"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 12:38-42;

Mat 12:38
Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."
Mat 12:39
Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
Mat 12:40
Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
Mat 12:41
Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!
Mat 12:42
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"
-------------

Dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!

Saudaraku,
Yunus dan Tuhan Yesus sama-sama mewartakan "pertobatan".
Yunus membawa kabar penghakiman dan hukuman atas dosa namun Tuhan Yesus membawa belas kasih dan pengampunan.
Umat kristiani hidup oleh karena Roh Kudus untuk mewartakan pertobatan dengan menghadirkan belas kasih Allah.
Kuasa Roh Kudus itulah yang harus selalu disadari supaya hidup itu sendiri adalah tanda kehadiran Allah.
Lalu yang menjadi permenungan kita, apakah hidup kita adalah tanda kehadiran Allah?

Saudaraku,
sudah sepantasnya kita mengucap syukur setiap hari, sebab mata kita melihat Allah, ini adalah berkat, jangan meremehkan, sebab orang dunia mencarinya tetapi mereka tidak menemukannya.
Dan setiap hari ada baiknya kita selalu memurnikan pandangan kita, supaya semakin hari semakin tajam.
Dengan demikian sanggup menerobos jauh mengalahkan kegelapan.
Coba perhatikan, orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria, bukan oleh karena Tuhan Yesus, namun hanya ingin melihat Lazarus.
Ada orang-orang kristiani yang berbondong-bondong mencari berkat, bukan mencari Tuhan Yesus.
Dan ada pula yang katanya mengkuti dorongan hati dan persaaan dan menyatakan dipimpin oleh Roh Kudus, namun apa yang dilakukannya jauh dari kasih Allah.
Hidup dalam Tuhan Yesus, adalah dengan melakukan kehendak-Nya.
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.
Roh Kudus akan membimbing kita sehingga dimanapun kita berada dan apapun yang kita kerjakan akan menjadi tanda kehadiran-Nya dan bukti belas kasih-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 20 Juli 2020

Allah Bapa kami
Nampak jelas perbuatan-Mu di hadapan kami
Namun kami sering disesatkan oleh pertimbangan-pertimbangan kami sendiri
Oleh sebab itu ya Bapa kami mohon kuasailah kami agar hanya bersandar kepada pertimbangan-Mu
Supaya kami tidak mudah tertipu oleh dorongan hati

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 13:24-30;

Mat 13:24
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
Mat 13:25
Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
Mat 13:26
Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
Mat 13:27
Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
Mat 13:28
Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
Mat 13:29
Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
Mat 13:30
Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
-------------

Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi

Saudaraku,
saat membaca perumpamaan ini dan melihat dunia saat ini, memang tampaknya ada ketidakadilan dalam cara dunia bekerja.
Tampaknya dunia telah menjauh dari Allah.
Namun kabar baiknya bagi kita adalah melalui firman ini, Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuaii, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita supaya tidak menghakimi siapapun dan bahwa pohon dikenal dari buahnya. 

Saudaraku,
saat kita merasa menerima ketidakadilan, Tuhan Yesus meminta kita untuk bertahan hidup dalam kebenaran yaitu hidup dalam terang dan kasih Allah.
Tidak menyalahkan apapun dan siapapun, bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu yang datang dari luar diri dan jujur dengan diri sendiri.
Oleh karena itu mari belajar untuk tidak selalu membuka hati terhadap setiap kejadian yang kita alami dan jika perlu menghindari keributan batin yaitu saat kita ragu-ragu dalam menyikapi sesuatu.
Sebab kejadian-kejadian dunia itu pengaruhnya sangat besar, jika kita tidak waspada dalam sekejap mata kita bisa terpengaruh dan terjerat didalamnya.
Setiap saat kita bisa saja menghadapi kondisi dimana kita harus memilih antara gandum dan lalang.

Saudaraku,
supaya kehidupan batin kita sehat dan kuat dalam menghadapi ketidakadilan dalam cara dunia bekerja, ada baiknya kita membangun kebiasaan yang berguna untuk kehidupan batin.
Membaca Injil dan dengan segala cara membangun keintiman dengan Allah.
Dan menghindari percakapan-percakapan yang tidak berguna, menghindari guyonan atau lelucon yang tidak penting dan berhenti meneruskan konten apapun jika kita tidak benar-benar paham.
Supaya kita tidak tergoda terlibat dalam sesuatu yang tidak berguna dan bisa saja kita tidak sadar terjebak dalam permainan musuh, sebab lalang mungkin saja jadi nampak seperti gandum.

Saudaraku,
boleh-boleh saja orang menyangkal "keberadaan iblis" namun iblis adalah bagian dari kisah Injil, dari permulaan sampai akhir, dari kitab kejadian sampai kitab wahyu.
Dan Tuhan Yesus pun menegaskan bahwa iblis itu ada, musuh kehidupan batin itu ada.
Maka mari kita berusaha dengan tekun supaya kita tidak terpisah dari Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 19 Juli 2020

Allah Bapa kami
Tiada kebijaksanaan lagi bila kami tidak bersama-Mu
Tiada lagi kekuatan apabila Engkau tidak memelihara kami
Dan hanya pada-Mu tempat kami berlindung
Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon jangan tinggalkan kami
Ambilah keinginan-keinginan kami
Supaya kami hanya melakukan kehendak-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 12:14-21;

Mat 12:14
Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.
Mat 12:15
Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (12-15b) Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
Mat 12:16
Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
Mat 12:17
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
Mat 12:18
"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
Mat 12:19
Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
Mat 12:20
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
Mat 12:21
Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."
------------

Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia

Saudaraku,
belakangan ini ramai di media sosial, seorang pria mualaf yang katanya dulu bernama Ir. Ignatius Yohanes S.Th dan mengaku anak kardinal dan ibunya seorang evangelis namanya Ir. Maria Laura, M.Th.
Bagi orang katolik jelas sangat janggal, karena seorang kardinal tidak mungkin beristri.
Namun saya yakin semua orang katolik tidak akan marah atau emosi atas video tersebut, justru malah tertawa terbahak-bahak.
Bukan menertawakan pria mualaf tersebut, tetapi menertawakan pernyataannya seperti pernyataan mengenai bumi itu datar.

Saudaraku,
Tuhan Yesus melarang kepada pengikutnya memberitahukan siapa Dia, supaya tidak semakin membakar amarah orang-orang Farisi.
Tentunya orang Farisi akan semakin marah dan benci pula dengan orang-orang yang telah menerima mujizat kesembuhan.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa "kebenaran" tidak diberitakan atau disampaikan dalam suasana kebencian.
Allah itu kasih, kebenaran itu harus diberitakan dengan belas kasih bukan dengan menjelekkan siapapun, justru harus dengan mengasihi siapapun.
Ada saatnya kita harus diam, membiarkan hiruk pikuk dunia berlalu, seperti orang tuli dan hanya memikirkan hal-hal yang memberikan kedamaian.
Jangan memperhatikan hal-hal yang tidak kita setujui dan biarkanlah orang lain dengan pandangannya sendiri daripada mengadakan perdebatan-perdebatan.

Saudaraku,
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya.
Tuhan Yesus mengasihi kita semua dan Ia menginginkan kita selamat.
Maka marlah kita pergunakan setiap kesempatan untuk mencapai kemajuan perkembangan rohani, setiap contoh yang baik jadikan pembakar semangat.
Dan apabila kita melihat sesuatu yang tidak patut, janganlah kita tiru.
Kebajikan hanya bisa dicapai dengan susah payah, sebab selalu saja ada pertempuran di dalam diri.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 18 Juli 2020

Allah Bapa kami
Engkau yang berkuasa atas gelora laut dan membuat tenang kembali gelombang-gelombangnya
Kami mohon kacaukanlah bangsa-bangsa yang menghendaki peperangan
Dan tunjukkanlah kemegahan-Mu kepada mereka
Supaya damai-Mu yang menguasai bumi

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 12:1-8;

Mat 12:1
Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
Mat 12:2
Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat."
Mat 12:3
Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
Mat 12:4
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?
Mat 12:5
Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
Mat 12:6
Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
Mat 12:7
Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
Mat 12:8
Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
-----------

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat

Saudaraku,
untuk mengenal Tuhan, kita membutuhkan Injil dan Wahyu Ilahi.
Jika kita perhatikan, ahli-ahli Taurat "gagal melihat Mesias", padahal mereka adalah ahli kitab.
Justru orang majus yang "menerima Wahyu Ilahi", dan merekalah yang sampai kepada Mesias.
Namun Wahyu Ilahi tidak serta merta membuat kita lalu dekat dengan Allah dan mengenal-Nya, masih diperlukan "ketaatan", seperti orang-orang majus yang "mengikuti bintang-Nya".

Saudaraku,
tentunya kita datang kepada Allah, bukan karena "aturan-aturan agama" atau "aturan-aturan gereja".
Saya yakin "kekristenan" kita, oleh karena ketaatan kita kepada Allah dan ingin selalu membangun keintiman dengan Allah, sehingga Wahyu Ilahi itulah yang selalu menjadi "penuntun gerak hidup kita".
Tuhan beserta kita, imanuel.
Dengan demikian "semangat hidup benar" bukan atas dorongan untuk memperoleh pujian atau supaya "terlihat suci", namun oleh karena dorongan dari "Roh Allah".
Maka dimanapun kita berada dan apa yang kita kerjakan atau lakukan, bebas dari "keinginan diri" dan tentunya tidak mudah menghakimi orang lain.

Saudaraku,
biarlah orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan orang-orang dunia mencari kehormatannya masing-masing.
Tetapi mari kita tetap rendah hati dan dengan semua daya upaya tetap hidup dalam Wahyu Ilahi.
Sebab siapa yang mampu menjaga diri sendiri dalam segala hal sehingga ia tidak pernah tertipu atau terjebak oleh kehormatan dan kenikmatan dunia?
Mari membaca Injil setiap hari dan ijinkanlah Roh Kudus yang berkuasa atas hati dan pikiran kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 17 Juli 2020

Tuhan Yesus Kristus
Kami mohon pancarkanlah cahaya-Mu menembus hati kami
Kuasailah pikiran kami dengan Sabda-Mu
Dan puaskanlah kami dengan belas kasih-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Matius 11:28-29;

Mat 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Mat 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Mat 11:30
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
------------

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat

Apa yang membuat orang merasa mandiri sehingga menolak untuk berseru kepada Tuhan Yesus?
Apa yang membuat orang begitu sombong sehingga menolak mengakui bahwa membutuhkan Tuhan Yesus?
Tuhan Yesus datang menawarkan kelegaan.
Mengapa orang lebih suka bersandar kepada diri sendiri daripada menaruh harapan kepada Tuhan Yesus?
Mengapa orang sering lebih percaya dengan pengetahuannya atau perkataan orang daripada kepada Tuhan Yesus?
Mengapa ada pula yang merasa paling berhikmat dan mengetahui segala-galanya?
Dan apakah seseorang yang memiliki semua barang-barang dunia dan merasa berhikmat, lalu hidupnya bahagia dan tanpa beban?

Saudaraku,
saya sangat yakin kita percaya kepada Tuhan Yesus, namun apakah kita berserah diri kepada-Nya dan membiarkan Ia memperlakukan kita menurut kemauan-Nya?
Tuhan Yesus lah yang paling tahu apa yang berguna bagi kita dan Ia telah turun dari surga untuk memberi kelegaan kepada kita.
Kemenangan tidak pernah bisa dipisahkan dari perjuangan.
Tetapi berbahagialah kita, karena Tuhan Yesus mengetahui bahwa kita semua tidak dapat menderita banyak dan kita mudah jatuh saat menghadapi kesulitan.
Sehingga Ia mengundang kita untuk "bekerja bersama" supaya beban kita pun menjadi ringan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 16 Juli 2020

Tuhan Yesus Kristus
Rahmat-Mu sungguh besar
Teladan-Mu dan teladan orang-orang kudus-Mu membuat semuanya jauh lebih ringan bagi kami yang lemah ini
Dan kami berterimakasih kepada-Mu karena Engkau telah menunjukkan jalan yang lurus menuju kerajaan-Mu
Maka kami mohon janganlah kiranya kami terpisah dari-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin