"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 1:16-24;

Mat 1:16
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
Mat 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Mat 1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Mat 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Mat 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Mat 1:24
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
-----------

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya

Saudaraku,
Nubuat-nubuat itu cukup jelas.
Mesias akan lahir dari seorang perawan.
Ia akan berasal dari garis keturunan Daud, lahir di Betlehem, kota yang terkait dengan Daud.
Ia akan menjadi raja dan memerintah seluruh bumi.
Harapan orang-orang Yahudi juga sangat jelas.
Mereka menderita di bawah penindas Romawi.
Mereka berpikir, sudah saatnya Allah menyatakan kuasa-Nya dengan mendatangkan seorang Mesias, Yang Diurapi, yang akan membangkitkan tentara yang perkasa dan menghancurkan kekuasaan Roma.
Jadi, ketika seorang keturunan Daud yang tidak dikenal mendengar dari istrinya yang masih perawan bahwa ia hamil dan masih perawan karena kuasa Roh Allah, Yusuf skeptis dan ia tahu bahwa tidak seorang pun akan mempercayai cerita Maria.
Ia sedang menyusun rencana yang tampaknya merupakan cara terbaik untuk mengatasi kekacauan itu, ketika seorang malaikat menampakkan diri kepadanya dan meluruskan pikirannya, meskipun tidak menenangkannya.
Allah akan memenuhi nubuat-nubuat itu, tetapi bukan harapan manusia.
Allah akan memberi mereka Juruselamat yang mereka butuhkan, bukan Juruselamat yang mereka inginkan.

Saudaraku,
saya memilih untuk menggunakan istilah "kepekaan spiritual" untuk mendengarkan dan memahami "perkataan Allah".
Dengan berbagai cara Allah berbicara kepada kita, melalui setiap kejadian dalam hidup kita ataupun melalui kesaksian orang-orang beriman.
Pada dasarnya kepekaan spiritual untuk membaca pesan Allah, lebih dari sekadar menemukan sesuatu yang menarik untuk dikatakan.
Yang kita cari adalah “apa yang Allah ingin sampaikan dalam keadaan tertentu”.
Dalam upaya ini, kita mungkin hanya perlu memikirkan beberapa pengalaman manusia biasa seperti pertemuan kembali yang penuh sukacita, momen kekecewaan, ketakutan akan kesendirian, belas kasihan atas penderitaan orang lain, ketidakpastian tentang masa depan, kepedulian terhadap orang yang dicintai, dan sebagainya.
Tetapi kita perlu mengembangkan kepekaan yang luas dan mendalam terhadap apa yang benar-benar memengaruhi kehidupan orang lain.

Saudaraku,
kita dipilih untuk "menyampaikan pesan Tuhan", untuk membawa setiap orang dalam kehidupan kita lebih dekat kepada kasih Kristus.
Mari kita saling mendoakan dan kita juga mendoakan para imam, biarawan dan biarawati dan semua orang yang menyerahkan hidupnya untuk menghadirkan belas kasih dan kuasa Allah supaya mereka selalu setia dalam panggilannya.
Dan hendaknya kita selalu memabngun kesadaran bahwa kita telah dipilih Allah untuk menjadi pewarta firman dan belas kasih Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 19 Maret 2026

Allah Bapa kami
Kami percaya, Engkau yang membawa kami kepada PuteraMu, Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau menghendaki supaya hidup kami menjadi perwujudan belas kasih dan kuasaMu, menjadi pewarta firmanMu
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencanan dan kehendakMu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk tekun dan setia hidup dijalanMu

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa.. Amin

Injil Yohanes 5:17-30;

Ayat 17-24:

Yoh 5:17
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."
Yoh 5:18
Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Yoh 5:19
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Yoh 5:20
Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
Yoh 5:21
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
Yoh 5:22
Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
Yoh 5:23
supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
Yoh 5:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
-----------

Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup

Saudaraku,
dalam berbagai kesempatan, Tuhan Yesus selalu mengajarkan pentingnya "relasi anatara manusia dengan Allah".
Hubungan kita dimulai sejak hari kita percaya kepada-Nya.
Proses hubungan tersebut bisa berupa pemulihan hubungan yang sudah ada atau membangun hubungan yang baru.
Hubungan kita dengan Tuhan Yesus, dimulai saat kita dibaptis.
Tetapi tidak berhenti pada pembaptisan, melainkan pengakuan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

Saudaraku,
sebagai "anak-anak", kita perlu diasuh.
Pertumbuhan rohani kita harus "mencapai kedewasaan".
Kita mungkin mulai sedikit demi sedikit sampai kita memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang hidup didalam iman.
Oleh karena itu, ada kalanya kita harus berani "menutup mata" kepada dunia, supaya kita melihat "dunia baru", dalam kehidupan kita bersama Tuhan Yesus.
Mata batin kita akan terbuka dan melihat dengan perspektif yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Kita akan masuk dakam "keilahian" yang membuat kita semakin lebih "menyerupai Allah" dan membuat kita semakin dekat denganNya.
_Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna_(Mat. 5:48)
Allah mengasihi kita, Dia tidak mengharapkan kesempurnaan, Dia hanya meminta kita untuk hidup dalam kasihNya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 18 Maret 2026

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah menyembuhkan kami melalui PuteraMu, Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau membawa kami dalam pelukan belas kasihMu
Engkau menuntun setiap langkah kami dengan sabdaMu
Dan Engkau nyatakan kuasa dan belas kasihMu dalam hidup kami setiap hari
Kmai mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa.. Amin

Injil Yohanes 3:1-16;

Ayat 1-11:

Yoh 5:1
Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
Yoh 5:2
Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
Yoh 5:3
dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Yoh 5:4
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
Yoh 5:5
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Yoh 5:6
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Yoh 5:7
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Yoh 5:8
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Yoh 5:9
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
Yoh 5:10
Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
Yoh 5:11
Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
----------

Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah"

Saudaraku,
agama kita bukanlah daftar perintah dan larangan, melainkan tentang hubungan yang penuh kasih antara Allah Tritunggal dan ciptaan-Nya, seorang Bapa dan anak-Nya.
Tuhan Yesus telah ""menyembuhkan" kita, dan Dia juga mengatakan kepada kita: Bangkit dan berjalanlah".
Kata "berjalan" juga menyiratkan bahwa ini adalah hubungan yang terus bergerak.
Saat kita terus berjalan di jalan ini, kita seharusnya semakin dekat dengan Tuhan dan semakin dewasa dalam iman.
Bangkit dan berjalanlah, juga mengajarkan kepada kita bahwa perilaku kita seharusnya telah berubah secara dramatis seperti halnya tubuh. Seharusnya telah membuat kemajuan terus-menerus menuju kedewasaan iman.

Saudaraku,
Tuhan Yesus telah "mengubah" kita.
Belas kasih merobohkan fondadi dan tembok kemarahan dan kebencian.
Tuhan Yesus tidak mungkin membiarkan hidup seseorang biasa-biasa saja, sebab setiap kita bukan hanya menerima janji keselamatan namun juga selalu bertumbuh bersama-Nya.
Kita telah lahir baru dalam Roh dan Roh Kudus selalu mendorong dan memberikan kekuatan kepada kita untuk "bangun dan berjalan".
Hidup kita telah dipilih untuk menjadi pewarta iman dan perwujudan belas kasih dan kuasaNya.
Oleh karena itu, kita harus selalu "membangun kesadaran itu", supaya setiap saat didapatiNya, kita hidup dalam kesetiaan.
Pilihan "bangun bersama Tuhan Yesus Kristus", seharusnya diikuti dengan kesanggupan menyingkirkan segala alasan yang mungkin kita miliki.

Saudaraku,
mari kita perhatikan, sering kali mukjizat dikaitkan dengan ketaatan.
Tuhan Yesus menyuruh orang yang tangannya lumpuh untuk mengulurkan tangannya, bayangkan saja jelas ia lumpuh, tetapi Tuhan Yesus menyuruh mengulurkan tangannya dan ketika ia melakukannya, tangannya sembuh.
Ia menyuruh orang buta untuk pergi mencuci diri di kolam Silom dan ketika ia melakukannya, ia dapat melihat.
Ia menyuruh para murid untuk memberi makan 5.000 orang dengan 5 roti dan dua ikan, dan ketika mereka melakukannya, mukjizat terjadi.
Ia menyuruh penderita kusta untuk pergi dan menunjukkan diri kepada imam dan ketika mereka pergi, mereka sembuh.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 17 Maret 2026

Tuhan Yesus
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk tetap setia dalam ketaatan
Kami berserah diri kepadaMu
Dan kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk ketakutan
Supaya dalam segala keadaan, Kau dapati kami setia berharap kepadaMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Yohanes 4:43-54;

Yoh 4:43
Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea,
Yoh 4:44
sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.
Yoh 4:45
Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.
Yoh 4:46
Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
Yoh 4:47
Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
Yoh 4:48
Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
Yoh 4:49
Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
Yoh 4:50
Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
Yoh 4:51
Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
Yoh 4:52
Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
Yoh 4:53
Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.
Yoh 4:54
Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.
-----------

Pergilah, anakmu hidup

Saudaraku,
di seluruh Injil, Tuhan Yesus digambarkan sebagai guru dan penyembuh.
Tetapi Yohanes menambahkan dimensi baru.
Injil Yohanes adalah Injil "sakramental".
Ia secara khusus menyisipkan tema-tema baptisan dan Ekaristi ke dalam kisah-kisah tentang Tuhan Yesus.
Di sini ia memulai kisah penyembuhan dengan pengingat bahwa itu terjadi di Kana di Galilea, tempat Ia mengubah air menjadi anggur.
Jadi ketika Yohanes mengingatkan kita tentang mukjizat pertama itu, ia memberi tahu kita bahwa Tuhan Yesus akan mengungkapkan sesuatu yang penting tentang kerajaan itu melalui karya-Nya.

Saudaraku,
dunia modern dipenuhi dengan barang, jasa dan teknologi, tetapi hampa dalam roh.
Manusia menilai dengan akal budinya dan dengan tanpa henti menggunakan bakatnya sepanjang zaman, memang telah membuat kemajuan dalam ilmu-ilmu praktis dan dalam teknologi.
Namun manusia selalu mencari kebenaran yang lebih mendalam.
Karena kecerdasannya tidak terbatas pada data yang dapat diamati saja, tetapi dengan kepastian sejati dapat mencapai realitas itu sendiri sebagai sesuatu yang dapat diketahui.
Sifat intelektual memang perlu disempurnakan dengan kebijaksanaan, karena kebijaksanaan dengan lembut menarik pikiran manusia pada pencarian dan kecintaan terhadap apa yang benar dan baik.
Dengan berbekal kebijaksanaan, manusia melewati realitas yang terlihat menuju realitas yang tak terlihat.
Pada akhirnya, melalui karunia Roh Kuduslah manusia datang melalui iman kepada perenungan dan penghargaan akan rencana ilahi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 16 Maret 2026

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menghidupkan kami
Engkau mememlihara kami dengan belas kasihMu
Dan kuasaMu Engkau nyatakan dalam hidup kami setiap hari
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk hidup setia dalam belas kasih dan kehendakMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Yohanes 9:1, 6-9, 13-17, 35-38;

Yoh 9:1
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
-------
Yoh 9:6
Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
Yoh 9:7 d
dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
Yoh 9:8
Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"
Yoh 9:9
Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."
--------
Yoh 9:13
Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.
Yoh 9:14
Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.
Yoh 9:15
Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."
Yoh 9:16
Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
Yoh 9:17
Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."
--------
Yoh 9:34
Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
Yoh 9:35
Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
Yoh 9:36
Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
Yoh 9:37
Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
Yoh 9:38
Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.
----------

"Aku percaya, Tuhan!"

Saudaraku,
jika kita benar-benar dapat menjawab “Tuhan, aku percaya,” maka kita dapat menjadi bagian dari kisah yang hanya memiliki akhir yang bahagia. Kita dapat memandang kematian sebagai transisi dari kehidupan pelayanan yang penuh kasih menuju kehidupan kemuliaan surgawi.
Kita dapat menjadi bagian dari kemenangan yang tidak memiliki tingkatan kekalahan.

Saudaraku,
hati nurani moral kita diberikan agar ketika kita jatuh ke dalam dosa, kita dapat mengenali tindakan tersebut sebagai sesuatu yang merugikan diri sendiri dan orang lain, bertobat, mengaku dan diampuni.
Rahmat Tuhan sangat dalam dan kekal.
Tetapi bagaimana jika kita tidak bertobat?
Bagaimana jika kita terbiasa berbuat dosa?
Setiap pengulangan dosa akan semakin menumpulkan hati nurani kita.
Sebelum kita menyadari apa yang terjadi, kita kecanduan pada kesenangan sesaat perbuatan-perbuatan jahat.
Pikiran kita menjadi kacau, bingung dan kita mulai berpikir bahwa apa yang kita lakukan itu baik, bahkan hak kita.
Kita bahkan mungkin bergabung dengan orang lain yang kecanduan perilaku merusak diri sendiri.
Di masa Prapaskah ini, gereja mengajak kita untuk melihat "kesehatan rohani kita", kita memohon rahmat yang kita butuhkan dari Roh Kudus untuk menjadi "berguna" bagi Allah.

Saudaraku,
hati-hati kita memiliki titik buta, prasangka, gagasan dan persepsi yang bahkan tidak kita pikirkan untuk diubah.
Titik buta ini merupakan hambatan besar dalam perjalanan rohani kita.
Menyangkal ketidaksempurnaan berarti mengingkari diri sendiri, karena menjadi manusia berarti tidak sempurna.
Menerima ketidaksempurnaan kita adalah dasar penyembuhan.
Menemukan dan menerima kebutaan kita adalah dasar untuk menerima penglihatan dari Tuhan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 15 Maret 2026

Tuhan Yesus
Engkau nyatakan belas kasih dan kuasaMu dalam kehidupan kami setiap hari
Semuanya itu menjadi kekuatan kami untuk tetap setiap hidup bersamaMu
Kami mohon tambahkanlah iman kami dan berilah kami rahmat kekuatan untuk hidup setia dalam kehendakMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa