"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 3:13-19;

Mrk 3:13
Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
Mrk 3:14
Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
Mrk 3:15
dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
Mrk 3:16
Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,
Mrk 3:17
Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,
Mrk 3:18
selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
Mrk 3:19
dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.
----------

Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan

Saudaraku,
kita juga adalah orang-orang yang telah dipilih Tuhan Yesus untuk mengikuti-Nya.
Kita juga diperintahkan untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil.
Dan tujuannya sangat jelas, yaitu untuk membangun Tubuh Kristus(Efesus 4:11-13).
Ia juga ingin kita berjalan dalam kuasa para rasul di masa lalu.
Tetapi untuk itu, kita perlu menjawab panggilan-Nya untuk mengikuti-Nya, kemudian bersama-Nya, sebelum akhirnya pergi seperti para rasul diutus, dengan pesan keselamatan.

Saudaraku,
ketika Tuhan Yesus memanggil kita dan Dia memang memanggil setiap kita dengan satu atau lain cara, kita sering menolak panggilan itu.
Mengapa demikian?
Kita tahu bahwa panggilan Tuhan Yesus adalah ajakan untuk melampaui apa yang kita anggap mungkin.
Tetapi seperti yang didengar oleh Bunda Maria dari malaikat, bagi Allah segala sesuatu mungkin.
Jadi dengarkanlah panggilanNya, hayati misiNya, mintalah pertolongan jika diperlukan dan bertindaklah dengan berani dalam Nama-Nya yang penuh kuasa.

Saudaraku,
Tuhan Yesus memanggil kita dan kita masing-masing harus berusaha menjadi "seorang rasul dari para rasul".
Perhatikan, pada hari dimana kita benar-benar "merasakan karya kerasulan", maka kerasulan itu akan berfungsi sebagai suatu dorongan yang kuat untuk menolak segala "keinginan daging" dan memberikan kita kekuatan untuk tetap setia hidup dalam kekudusan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 23 Januari 2026

Tuhan Yesus
Kami mendengar panggilanMu dan kami selalu berusaha untuk melakukan kehendakMu
Maka kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu setia hidup dalam pengharapan dan ketekunan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 3:7-12;

Mrk 3:7
Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea,
Mrk 3:8
dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.
Mrk 3:9
Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
Mrk 3:10
Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.
Mrk 3:11
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah."
Mrk 3:12
Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
----------

Engkaulah Anak Allah

Saudaraku,
Tuhan Yesus adalah Putra Allah, Mesias yang diurapi sejak dalam kandungan.
Dalam kodrat manusia-Nya, yang terikat erat dengan kodrat ilahi-Nya dalam apa yang kita sebut persatuan hipostatik, Ia selalu sampai batas tertentu menyadari misi khusus-Nya untuk melakukan kehendak Bapa.
Kita perlu melihat Mesias yang telah bangkit, Yesus, Putra Allah.
Seperti yang dikatakan para paus kepada kita, kita perlu, dalam persatuan dengan para Rasul, “untuk meneliti kedalaman apa yang kita lihat dan untuk mengakui iman kita kepada Putra Allah, yang duduk di sebelah kanan Bapa.”

Saudaraku,
hanya dengan cara inilah, dengan mengambil wujud manusia, dengan berbagi kemanusiaan kita, pemahaman yang tepat untuk "kasih" dapat mencapai kepenuhannya.
Karena terang kasih lahir ketika hati kita tersentuh dan kita membuka diri kepada kehadiran batiniah Sang Kekasih, yang memungkinkan kita untuk mengenali misteri-Nya.
Kita yang percaya kepada Allah, kepada Wahyu Ilahi dan kepada keselamatan Kristus dan pengudusan oleh Roh Kudus.
Dan cara terbaik untuk memahami Tuhan Yesus dan ajaran-Nya adalah dengan mengikuti bimbingan para Bapa Gereja.
Yang telah teruji oleh waktu dan berbagai ajaran sesat.

Saudaraku,
Tuhan Yesus telah menyentuh kita dan melalui sakramen-sakramen Ia terus menyentuh kita bahkan hingga hari ini, mengubah hati kita.
Ia tanpa henti memungkinkan kita untuk mengakui dan memuji-Nya sebagai Putra Allah.
Dalam iman, kita dapat menyentuh-Nya dan menerima kuasa rahmat-Nya.
Orang banyak mengerumuni Tuhan Yesus, tetapi mereka tidak dapat menjangkau-Nya.
Dengan sentuhan iman pribadi, kita memahami misteri bahwa Ia adalah Anak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 22 Januari 2026

Tuhan Yesus
Engkau mendekat kepada kami
Engkau menyelamatkan kami
Sampai hari ini Engkau memelihara kami
Maka pantaslah kami mengucap syukur
Kami mohon perbaruhi hidup kami setiap hari dengan belas kasih dan kuasaMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 3:1-6;

Mrk 3:1
Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.
Mrk 3:2
Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.
Mrk 3:3
Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!"
Mrk 3:4
Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja.
Mrk 3:5
Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.
Mrk 3:6
Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
---------

Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia

Saudaraku,
orang-orang Farisi tidak mendapat manfaat dari pengajaran Tuhan Yesus.
Mereka hanya mendengar-Nya, mereka juga tidak mengetahui siapa Dia sebenarnya.
Jadi orang mungkin memahami skeptisisme mereka tentang Yesus sebagai Anak Allah.
Tetapi kita telah mendengarkan tentang Tuhan Yesus selama bertahun-tahun, kita tahu Dia adalah Allah.
Maka permenungannya, apakah kita bertindak seperti orang-orang Farisi?
Sehingga kita tidak mendapat manfaat dari hidup kita sebagai umat kristiani.
Apakah kita hidup dalam kasih Allah?
Apakah kita menemukan kasih Tuhan Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari?

Saudaraku,
dapat bergaul dengan Tuhan Yesus bukanlah soal yang mudah.
Dan dapat bertahan dalam persatuan dengan Tuhan Yesus, berarti sangat bijaksana.
Sebab kita harus berani "menentang seluruh dunia", yang artinya sungguh bodoh apabila kita menaruh kepercayaan dan mencari kesenangan kepada hal-hal duniawi.
Oleh karena itu kita harus sungguh-sungguh menjaga supaya hati kita tetap murni, tidak dirintangi oleh segala hal duniawi.
Percayalah rahmat Tuhan, melindungi dan membimbing kita, sehingga kita selalu bisa menyatukan diri dengan Tuhan Yesus.
Dan kita tidak lagi tertarik untuk "mengamat-ngamati kekurangan atau kesalahan orang lain".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 21 Januari 2026

Tuhan Yesus
Kami mohon ubahlah hati kami menjadi seperti hatiMu
Bawalah kami masuk kedalam belas kasih dan kuasaMu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk menolak setiap dorongan cinta diri
Sehingga dimanapun kami berada, membawa kabar baik dan kedamaian

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 2:23-28;

Mrk 2:23
Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.
Mrk 2:24
Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
Mrk 2:25
Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,
Mrk 2:26
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu? yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam? dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutn
Mrk 2:27
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
Mrk 2:28
jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."
-----------

Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat

Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajar dengan otoritas.
Tuhan Yesus bertindak dengan otoritas.
Otoritas Tuhan Yesus berbeda dari otoritas para ahli Taurat dan orang Farisi karena mereka tidak dapat mengampuni dosa.
Mereka tidak dapat memerintah iblis.
Mereka tidak dapat menyembuhkan orang sakit dan tampaknya mereka tidak dapat menunjukkan sedikit pun belas kasihan kepada orang-orang yang menderita. Tuhan Yesus mengampuni dosa, sementara mereka hanya puas menyalahkan orang yang menurut mereka berbuat dosa.
Otoritas Tuhan Yesus berbeda dari otoritas para ahli Taurat dan orang Farisi karena Tuhan Yesus, yang tanpa dosa, pada akhirnya akan mencari dan mengidentifikasi diri dengan orang berdosa, sementara para ahli Taurat dan orang Farisi, yang adalah orang berdosa, memisahkan diri dan menganggap diri mereka "lebih baik daripada orang berdosa" lainnya.
Tuhan Yesus memberikan otoritas itu kepada para pengikut-Nya.
Semua otoritas di surga dan di bumi yang diberikan kepada Yesus Kristus telah diberikan kepada kita oleh Tuhan Yesus Kristus.
Gereja haruslah seperti Kristus.
Oleh karena itu, kita harus mengampuni dosa, mencari orang berdosa dan berempati dengan mereka dalam perilaku dan perkataan kita.
Tuhan Yesus memberikan otoritas-Nya kepada kita yang berada di dalam Gereja.

Saudaraku,
ingat, pengabdian kita bukanlah kepada sebuah buku, bukan kepada sebuah bangunan gereja dan bahkan bukan kepada sesama umat paroki kita.
Identitas kita sebagai umat Katolik berasal dari pengabdian kita kepada Tuhan hari Sabat, Tuhan hidup kita, Tuhan kita, Yesus Kristus.
Berbuat baik lebih penting daripada terlihat baik.
Otoritas yang ada di surga dan di bumi telah diberikan kepada kita oleh Tuhan Yesus Kristus.
Kita bisa menjadi seperti Kristus karena kita telah diberikan kuasa dan otoritas Kristus.
Jadi, marilah kita berempati dan hidup didalam kasih Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 20 Januari 2026

Tuhan Yesus
Kami merasakan kehadiranMu setiap hari
Godaan cinta diri yang selalu ingin memisahkan kami denganMu
Tetapi kami percaya rahmatMu cukup bagi kami setiap hari
Maka kami mohon berialah kami selalu kesadaran dan rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam kehadiranMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 2:18-22;

Mrk 2:18
Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
Mrk 2:19
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
Mrk 2:20
Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Mrk 2:21
Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
Mrk 2:22
Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."
----------

Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?

Saudaraku,
tidak seperti bangsa lain mana pun, orang Ibrani memiliki keyakinan yang tertanam dalam kesadaran kolektif mereka oleh perbuatan-perbuatan besar Allah, bahwa satu-satunya Allah, penguasa langit dan bumi, telah memilih mereka untuk menjadi umat pilihan-Nya.
Mereka sebenarnya memiliki buku sejarah pada waktu itu, yang disebut Kitab Tawarikh Raja-raja.
Tetapi penulis kitab Samuel dan Raja-raja tahu bahwa uraian fakta saja tidak cukup untuk membentuk pemahaman generasi baru orang Yahudi tentang Hukum Allah.
Maka, apa yang kita miliki saat ini adalah buku sejarah teologis, tentang pemeliharaan Allah yang berkelanjutan terhadap umat-Nya dan tanggapan mereka yang tidak merata, sebagian besar negatif, terhadap Allah.

Saudaraku,
semua itu membawa kita pada makna ketiga dari kitab-kitab sejarah ini, yang paling bermakna bagi kita.
Karena kitab-kitab ini, serta Injil, juga berfungsi sebagai kisah moral.
Saul dalam kesombongannya berkata kepada Samuel, “Baiklah, engkau berkata untuk menghancurkan semua barang berharga yang kita ambil dari Amalek.
Tetapi kita melakukan yang lebih baik, kita mempersembahkannya sebagai kurban kepada Allah.
Kita tahu yang lebih baik.
Memang benar bahwa terkadang rencana Tuhan tampak tidak rasional.
Kebijaksanaan Tuhan melampaui kebijaksanaan kita sendiri.
Hikmat Allah adalah anggur baru, dan anggur itu membutuhkan wadah baru untuk menyimpannya dipikiran dan hati kita yang diperbarui, dipenuhi dengan Roh Kudus dan sepenuhnya taat kepada hukum Kristus.

Saudaraku,
Saul kehilangan kerajaannya karena ia mengira dirinya lebih pintar daripada Allah.
Dan Samuel memberi kita inti pesannya, yang mungkin kita semua ingat: “ketaatan lebih baik daripada kurban.”
Itu mengingatkan kita untuk meluangkan waktu setiap hari mendengarkan Sabda Tuhan, mencari maknanya dalam kehidupan kita sehari-hari, dan menaati Sabda itu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 19 Januari 2026

Tuhan Yesus
Setiap hari kami siap Engkau perbarui
Kami percaya rencana dan kehendakMu yang terbaik
Maka kami mohon berilah kami hati yang taat

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa