"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 10:16-23;

Saya kutip sebagian:

Mat 10:16
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Mat 10:17
Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
-------------
Mat 10:22
Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
-------------

Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku

Saudaraku,
pagi ini saya tertarik mengawali permenungan dengan 2 kata: "pelayan dan sukarelawan".
Pelayan melayani kehendak Tuhan dan melayani orang lain.
Sukarelawan melayani saat ada waktu dan biasanya masih mempertimbangkan kenyamanan.

Saudaraku,
Tuhan Yesus mengutus kita sebagai pelayan bukan sukarelawan.
Dan kita diutus ke "dunia" yang nyata-nyata menolak kehadiran Allah.
Saya yakin kita semua menyadari bahwa Rahmat Allah tidak pernah bisa berdampingan dengan keinginan duniawi.
Rasul Petrus pun menyadari hal itu, dan ia mengajarkan kepada kita untuk "menjauhkan diri dari keinginan-keinginan duniawi".(Bdk 1Ptr 2:11)
Pelayan tidak mencari kenikmatan dan tidak mencari ketenaran, namun mengutamakan yang dilayaninya dan bisa saja "pasang badan" demi yang dilayaninya.
Dunia mencari kepentingannya sendiri namun seorang kristiani tidaklah demikian.
Cobalah sejenak saja mengarahkan pandangan kita ke dunia, ada orang buta membohongi orang buta dan ada pula orang lemah menipu yang lemah.

Saudaraku,
banyak orang yang mengikuti Tuhan Yesus, banyak orang yang disembuhkan oleh Tuhsn Yesus.
Namun hanya sedikit yang sanggup menderita untuk tetap bertahan bersama-Nya.
Maka mari siapkan diri untuk menjalani bermacam-macam kesusahan dalam peziarahan kita di dunia ini.
Supaya kita kuat bertahan sampai kesudahannya sehingga kita memperoleh kemuliaan di kehidupan yang akan datang.
Dengan tetap setia menjadi pelayan-pelayan Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 10 Juli 2020

Tuhan Yesus Kristus
Kami persembahkan hidup kami di altar-Mu
Kami mohon bentuklah kami sesuai dengan rencana dan kehendak-Mu
Dan tuntunlah kami agar selalu hidup pantas dan layak menikmati anugerah-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Matius 10:1-7;

Saya kutip sebagian:

Mat 10:7
Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Mat 10:8
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
Mat 10:9
Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
Mat 10:10
Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
------------

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan

Saudaraku,
apabila kita mendengar ada seseorang yang oleh karena suatu hal meninggalkan Gereja, meninggalkan Tuhan Yesus, rasanya kok sedih.
Namun menurut saya lebih menyedihkan apabila melihat anak-anak Allah yang masih mencintai hal-hal duniawi, seolah-olah hidup hanya untuk dirinya sendiri
Atau hanya "sekedar kristen", seperti api yang tidak lagi membakar apa yang disentuhnya dan tidak lagi memberi kehangatan.

Saudaraku,
marilah kita selalu menyadari bahwa *kita hidup di dalam Kristus*, bukan sekedar anggota Gereja, bukan hanya kristen.
Namun kita telah dipilih oleh Allah untuk melakukan perintah-Nya.
Oleh karena itu ada baiknya hati-hati dalam pergaulan dan bijaksana dalam tingkah laku.
Tidak mudah percaya kepada setiap dorongan dan mempertimbangkan setiap perkara dengan seksama apakah itu sesuai kehendak Allah.
Dan tidak mudah terlibat dalam "keributan suasana dunia", baik secara langsung atau melalui media sosial, supaya kita tidak terjebak masuk kedalamnya.
Lebih baik membicarakan soal-soal yang bermanfaat dan yang membawa kebaikan bagi banyak orang.
Dengan demikian kedamaian akan berkuasa dan hidup akan menjadi kabar sukacita bagi sesama.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 9 Juli 2020

Tuhan Yesus
Kami persembahkan kepada-Mu ucapan syukur dan pujian
Sebab Engkau memilih kami untuk menjadi saksi-Mu
Terlebih kasih dan kuasa-Mu senantiasa memenuhi hidup kami
Maka pantaslah kami memuliakan Engkau setiap hari
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

 

Injil Matius 10:1-7;

Mat 10:1
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
Mat 10:2
Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
Mat 10:3
Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
Mat 10:4
Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Mat 10:5
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
Mat 10:6
melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
Mat 10:7
Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
-----------

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya

Saudaraku,
kita adalah murid-murid Kristus dan saya ajak untuk selalu menyadari bahwa pemuridan adalah sebuah perjalanan.
Dan untuk kita yang katolik, dalam berkat pada akhir ekaristi, kita pun menerima perutusan sebagai murid Kristus, "pergilah kita diutus".
Ya kita memang orang-orang pilihan Allah, untuk memberitakan Kerajaan Sorga.
Apakah saat Tuhan Yesus memilih kedua belas rasul itu, tidak ada orang lain yang lebih pintar, lebih cakap dari mereka?
Mari pikirkan itu, menjadi murid kristus itu sederhana, dengan teladan yang baik, ditaburkan benih yang baik dan selebihnya Tuhan Yesus yang akan membuat benih itu tumbuh dan berbuah banyak.

Saudaraku,
tekunlah dalam memenuhi kewajiban-kewajiban, sebab itu adalah perwujudan sederhana sebagai murid Kristus.
Dengan demikian setiap orang disekitar kita, melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Allah Bapa kita di surga.
Percakapan-percakapan yang terkadang kasar dan tidak pantas ada di sekitar kita, di kantor, di sekolah, di kampus, terlebih di medsos.
Itu semua kita tidak bisa menghentikan namun kita bisa membangun sebuah "kebijaksanaan" bersama Tuhan Yesus, supaya kita tidak tergoda ikut terlibat didalamnya.
Coba arahkan pandangan kita kepada seorang anak yang menyadari kelemahannya, ia akan selalu berusaha dekat dengan ayahnya.
Maka saat kita merasa berat dalam menjalankan kewajiban-kewajiban kita, datanglah kepada Tuhan Yesus.
Sebab kemauan kita akan dikuatkan oleh rahmat-Nya, supaya melalui hidup kita, setiap orang melihat kerajaan Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 8 Juli 2020

Tuhan Yesus Kristus
Dunia tidak melihat Engkau
Namun karya-Mu yang ajaib dan tersembunyi terlihat nyata dimata kami
Oleh karena itu kami mengucap syukur karena Engkau jadikan kami murid-murid-Mu
Dan Engkaupun memperhatikan kami dan menyertai sepanjang hidup kami
Terlebih pengajaran-Mu setiap hari kepada kami
Membuat kami semakin tekun dan teguh dijalan-Mu
Saat ini kami datang kepada-Mu dengan gembira dan memuliakan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Matius 9:32-38;

Mat 9:32
Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.
Mat 9:33
Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel."
Mat 9:34
Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."
Mat 9:35
Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Mat 9:36
Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
Mat 9:37
Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
Mat 9:38
Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."
-----------

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka

Saudaraku,
saya awali permenungan pagi ini dengan pertanyaan:
Sebagai orang kristiani, kita memandang orang lain dengan "mata Tuhan Yesus" atau mata kita?
Rasul Paulus kepada Filipi:
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.(Fil 2:4)

Saudaraku,
sebelum "menjatuhkan penilaian" atas "pandangan kita" terhadap orang lain, ada baiknya kita memandang diri sendiri terlebih dulu.
Sebab terkadang "melalui perbuatan orang lain" bisa jadi "menyadarkan kekurangan-kekurangan" kita.
Lagi pula dengan sangat tegas Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak menghakimi.(Bdk Luk 6:37)
Tidak seorangpun tanpa kekurangan, tidak seorangpun tanpa beban, tidak seorangpun mampu mencukupi kebutuhannya sendiri dan tidak seorangpun mampu menyelesaikan kesulitan-kesulitannya sendiri.
Oleh sebab itu mari "kristenkan mata kita", sehingga kita pun seperti Tuhan Yesus yang hati-Nya penuh belas kasih.
Saling menghibur, dan menolong, saling memberi nasihat dan saling memberi penerangan.
Supaya dalam segala keadaan, tidak membuat kita menjadi lemah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 7 Juli 2020

Tuhan Yesus Kristus
Kami membutuhkan rahmat-Mu yang besar itu
Agar kami berani melihat diri kami sendiri sebelum kami memandang orang lain
Didalam batinku kami mengerti kehendak-Mu
Namun rasanya seluruh indra kami menolak
Oleh karena itu kami serahkan hidup kami kepada-Mu
Jadikanlah kami pekerja-pekerja-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Matius 9:18-26;

Mat 9:18
Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."
Mat 9:19
Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
Mat 9:20
Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
Mat 9:21
Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Mat 9:22
Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
Mat 9:23
Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
Mat 9:24
berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.
Mat 9:25
Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
Mat 9:26
Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.
-----------

Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh

Saudaraku,
mungkinkah Tuhan Yesus merasakan jubahnya disentuh seseorang?
Karena Ia adalah Allah, menurut saya sangat mungkin.
Namun pagi ini saya mengajak Saudaraku untuk masuk dalam permenungan: iman yang menyentuh.
Iman perempuan yang menderita pendarahan itu yang menyentuh Tuhan Yesus sehingga kuasa-Nya menyembuhkan perempuan itu.

Saudaraku,
hubungan kita dengan Tuhan Yesus cukup baik dan kita selalu berdoa memohon kepada-Nya.
Namun ketika Tuhan Yesus berpaling ke arah kita, tidak semua berani menatap Tuhan Yesus karena khawatir oleh pikirannya sendiri.
Sebab mungkin hatinya masih condong kepada keinginan duniawi, sangat berat kalau harus menyerahkan hidupnya kepada Tuhan Yesus.
Apakah untuk mengalahkan keinginan duniawi harus menjadi imam, bruder atau suster?
Memang mengikuti Tuhan Yesus dituntut untuk hidup kudus, yaitu dengan mengijinkan Roh Kudus yang berkuasa atas hidup kita.
Maka mari selalu melatih diri untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk begaul dengan Tuhan Yesus.
Apakah bergaul dengan Tuhan Yesus harus selalu meninggalkan profesi, pekerjaan dan tanggung jawab kita?
Tidak, tetapi kita harus mampu mengendalikan keinginan akan kehormatan, pangkat, jabatan dan kekayaan supaya kita tetap hidup jujur dan rendah hati.
Dan supaya kita tidak lalai dengan kedudukan kita sebagai anak-anak Allah dan tetap rajin mengejar keutamaan
Maka dengan demikian iman kita akan selalu menyentuh Tuhan Yesus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 6 Juli 2020

Tuhan Yesus
Betapa besar usaha Santo, Santa dan orang-orang kudus yang hidupnya berkenan dihadapan-Mu
Kami merasa betapa sedikitnya usaha kami untuk bersekutu dengan-Mu
Oleh karena itu setiap saat kami memohon kepada-Mu
Kuatkanlah kami dengan Roh-Mu
Supaya tidak ada satu saja pikiran yang tidak baik yang menganggu hubungan kami dengan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin