"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 5:21-43;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 5:28
Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Mrk 5:29
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
--------
Mrk 5:33
Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
Mrk 5:34
Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"
--------
Mrk 5:35
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
Mrk 5:36
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
--------
Mrk 5:41
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
Mrk 5:42
Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub
--------

Dalam Injil Markus pagi ini ada 2 respon iman:

Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh
Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?

Saudaraku,
sampai hari ini tetap saja ada orang-orang yang optimis dan pesimis.
Lalu pertanyaannya: bagaimana dengan Saudara?

Saudaraku,
ada banyak kesaksian dalam Injil dan setiap hari kita bisa melihat ucapan syukur dan kesaksian orang-orang yang ditolong Allah.
Tidak cukupkah semua itu untuk membuat kita percaya dan setia hidup dalam Kristus dan melakukan perintah-Nya?
Tidak cukupkah semua itu untuk menghapus keluh kesah?
Tidak cukupkan semua itu menjadi kekuatan sehingga kita tetap bertekun dalam doa?
Dan apakah Tuhan Yesus harus berkali-kali berkata: Jangan takut, percaya saja!

Saudaraku,
kita hidup dalam iman, kasih dan pengharapan.
Pengharapan kita dalam Kristus, membentuk kita sehingga memiliki keyakinan sampai titik kepastian.
Dan mari selalu mengucap syukur setiap hari dalam segala hal, dengan cara bisa memupuk pengharapan.
Sebab keluh kesah adalah awal dari kegagalan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 5 Februari 2019

Allah Bapa kami
Engkau nyatakan kasih dan kuasa-Mu dihadapan kami setiap hari
Terimakasih ya Bapa
Engkau kuatkan kami dengan berbagai cara
Terimakasih ya Bapa
Kami serahkan hidup kami dalam kuasa-Mu
Pakailah hidup kami untuk menyatakan kasih-Mu
Supaya setiap orang di sekitar kami selalu melihat pengharapan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 5:1-20;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 5:1
Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
Mrk 5:2
Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
Mrk 5:3
Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
Mrk 5:4
karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
-------
Mrk 5:6
Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
Mrk 5:7
dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
Mrk 5:8
Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"
Mrk 5:9
Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak."
-------
Mrk 5:18
Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
Mrk 5:19
Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"
--------

beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu

Saudaraku,
saya percaya Saudara mengenal Tuhan Yesus.
Saya percaya Saudara melihat Tuhan Yesus, setiap hari.
Pertanyaan saya:
Apakah Saudara datang dan menyembah-Nya?

Saya mengajak Suadara untuk setiap saat datang dan menyembah Tuhan Yesus.
Mungkin Saudara merasa sudah hidup baik dan benar, rajin ibadat dan dalam kegiatan rohani lainnya.
Perlu kita sadari bahwa roh jahat ada dan berkeliaran di sekitar kita.
Dan tidak selalu langsung beraksi tetapi bisa menyamar dan lalu masuk dengan tanpa kita sadari.
Contoh sederhana: memberi komentar atau menanggapi kiriman atau postingan yang tidak penting di media sosial.
Misalnya cerita lucu yang sedikit mengarah ke perbuatan asussila, kebencian dan lainnya.
Hendaklah hati-hati sebab bisa menjadi titik awal roh jahat untuk membelenggu kita.

Saudaraku,
kita harus selalu menjaga diri supaya hidup kita menjadi kabar baik untuk semua orang.
Kita diutus oleh Tuhan Yesus untuk memberitahukan kepada semua orang segala sesuatu yang telah Tuhan Yesus perbuat dalam hidup kita.
Dan tidak perlu takut, tampilkanlah cara hidup dalam Kristus.
Tuhan sendiri yang akan berkarya melalui hidup kita.
Mari kita lihat hasil kabar baik dari orang yang telah dibebaskan dari belenggu roh jahat,
Ketika Tuhan Yesus kembali ke bagian daerah itu, ada empat ribu orang lebih mengikuti-Nya.
Markus 8:8-9;
Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.
Mereka itu ada kira-kira *empat ribu orang*. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang.

Tuhan Yesus bukan hanya menyelamatkan kita, Ia juga memberi hidup baru supaya setiap orang melihat kebenaran dan keselamatan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 4 Februari 2019

Allah Bapa kami
Kami mohon janganlah lepaskan Tangan-Mu
Peganglah hidup kami selalu ya Bapa
Supaya kami tidak kehilangan kekudusan
Tidak ada kekuatan jika Engkau tidak memelihara kami
Kami merasa tidak aman jika Engkau tidak melindungi kami
Maka setiap saat kami datang menyembah-Mu ya Bapa
Supaya kami senantiasa terjaga dan waspada
Sehingga hidup kami tetap di jalan-Mu
Sebagai bukti karya kebaikan-Mu
Dan menjadi kabar baik bagi setiap orang

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 4:21-30;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 4:22
Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"
--------
Luk 4:24
Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Luk 4:25
Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Luk 4:26
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Luk 4:27
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."
Luk 4:28
Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
--------

Bukankah Ia ini anak Yusuf?

Saudaraku,
ketika saya masih tinggal di Jakarta saya sering mendengar ucapan:  emang loe siape.
Nah kira-kira ucapan itulah yang terjadi saat Tuhan Yesus kembali ke kota asalnya, Nasaret.
Orang-orang Nasaret tahu bahwa Tuhan Yesus anak Maria dan Yusuf keluarga sederhana, tukang kayu.
Sedangkan yang biasa mengajar di bait Allah adalah para imam keturunan suku lewi dan ahli-ahli taurat.
Mereka tidak mendengarkan pengajaran-Nya, namun melihat siapa orangnya.

Saudaraku,
bukan sesuatu yang kebetulan, ada orang-orang di sekitar kita yang bisa kita jadikan teladan, ada pula yang mungkin mengingatkan kita saat kita salah, bahkan ada pula yang mungkin membenci kita.
Saya selalu berusaha peka terhadap apapun yang saya alami di hari-hari yang saya lalui.
Sebab walaupun mungkin ada yang merasa kurang nyaman atau mungkin teguran/cacian, saya pahami sebagai sarana untuk bercermin.
Minimal saya tidak akan berucap atau bersikap yang kurang baik atau yang membuat orang lain tidak nyaman.

Saudaraku,
marilah kita selalu berusaha untuk berbuat baik, walaupun ada yang mencibir.
Dan marilah kita jujur terhadap diri sendiri dan berani meminta maaf jika memang ucapan atau sikap kita membuat orang lain tidak nyaman.
Apapun latar belakang kita, apapun kompetensi kita, apapun jabatan kita, kita adalah anak-anak terang, maka hidup kita harus mampu membuat keluarga kita dan semua orang di kehidupan kita,  melihat Allah.
Selalu berhati-hati dalam UCAPAN dan PERBUATAN.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 3 Februari 2019

Karena Engkau Allah yang mahabaik
Ya Tuhan kami dan Allah kami
Dan yang telah menghibur dan mencukupkan kebutuhan kami
Kami mohon berikanlah kami rahmat kekuatan
Untuk tepap teguh dan setia hidup sebagai pewarta kebaikan-Mu
Jadikan kami pembawa damai dan sukacita untuk keluarga kami
Jadikan kami pembawa damai dan sukacita untuk tetangga kami
Jadikan kami pembawa damai dan sukacita untuk teman-teman dan rekan kerja kami
Jadikan kami pembawa damai dan sukacita untuk setiap orang yang kami temui

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 2:22-40;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Luk 2:23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
--------
Luk 2:25
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
Luk 2:26
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Luk 2:27
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
Luk 2:28
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
Luk 2:29
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
Luk 2:30
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
Luk 2:31
yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
Luk 2:32
yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel
------

terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa

Saudaraku,
apa yang terjadi di sekitar kita, adalah baik untuk dijadikan cermin untuk diri kita sendiri.
Dan dengan cara itu kita bisa menilai diri sendiri:
Apakah selama ini iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus mampu membuat hidup kita berbeda dengan dunia?
Apakah mata kita masih sanggup membedakan mana yang pantas dilakukan oleh anak Allah dan mana yang tidak?
Dan apakah kita telah memilih yang pantas?

Saudaraku,
kita dipanggil untuk memberi diri, untuk menyatakan terang Kristus di dunia.
Kita dipanggil untuk menyerahkan hidup kita kepada Allah.
Allah membutuhkan kita untuk berbagi kebahagian, kesejahteraan dan kedamaian, supaya melalui hidup kita, setiap orang melihat keselamatan.
Marilah kita kerjakan apa yang bisa kita kerjakan untuk Allah, sekarang, sebab kita tidak tahu kapan kita mati.
Selagi kita mampu, mari kumpulkan pundi-pundi untuk kita persembahkan kepada Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 2 Februari 2019

Allah Bapa kami
Setiap hari Engkau nyatakan kebaikan-Mu
Setiap hari pula mata kami melihat perbuatan-perbuatan jahat
Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Karena Engkau selalu mendorong kami untuk hidup benar dihadapan-Mu
Terang-Mu selalu ada di depan langkah kami
Dan Roh-Mu selalu memberikan kekuatan kepada kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 4:26-34;

Mrk 4:26
Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
Mrk 4:27
lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Mrk 4:28
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Mrk 4:29
Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Mrk 4:30
Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
Mrk 4:31
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Mrk 4:32
Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
--------

benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu

Sudaraku,
kita terpilih menjadi ladang Allah, maka mari kita mengucap syukur sebab tentu Allah akan memelihara kita dengan sempurna apabila kita tidak melawan-Nya.
Seperti petani yang merawat tanamannya, Allah juga merawat bibit yang ditanam dala diri kita sampai menghasilkan buah.
Manusia tidak seperti tanah yang mati.
Manusia adalah tanah yang hidup dan bisa memilih menolak benih Allah.
Bahkan ada yang merasa jadi beban lalu bibit Allah yang baru mulai bertunas dimatikannya.

Saudaraku,
dalam hal makanan Tuhan tidak melarang makan daging babi misalnya.
Tetapi bisa kita pahami bahwa kita justru dianggap dewasa, artinya mampu melihat mana yang pantas dilakukan dan mana yang tidak pantas.
Terutama untuk pertumbuhan benih Allah supaya tumbuh berbuah.
Rasul Paulus dalam 1Kor 10:23-25
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.
Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.

Sebagai anak-anak Allah, marilah menjaga diri, menjaga dan merawat benih Allah tumbuh dan berbuah.
Menjaga pula ucapan dan perbuatan kita, supaya kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 1 Februari 2019

Allah Bapa kami
Terimakasih hidup kami Engkau jadikan ladang-Mu
Supaya setiap orang di hidup kami menikmati buah kasih-Mu
Kami berjanji akan selalu merawatnya ya Bapa
Dan kami percaya Engkau akan membuatnya berbuah sempurna

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin