tidak perlu merasa malu apabila hanya mampu memberi sedikit, sebab setiap usaha cinta kasih, sekecil apapun itu, akan berlipat faedahnya karena Tuhan melihat "keadaan hati" orang yang melakukannya.
Saudaraku,
kadang-kadang "daging" ini sering mengajak kita untuk berjalan-jalan keluar melihat dunia.
Dan selalu mendorong supaya kita memiliki semuanya, dan akhirnya menjadi penghambat kita untuk berbagi dengan sesama.
Namun coba perhatikan, apa yang kita dapatkan?
Dan apa yang bisa kita bawa pulang?
Tidak lain hanya hati yang resah dan pikiran yang bingung.
Pernahkah kita melihat sesuatu yang bisa bertahan lama di bawah matahari?
Dan berapa lama harta benda itu bisa bertahan?
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 7 Januari 2020
Allah Bapa kami
Daging ini dari dunia dan memang harta dunia
Terimakasih Engkau selalu mengingatkan kami supaya kami tidak terpikat olehnya
Dan terimakasih Engkau telah memilih kami untuk menghadirkan harta surgawi di tengah-tengah dunia
Dengan semua berkat dan belas kasih-Mu yang telah kami terima
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 4:12-17, 23-25;
Saya kutip sebagian:
Mat 4:12
Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
Mat 4:13
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
Mat 4:14
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
Mat 4:15
"Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, ?
Mat 4:16
bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
Mat 4:17
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
--------
Mat 4:23
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
--------
Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah terbit Terang
Saudaraku,
seperti apa orang yang diam dalam kegelapan itu?
- Kurang informasi karena menolak dan percaya dengan dirinya sendiri.
- Tidak mudah percaya.
- Tidak mengetahui sedang berada dimana sehingga tidak mengetahui tujuan hidupnya.
- Menutup matanya sendiri sehingga tidak mengetahui jalan keluar.
- Tidak memiliki pengharapan.
- Berpikir aneh-aneh.
- Mudah cemas dalam segala hal.
- Diperbudak dan memperbudak diri sendiri.
Saudaraku,
"cahaya" memberikan pengetahuan, menyatakan kebenaran dan melihat pengharapan.
Maka orang yang hidup dalam terang:
- Tidak mengingkari atau menolak realita.
- Tidak berpandangan sempit.
- Tidak lagi hidup dalam kebohongan.
- Jujur dengan dirinya sendiri.
- Pikirannya bersih.
- Melihat pengharapan.
Saudaraku,
memang tubuh ini lemah namun jangan merasa kalah sebelum berperang.
Kehadiran Tuhan Yesus menjadi Terang dalam hidup kita.
Terang itu membuat kita "melihat" dan menjadi sumber kekuatan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 6 Januari 2020
Allah Bapa kami
Kami mohon Terang-Mu selalu ada di depan langkah kami
Dan menyinari jiwa dan raga kami
Supaya kami hidup dalam terang iman yang sejati
Sehingga musnahlah kegelapan
Tak ada lagi selubung dalam hidup kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 2:1-12;
Saya kutip sebagian:
Mat 2:1
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
Mat 2:2
dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.
-------
Mat 2:7
Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
Mat 2:8
Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
Mat 2:9
Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
Mat 2:10
Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
Mat 2:11
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
--------
Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya
Saudaraku,
ada banyak "bintang" tanda kehadiran Allah sampai hari ini.
Dan ada juga "Herodes" dan "orang majus" pada zaman ini.
Apakah kita termasuk seperti Herodes atau orang-orang majus?
Saudaraku,
ada banyak cara-cara halus yang mencoba membujuk kita untuk melawan Firman.
Sebut saja herodes-herodes kecil dalam perjalanan iman kita.
Pemberontakan-pemberontakan yang selalu berusaha memisahkan kita dengan Allah.
Dan apabila kita tidak tegas melawannya maka akan muncul pembenaran-pembenaran halus yang tidak menyakitkan sehingga kita merasa masih di jalan yang benar.
Ada pula yang seperti para imam dan ahli taurat, mereka mengerti firman dan mengajarkannya tetapi dirinya sendiri tidak percaya dan hidup dengan pendapatnya sendiri.
Saudaraku,
penolak-penolak Allah semakin hari semakin "pintar", maka sekarang ini tidak cukup hanya dengan menengadah ke langit melihat bintangnya dan percaya.
Tidak cukup dengan melihat orang melakukan perbuatan Allah, lalu berdoa.
Namun kita harus terlibat aktif dalam kehendak Allah, aktif menghadirkan Allah.
Maka dengan demikian "pekerjaan" itu sendiri menjadi benteng iman kita dalam Kristus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 5 Januari 2020
Allah Bapa kami
Selalu ada dua perkara yang ada di hadapan kami
Dan semuanya nampak benar dan menarik
Hanya dengan terang Roh-Mu supaya kebenaran itu nyata
Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk menjaga Roh-Mu tetap menyala dalam hidup kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 1:35-42;
Saya kutip sebagian:
Yoh 1:40
Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.
Yoh 1:41
Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."
Yoh 1:42
Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."
--------
Engkau Simon akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)
Saudaraku,
baptisan adalah "tanda mulai" menuju kepada keselamatan kekal, sekaligus "tanda milik Allah".
Umat katolik memakai nama Santo atau Santa yaitu orang-orang yang hidupnya dihadapan Allah patut dijadikan teladan dalam menjaga kesucian hidup dan kepatuhannya kepada Allah.
Siap menjadi rasul-rasul Kristus dengan mewujudkan pekerjaan-pekerjaan Allah dalam hidupnya.
Pertanyaannya: Apakah itu susah? Sebab ada orang yang memakai nama Santo atau Santa namun terlibat kejahatan.
Saudaraku,
tidak sedikit umat kristiani yang hidupnya "tidak membutuhkan Allah".
Mungkin mereka merasa mampu berjalan menuju keselamatan sendirian.
Memang rajin ibadat atau bahkan rajin berdoa, namun jika tidak menjadikan Allah sebagai Raja atas hidupnya, ia akan tetap hidup dengan kesombongannya.
Simon tetap Simon tidak akan menjadi Petrus.
Saudaraku,
mutlak dibutuhkan kesatuan dan kepatuhan.
Menyatukan kehendak kita dengan kehendak Allah dan taat melakukannya.
Apabila kita berjalan sendiri, sangat-sangat pasti kita akan tersesat.
Sebab tidak ada seorangpun yang mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi dalam dirinya 5 menit lagi.
Allah ada dan hidup dalam batin kita, Santo dan Santa ada di pustaka hidup kita, mengapa kita lebih sering berjalan sendirian?
Maka mari jangan lagi menyibukkan diri dengan hal-hal lahiriah yang sebenarnya kita sendiri "tidak paham" bahkan tidak membutuhkannya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 4 Januari 2020
Allah Bapa kami
Engkau nyatakan perbuatan tangan-Mu setiap hari
Supaya menjadi teladan bagi hidup kami
Ampunilah kami ya Bapa
Jika kami masih sering menyimpang dari jalan-Mu
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami berani mengakui kekurangan dan kelemahan kami
Sehingga kami tidak jatuh oleh karenanya
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 1:29-34;
Yoh 1:29
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
Yoh 1:30
Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
Yoh 1:31
Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
Yoh 1:32
Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
Yoh 1:33
Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
Yoh 1:34
Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
--------
Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus
Saudaraku,
baptisan adalah "tanda mulai" menuju kepada keselamatan kekal, sekaligus "tanda milik Allah".
Rasul Paulus dalam 2 Korintus 1:22: memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.
Maka sesungguhnya kita umat kristiani tidak akan "tersesat", apabila kita "mengikuti arah Roh Kudus".
Dan karena kita adalah milik-Nya maka Ia akan senantiasa menjaga kita dan memberikan kekuatan kepada kita supaya kita tetap bertekun dalam iman.
Saudaraku,
pandanglah orang-orang dunia, karena mereka menolak melihat Allah, mereka sibuk dengan "benda-benda dan kalimat-kalimat jimat" yang mereka percaya bisa membawa mereka kepada keselamatan kekal.
Maka marilah kita mengucap syukur mata kita melihat dan telinga kita mendengar: "Akulah keselamatanmu!"
Dan berbahagialah kita karena bisa melihat rahasia-rahasia surgawi dan kebenaran nyata dihadapan kita.
Maka marilah kita menjaga hidup sebagai anak-anak Allah dengan tetap berada dalam Terang Roh Kudus.
Sebab Roh Kudus yang berkuasa menerangi akal budi kita dan membersihkan batin kita dari hawa nafsu duniawi.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 3 Januari 2020
Kunjungilah kami selalu ya Bapa dengan pengajaran-Mu
Supaya bebaslah kami dari keinginan-keinginan duniawi
Dengan demikian perbuatan kami tidak akan mencemarkan nama-Mu
Dan Cahaya Roh-Mu bersinar terang dalam hidup kami
Menjadi tanda bagi setiap orang yang mencari keselamatan
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
