"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 8:23-27;

Mat 8:23
Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
Mat 8:24
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
Mat 8:25
Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
Mat 8:26
Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
Mat 8:27
Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
-----------

Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya

Saudaraku,
dalam satu perahu dengan Yesus bukanlah soal yang mudah.
Dapat bergaul dengan Yesus bukanlah soal yang mudah.
Dapat bertahan dalam persatuan dengan Yesus bukanlah soal yang mudah.
Sebab manusia lebih senang dengan "keributan suasana" di sekitarnya.
Lebih tertarik membicarakan kejadian-kejadian dunia.

Saudaraku,
bukankah kita sadar bahwa dalam segala hal kita diingatkan oleh Tuhan Yesus, namun seringkali kita menganggap Tuhan Yesus tertidur.
Bukankah kita seringkali merasa menyesal atas apa yang kita katakan dan lakukan.
Namun seringkali kita tetap mengulanginya lagi, dan akhirnya arah perahu kita sedikit demi sedikit menyimpang arah.
Jika arah hidup kita melenceng 1(satu) derajat saja, maka kita tidak akan sampai tujuan.
Oleh karena itu mari kita selalu berjaga dan berdoa, supaya kita tidak mudah terbawa oleh keributan suasana dunia.
Jangan kiranya kita terbawa dalam kebiasaan yang salah, yang orang-orang dunia mengatakan "tidak apa-apa".
Dan kebiasaan itu menyebabkan kelalaian demi kelalaian atas kemajuan pertumbuhan kehidupan rohani, yang kemudian menyebabkan kita terpisah dari Allah.
Meninggalkan kebiasaan lama memang berat, namun dengan kesadaran, kerendahan hati dan kemauan, akan memberikan tempat kepada Tuhan Yesus untuk berkarya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 30 Juni 2020

Tuhan Yesus
Seringkali kehendak yang baik, terganggu oleh pikiran-pikiran yang jahat
Dan kami sangat menyadari itu
Oleh karena itu kami tidak ingin terpisah dari-Mu
Karena hanya Engkaulah sumber kekuatan dan penuntun hidup kami
Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Matius 16:13-19;

Mat 16:13
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
Mat 16:14
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
Mat 16:15
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
Mat 16:16
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Mat 16:17
Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Mat 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
------------

Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?

Saudaraku,
jika bertanya kepada orang kristiani, siapakah Yesus itu?
Saya yakin akan menjawab sesuai dengan apa yang tertulis dalam Injil.
Misalnya seperti jawaban Petrus, "Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup".
Tetapi apakah itu juga menjadi jawaban saya dan Saudara?
Maka hal itu menjadi bahan permenungan kita, apakah kita sungguh-sungguh mengenal Yesus.

Saudaraku,
siapa Yesus bagi kita, akan mempengaruhi bagaimana kita hidup.
Mempengaruhi cara berpikir kita, cara kita berbicara dan cara kita bertindak.
Maka jika ada diantara kita yang belum mengetahui siapa Yesus, ikutilah Dia dan perhatikan Dia dengan sungguh-sungguh.
Saya yakin Tuhan Yesus pun akan mengenal kita dengan sangat baik dan merubah hidup kita supaya hidup benar dihadapan-Nya.
Petrus lalu mengikuti Yesus dan meninggalkan segala-galanya, ketika ia menyaksikan mukzijat penangkapan ikan secara ajaib oleh Yesus.
Lalu permenungannya:
Tidak cukupkah pemeliharan Tuhan Yesus atas hidup kita selama ini, menghasilkan keputusan yang kuat mengesampingkan keinginan dunia lalu setia kepada Tuhan Yesus?
Berbahagialah mereka yang mengetahui apa artinya mengasihi Yesus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 29 Juni 2020

Tuhan Yesus Kristus
Sungguh berbahagia karena Engkau memanggil kami
Engkau nyatakan kuasa, kasih dan kemuliaan-Mu dalam hidup kami
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk menjaga agar kami tetap suka damai dan rendah hati
Dan supaya kami tidak terpisah dengan Engkau hanya oleh karena lekat dengan hal-hal duniawi
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengatara kami kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Matius 10:37-42;

Mat 10:37
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Mat 10:38
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Mat 10:39
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Mat 10:40
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
Mat 10:41
Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
Mat 10:42
Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."
------------

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku

Saudaraku,
sabda Tuhan pagi ini nampaknya sangat keras.
Tetapi sangat baik untuk menggugah kesadaran kita bahwa "iman" bukan hanya dibibir saja.
Iman bukan suatu kebajikan yang hanya untuk dikotbahkan, namun iman untuk diwujudkan dalam rindakan.
Saya pernah membaca permenungan yang menurut saya sangat menarik.
Jika Saudaraku mengendarai mobil yang hanya cukup 2 orang termasuk pengemudi, saat itu sudah larut malam dan cuaca sangat buruk.
Ada 3 orang yang sedang menunggu angkutan umum dan tentunya sangat membutuhkan tumpangan:
1. Wanita tua yang nampak sakit.
2. Sahabat lama yang pernah menolong Saudara.
3. Pria atau wanita yang nampak sehat.
Siapakah yang Saudara undang/pilih untuk menumpang mobil Saudara?
Jujur, spontan saya memilih wanita tua, namun ada pilihan yang menarik untuk menjadi bahan permenungan kita pagi ini.
Yaitu menyerahkan mobil ke sahabat lama untuk mengantar wanita tua ke rumahnya atau ke rumah sakit.
Dan saya menemani wanita atau pria itu menunggu bis angkutan lewat.

Saudaraku,
hampir setiap saat kita ditantang untuk mewujudkan iman dan memanggul salib Kristus.
Banyak orang yang mengaku kristiani, mengaku pengikut Kristus namun hanya sedikit yang bersedia memanggul salib bersama Yesus.
Banyak yang mencintai Yesus selama tidak mengalami kesukaran.
Banyak yang meluhurkan nama Yesus dengan berbagai pujian dan penyembahan, namun gampang sekali berkeluh kesah.
Memang manusia sulit menundukkan kemauannya, tidak tahan ejekan dan suka mencari kehormatan.
Akan tetapi kita telah dipilih Allah, rahmat-Nya akan senantiasa menjadi kekuatan kita untuk dapat mewujudkan iman dalam perbuatan, walaupun harus dengan memikul salib.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 28 Juni 2020

Tuhan Yesus Kristus
Dari salib itu Engkau menasihati kami agar tetap bertekun di dalam iman
Demikian pula untuk masuk ke dalam Kerajaan-Mu harus mengalami banyak sengsara
Dengan sungguh hati kami datang bersujud dibawah salib-Mu
Mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami tetap setia memikul salib-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengatara kami kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Matius 8:5-17;

Saya kutip sebagian:

Mat 8:6
"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
Mat 8:7
Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
----------
Mat 8:13
Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
Mat 8:14
Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
Mat 8:15
Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
Mat 8:16
Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
Mat 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
-----------

Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita

Saudaraku,
setiap saya membaca kisah-kisah "mujizat", kesembuhan dari berbagai macam penyakit, sampai dengan kebangkitan lazarus dan belas kasih Tuhan Yesus yang begitu besar, saya selalu membayangkan jika saya selalu berada dekat dengan Tuhan Yesus tentunya hidup saya akan selalu berjalan baik.
Akan tetapi kenyataannya tidak mudah menjaga diri ini, hati ini, pikiran ini untuk tetap bersama Tuhan Yesus.
Rasanya godaan satu pergi dan godaan yang lain datang, bahkan selalu tampak lebih menarik.

Saudaraku,
dapat bergaul dengan Tuhan Yesus bukanlah soal yang mudah dan bertahan dalam persatuan dengan Tuhan Yesus harus selalu diperjuangkan.
Orang sulit meninggalkan dirinya sendiri, sulit mengabaikan segala sesuatu di dunia yang memang selalu tampil mempesona.
Padahal suara batin kita dengan lantang berteriak: Siapa yang dapat kita harapkan selain Allah?
Ia yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.
Dan hampir setiap saat kita mengalami saat seperti itu.
Terlebih nampak dimata kita, sekalipun orang yang sangat saleh dan hidup taat kepada Allah, pula tidak luput dari godaan.
Oleh karena itu mari bagaimanapun juga kita harus selalu mencari penghiburan Ilahi.
Sebab pengiburan Ilahi itu diberikan agar kita lebih kuat menghadapi kesulitan.
Setan tidak tidur dan daging pun belum mati, hanya bersama Allah kita mampu memikul kelemahan kita.
Ada ungkapan: Kesederhanaan adalah garam kesempurnaan.
Dan rasanya benar, jika kita hidup dalam ksederhanaan, kita tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang sebenarnya tidak kita perlukan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 27 Juni 2020

Allah Bapa kami
Kami sungguh memerlukan rahmat-Mu yang besar itu untuk mengalahkan kodrat
Yang selalu cenderung melayani keinginan daging
Walaupun didalam batin ini kami suka akan hukum-Mu
Dan kami tahu bahwa perintah-Mu baik, adil dan kudus

Allah Bapa kami
Kami tetap ingin menyatu dengan Engkau
Supaya tidak ada keraguan lagi membedakan antara yang baik dan yang jahat
Dan hanya Engkaulah yang mampu menopang kami untuk mengatasai kelemahan kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 8:1-4;

Mat 8:1
Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
Mat 8:2
Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Mat 8:3
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
Mat 8:4
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
----------

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu

Saudaraku,
Tuhan Yesus menjamah orang yang tidak terjamah.
Di masa pandemi ini kita wajib jaga jarak untuk mengurangi resiko tertular covid-19.
Namun saya mengetuk hati Saudaraku semua yang saat ini masih hidup kecukupan untuk menjamah mereka-mereka yang terkena dampak.
Tidak kurang-kurangnya Tuhan Yesus memberi teladan tentang belas kasih dan tentang kepedulian.
Di dunia ini ada gambaran yang sangat menyedihkan, banyak orang berbicara tentang kebaikan, banyak orang berbicara tentang berbagi dan banyak orang berbicara tentang belas kasih.
Namun bila tiba saatnya untuk berkurban hanya sedikit yang mengulurkan tangan.
Cinta kasih bukan memberi uang recehan dan rasanya terlalu sulit untuk mengalahkan kekikiran.

Saudaraku,
mari melayani Allah dengan tulus, setia kepada-nya dan janganlah terlalu khawatir terhadap apapun.
Mengulurkan tangan menolong orang lain bukan tentang jumlah, namun ketulusan hati.
Ibarat kita hanya mampu memberi sehelai benang, Tuhan Yesus akan membentuk tali yang kuat dari benang-benang yang lain, sehingga akan kuat mengangkat beban berat.
Dan ada baiknya kita tidak menjadi sombong atau berbangga hati jika telah berbagi,  jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, sabda Tuhan.
Sebaliknya tetap merendahkan diri dan lebih berhati-hati dalam segala perbuatan, sebab kita tidak mencari penghiburan duniawi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 26 Juni 2020

Tuhan Yesus Kristus
Sebagaimana Engkau telah mengorbankan diri supaya kami hidup
Kami mohon berilah kami hati yang penuh belas kasih
Supaya tangan kami pun selalu siap sedia untuk menghadirkan belas kasih-Mu dalam hidup kami
Dan kami mohon ajarilah kami untuk berserah diri kepada-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengatara kami kini dan sepanjang masa
Amin