Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 7:21-29;
Saya kutip sebagian:
Mat 7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 7:22
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Mat 7:23
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Mat 7:24
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Mat 7:25
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
-----------
Yang masuk ke dalam Kerajaan Sorga, adalah dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga
Saudaraku,
untuk melakukan kehendak Bapa tentunya kita harus mengetahui lebih dulu apa kehendak-Nya.
Lalu permenungannya: bagaimana cara mengetahui kehendak Bapa?
Bagi orang-orang dunia itu sangat-sangat sulit, apalagi banyak sekali serigala yang berbulu domba, banyak kepalsuan dan kepura-puraan di dunia ini.
Namun berbahagialah kita karena Tuhan Yesus tidak membiarkan kita menebak-nebak, Tuhan Yesus mengajarkan tentang ukuran.
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.(Bdk Mat 7:16)
Tampak nyata dimata anak-anak Allah, orang yang kelihatannya baik ternyata tidak selalu berbuah baik.
Maka kita harus saling mendoakan supaya kita menerima hikmat dan pengertian yang benar.
Seperti Rasul Paulus dalam Kolose 1:9-10:
Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna.
sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.
Saudaraku,
supaya kita hidup dalam kehendaknya, kita harus menjalani hidup dalam firman-Nya dan berpendirian teguh dalam ajaran gereja.
Tentunya berpendirian teguh beda dengan keras kepala.
Selalu teringat bahwa pohon dikenal dari buahnya, kebajikan akan nampak, belas kasih akan nyata dan ketaatan bukan sekedar rutinitas.
Sehingga akan hati-hati dalam setiap keinginan dan perkataan, selalu mempertimbangkan setiap perkara dengan tenang dan seksama, apakah sesuai dengan kehendak Allah.
Dan tidak tergesa-gesa mempertahankan pendapat sendiri.
Mari hati-hati, ada kejahatan yang berbajukan kehormatan dan bahkan ada yang berbajukan kewajiban agama.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 25 Juni 2020
Allah Bapa kami
Tanpa kerendahan hati kami akan sulit memahami kehendak-Mu
Oleh karena itu kami mohon dalam kesederhanaan hati
Dan dengan kepercayaan yang sungguh-sungguh atas pengajaran-Mu
Hadirlah selalu dalam setiap sisi kehidupan kami
Dan nyatakan kuasa-Mu atas hidup kami
Supaya kami tidak mudah tergoda oleh segala kehormatan dunia
Selalu taat dan setia kepada kehendak-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Lukas 1:57-66, 80;
Saya kutip sebagian:
Luk 1:57
Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
Luk 1:58
Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
Luk 1:59
Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
Luk 1:60
tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."
-----------
Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya
Saudaraku,
kelahiran Yohanes Pembaptis sama ajaibnya dengan kelahiran Tuhan Yesus Kristus.
Dan saya melihat kelahiran Yohanes Pembaptis menjadi penghubung antara Perjanjian Lama dan Perjanjian baru.
Jika kita perhatikan kelahiran Yohanes Pembaptis dinubuatkan dalam kitab terakhir dalam Perjanjian Lama yaitu Maleakhi.
Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.(Mal 4:5)
Saudaraku,
menurut saya sesungguhnya kelahiran baru melalui pembaptisan juga sama ajaibnya dengan kelahiran para nabi.
Sebab semua orang yang dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, termasuk orang-orang pilihan Allah, Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.(Bdk Yoh 15:16)
Saya sangat yakin dan percaya kita telah dipilih Allah sejak dari dalam kandungan.
Jika Yohanes Pembaptis menjadi penghubung antara Perjanjian lama dan Perjanjian Baru, melalui baptisan kita terhubung dengan Allah.
Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.(Bdk Luk 17:21)
Dan Rasul Paulus pun menegaskan:
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus, tidak akan terjadi dalam hidup orang-orang yang tidak terhubung dengan Allah.
Oleh karena itu mari kita dengan sungguh-sungguh menjaga hidup kita supaya tetap terhubung dengan Allah, sehingga tetap berada dalam kebenaran dan membawa damai sejahtera dan sukacita.
Sebab untuk itulah kita dipilih oleh Allah, supaya rahmatnya diterima oleh banyak orang.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 24 Juni 2020
Allah Bapa kami
Kami taruh semua pengharapan kami hanya kepada-Mu
Dan setiap hari kami berseru kepada-Mu ya Bapa
Memohon agar Api Roh-Mu tetap menyala
Sehingga kami aman hidup dalam kebenaran
Dan membawa damai sejahtera dan sukacita bagi semua orang
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 7:6, 12-14;
Mat 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
-----------
Mat 7:12
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat 7:13
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
-----------
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka
Saudaraku,
membaca Injil Matius pagi ini saya teringat surat Paulus kepada Filipi:
karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.(Fil 2:2-4)
Saat ini tantangannya sangat berat, sebab dunia tiap hari memberitahukan "kegoisan" kepada kita.
Apa yang ditawarkan oleh dunia semuanya tentang kita, yaitu keinginan dan kebutuhan kita.
Tentang memikirkan orang lain memang ada namun tak nampak jelas, misalnya apakah kita terlibat "kitabisa", atau di pembayaran toko online ada "donasi".
Seberapa tertariknya kita dengan donasi itu?
Ataukah kita lebih senang datang ke panti asuhan dan tercatat nama kita dibuku tamu/donatur?
Saudaraku,
sangat jarang kita terdorong untuk "memikirkan orang lain", dan bahkan ketika mulai mencoba rasanya sangat sulit.
Yang spontan muncul adalah curiga dan curiga, ketidakpercayaan dan perhitungan untung rugi.
Bahkan ada yang pura-pura tidak melihat orang lain disekitarnya membutuhkan bantuan, lalu pembenarannya adalah "tidak sengaja".
Apabila untuk keluarganya, orang yang dikasihinya, istri suami anak orangtua bisa menempatkan kebutuhan mereka diatas kepentingannya diri sendiri.
Maka mari lakukanlah segala sesuatu tanpa mementingkan diri sendiri, demi kasih yang murni, seakan-akan tanpa pahala.
Jika ada orang yang mengaku kristiani, tetapi hanya memikirkan dirinya sendiri, betapa miskinnya pengenalannya akan Kristus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 23 Juni 2020
Alangkah besarnya kekayaan-Mu ya Bapa
Yang Engkau sediakan bagi mereka yang mengasihi-Mu
Kami mohon ajarilah kami untuk berserah diri hanya kepada-Mu
Supaya kami memperoleh terang dan kebebasan hati
Sehingga dapat menyangkal diri sendiri dengan sempurna
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 7:1-5;
Mat 7:1
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Mat 7:2
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mat 7:3
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Mat 7:4
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Mat 7:5
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
----------
Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi
Saudaraku,
tentunya kita tidak asing lagi dengan peribahasa ini: gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak.
Betapa mudahnya orang melihat kesalahan atau kekurangan orang lain namun sangat sulit melihat kesalahan atau kekurangan sendiri.
Bahkan ada yang sangat kritis dan suka sekali berkomentar bahkan mengkritik orang lain.
Saudarku,
saya yakin kita sangat hafal dengan pengajaran Tuhan Yesus dalam Injil Matius pagi ini:
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Pula Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Roma:
Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu?(Bdk Rm 14:10)
Dan seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus: Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Rasul Paulus pun menegaskan kembali: Sebab setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.(Bdk Rm 14:12)
Saudaraku,
mari arahkanlah terlebih dulu pandangan kita kepada diri sendiri sebelum menjatuhkan penilaian atas perbuatan-perbuatan orang lain.
Sebab seringkali kita menilai suatu perkara sesuai dengan kepentingan diri kita sendiri.
Lagipula apakah manusia memiliki ukuran-ukuran yang adil?
Dan mari jangan pula kita mudah tersinggung oleh perkataan-perkataan atau penilaian orang lain.
Jika penilain itu benar kita gunakan untuk memperbaiki diri dan apabila penilaian itu salah, kita pasti memaafkannya dan tetap berusaha untuk hidup baik dan semakin baik, maka Allah sendiri yang akan menyatakannya.
Allah telah menyediakan kasih-Nya yang berlimpah untuk kita, supaya oleh karena kasih-Nya itu kita mampu mengatasi akal-budi.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 22 Juni 2020
Allah Bapa kami
Begitu besar cinta kasih dan kerahiman-Mu kepada orang-orang yang Engkau pilih
Maka pantaslah kami mengucap syukur setiap hari
Sebab oleh karena cinta kasih-Mu itu kami mampu mengatasi akal budi
Sehingga kami tidak mudah menghakimi dan bahkan tidak pernah sempat membenci
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 10:26-33;
Saya kutip sebagian:
Mat 10:28
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
Mat 10:29
Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
Mat 10:30
Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
Mat 10:31
Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
------------
Sebab itu janganlah kamu takut
Saudaraku,
saya pernah dengar ungkapan: Rasa takut itu pembunuh mimpi dan ketakutan itu memperbesar prosentase kegagalan.
Apalagi jika ketakutan itu tidak diakuinya dan tidak mencoba untuk mengalahkannya, maka akan menjadi pendamping selama hidup.
Dan itu akan menjadi penghambat yang besar dalam perjalanan hidup kita.
Sebagai manusia takut itu wajar, cemas itu wajar, yang perlu kita lakukan adalah menyadari ketakutan itu dan jangan biarkan ketakutan itu berkuasa.
Dan janganlah mudah percaya dengan "perasaan-perasaan saat ini", sebab pasti akan segera berubah dan berubah lagi.
Oleh karena itu kita harus mahir dalam kehidupan rohani, supaya semakin bijkasana dalam menghadapi segala situasi hidup.
Orang yang hidup rohaninya matang, pandangannya selalu mengarah kepada kuasa Allah.
Saudaraku,
ketakutan akan kegagalan, sudah biasa.
Ketakutan akan keuangan, sudah biasa.
Ketakutan ditolak orang lain, sudah biasa.
Karena hampir semua orang mengalami dan akan selalu mungkin kita alami selama kita masih hidup.
Tetapi kita memiiki Tuhan Yesus Kristus yang selalu menerangi hati dan pikiran kita.
Supaya tetap teguh kepada Allah.
Sehingga tidak mudah tertipu oleh pertimbangan-pertimbangan duniawi.
Mari hindari keluh kesah sebab tidak akan pernah bisa menyelesaikan persoalan, tetaplah menengadah ke surga.
Hati dan pikiran kita menjadi bersih, lalu mampu melihat jalan yang telah disediakan oleh Allah.
Sebab hanya Allah yang berkuasa membebaskan kita dari segala kekuatiran.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 21 Juni 2020
Tuhan Yesus Kristus
Engkau memberikan Roh Kudus kepada kami
Cahayanya menembus hati kami
Memurnikan dan memberikan semangat kepada kami
Supaya kami menang dalam setiap pergumulan batin
Sehingga hidup kami tidak lagi dikuasai oleh ketakutan dan kecemasan
Puji syukur kami haturkan kepada-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengatara kami kini dan sepanjang masa
Amin
