Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 2:22-32
Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Luk 2:23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
Luk 2:24
dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Luk 2:25
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
Luk 2:26
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Luk 2:27
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
Luk 2:28
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
Luk 2:29
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
Luk 2:30
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
Luk 2:31
yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
Luk 2:32
yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."
----------
Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu
Saudaraku,
Simeon maupun Anna bukan hanya orang-orang yang menaati perintah Allah.
"Ia seorang yang benar dan saleh".
Dan ketika ia melihat Tuhan Yesus, "Ia mulai berbicara tentang anak itu: Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.
Simeon melihat keselamatan Allah bukan karena ia kebetulan hidup pada saat yang tepat dalam sejarah, tetapi karena pengabdiannya dan karya Roh Kudus di dalam dirinya telah menuntunnya untuk memahami bahwa tangan Allah bekerja.
Saudaraku,
Anna dan Simeon melihat kelahiran Yesus.
Tetapi meskipun kita tidak seperti murid-murid pertama-Nya, mungkin tidak melihatnya dengan mata kita, kita tahu siapa Yesus dan apa yang telah Tuhan Yesus lakukan, peristiwa-peristiwa yang ingin dilihat oleh para nabi seperti Yesaya dan raja-raja seperti Daud tetapi tidak mereka lihat.
Dan tidak seperti Simeon dan Anna, kita tidak perlu menunggu seumur hidup kita untuk melihatnya.
Betapa diberkati kita karena kita tahu bahwa Tuhan Yesus telah menebus kita.
Tuhan Yesus telah menampakkan tangan-Nya yang kudus di hadapan mata semua bangsa, seluruh ujung bumi telah melihat keselamatan Allah kita.
Terlebih Ia memberikan kita Roh Kudus, yang menuntun langkah kita dan memberikan kekuatan bagi kita supaya kita senantiasa "hidup dalam kehadiranNya".
Ia membersihkan sudut-sudut jiwa kita yang berdebu, melepaskan diri dari kebiasaan buruk dan senantiasa mendorong dan memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap setia hidup dalam kekudusan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 2 Februari 2026
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau membawa kami kepada PuteraMu, Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau buat mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk hidup dalam ketaatan
Supaya kami tidak kehilangan kehadiranMu
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa.. Amin
Injil Matius 5:1-12;
Mat 5:1
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
Mat 5:2
Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
Mat 5:3
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:4
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Mat 5:5
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Mat 5:6
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Mat 5:7
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Mat 5:8
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mat 5:9
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Mat 5:10
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:11
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Mat 5:12
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
----------
Berbahagialah dan Bersukacitalah
Saudaraku,
"Sabda Bahagia" bukanlah daftar keinginan, melainkan program hidup.
Kita harus rendah hati, punya hati yang melayani seperti Tuhan Yesus lakukan.
Kita harus berbelas kasih.
Kita harus berhati murni, yaitu sepenuhnya mengabdikan diri untuk kehendak Allah.
Kita harus bersyukur atas kesempatan untuk menjadi saksi kasih-Nya.
Saudaraku,
Tuhan Yesus mendefinisikan kebahagiaan dalam Injil Matius hari ini, dan itu justru kebalikan dari apa yang dilakukan dunia.
Dunia menuntut kekayaan tak terbatas sehingga apa pun dapat dibeli.
Tuhan Yesus mengajarkan, "Berbahagialah orang yang miskin dalam roh."
Semakin sedikit yang kita miliki, semakin kita bergantung pada pertolongan Ilahi, semakin kita hidup dalam kehendak Tuhan.
Kita diajak untuk lebih dekat kepada tujuan akhir kita, tujuan hidup kita, persatuan dengan Allah.
Kita tidak lagi "terikat" oleh harta benda, kita telah dibebaskan dari kecenderungan kita untukk mencari "kebahagiaan keinginan daging" dan menuntun kita melihat dan mengusahakan "kebahagiaan surgawi".
Saudaraku,
Dunia menawarkan kita berbagai macam "hiburan mata", hawa, nafus dan rasa untuk menyenangkan kita.
Santo Yohanes mengajarkan semua bentuk "kenikmatan daging" menghilangkan nilai kemanusiaan.
Hubungan antar manusia yang sejati, murni dan bebas dari nafsu, jauh lebih berharga.
Dan, jika dijalin dengan benar, hubungan itu memberi kita kemurnian jiwa yang mempersiapkan kita untuk hubungan tertinggi dengan Tuhan kita setelah kita masuk ke dalam kerajaan Allah.
Saudaraku,
"Sabda Bahagia" ini, tantangan untuk menjalani hidup seperti Tuhan Yesus, nampaknya sulit untuk dijadikan kebiasaan.
Tetapi kita yang telah dibaptis dalam Kristus dan dipenuhi dengan Roh Kudus-Nya, hanya benar-benar bahagia ketika kita setiap hari berusaha untuk menghadapi tantangan dan menjalani hidup itu, ya hidup yang penuh perjuangan dan penderitaan.
Itu tidak pernah benar-benar mudah, tetapi itu memberi imbalan dengan cara yang tidak dapat diketahui dunia.
Dunia mungkin mencela kita, tetapi Tuhan memuji kita, dan di sini kita merayakan bersama, terutama bahagia karena kita tahu apa yang akan terjadi pada akhir hidup kita dan memiliki gambaran tentang kebahagiaan seperti apa yang menanti di pelukan Tuhan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 1 Februari 2026
Tuhan Yesus
Engkau memilih kami untuk hidup bahagia dalam pelukan belas kasihMu
Dalam kuasa rahmatMu kami ingin menjalani hidup dengan ketaatan
Sebab kebahagiaan sejati telah Engkau sedikan bagi kami dalam kekekalan bersamaMu
Kami mohon pimpinlah kami supaya kami tidak terjebak dalam kebahagiaan duniawi
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 4:35-41;
Mrk 4:35
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
Mrk 4:36
Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Mrk 4:37
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Mrk 4:38
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Mrk 4:39
Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Mrk 4:40
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
Mrk 4:41
Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
-----------
Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?
Saudaraku,
para murid ditegur karena kurangnya iman mereka.
Apakah kita pantas menerima teguran yang sama?
Mereka telah melihat Tuhan Yesus melakukan mukjizat berulang kali, mulai dari mengusir setan hingga menyembuhkan orang buta dan menghidupkan orang mati.
Dan tentunya kita juga telah melihat dan mengalami "Ketuhanan Yesus" dalam kehidupan kita.
Saudaraku,
jadi permenungannya, jika kita dalam kesulitan, kita seharusnya mengandalkan Tuhan Yesus, meskipun Tuhan Yesus tampaknya tidak hadir dan semua usaha kita dan usaha kerohanian kita, tampaknya kita sia-sia.
Dia ada bersama kita, bahkan ketika tampaknya tidak ada lagi harapan.
Seharusnya kita memiliki keyakinan bahwa jika kita mengenal dan percaya siapa Dia dan menaruh kepercayaan kita kepada-Nya, kita dapat yakin bahwa Tuhan Yesus hidup dan berkuasa atas hidup kita.
Ada baiknya kita juga melihat diri sendiri, apa yang menyebabkan kita terpisah dariNya.
Dosa bisa merampas keberadaan kita dihadapanNya.
Saudaraku,
yang perlu kita lakukan sekarang adalah memusatkan pandangan kita kepada-Nya.
Percayalah kepada-Nya, percayalah bahwa Dia adalah seperti yang Dia katakan.
Kita perlu menaruh iman kita kepada-Nya, bukan kepada hal-hal duniawi.
Kita perlu bertobat dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya.
Kita harus percaya bahwa Dia bersama kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 31 Januari 2026
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian
Kami mohon ampunilah kami, jika Kau dapati kami kurang percaya
Kami mohon rahmatMu setiap hari untuk selalu hidup dalam kehadiranMu
Supaya dalam segala keadaan, ENgkau jauhkan kami dari keluh kesah
Dan bimbinglah kami untuk hidup setia dalam pengharapan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 4:26-34;
Mrk 4:26
Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
Mrk 4:27
lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Mrk 4:28
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Mrk 4:29
Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Mrk 4:30
Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
Mrk 4:31
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Mrk 4:32
Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
Mrk 4:33
Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
Mrk 4:34
dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
----------
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah
Saudaraku,
terkadang, keadaan tidak selalu seperti yang terlihat.
Perumpamaan ini telah lama digunakan untuk menggambarkan besarnya iman yang dibutuhkan seseorang untuk digunakan oleh Tuhan.
Kisah ini jauh lebih dari itu.
Di zaman yang menganut paham "lebih besar lebih baik", banyak orang yang kurang percaya diri disaat merasa tidak terlalu pintar dengan membandingkannya dengan orang lain.
Namun pemikiran itu tidak selalu mampu memotivasi seseorang untuk menjadi lebih baik.
Saudaraku,
perumpamaan ini membandingkan kecilnya benih dengan besarnya hasil.
Kebaikan bisa dimulai dengan hal-hal kecil bahkan yang sangat sederhana.
Yang harus kita miliki adalah iman, iman bahwa Allah adalah penguasa kerajaan-Nya, iman bahwa Allah bekerja bahkan ketika kita tidak melihat-Nya.
Bahkan ketika kita tidak mendengar jawaban dari-Nya, kita harus percaya bahwa Dia masih memerintah, Dia masih memegang kendali.
Saudaraku,
pertumbuhan iman tidak pernah berakhir.
Selalu ada lebih banyak hal untuk dipelajari dan usaha seumur hidup supaya iman bertumbuh dan berbuah.
Buahnya adalah "kesadaran rohani individu".
Sederhananya, jika seseorang "hidup dalam kehadiranNya", tidak mungkin ia tidak "bertumbuh".
Oleh karena itu kita harus yakin bahwa Allah ada di dekat kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 30 Januari 2026
Tuhan Yesus
Kmai mohon ampunilah kami jika seringkali kami mengabaikan kehadiranMu
Kami percaya hanya hidup bersamaMu, kami bertumbuh dah berbuah
Kami mohon rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam kesadaran, dalam kehadiranMu
Dan bimbinglah kami untuk hidup setia dibawah perintah
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 4:21-25;
Mrk 4:21
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
Mrk 4:22
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
Mrk 4:23
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Mrk 4:24
Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
Mrk 4:25
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
----------
Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadam
Saudaraku,
ketika kita mempertimbangkan ukuran pemberian kita, kita cenderung hanya memikirkan kualitasnya.
“Seberapa besar porsinya?” Tetapi itu adalah ukuran yang tidak lengkap.
Yang perlu kita fokuskan bukanlah volume pemberian, tetapi kualitas pemberian dan sikap yang kita tunjukkan saat memberikannya.
Dalam segala hal, manusia pada hakikatnya berpusat pada diri sendiri, demikian pula saat memberi.
Konsumerisme, yang pada hakikatnya berpusat pada diri sendiri dan mengabaikan kebutuhan kaum miskin.
Konsumerisme yang tak terkendali yang dikombinasikan dengan ketidaksetaraan terbukti dua kali lebih merusak tatanan sosial.
Ketidaksetaraan pada akhirnya menimbulkan kekerasan.
Saudaraku,
orang yang cinta kasihnya besar, itulah yang berbuat banyak.
Barangsiapa yang mempunyai cinta kasih yang sebenarnya, dalam segala hal tidak mencari dirinya sendiri, demikian pula saat ia memberi.
Orang yang berbuat baik ialah orang yang lebih mengabdi kepwda kepentingan masyarakat daripada kemauan sendiri.
Kita harus hati-hati dalam "berbuat baik".
Sebab kadang-kadang perbuatan baik, terkadang hanyalah mencari "kenikmatan daging" saja.
Memang tidak mudah, berbuat baik tanpa mengharapkan balas jasa atau ganjaran, sebab itu wujud dari "nafsu memperoleh keberuntungan".
Tetapi ada "Roh Kudus" yang hidup dan bergerak dalam diri kita, taatlah kepadaNya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 29 Januari 2026
Tuhan Yesus
Engkau adalah wujud dan bukti cinta kasih yang sempurna
Kami percaya Engkau memberikan rahmat kekuatan kepada kami supaya kami tetap berada dalam kasihMu
Engkau menghendaki hidup kami menjadi kabar baik bagi semua orang
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dibawah perintah
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
