"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 5:12-16;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 5:12
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Luk 5:13
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Luk 5:14
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
--------

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir.

Saudaraku,
Tuhan Yesus sangat bisa menyembuhkan orang yang sakit kusta dari jauh tanpa menyentuh.
Tetapi Ia mengulurkan tangan-Nya menjamah orang yang sakit itu.
Ini menjadi tantangan perwujudan iman bagi kita yaitu: menyentuh yang tak tersentuh.
Dalam Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang adalah perhatian pada KLMTD yaitu mereka yang Kecil, Lemah, Miskin, tersingkir dan Difabel.
Mereka biasanya tersentuh hanya musiman misalnya dalam masa-masa perayaan hari besar keagamaan.
Perhatian kepada KLMTD adalah representasi kehadiran Kristus maka sebaiknya dijadikan arah hidup oleh anak-anak Allah.
sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.(Bdk Mat 25:40)

Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam
Pergi kepada imam adalah sarana untuk penerimaan kembali, tidak lagi dikucilkan.
Apakah hanya mereka yang tersingkir yang membutuhkan pengakuan atau motivasi agar kembali memiliki pengharapan?
Saya kira banyak juga orang sebenarnya dalam kondisi tersingkir, karena tidak terpenuhinya berbagai keinginan lalu patah semangat dan tidak lagi memiliki daya juang, bukan semata-mata karena kemiskinan atau difabel.

Saudaraku,
saya segarkan kembali bahwa kita anak-anak Allah hidup dalam iman, kasih dan pengharapan.
Yang menjadi sumber kekuatan kita dan yang selalu mendorong kita untuk menyentuh yang tak tersentuh.
Mari kita bersyukur karena Allah kita adalah Allah yang penuh kasih, dan yang mencukupkan kebutuhan kita.
Oleh karena itu kita sudah selayaknya, bahkan harus mewujudkan kasih itu dalam kehidupan kita sehari-hari.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 11 Januari 2019

Ya Tuhan Allah kami
Ada dalam penglihatan kami
Orang-orang yang hidupnya berkenan dihadapan-Mu
Mereka yang rela menyediakan diri untuk sesamanya
Kami merasa masih terlalu sedikit berkarya dalam kasih-Mu
Kami mohon ya Bapa
Engkau menyingkirkan ke-egoisan kami
Engkau tumbuhkan kepekaan dalam hati kami
Meringankan langkah kami untuk menyentuh setiap orang yang membutuhkan uluran tangan kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 4:14-22;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 4:17
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
Luk 4:18
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
Luk 4:19
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Luk 4:20
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Luk 4:21
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
--------

penglihatan bagi orang-orang buta

Tidak akan pernah bisa memiliki visi jika tidak bisa melihat.
Lalu untuk mencapai visi itu diperlukan pula pendengaran dan ketaatan.

Saudaraku,
mari mengucap syukur kepada Allah Bapa kita karena kita telah menerima kabar baik.
Mata kita dibuatnya melihat, telinga kita dibuatnya mendengar dan kita telah dibebaskan dari budak keinginan diri.
Dan itu adalah sebuah panggilan pribadi.
Sehingga dengan iman kita melihat keselamatan, lalu hidup tidak lagi semaunya sendiri tetapi memiliki visi.
Tanpa visi kita akan berjalan tanpa arah dan dalam perjalanan akan mudah terpengaruh yang berpotensi menyesatkan, sebab selalu saja ada sesuatu yang terkadang tidak terduga.
Dan iman membuat kita bisa melihat Allah, maka kita mampu melihat karya-karya-Nya sehingga kita memiliki pengetahuan iman.
Dan pengetahuan iman, membuat kita mampu melihat dari banyak dimensi, tentunya dimensi anak-anak Allah sehingga menjadi pertimbangan kita dalam setiap menentukan langkah.
Jika kita bisa melihat dari dimensi Allah, merasakan kasih Allah maka secara individu kita akan bertumbuh menjadi Kristus-Kristus kecil.
Dengan demikian orang-orang yang ada disekitar hidup kita, pasti menerima kabar baik.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 10 Januari 2019

Bapa di surga
Terimakasih Engkau memelekkan mata kami
Sehingga kami mampu melihat dari dimensi kasih-Mu
Tetapi kami sadar akan selalu ada godaan dalam perjalanan kami
Untuk itu kami mohon ya Bapa
Berikanlah kami keberanian dan kekuatan
Untuk membuang segala keinginan akan pengetahuan duniawi
Karena pada akhirnya hanya menimbulkan banyak kebingungan dan kekecewaan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 6:45-52;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 6:47
Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Mrk 6:48
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
Mrk 6:49
Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,
Mrk 6:50
sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Mrk 6:51
Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
--------

Banyak yang mengikuti Tuhan Yesus karena mukjizat-Nya, namun hanya sedikit yang sampai ke salib hinaan.
Banyak yang mencintai Tuhan Yesus selama tidak mengalami kesukaran.
Banyak yang menerima Tuhan Yesus karena memperoleh penghiburan, namun disaat mengalami kesulitan sedikit saja mulailah berkeluh kesah.

Saudaraku,
ada yang merasa ditinggalkan Tuhan lalu datanglah berbagi godaan untuk tidak taat.
Kita sebagai anak-anak Allah tidaklah bersikap demikian dan tetap setia bersama Kristus.
Sebab Allah kita adalah Allah yang setia dan penuh belas kasih, dan akan segera memberikan pertolongan saat kita mengalami kesulitan.
Dalam perjalanan hidup kita di dunia ini, kita tidak mungkin menghindari kesulitan.
Tidak ada seorangpun yang pernah hidup didunia ini yang tidak mengalami kesulitan
Sia-sialah kita jika mencari-cari cara untuk menghindar.
Atau lebih menyedihkan lagi jika ada yang larut dalam keluh kesah dan penyesalan.
Lalu ada juga yang menyalahkan orang lain.

Saudaraku,
kita memiliki Tuhan yang bukan hanya mengajar tetapi karena kasih-Nya kepada kita, Ia sendiri menjadi manusia.
Mengalami ancaman, celaan, hinaan, tuduhan bahkan mati di kayu salib.
Tidak kurang-kurangnya Ia memberi teladan agar kita  bertekun dalam iman, supaya kita tidak dicobai oleh keinginan diri.
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.(Yak 1;14)
Mari tetap mengarahkan mata dan telinga kita kepada-Nya, sebab Ia tidak henti-hentinya menyapa kita.
Sehingga tidak ada sedikitpun keraguan atau kebimbangan dan kita tetap berada di jalan-Nya

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 9 Januari 2019

Berbicaralah ya Bapa
Hamba-mu ini selalu siap mendengar
Buatlah kami mengerti dan mengetahui peringatan-peringatan-Mu
Buatlah kami rindu mendengarkan suara-Mu
Sebab hanya Engkaulah yang sanggup menguatkan kami
Hanya Engkau sumber penghiburan kami

Bapa di surga
Kami mengucap syukur untuk penghiburan dan pertolongan-Mu
Engkau pula yang mencukupkan kebutuhan kami setiap hari
Terimalah puji dan syukur kami ya Bapa
Dan kami mohon Engkau tetap ada di dekat kami
Sebab bersama-Mu hati kami merasa kedamaian dan ketenangan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 6:34-44;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 6:34
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Mrk 6:35
Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
Mrk 6:36
Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
Mrk 6:37
Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
Mrk 6:38
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
-------
Mrk 6:41
Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
Mrk 6:42
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
--------

karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.

Saudaraku,
tanggal 17 April 2019 kita akan memilih wakil-wakil rakyat DPR/DPD/DPRD dan memilih presiden dan wakil presiden.
Jangan golput kita punya tanggung jawab untuk memilih pemimpin yang baik.

Beginilah firman Tuhan ALLAH:
Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?
Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan.
Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.
(Yeh 34:2-4)

Mari kita lihat Tuhan Yesus gembala kita, pertama-tama Tuhan memberikan pengajaran, lalu baru menyediakan makanan.
Kita memilih pemimpin yang hidupnya bisa menjadi teladan hidup dalam Tuhan, karena teladan adalah pengajaran.

Saudaraku,
diri kita sendiri sebagai anak-anak Allah dimanapun kita ditempatkan, hidup kita harus mampu menjadi pengajaran belas kasih Allah, dan menyediakan makanan bagi yang membutuhkan.
Dengan sikap seperti itu maka kita akan selalu hati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatan.
Kita adalah anak-anak terang, tidak lagi berjalan dalam kegelapan.(Bdk Yoh 8:12).
Dan kita telah dibebaskan dari ketulian dan kebutaan hati.
Bukan nyanyian yang merdu, bukan kalimat yang indah, bukan dengan kekayaan yang kita miliki, karya Allah adalah belas kasih.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 8 Januari 2019

Bapa di surga
Kami selalu rindu mendengar suara-Mu
Kami rindu pengajaran-Mu
Mata kami telah Engkau buat melihat
Dan telinga kami telah Engkau buat mendengar
Tetapi seringkali kami dibutakan dan tuli oleh kesombongan
Kami tidak mampu mengendalikan diri
Selalu ingin diperhatikan dan dihargai

Kami mohon ya Bapa
Ajar kami untuk tetap rendah hati
Sadarkanlah kami selalu bahwa hidup kami adalah karya kasih-Mu
Dengan demikian kami selalu semangat untuk mewujudkan kasih dan kebaikan-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 4:12-17, 23-25;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 4:12
Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
Mat 4:13
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
--------
Mat 4:17
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
--------
Mat 4:23
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Mat 4:24
Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
--------

Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!

Saudaraku,
ketika Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan mesir, mereka merasakan kebebasan.
Tetapi dalam waktu yang tidak lama mereka mulai bersungut-sungut.
Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;
dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang!
(Bdk Kel 16:2-3)
Mereka merasa nyaman menjadi budak, sebab masih tersedia daging dan roti.
Nah.. kita harus menyadari bahwa bertobat dari perbudakan dosa harus diikuti kerja keras, siap menghadapi perubahan.
Sebab selama dalam perbudakan dosa, rasanya seperti selalu diberi kenikmatan.
Dan jika tidak hati-hati bisa-bisa malah menyalahkan Tuhan.
Mengikut Tuhan kok hidup tambah susah.

Saudaraku,
Rasul Paulus mengatakan dalam Ibrani 12:4-6;
Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
Apabila kita sungguh-sungguh mengenal Allah, kita akan semakin tahu bahwa apa yang kita perbuat untuk Allah tidak sebanding atau terlalu kecil dengan apa yang telah kita terima dari Allah.
Contohnya: sedikit saja mengalami kesulitan langsung mengeluh, tetapi saat semuanya lancar lupa bahwa Allah terlibat dan lupa untuk berterimakasih.

Saudaraku,
kita telah dibebaskan dari perbudakan dosa dan dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, mari selalu bersyukur dan teguh di jalan Allah.
Semoga kita sampai dengan selamat dan hidup dalam damai dan sukacita bersama Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 7 Januari 2019

Bapa terkasih
Kami berusaha untuk berkenan kepada-Mu
Kami pun berusaha untuk tidak membiarkan pikiran melayang tak menentu
Kami berusaha mengarahkannya kepada-Mu
Dan terkadang terasa sangat berat
Sebab karena kami merasa terhibur

Ya Bapa
Engkau yang berkuasa atas hidup kami
Kami mohon masukklah ke dalam hati dan pikiran kami
Berikanlah kami kekuatan untuk melawan segala penghiburan semu
Kami ingin dengan setia hati mempersebahkan hidup yang terbaik kepada-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin