"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 11:29-32;

Luk 11:29
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
Luk 11:30
Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
Luk 11:31
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
Luk 11:32
Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"
---------

Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini

Saudaraku,
jika setiap hari kita mau melihat dengan "mata iman", ada banyak tanda dari Allah untuk "menjaga" kita supaya kita tetap hidup dalam ketaatan dan kekudusan.
Dan jika kita tetap berada dalam "Terang", Terang itu akan membebaskan kita dari segala kebutaan hati.
Lalu pada akhirnya, hidup kita "menjadi tanda" bahwa Allah kita adalah Allah yang hidup.

Saudaraku,
biasakanlah mengarahkan hati kepada Allah.
Jadilah seorang anak di hadapan Allah dan janganlah berlagak dewasa.
Supaya kita memperoleh gambaran diri untuk hidup seperti yang dikehendaki Allah.
Dan ingatlah selalu "kepasrahan diri" kepada Allah menuntut "kepatuhan".
Lalu pada akhirnya yang terjadi dalam hidup kita adalah kehendak Allah, bukan kehendak diri kita sendiri.

Saudaraku,
apakah hidup kita saat ini menjadi "tanda Allah"?
Allah yang hidup dan Allah yang penuh belas kasih.
Dengan teladan yang baik ditaburkan benih yang baik.
Maka marilah kita menjaga hidup kita dengan sungguh-sungguh.
Ada banyak alasan untuk hidup dalam kepatuhan, jika kita mau melibatkan Allah dalam hidup kita sehari-hari.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Engkau telah memilih hidup kami sebagai tanda kehadiran-Mu
Engkau pelihara kami dengan belas kasih-Mu dan Engkau nyatakan kuasa-Mu setiap hari
Kami mohon berilah kami kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk cinta diri
Supaya rencana dan kehendak-Mu lah yang terjadi
Sehingga hidup kami menjadi kabar baik dan selalu penuh dengan belas kasih

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 6:7-15;

Mat 6:7
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Mat 6:8
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Mat 6:9
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
Mat 6:10
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Mat 6:11
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Mat 6:12
dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
Mat 6:13
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
Mat 6:14
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Mat 6:15
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
--------

Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami

Saudaraku,
setiap kali berdoa Bapa Kami, selalu muncul dalam hati saya:
Apakah Allah juga mengampuni saya seperti saya mengampuni orang yang bersalah kepada saya?
Sebab saya juga bertanya kepada diri saya sendiri:
Apakah saya memang sungguh-sungguh mengampuni orang yang bersalah kepada saya?

Saudaraku,
mengampuni itu "melupakan".
Jika saya melihat diri sendiri dengan jujur, terkadang saya masih mengingat "ketidaknyamanan masa lalu".
Jika demikian apakah saya telah sungguh-sungguh mengampuni?

Saudaraku,
mengampuni nampaknya sangat mudah dilakukan, tetapi melupakan itu sangat-sangat sulit.
Setiap kali kita mengalami ketidaknyamanan, selalu ingat ketidaknyamanan yang pernah kita alami.
Maka menurut saya tidak ada seorangpun yang bisa "mengampuni dengan sempurna".
Tetapi saya percaya Allah mengampuni kita dengan sempurna, jika kita sungguh-sungguh mau bertobat.
Oleh karena itu marilah kita selalu taat kepada pimpinan Roh Kudus.
Supaya kita selalu berjalan menuju kepada kesempurnaan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Engkau nyatakan belas kasih dan pengampunan-Mu melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Didalam Putera-Mu kami hidup dalam belas kasih dan pengharapan
Pengampunan-Mu menyembuhkan kami belas kasih-Mu memelihara kami
Kami mohon puaskanlah kami dengan belas kasih-Mu
Supaya kami tidak mudah tergoda oleh segala bentuk cinta diri
Sehingga hati kami pun penuh dengan belas kasih dan pengampunan

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Matius 25:31-46;

Ayat 31-37:

Mat 25:31
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
Mat 25:32
Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
Mat 25:33
dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
Mat 25:34
Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
Mat 25:35
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
Mat 25:36
ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Mat 25:37
Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
Mat 25:38
Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
Mat 25:39
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Mat 25:40
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

---------

Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku

Saudaraku,
bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita hidup baru sebagau anak-anak Allah.
Kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri, kita tidak lagi sebagai seorang yang merdeka tetapi kita harus siap hidup sebagai "anak-anak Allah".
Dalam Injil Matius Tuhan Yesus sangat jelas menjabarkan bagimana hidup sebagai anak-anak Allah.
Memberi makan dan minum kepada yang lapar dan haus.
Memberi tumpangan bagi orang asing dan peduli terhadap kesulitan sesama.
Kita harus siap membuka pintu untuk setiap orang yang membutuhkan uluran tangan kita.
Rasanya semua itu tidak mudah sebab manusia cenderung cinta diri.

Saudaraku,
dengan sangat jelas Tuhan Yesus memberikan perintah dan teladan bahwa kita harus hidup dalam "cinta kasih".
Dan dengan jelas Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita, semua perbuatan yang nampaknya baik tetapi jika tanpa cinta kasih adalah sia-sia.
Sebaliknya orang yang cinta kasihnya besar, segala sesuatu yang dilakukannya sebagai mujud ketaatannya kepada Allah.
Ia tidak lagi mencari dirinya sendiri dalam setiap perbuatan baiknya.
Sebab semua "perbuatan baik adalah luapan dari dalam".
Maka mari kita selalu hidup sebagai anak-anak Allah.
Supaya hidup kita menjadi kabar baik dan membawa kesembuhan bagi setiap orang dihidup kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami sangat sadar bahwa mengikut Engkau itu tidak mudah
Kami harus mengalahkan diri sendiri dan tunduk kepada perintah-Mu
Namun kami percaya Engkau selalu menyertai dalam setiap rencana dan kehendak baik
Oleh karena itu doronglah kami untuk selalu hidup dalam ketaatan
Berilah kami kekuatan dan keberanian untuk mengalahkan segala bentuk cinta diri
Sehingga dimanapun kami berada dan dalam keadaan apapun
Hidup kami menjadi kabar baik dan kesembuhan bagi semua orang

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 1:12-15;

Mrk 1:12
Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.
Mrk 1:13
Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.
Mrk 1:14
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
Mrk 1:15
kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
--------

Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis

Saudaraku,
di masa prapaskah, masa pantang dan puasa, selalu mengingatkan kita untuk "matiraga".
Kita diajak untuk masuk dalam permenungan batin, melihat diri kita sendiri, apa yang "harus kita tinggalkan".
Dan pada akhirnya kita sungguh-sungguh mengalami "pertobatan".

Saudaraku,
tentunya kita sangat menyadari bahwa "meninggalkan kebiasan buruk" tidaklah mudah.
Sebab kita "perang" dengan diri kita sendiri.
Tuhan Yesus memberikan teladan kepada kita, pergi ke "padang gurun".
Kita juga harus berani pergi ke "ruang hati" kita yang paling dalam.
Dan disana temukanlah semua kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kita, akuilah dan mohonlah pengampunan kepada Allah.
Sdari dengan sungguh-sungguh bahwa disana iblis akan menggoda dan menipu kita, dengan pertimbangan-pertimbangan yang semuanya nampak "masuk akal".
Oleh karena itu lawanlah dengan sungguh-sungguh dan jangan mencoba berunding.
Jika engkau berusaha berunding, 100% engkau pasti kalah.
Sebab iblis sangat jago menipu dan iblis sangat mengetahui kelemahan kita.

Saudaraku,
berikanlah "ruang" untuk Tuhan.
Setiap saat berusahalah untuk masuk dalam keheningan batin.
Dengarkan suara-Nya dan taati perintah-Nya.
Saya ingatkan kembali bahwa hidup di dunia ini tidak mudah.
Lawan kita adalah iblis.
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
(1Pet 5:8-9)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Engkau bersabda barang siapa mengikut Engkau, tidak akan berjalan dalam kegelapan
Sungguh, kami ingin selalu bersama-Mu
Kami mohon berilah kami kekuatan untuk setia hidup dalam ketekunan
Terangilah hati dan pikiran kami dan doronglah kami agar selalu mengutamakan dan mencurahkan perhatian kami hanya kepada-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 5:27-32;

Luk 5:27
Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
Luk 5:28
Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
Luk 5:29
Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
Luk 5:30
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Luk 5:31
Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
Luk 5:32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."
--------

Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit

Saudaraku,
Tuhan Yesus memanggil orang berdosa untuk bertobat.
Tetapi jarang sekali orang yang mau mengakui kesalahan dan dosa-dosanya.

Saudaraku,
hendaknya jangan terlalu percaya kepada diri kita sendiri.
Sebab sulit mengakui kekurangan-kekurangan kita sendiri.
Kesalahan kecil orang lain, kita cela, tetapi kesalahan sendiri kita biarkan saja.
Kita mudah tersinggung oleh perkataan atau perbuatan orang lain.
Tetapi kita tidak pernah merasa, perbuatan kita atau ucapan kita membuat orang lain menderita.

Saudaraku,
jika kita tidak berani, tidak sungguh-sungguh dan tidak teliti memperhatikan diri sendiri, tentu akan sulit untuk mengakui bahwa "kita sedang sakit".
Lalu kita merasa tidak pernah membutuhkan "dokter".
Maka sebaiknya hati-hati dalam menyikapi "keadaan diri kita", sebab seringkali kita merasa "tidak membutuhkan Tuhan".
Saat seperti itu, walaupun engkau merasa gembira, sesungguhnya itu terkadang hanya "tipuan daging".
Kesehatan yang sejati, kegembiraan sejati hanya ada pada orang yang hati nuraninya bersih.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon ampunilah kesombongan kami
Sebab seringkali kami merasa tidak membutuhkan Engkau
Kami mohon sembuhkanlah kami
Baruilah kami setiap hari dengan kuasa Roh Kudus
Supaya hidup kami menjadi kabar baik dan kesembuhan bagi setiap orang dalam hidup kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa