Yohanes K. Sugiyarta
Injil Markus 5:21-24, 35-43;
Ayat 35-41:
Mrk 5:35
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
Mrk 5:36
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
Mrk 5:37
Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
Mrk 5:38
Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
Mrk 5:39
Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"
Mrk 5:40
Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
Mrk 5:41
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
--------
"Jangan takut, percaya saja!"
Saudaraku,
seringkali ketakutan kita sendiri lah yang menghalangi "penglihatan" kita kepada Allah.
Padahal kita mengerti bahwa ketakutan tidak ada gunanya dan tidak pernah bisa menyelesaikan masalah.
Tetapi memang begitulah kedagingan kita.
Saudaraku,
iman seharusnya mengalahkan atau mengatasi logika.
Memang selalu ada pertempuran dalam diri kita.
Bagi kita yang beriman didalam Kritus, perhatikan Tuhan Yesus tidak pernah menunda apapun yang diminta kepada-Nya.
Tuhan Yesus tidak pernah berkata: kembalilah besok.
Lalu mengapa kita sering mendengar orang berkata doa-doanya belum dikabulkan?
Karena "dosa" yang menjadi penghalangnya.
Oleh karena itu, bertobatlah atas dosa apa pun yang terlintas dalam pikiran dan mintalah Dia untuk menyembuhkan.
Dan ingatlah, segala sesuatu terjadi atau yang bisa terjadi adalah untuk yang terbaik.
Saudaraku,
jangan takut, mungkin yang tepat bagi kita: "berhentilah takut".
Sebab Tuhan Yesus dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan.
Teruslah percaya, jangan biarkan hati dan pikiranmu dikuasai segala sesuatu diluar dirimu.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terima kasih, Engkau telah menyembuhkan kami
Bimbinglah kami setiap hari untuk hidup dalam kehendak-Mu
Supaya hidup kami selalu menjadi kabar baik dan membawa kesembuhan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 16:13-19;
Mat 16:13
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
Mat 16:14
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
Mat 16:15
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
Mat 16:16
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Mat 16:17
Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Mat 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
--------
Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga
Saudaraku,
percayakah Saudara bahwa Bapa juga menyertai setiap orang yang percaya kepada Anak?
Jika ya, tentunya bukan hanya mata kita "melihat Allah yang hidup".
Tetapi kita juga harus hidup sesuai dengan penglihtan kita, akan Allah yang hidup.
Saudaraku,
ketika kita dibaptis, kita menjadi warga Kerajaan Allah.
Setiap kerjaaan tentunya ada aturan-aturan atau hukum.
Maka permenungan kita hari ini: Apakah kita sungguh-sungguh menaati hukum Allah?
Taat seperti pahat ditangan tukang kayu.
Namun kita mempunyai kehendak bebas.
Tetapi taatlah sebab Tuhan tidak akan pernah meminta kita untuk mengerjakan sesuatu yang tidak baik dan tidak untuk kemuliaan Allah.
Allah ingin menyatakan kemuliaan-Nya melalui hidup kita.
Saudaraku,
dalam segala keadaan, bangunlah kesadaran: supaya kita tidak kehilangan kehadiran-Nya.
Ingatlah selalu, Allah ingin menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya melalui hidup kita.
Maka janganlah dalam hari-harimu engkau tenggelam dalam kesibukkanmu.
Wujudkanlah kuasa Allah dalam hidup keseharian.
Contoh sederhana, janganlah engkau marah dalam segala sesuatu.
Supaya belas kasih Allah lah yang berkuasa atas hidupmu.
Dan semua orang dalam hidup kita mengalami Allah yang hidup.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau buat mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Namun keinginan-keinginan yang tidak teratur seringkali menghalangi penglihatan kami kepada-Mu
Kami mohon bimbinglah kami, supaya kami tetap hidup dalam kesadaran akan kehadiran dan kuasa-Mu
Supaya dalam segala hal, kami tidak mudah disesatkan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 8:1-4;
Mat 8:1
Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
Mat 8:2
Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Mat 8:3
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
Mat 8:4
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
-------
Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku
Saudaraku,
kita harus selalu menyadari bahwa kita hidup oleh karena "iman".
Supaya kita tidak "hanya sekedar hidup" tetapi iman menjadi sumber pengharapan.
Sehingga ketika kita mengalami berbagai macam kesulitan, kita tidak disesatkan oleh keduniawian.
Perhatikan kalimat sederhana dari orang yang sakit kusta ini: _Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku._
Ungkapan iman yang sangat sedehana, tetapi berkenan di hati Tuhan Yesus.
Saudaraku,
arahkanlah selalu mata dan telinga kita kepada pekerjaan-pekerjaan Allah.
Supaya kita tidak kehilangan pengharapan dan memiliki iman yang teguh dan tak tergoyahkan.
Belokanlah "nafsu keduniawianmu" untuk menghidupi iman.
Mengapa demikian?
Perhatikan banyak orang yang berambisi mengejar kehormatan seperti orang yang bernafsu mengejar kenikmatan.
Tetapi jarang orang yang mau menggunakan "ambisinya" untuk menghidupi iman.
Oleh karena itu, mari kita selalu memelihara pikiran-pikiran yang mulia.
Sebab pikiran adalah awal dari keinginan-keinginan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan belas kasih-Mu dan karya-karya-Mu
Supaya kami selalu hidup dalam kesadaran
Sehingga tidak mudah disesatkan oleh hawa nafsu
Berikanlah kami semangat untuk setia hidup sebagai anak-anak Allah
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 7:15-20;
Mat 7:15
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Mat 7:16
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
Mat 7:17
Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
Mat 7:18
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
Mat 7:19
Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
Mat 7:20
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
--------
Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, dari buahnyalah kamu akan mengenal merekaa*
Saudaraku,
kita tidak hanya waspada terhadap "ajaran palsu", tetapi yang lebih utama adalah jangan sampai kita justru "hidup dalam kepalsuan".
Oleh karena itu kita harus hidup dalam "kemurnian hati".
Kita harus sungguh-sungguh bertekad menjalani hidup yang murni.
Kita harus "hidup dengan kewaspadaan".
Yaitu waspada terhadap semua "letupan api hawa nafsu", jangan sampai api hawa nafsu itu berkobar.
Dan hati-hati terhadap pergaulanmu, jaga dengan sungguh-sungguh supaya engkau tidak terlibat dalam keegoisan dan kemunafikan.
Saudaraku,
"kerakusan" bisa menjadi pintu masuk "ketidakmurnian".
Oleh karena itu jangan mencoba berunding dengan segala bentuk "hawa nafsu", kalahkanlah sedari awal.
Kendalikanlah segala bentuk keluh kesah dan bersyukurlah untuk segala yang baik.
Jangan mencoba mencari hiburan dalam pemuasan hawa nafsu badaniah.
Setiap hari belajarlah untuk mensyukuri setiap kebaikan.
Dengan cara yang demikian kita tidak akan masuk dalam setiap "jebakan kepalsuan, yang dipasang oleh kedagingan".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami mohon bersihkanlah diri kami dari kebusukkan hawa nafsu kotor yang menyelimuti hati kami
Dan terangilah hati kami dengan cahaya Roh Kudus
Supaya kami tidak hidup dalam kepalsuan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 7:15-20;
Mat 7:15
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Mat 7:16
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
Mat 7:17
Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
Mat 7:18
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
Mat 7:19
Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
Mat 7:20
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
--------
Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, dari buahnyalah kamu akan mengenal merekaa
Saudaraku,
kita tidak hanya waspada terhadap "ajaran palsu", tetapi yang lebih utama adalah jangan sampai kita justru "hidup dalam kepalsuan".
Oleh karena itu kita harus hidup dalam "kemurnian hati".
Kita harus sungguh-sungguh bertekad menjalani hidup yang murni.
Oleh karena itu kita harus "hidup dengan kewaspadaan".
Yaitu waspada terhadap semua "letupan api hawa nafsu", jangan sampai api hawa nafsu itu berkobar.
Dan hati-hati terhadap pergaulanmu, jaga dengan sungguh-sungguh supaya engkau tidak terlibat dalam keegoisan dan kemunafikan.
Saudaraku,
"kerakusan" bisa menjadi pintu masuk "ketidakmurnian".
Oleh karena itu jangan mencoba berunding dengan segala bentuk "hawa nafsu", kalahkanlah sedari awal.
Kendalikanlah segala bentuk keluh kesah dan bersyukurlah untuk segala yang baik.
Jangan mencoba mencari hiburan dalam pemuasan hawa nafsu badaniah.
Setiap hari belajarlah untuk mensyukuri setiap kebaikan.
Dengan cara yang demikian kita tidak akan masuk dalam setiap "jebakan kepalsuan, yang dipasang oleh kedagingan".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami mohon bersihkanlah diri kami dari kebusukkan hawa nafsu kotor yang menyelimuti hati kami
Dan terangilah hati kami dengan cahaya Roh Kudus
Supaya kami tidak hidup dalam kepalsuan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
