"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Keelokan kehidupan yang terjadi dalam hidup ini menjadi mukjijat bagi yang mengalaminya. Di dalam situasi sulit belakangan ini, ada pekerja OJOL menemu keelokan hidup ketika mendapat order mengantar makanan namun ternyata makanan itu tidak untuk sesungguhnya diantar ke alamat yang tertera.

Yang memesan justru membilang sambil menunjuk plastik yang digantung di pagar,"Uang untuk antar makanan ada di dalam tas plastik itu. Lalu, makanannya tidak usah diantarkan. Tapi, silahkan bapak bagi kemana terserah. Ada beberapa bungkus di dalamnya. Semoga berguna ya pak..."

Itu adalah kalimat yang tidak pernah diduga akan dia dengar. Pekerja OJOL itu sampai terdiam dan kebingungan. Helm dilepas dan dipakai berulang. Dan, pelan, tangan kanannya mengusap ujung mata, berusaha menghapus jejak air mata.

Peristiwa tak terduga yang menggembirakan Sukma adalah peristiwa keelokan dunia, manakala kasih berbicara dan kemanusiaan menjadi utama.

Di saat ketika semua diminta untuk isolasi mandiri dan melakukan pengambilan jarak fisik (physical distancing) demi menjaga sehat masing-masing, ada yang tetap bergerak untuk berbagi kasih dan membela kemanusiaan.

Isolasi mandiri untuk menjaga sehat pribadi dan bersama, tidak mematahkan kreatifitas untuk peduli dan berbagi.

Kisah lain, ada sekelompok orang yang patungan di Solo Baru lalu di "deposit" kan ke seorang penjual makanan kaki lima. Perhari diminta memasak 40 bungkus dan dibagikan kepada yang membutuhkan. Dengan cara ini, yang berjualan tetap mendapat pemasukan sedang yang membutuhkan makanan terpenuhi kebutuhannya.

Di Jakarta, pekerja OJOL dipekerjakan oleh BAZNAS untuk membersihkan FASUM dengan diberi upah. Sehingga, pekerja OJOL yang minim orderan tetap pulang membawa uang. Dan, FASUM terjaga kebersihannya karena disemprot disinfectan.

Serupa bacaan Minggu V Prapaskah (Yoh 11:1-45).Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan, dan berpesan: barang siapa percaya akan melihat kemuliaan Allah.
Dengan kepercayaan itu, terjadilah mukjijat yaitu bangkitnya Lazarus.

Saudari dan saudara, mari kita pun membangun kepercayaan yang sama bahwa keelokan Allah yang menjadi tanda kemuliaan-Nya, masih terjadi sampai dengan hari ini.

Belum lagi, kiprah dari beberapa saudara yang bertekun tiap hari mengirim telor dan buah kepada tenaga medis yang bekerja keras. Tak semua gerak ini terekam dan terberitakan. Tak jarang, yang terjadi adalah dalam kesenyapan isolasi mandiri.

Namun, percayalah bahwa di luar rumah kita ada banyak keelokan terjadi yang menunjukkan bahwa kemuliaan Allah masih ada, di jaman ini

Tuhan memberkati.

Berkah dalem

Nilai butir ini
(0 pemilihan)