Sebelum memberikan berkat Urbi et Orbi, Bapa Paus mengajak kita merenungkan sabda yang diambil dari Markus 4: 35-41. Bapa Paus membawa saya masuk dalam kesadaran bahwa situasi kali ini serupa sangat dengan bacaan yang dikutip.
Saat ini, memang kita sedang ada dalam perahu yang sama dan menghadapi badai yang sama. Oleh sebab itu, ini bukan saat untuk menyelamatkan diri sendiri. Namun, bersama-sama kita menghadapinya. Dalam perahu yang satu ini, kita semua menghadapi badai yang sama; yaitu virus Corona COVID-19. Dengan apa yang terjadi, kita semua mengalami kecemasan dan ketakutan yang sama.
Mengapa kamu tidak percaya? Adalah pertanyaan yang dilontarkan kepada para Murid yang membangunkan Tuhan Yesus kala badai terjadi. Sebab, manakala badai terjadi, Tuhan Yesus justru tidur di buritan belakang. Serupa dengan para Murid, kita pun bersama-sama datang dan bertanya mengapa Engkau tidur dan diam saja, Tuhan?
Mengapa kamu tidak percaya, adalah pertanyaan Tuhan Yesus yang berulang kali disebut oleh Bapa Paus dan ditujukan kepada kita semua. Tidur Tuhan Yesus adalah doa. Bukti kepercayaan yang utuh kepada kehendak Bapa. Kepercayaan itu membuahkan harapan akan segala yang baik akan terjadi, entah apapun itu.
Mengapa kamu tidak percaya? Menjadi pertanyaan yang kembali mengemuka dan diajak oleh Bapa Paus untuk kita renungkan bersama. Ini bukan saat penghakiman Tuhan, melainkan ini saat kita membuat penghakiman (baca: pilihan) menurut Bapa Paus. Mana yang hendak kita pilih untuk kita perjuangkan dalam hidup ini? Manakah yang hendak kita cari dalam situasi seperti ini? Masihkah kita akan abai dengan Dia?
Mengapa kamu tidak percaya? Virus Corona COVID-19 telah mengambil hidup kita, merusak rencana kita, menggalkan jadwal dan pekerjaan kita. Namun, kita tidak boleh kehilangan harapan. Sebab, harapan kita terus ada karena kita percaya Bapa punya kehendak baik atas kita semua.
Kita tidak boleh kehilangan harapan atas hidup ini. Berkat Urbi et Orbi diberikan kepada kita dengan harapan agar kita mendapatkan indulgensi penuh. Kita siapkan diri kita menghadapi segala kemungkinan di masa depan dengan tetap menggenggam harapan yang penuh.
Tuhan Berkati. Amin

