Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 4:24-30;
Luk 4:24
Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Luk 4:25
Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Luk 4:26
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Luk 4:27
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."
Luk 4:28
Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
Luk 4:29
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Luk 4:30
Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
----------
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu
Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak naif.
Ia tahu bahwa ketika ia mengingatkan para pendengar Yahudinya bahwa nabi-nabi besar Elia dan Elisa, yang aktif pada masa beberapa raja Israel yang paling terpengaruh paganisme, tidak diutus untuk menyembuhkan orang-orang Israel, ia akan kehilangan popularitas.
Nabi-nabi itu melakukan mukjizat terbesar.
Tuhan Yesus tahu bahwa ia sedang menyampaikan gagasan yang tidak populer, khususnya tentang mengampuni musuh dan berbuat baik kepada orang-orang yang membenci kita.
Bahkan di antara kita orang Kristiani saat ini, ajaran-ajaran ini tidak diterima dengan antusias.
Tuhan Yesus dan ajaran-ajarannya mewakili kesinambungan dengan para nabi, yang menghargai Kebenaran lebih dari hidup mereka sendiri.
Tuhan Yesus menyesuaikan penyampaian pesannya dengan kepekaan para pendengarnya, tetapi Ia memberikan pesan yang sama tentang kasih, belas kasihan, rasa hormat dan pengorbanan diri yang telah menjadi inti pesan kenabian.
Saudaraku,
kita ingin menjadi pengikut Tuhan Yesus, apakah kita selalu mengusahakan pertumbuhan iman, hidup dalam harapan dan kasih?
Ingat, kita diselamatkan supaya hidup kita juga membawa kabar keselamatan bagi setiap orang dalam kehidupan kita.
Maka lawanlah kelesuan yang membuat kita malas dalam kehidupan rohani.
Seandainya saja kita bertekad untuk mengabdi kepada Allah, dengan keseriusan yang sama yang kita gunakan untuk mengajar ambisi, kesombongan dan segala bentuk kenikmatan cinta diri, hidup kita pasti menjadi pewarta iman yang tangguh dan hidup kita menjadi perwujudan belas kasih Allah yang luar biasa.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 9 Maret 2026
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyembuhkan kami
Engkau membawa kami kepada hidup
Kami mohon doronglah kami setiap hari untuk selalu serius hidup dalam iman, pengharapan dan kasih
Dan supaya kami tidak lagi tertarik dengan keduniawian
Pakailah hidup kami untuk menghadirkan belas kasihMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 4:5-15, 19-26, 39a, 40-42;
Ayat 5-15;
Yoh 4:5
Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
Yoh 4:6
Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
Yoh 4:7
Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
Yoh 4:8
Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
Yoh 4:9
Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
Yoh 4:10
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
Yoh 4:11
Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
Yoh 4:12
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
Yoh 4:13
Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
Yoh 4:14
tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
Yoh 4:15
Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
-----------
Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air
Saudaraku,
Perempuan itu terkejut bahwa Tuhan Yesus berbicara dengannya.
Orang Yahudi dan orang Samaria tidak saling berbicara.
Ketika Tuhan Yesus menceritakan tentang mantan suaminya, itu hanyalah pernyataan fakta, bukan penghukuman.
Tuhan Yesus memanggilnya "perempuan," yang merupakan istilah dalam Injil bukan untuk teguran atau kekerasan, tetapi untuk kasih sayang atau rasa hormat.
Perempuan itu hidup bersama tanpa menikah, dan Tuhan Yesus mengatakan bahwa dia bukanlah suaminya, tetapi Dia mengubahnya menjadi seorang pewarta sabda.
Saudaraku,
manusia mengenal, mencintai dan mencapai kebaikan moral melalui berbagai tahapan pertumbuhan.
Perempuan itu awalnya memanggil Yesus dengan sebutan “Tuan,” kemudian “Nabi,” lalu “Mesias.”
Semua orang Samaria di kota itu menyebut Yesus sebagai Juruselamat dunia setelah dua hari Ia bersama mereka (Yohanes 4:42).
Mereka mengalami belas kasih Tuhan.
Tuhan Yesus mengubah perempuan ini, dari seseorang yang dipandang sebagai orang berdosa, menjadi seorang pewarta Injil dan seseorang dengan kesaksian yang luar biasa.
Dia pergi ke sumur pada siang hari untuk menghindari orang banyak, tetapi sekarang dia menyampaikan "pesan Tuhan" kepada penduduk desa.
Saudaraku,
kita bisa menceritakan kepada orang-orang dalam kehidupan kita, apa yang telah Tuhan Yesus lakukan untuk kita, tidak harus dengan kata-kata tetapi melalui perbuatan kita sehari-hari.
Roh Kudus hidup dan berkuasa atas setiap orang yang percaya kepada Anak.
Oleh karena itu marilah kita hidup dalam ketaatan dan senantiasa menjaga kekudusan,
Supaya hidup kita menjadi perwujudan belas kasih dan kuasa Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 8 Maret 2026
Tuhan Yesus
Engkau yang datang kepada kami dan membawa kami kepada hidup, kami mengucap syukur
Kami mohon kuduskanlah kami dan berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Supaya setiap perkatan dan perbuatan kami, menjadi perwujudan belas kasih dan kuasaMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 15:1-3, 11-32;
Luk 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Luk 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
--------
Luk 15:11
Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Luk 15:12
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Luk 15:13
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Luk 15:14
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
Luk 15:15
Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
Luk 15:16
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
Luk 15:17
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Luk 15:18
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
Luk 15:19
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Luk 15:20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Luk 15:21
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Luk 15:22
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
Luk 15:23
Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Luk 15:24
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
Luk 15:25
Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Luk 15:26
Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
Luk 15:27
Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
Luk 15:28
Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
Luk 15:29
Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Luk 15:30
Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
Luk 15:31
Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Luk 15:32
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."
------------
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali
Saudaraku,
Perumpamaan ini memiliki akhir yang bahagia hanya karena anak yang hilang mengingat kasih dan belas kasihan ayahnya.
Jika anak laki-laki itu tidak pernah mengenal kebaikan dan pengampunan dari ayahnya, mungkin dia akan mencoba menyelesaikan masalahnya dengan cara mencuri, misalnya.
Kebijaksanaan Allah adalah untuk menggambarkan tentang Kerajaan Allah, yaitu belas kasihan Allah, keinginan Allah melalui Tuhan Yesus Kristus untuk keselamatan setiap orang berdosa dan sukacita di Surga atas keselamatan hanya satu jiwa.
Orang-orang Farisi tidak dapat memahami bagaimana Tuhan Yesus dapat menjadi guru yang benar dan memiliki persekutuan dengan orang berdosa, dan mereka tidak tahu, dan mungkin juga tidak ingin tahu, sifat sejati dari belas kasihan Allah dan kasih-Nya kepada umat manusia.
Saudaraku,
perumpamaan ini bukanlah untuk mengecam kekosongan ketaatan tanpa kasih atau kemunafikan orang-orang yang berperilaku baik demi penampilan.
Meskipun kejahatan-kejahatan itu benar-benar ada dalam budaya kita, itu bukanlah fokus dari bacaan Injil hari ini, yang tujuannya justru untuk menyampaikan pelajaran-pelajaran ini:
• Kerendahan hati, ini memungkinkan kita untuk menyingkirkan kesombongan yang menghalangi kita untuk kembali kepada Tuhan dan kepada orang lain.
• Pengharapan akan kasih Bapa yang selalu siap sedia, ini memungkinkan kita untuk terus bangkit setelah setiap kejatuhan dalam perjalanan hidup kita.
Dan ini memungkinkan kita untuk tidak hanya lebih memahami belas kasih Allah, tetapi juga untuk lebih mengungkapkan dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Saudaraku,
sebagai bagian dari Gereja-Nya, hidup kita adalah untuk menghadirkan belas kasih Kristus.
Hanya di dalam Kristus kita dapat sepenuhnya menghargai dan dengan penuh kuasa membagikan kabar baik, sukacita dan pengampunan.
Hidup kita adalah pekerjaan yang terus-menerus untuk melakukan hal itu.
Kita adalah duta-duta Kristus, Allah menyampaikan seruan-Nya melalui kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 7 Maret 2026
Tuhan Yesus
Engkau adalah teladan kerendahan hati yang sempurna
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan dan doronglah kami untuk selalu rendah hati
Dan hidup setia dalam pengharapan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 21:33-43, 45-46;
Mat 21:33
"Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
Mat 21:34
Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
Mat 21:35
Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
Mat 21:36
Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
Mat 21:37
Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
Mat 21:38
Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
Mat 21:39
Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
Mat 21:40
Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
Mat 21:41
Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
Mat 21:42
Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Mat 21:43
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
---------
Mat 21:45
Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
Mat 21:46
Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.
---------
Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu
Saudaraku,
para penyewa dalam perumpamaan itu memperlakukan dan bahkan membunuh beberapa utusan.
Tuhan mungkin tampak tak terlihat dan tak terpikirkan.
Namun, setiap kita akan dihakimi segera setelah kematian sesuai dengan perbuatan dan apa yang kita lakukan serta iman kita.
Kedatangan Sang Putra memungkinkan para penyewa untuk berasumsi bahwa pemilik kebun anggur telah meninggal dan bahwa Sang Putra datang untuk mengambil warisannya.
Jika mereka membawanya keluar dari kebun anggur dan membunuhnya, kebun anggur tersebut menjadi milik tanpa pemilik yang kemudian dapat mereka klaim berdasarkan urutan prioritas mereka.
Itu adalah referensi kepada Tuhan Yesus yang dibawa keluar kota Yerusalem untuk disalibkan.
Saudaraku,
perumpamaan ini mengajarkan tentang komitmen Allah kepada umat-Nya dan tanggapan ketidakpercayaan berupa penolakan.
Kita juga terkadang cenderung memberontak daripada bertobat.
Namun, dalam perumpamaan ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah tetap menjadi penjaga kebun anggur-Nya, dan akan ada umat yang dipulihkan dan diampuni.
Allah mungkin tampak tak terlihat dan tak terpikirkan.
Namun, setiap kita akan dihakimi dan diberi pahala segera setelah kematian sesuai dengan perbuatan dan apa yang kita lakukan serta iman kita.
Penolakan yang patut disalahkan terhadap-Nya adalah malapetaka, karena seseorang kehilangan partisipasi dalam Kerajaan Allah.
"Hubungan" adalah samudra tempat kita menemukan makna.
Banyak orang menilai "hubungan" atau relasi, sebagai bagian paling bermakna dalam hidup, bahkan ketika hubungan tersebut sulit.
“Penderitaan" adalah bagian tak terpisahkan dari kondisi manusia.
Penderitaan dapat memuliakan kita dan menjadi spiritualitas transformasi ketika kita menemukan makna di dalamnya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 6 Maret 2026
Tuhan Yesus
Engkau sendiri yang membawa kami untuk masuk dalam kerajaanMu, kedalam kebun anggurMu
Dengan sabar dan penuh kasih, Engkau memelihara kami, supaya hidup kami menghasilkan buah
Maka pantaslah kami mengucap syukur
Dan kami mohon ajarilah kami untuk setia hidup dalam iman dan pengharapan
Sebab kami sadar, tanpaMu, hidup kami tidak akan bertumbuh dan berbuah
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 16:19-31;
Luk 16:19
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
Luk 16:20
Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
Luk 16:21
dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Luk 16:22
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Luk 16:23
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Luk 16:24
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
Luk 16:25
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Luk 16:26
Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
Luk 16:27
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
Luk 16:28
sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
Luk 16:29
Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
Luk 16:30
Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
Luk 16:31
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
---------
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham
Saudaraku,
dalam kisah orang kaya dan Lazarus ini, Tuhan Yesus melanjutkan pengajaran-Nya tentang uang dan secara lebih langsung menjelaskan akibat dari keserakahan dan penyalahgunaan sumber daya Allah.
Seorang kaya raya yang tidak disebutkan namanya memiliki segalanya dan hidup dalam kemewahan, sementara seorang pengemis miskin bernama Lazarus dengan luka-luka di sekujur tubuhnya terbaring di gerbang rumahnya, mendambakan sisa makanan dari mejanya, sementara anjing-anjing datang dan menjilati luka-lukanya.
Dengan kata lain, orang kaya itu bahkan tidak memberi Lazarus sisa makanan.
Ia menimbun semuanya untuk dirinya sendiri.
Hari demi hari orang kaya itu melewati Lazarus sampai pada titik di mana ia mungkin bahkan tidak menyadari keberadaannya.
Lazarus tidak terlihat.
Saudaraku,
berapa banyak orang yang bisa menjadi "tak terlihat" bagi kita.
Kita mungkin melihat mereka setiap hari, orang-orang yang miskin atau menderita atau tersesat.
Rekan kerja yang sedang mengalami masa sulit dan orang-orang yang kita lihat setiap hari, tetapi kita "tidak memperhatikan" mereka atau kebutuhan mereka.
Mereka tak terlihat, kebutuhan mereka mungkin tidak sedramatis dan sejelas tunawisma di jalanan yang membutuhkan perawatan medis, tetapi mereka memiliki kebutuhan nyata.
Seberapa sering kita melewati seseorang yang telah Tuhan tempatkan di hadapan kita untuk melayani kebutuhan mereka, tetapi kita terlalu sibuk dengan diri sendiri sehingga kita tidak memperhatikannya?
Saudaraku,
orang kaya yang mengabaikan Lazarus menunjukkan apa yang sebenarnya ada di hatinya.
Uang adalah tempat hatinya berada dan karena itu Tuhan Yesus menggambarkannya di neraka karena ia tidak mengasihi Allah atau mengasihi orang-orang yang dikasihi Allah.
Orang kaya itu tidak pergi ke neraka hanya karena ia tidak membantu Lazarus.
Ia pergi ke neraka karena kurangnya pemberiannya mencerminkan hatinya.
Hatinya telah "dijual" demi uang dan harta benda, bukan demi Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 5 Maret 2026
Tuhan Yesus
Engkau adalah teladan belas kasih yang sempurna
Kami mohon jadikanlah hati kami seperti hatiMu
Yang selalu tergerak oleh belas kasihan
Dan buatlah mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
