Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 14:1, 7-14;
Luk 14:1
Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
--------
Luk 14:7
Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
Luk 14:8
"Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,
Luk 14:9
supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.
Luk 14:10
Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.
Luk 14:11
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Luk 14:12
Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
Luk 14:13
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Luk 14:14
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."
---------
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan
Saudaraku,
kerendahan hati adalah "kebajikan" yang mengatur diri kita sendiri.
Hendaknya jangan melakukan apapun karena ambisi egois dan kesombongan.
Rasul Paulus mengajarkan kepada kita, untuk tetap rendah hati dengan tidak mencari kepentingan diri sendiri atau pujian yang sia-sia.(Bdk Fil 2:3)
Saudaraku,
tidak sedikit orang yang disibukkan dengan "pencintraan".
Artinya ia berusaha hidup supaya nampak pintar, nampak hebat, nampak kaya, dan lain sebagainya.
Sehingga justru lupa dengan jati dirinya sendiri.
Kerendahan hati adalah tentang "netralitas emosional", jadi hiduplah dengan diri sendiri bukan hidup yang dipengaruhi segala sesuatu dari luar diri.
Syukuri apapun yang dihadapkan Allah ditangan kita.
Maka jika demikian kita tidak akan pernah tergoda oleh segala macam godaan kesombongan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 28 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Kami mohon ajarilah kami untuk berani melihat kekurangan dan kegagalan
Sebab telinga kami lebih senang mendengar tepuk tangan kemenangan
Dengan demikian kami tidak mudah tergoda oleh pencitraan diri dan kesombongan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 25:14-30;
Mat 25:14
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
Mat 25:15
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
Mat 25:16
Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
Mat 25:17
Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
Mat 25:18
Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
Mat 25:19
Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
Mat 25:20
Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
Mat 25:21
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Mat 25:22
Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
Mat 25:23
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Mat 25:24
Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
Mat 25:25
Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
Mat 25:26
Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
Mat 25:27
Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
Mat 25:28
Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
Mat 25:29
Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
Mat 25:30
Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
---------
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat
Saudaraku,
perumpamaan tentang talenta mengajarkan kepada kita bahwa Allah "tidak melihat kemampuan kita untuk melipat gandakan talenta itu", tetapi melihat kesetiaan kita.
Allah telah memberikan talenta kepada kita, artinya Allah telah percaya kepada kita.
Kita harus bisa melipatgandakan seberapapun yang Allah percayakan ditangan kita dengan sebaik-baiknya, sebagai wujud kesetiaan kita kepada-Nya.
Percayalah Allah pasti memberikan yang terbaik kepada kita.
Maka jangan pernah buang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya.
Ingatlah pula bahwa: Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut._(Bdk Luk 12:48)
Jadi tidak usah membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.
Lihat diri kita sendiri dengan jujur, apakah kita telah mengusahakan seberapapun yang Tuhan percayakan kepada kita dengan maksimal?
Pupuklah dan peliharalah seberapapun yang dipercayakan kepada kita.
Lihatlah, banyak bunga bermekaran, tetapi tidak semua menjadi buah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 27 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Engkau melihat kesetiaan kami
Engkau melihat kemurnian hati kami
Kami mohon ajarilah dan bimbinglah kami untuk setia
Dan ajarilah kami melakukan segala sesuatu demi cinta akan Engkau
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 25:1-13;
Mat 25:1
"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
Mat 25:2
Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
Mat 25:3
Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
Mat 25:4
sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
Mat 25:5
Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Mat 25:6
Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Mat 25:7
Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
Mat 25:8
Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
Mat 25:9
Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
Mat 25:10
Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
Mat 25:11
Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
Mat 25:12
Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
Mat 25:13
Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."
---------
Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya
Saudaraku,
melalui Injil kita mengetahui bahwa daging ini akan mati dan roh kita akan masuk dalam kekekalan.
Ada 2 tempat kekekalan: hidup kekal bersama Allah atau hidup kekal dalam nyala api yang penuh ratapan dan kertak gigi
Dalam perumpamaan lima gadis bodoh dan lima gadis bijksana melalui Injil Matius pagi ini.
Lima gadis bijaksana membawa pelita dan juga cadangan minyak dalam buli-buli mereka.
Saudaraku,
kita tidak mengetahui kapan hidup kita di dunia ini berakhir.
Tuhan Yesus dengan sangat jelas mengajarkan kepada kita supaya kita menjaga Api Roh Kudus tetap menyala.
Cahaya Api Roh Kudus menerangi hidup batin sehingga dengan sangat mudah kita membedakan mana kehendak Allah dan yang mana kehendak daging.
Maka mari kita pelihara Api Roh Kudus dengan selalu mengutamakan kehidupan batin.
Setiap hari berusahalah menyediakan waktu untuk mengheningkan diri.
Sucikan pekerjaan kita dengan "motivasi "kekekalan".
Bagi Saudaraku yang masih suka mengeluh dan bagi Saudaraku yang mudah bosan, JANGAN biarkan hidupmu dikuasai oleh pancaindra.
Ingat jika kita tidak hati-hati dengan pancaindra, Api Roh Kudus bisa padam.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 26 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Setiap hari kami berusaha supaya hidup kami berkenan kepada-Mu
Setiap hari kami masuk dalam hadirat-Mu
Supaya Api Roh-Mu tetap menjadi penuntun langkah kami
Dan supaya menjadi kekuatan kami untuk menolak segala yang jahat
Sehingga dalam segala keadaan, Kau dapati kami setia dalam kehendak-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 22:34-40;
Mat 24:42
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Mat 24:43
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
Mat 24:44
Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
Mat 24:45
"Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
Mat 24:46
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
Mat 24:47
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
Mat 24:48
Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:
Mat 24:49
Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,
Mat 24:50
maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
Mat 24:51
dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."
---------
Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang
Saudaraku,
jika seseorang sedang jatuh cinta, ia selalu memikirkan orang yang dicintainya itu.
Jika kita mencintai Allah, tentunya setiap detik dan dalam segala hal yang ada dalam hati dan pikiran kita adalah Allah.
Jika kita mencintai surga, dengan sadar dan senang hati kita akan memikirkan hal-hal surgawi.
Jika kita mencintai roh, kita akan memikirkan hal-hal kerohanian.
Saudaraku,
kita percaya pada saatnya nanti daging ini akan mati dan roh kita akan masuk ke kekekalan.
Dan kita semua ingin hidup kekal bersama Allah.
Saya percaya setiap manusia mendengar suara roh, memahami perkataan dan kehendak roh.
Maka marilah kita melepaskan diri lahir dan batin dari hal-hal keduniawian.
Saudaraku,
pada saatnya nanti kita akan meninggalkan kemah tubuh ini dan masuk ke kekekalan.
Tuhan Yesus yang datang dari kekekalan telah memberitahukan kepada kita tentang kehidupan kekal.
Tuhan Yesus pun telah memberikan gambaran tentang kekekalan.
Maka mari kita merindukan kebahagian hidup kekal bersama Allah.
Bukalah hati seluas-luasnya untuk kemuliaan Allah.
Supaya hanya tumbuh keinginan-keinginan yang suci dari dalam diri kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 25 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu untuk mengalahkan godaan-godaan paancaindra
Dan terangilah hati dan pikiran kami dengan Cahaya Roh-Mu
Supaya hidup kami maju dalam keutamaan dan mengabdi Engkau dengan penuh semangat
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 1:45-51;
Yoh 1:45
Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
Yoh 1:46
Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
Yoh 1:47
Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
Yoh 1:48
Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
Yoh 1:49
Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
Yoh 1:50
Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
Yoh 1:51
Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
--------
Kata Natanael kepada-Nya: Bagaimana Engkau mengenal aku?
Saudaraku,
sadarilah selalu bahwa kita umat kristiani adalah umat pilihan Allah.
Kita diberikan anugerah, mata yang melihat dan telinga yang mendengar dari "dimensi Allah".
Penglihatan dan pendengaran itu bukan hanya untuk "menjaga" hidup kita agar senantiasa berada dalam kehendak Allah.
Yang lebih utama adalah supaya melalui hidup kita, setiap orang di sekitar kita melihat Allah dan ikut menerima belas kasih dan rahmat-Nya.
Oleh karena itu gunakan mata dan telinga itu, supaya hidup kita tidak menjadi "batu sandungan" bagi orang lain.
Sebaliknya kita harus selalu mengusahakan hidup kita, supaya setiap orang dalam hidup kita melihat dan mengalami perbuatan tangan Allah.
Saudaraku,
Tuhan Yesus melihat kita, jangan ikuti segala tipu muslihat daging.
Bertindaklah dengan pendengaran dan penglihatan kita akan Allah, bukan semata-mata dari dorongan hati.
Percayalah Tuhan Yesus pasti menolong kita dengan kuasa dan kemurahan hati-Nya.
Setiap kali bimbang, heningkanlah diri, carilah Allah yang ada di dalam diri, dengarkanlah Dia.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 24 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau memilih kami
Engkau berikan kepada kami mata yang melihat dan telinga yang mendengar
Kami sangat sadar bahwa terkadang penglihatan dan pendengaran kami itu tidak cukup untuk membuat kami taat
Maka setiap hari kami berlutut di hadapan-Mu
Memohon rahmat kekuatan-Mu untuk melalui hari-hari kami
Sehingga dalam segala keadaan, Kau dapati kami setia
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
