"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 1:29-29;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 1:32
Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
Mrk 1:33
Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
Mrk 1:34
Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
Mrk 1:35
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
Mrk 1:36
Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
Mrk 1:37
waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."
Mrk 1:38
Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
--------

Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana

Saudaraku,
dalam aktivitas kita sehari-hari terkadang terasa sangat lelah, apalagi ada beban pikiran lain selain pekerjaan.
Dan sering terjadi saat kelelahan mudah digoda oleh emosi, ditanya baik-baik dijawab dengan nada bicara tinggi.
Cukupkah dengan melatih kesabaran?
Yang diperlukan adalah kesadaran, supaya dalam segala keadaan kita tetap mampu mengendalikan diri.

karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang.
Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
(2Tes 5:5-6)

Tuhan kita Yesus Kristus, karena Ia juga 100% manusia, secara kodrati juga mengalami kelelahan.
Ia memberikan teladan kepada kita, mengambil waktu untuk berdoa, terhubung dengan dengan Allah Bapa.

Saudaraku,
sebagai anak-anak Allah, hidup kita bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk kemuliaan Allah.
Dan hampir setiap saat kita dihadapkan dengan pilihan dan harus mengambil keputusan.
Kita memiliki Tuhan yang dekat, Tuhan yang berkenan hadir di hidup kita.
Ada Roh Kudus yang menjadi penuntun dan penasihat kita.
Jika ada keraguan, berdoalah secara khusus sebelum mengambil keputusan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 16 Januari 2019

Allah Bapa kami
Banyak hal-hal yang baik yang telah kami lalui bersama-Mu
Namun kebaikan-Mu bisa terlupakan oleh karena kegelisahan
Setiap hari dunia ini menebarkan ketakutan
Dan mencoba mengusik hubungan kami dengan Engkau
Sehingga mudah terjerat oleh bujuk rayu dari yang jahat

Ya Bapa
Pandanglah anak-Mu ini
Kami hanya percaya kepada-Mu
Kuasailah kami dengan kehendak-Mu
Terangilah hati kami dengan cahaya Roh-Mu
Supaya hidup kami menjadi wujud kasih dan kebaikan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 1:21-28;

Mrk 1:21
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
Mrk 1:22
Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
Mrk 1:23
Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
Mrk 1:24
"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
Mrk 1:25
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"
Mrk 1:26
Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
Mrk 1:27
Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."
--------

Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah

Saudaraku,
pernyataan atau pengakuan tersebut diucapkan oleh orang yang kerasukan roh jahat.
Menjadi bahan permenungan yang menarik bagi kita, bahwa roh jahat pun bisa mengucapkan kalimat pujian.
Sangat-sangat nyata di zaman ini, banyak orang yang menyebut nama Allah bahkan memuji nama Allah tetapi perbuatannya sangat bertentangan dengan Allah.
Banyak orang dengan berbagai cara berusaha tampil supaya terlihat sebagai pengikut Allah, tapi perbuatannya hanya untuk keuntungan diri sendiri.

Kecoa lari sangat kencang ketika tiba-tiba lampu saya nyalakan, dan mengarah ke tempat saya berdiri, artinya kecoa merasa terusik oleh cahaya bukan karena melihat kehadiran saya.
Spontan saya tersenyum, ternyata ada banyak manusia yang derajat moralnya lebih rendah dari kecoa.
Kecoa lari dan sembunyi saat melihat cahaya, tetapi manusia terang-terangan melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran Allah, hanya untuk menuruti keinginan,kenikmatan dan ambisi.

Saudaraku,
ada orang yang kerasukan setan hadir ke rumah ibadat, dan ia melihat Tuhan Yesus.
Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret?
Pertanyaannya bagi kita:
Apakah kita melihat Tuhan Yesus?
Apakah kita lalu mengakui dosa-dosa kita dan kita merasa terusik lalu punya komitmen untuk meninggalkan dosa itu?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 15 Januari 2019

Allah Bapa di dalam surga
Kasihanilah kami ya Bapa
Berikanlah kami selalu kekuatan untuk menolak yang jahat
Yang setiap saat ada dalam pilihan kami
Tuntunlah kami dalam menghadapi pencobaan
Sebab kami sering sudah merasa tertekan dengan pencobaan kecil saja
Kami percaya Engkau melihat kesulitan dan kesulitan anak-Mu ini
Usirlah keinginan jahat dari dalam hati dan pikiran kami ya Bapa

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 1:14-20;

Mrk 1:14
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
Mrk 1:15
kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
Mrk 1:16
Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Mrk 1:17
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Mrk 1:18
Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
Mrk 1:19
Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
Mrk 1:20
Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.
--------

Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.

Saudaraku,
mengapa Tuhan Yesus memilih nelayan, orang-orang yang sederhana untuk menjadi murid-Nya?
Bukankah ada para imam dari suku lewi dan ada para ahli-ahli taurat.
Pertanyaan selanjutnya:
Mengapa Tuhan Yesus memilih kita?
Setiap dari kita punya latar belakang dan cara yang berbeda-beda dalam mendengar panggilan Tuhan Yesus.
Namun Tuhan memanggil kita untuk tujuan yang sama yaitu sebagai penjala manusia.
Menjala beda dengan memancing.
Menjala menangkap ikan dengan menebarkan jala.
Ya, kita telah menerima jala dari Tuhan Yesus, yaitu jala kasih.
Saya tidak baptis bayi, saya termasuk orang yang terjerat oleh jala kasih Kristus.
Beberapa yang menebarkan jala kasih, saat ini ikut membaca tulisan saya setiap pagi.
Yaitu teman seumuran saya waktu kecil dan kakak-kakak angkatan saya.
Mereka menampilkan kehidupan Kritus, mereka membawa kasih Kristus, hidup mereka berbeda dengan dunia.
Saya melihat TUHAN YESUS dalam keluarga mereka, dalam ucapan dan perbuatan mereka, dalam sikap mereka terhadap orang lain.
Dan mereka orang-orang desa yang sederhana.
Saya selalu berdoa untuk mereka, supaya tetap setia hidup dalam kasih Kristus dimanapun mereka berada.

Saudaraku,
jangan egois, kita telah menerima banyak kebaikan dari Allah.
Saya sangat-sangat yakin kita masing-masing telah dibekali oleh Tuhan Yesus untuk menjadi penjala manusia.
Saya ingatkan kembali, dihadapan kita ada yang hitam, supaya kita melihat dengan sangat jelas yang putih.
Sebodoh-bodohnya orang, pasti mampu membedakan putih dan hitam.
Sebodoh-bodohnya orang, pasti mampu membedakan siang dan malam.
Mari tebarkanlah JALA KASIH KRISTUS sekarang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 14 Januari 2019

Bapa yang Maha Kasih
Engkau menghendaki persembahan hidup
Engkau tidak ingin manusia mati karena dosa
Engkau berkenan kepada pertobatan orang fasik dari kelakuannya supaya memperoleh hidup

Terimakasih ya Bapa
Engkau telah memilih kami
Kami akan berusaha hidup benar dalam Roh-Mu
Sehingga hidup kami penuh kasih, sukacita, damai sejahtera, sabar dan murah hati
Dan kasih kebaikan-Mu terpancar melalui hidup kami setiap hari
Supaya semakin banyak orang yang melihat keselamatan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 3:15-16, 21-22;

Luk 3:15
Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
Luk 3:16
Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
--------
Luk 3:21
Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit
Luk 3:22
dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
--------


Saudaraku,
Mengapa Tuhan Yesus dibaptis, bukankah Ia Anak Allah?

Ia menjadi manusia seperti kita.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita(Bdk Yoh 1:14)

1. TUHAN YESUS MEMBERIKAN TELADAN
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.(Bdk Yoh 3:5)

2. TUHAN YESUS SEBAGAI MANUSIA TURUT MERASAKAN KELEMAHAN-KELEMAHAN KITA
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.(Ibr 4:15)

Jadi jangan menganggap remeh tentang baptisan, baptisan bukan sekendar simbol, baptisan adalah lahir baru.
Hendaknya kita selalu menyadari bahwa kita sekarang ini hidup baru dalam Roh.
Maka apabila kita masih melayani keinginan duniawi, sama saja meremehkan baptisan.

Saudaraku,
Tuhan Yesus berjalan bersama-sama dengan kita, dalam peziarahan kita di bumi ini.
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.(Bdk Ibr 4:16)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 13 Januari 2019

Sabda-Mu ya Bapa
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging
Dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh

Bapa
Kami mengucapkan syukur dan terimakasih
Karena Engkau telah melahirkan kami kembali dalam Roh
Sehinga kami memiliki mata dan telinga yang baru
Kami melihat begitu besarnya kasih-Mu
Dan terdengar di telinga kami nyanyian surgawi
Yang menjadi kekuatan kami untuk tetap setia dijalan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 3:22-30;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 3:26
Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."
Yoh 3:27
Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
Yoh 3:28
Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
Yoh 3:29
Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
Yoh 3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
--------

tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya

Saudaraku,
apakah ada yang telah bosan mendengar kata perutusan?
Mungkin tidak bosan tetapi kata itu tidak lagi bermakna dan tidak lagi menjadi pustaka hidup.
Pagi ini saya hanya coba untuk menyegarkan iman kita dalam Kristus, bahwa kita memiliki tugas perutusan.
Hidup seorang Kristen tidak lagi tentang dirinya sendiri, namun perwujudan Kristus.
Mari selalu berusaha dengan sangat keras, untuk tidak menampilkan hal-hal yang bertentangan dengan kasih Kristus.
Menjalani hidup dengan penuh semangat setiap hari dalam segala keadaan.
Minimal kita harus bisa memberikan pengajaran dan teladan bagi keluarga kita sendiri.
Saudara mungkin bisa menyekolahkan anak-anak Saudara ke sekolah favorit dan mahal, bahkan sampai ke negara lain.
Tetapi bekal hidup seseorang tidak cukup dengan ilmu yang dipelajarinya, manusia makhluk sosial maka selalu melihat orang lain atau mencari sosok yang akan dijadikan teladan.
Maka kesaksian hidup seseorang menjadi sangat penting, sebab kesaksian hidup adalah guru yang terbaik.
Jadi setiap orang Kristen harus selalu sadar bahwa hidupnya membawa suara dan kehadiran Allah.

Saudaraku,
Yohanes Pembatis diutus untuk mendahului Tuhan kita Yesus Kristus.
Sekarang tugas kita untuk meneruskan kasih Kristus kepada seluruh umat manusia.
Maka mari dengan gembira hati kita menjalani perutusan itu.
Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"(Bdk Yes 6:8)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 12 Januari 2019

Setiap pagi dengan gembira hati kami menyapa Engkau ya Bapa
Kami merasakan sukacita dan damai saat bersama-Mu
Dan kami sangat berbahagia karena kami melihat keselamatan
Kami mohon ya Bapa
Roh Kudus-Mu yang selalu menjaga dan menuntun kami
Sehingga hidup kami bisa menjadi pancaran kasih dan kebaikan-Mu
Dan hidup kami sebagai panggung untuk menampilkan karya-karya-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin