"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 13:36-43;

Mat 13:36
Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
Mat 13:37
Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
Mat 13:38
ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
Mat 13:39
Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
Mat 13:40
Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
Mat 13:41
Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
Mat 13:42
Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
Mat 13:43
Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
---------

Ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat

Saudaraku,
melalui perumpamaan benih yang baik tetap tumbuh dan berbuah di tengan lalang, Tuhan Yesus menghendaki kita tetap bertumbuh dan berbuah dalam Roh Kudus walaupun dunia ini penuh kejahatan.
Tentunya kita mengalami "pertentangan" ini hampir "setiap detik".
Jika kita mengingat kisah Adam dan Hawa, iblis berhasil menabur benih kekhawatiran, ketakutan dan keraguan di dunia.
Dan sampai hari ini iblis belum pensiun dan belum menyerah.

Saudaraku,
proses "pendewasaan iman" di dalam Kristus, mirip dengan benih baik yang ditaburkan.
Perhatikan setiap kita berkehendak baik, selalu muncul pertimbangan-pertimbangan yang bertolak belakang.
Jika kita tidak hati-hati, maka kita justru "memupuk lalang".
Kita harus selalu menyadari bahwa:
Kebaikan dan kejahatan akan tetap ada sampai akhir zaman.
Perumpamaan itu mengungkapkan kekhawatiran Tuhan bahwa mencabut lalang dapat mencabut gandum.
Menurut saya, Tuhan Yesus sangat mengetahui hati kita.
Seperti petani yang dapat membedakan antara gandum yang belum matang dan lalang.
Tuhan Yesus dapat membedakan antara anak-anak-Nya dan anak-anak si jahat.
Dia dapat mencabut orang jahat dan menyelamatkan gandum sekarang juga, bukan?
Tetapi Tuhan Yesus ingin, lalang juga menjadi gandum.
Sebab:
TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
(Mzm 145:8-9)
Oleh karena itu, sesungguhnya kita "dipilih" oleh Allah.
Supaya melalui hidup kita, kebaikan dan rahmat Allah sampai kepada setiap orang.
Maka mari kita dengan sungguh-sungguh mengarahkan hati dan pikiran kita hanya kepada Allah.
Supaya melalui hidup kita, setiap orang dalam kehidupan kita melihat kuasa Allah dan mengalami belas kasih-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau memelihara kami
Kami sadar Engkau menghendaki kami berbuah
Maka kami mohon bimbinglah kami supaya selalu mengarahkan hati dan pikiran kami hanya kepada-Mu
Dan doronglah kami supaya hidup kami hanya berakar didalam Firman-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Yohanes 11:19-27;

Yoh 11:19
Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
Yoh 11:20
Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
Yoh 11:21
Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
Yoh 11:22
Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
Yoh 11:23
Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
Yoh 11:24
Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
Yoh 11:25
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
Yoh 11:26
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
Yoh 11:27
Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
---------

Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya

Saudaraku,
Lazarus memiliki banyak teman dan salah satunya adalah seorang pria bernama Yesus.
Yesus adalah seorang pria yang populer.
Dia adalah semacam pengkhotbah keliling.
Dia mengajar dan membuat mukjizat dalam perjalanannya.
Dia telah mengubah air menjadi anggur, membuat orang lumpuh berjalan, membuat orang buta melihat dan menyembuhkan orang sakit.
Tidak mengherankan jika Marta keluar dari rumah dan menyusuri jalan ketika dia mendengar bahwa Yesus ada di kota itu.
Dia pergi kepada-Nya dan mengatakan: "Tuhan, seandainya saja Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak akan mati."

Saudaraku,
terkadang kenyamanan datang dan terkadang ketidaknyamanan yang datang, itulah dunia tempat kita tinggal.
Semuanya itu adalah proses yang kita sebut kehidupan.
Dan itu adalah realitas keberadaan kita.
Ada saat-saat kita berharap dan berdoa agar Tuhan "hadir", namun terkadang rasanya Tuhan tidak mendengar seruan kita.
Tetapi melalui Injil, kita mengetahui bahwa Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan kita bergumul sendirian.
Ia memberikan Roh Kudus kepada kita supaya kita tetap teguh hidup dalam pengharapan.
Dan jika waktunya tiba, Ia pasti memberikan pertolongan.

Saudaraku,
bersahabatlah dengan Tuhan Yesus supaya "iman" kita selalu terjaga.
Seperti Marta: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
Itu adalah ungkapan iman yang luar biasa.
Dan perhatikan, buah dari iman itu sangat luar biasa.
Tuhan Yesus bukan hanya menyembuhkan Lazarus, tetapi lebih dahsyat, Ia membangkitkan Lazarus dari kematian.
Maka jika engkau merasa ditinggalkan Tuhan, jangan pernah mengeluh dan bersungut-sungut.
Terkadang Tuhan Yesus ingin kita belajar menderita tanpa penghiburan.
Supaya kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami sangat sadar, kemanapun kami pergi tidak dapat menghindari salib
Tetapi kami percaya, Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian
Maka kami mohon ampunilah semua keluh kesah kami
Dan perbaruhilah hati kami setiap hari dengan kuasa-Mu
Supaya dalam keadaan apapun, kami engkau pelihara kami dengan belas kasih dan damai-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Yohanes 6:1-15;

Ayat 6-12:

Yoh 6:5
Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
Yoh 6:6
Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
Yoh 6:7
Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
Yoh 6:8
Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
Yoh 6:9
"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
Yoh 6:10
Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
Yoh 6:11
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
Yoh 6:12
Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
--------

Lima roti jelai dan dua ikan

Saudaraku.
jika mujizat Tuhan Yesus, memberi makan lima ribu orang lebih, hanya dengan lima roti dan dua ikan, terjadi di zaman ini, pasti tersiar ke seluruh pelosok bumi.
Tetapi apakah lantas membuat orang yang mendengar dan melihatnya menjadi percaya?
Jawabannya: Tidak.

Saudaraku,
banyak orang berpikir bahwa karya Tuhan itu harus ajaib dan diluar nalar manusia.
Permenungannya: apakah demikian menurut Saudara?
Ingatlah, segala sesuatu yang besar diawali dari yang kecil.
Oleh karena itu isilah hidup dengan kebaikan-kebaikan kecil demi "cinta kasih", supaya engkau tidak pernah mengharapkan tepuk tangan.
Tidak ada kebaikan kecil sebab Tuhan Yesus akan menjadikannya besar, lalu orang yang menerima kebaikanmu akan memuliakan Allah.
Dan jangan pernah menilai segala sesuatu dari seberapa kecil awalnya.
Ditangan Tuhan hal-hal yang sederhana bisa menjadi luar biasa.
Dan tekunlah dalam mememnuhi kewajibanmu sebagai anak-anak Allah.
Allah telah menyediakan pekerjaan yang lebih besar, luas dan dalam.
Dan itu hanya disediakan bagi orang-orang yang setia dalam perkara-perkara kecil.

Saudaraku,
boleh saja engkau ingin seperti bintang di langit, ingin menjadi cahaya yang bersinar terang tinggi di langit.
Tetapi menjadi lilin kecil yang tersembunyi, jauh lebih baik.
Sebab sekecil apapun perbuatan-perbuatan baik, akan menjadi besar, ditangan Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Engkau selalu mendorong kami untuk mewartakan belas kasih dan kuasa-Mu
Melalui perbuatan-perbuatan kami, sikap kami dan ucapan kami
Dalam kesederhanaan, kami ingin hidup dalam ketaatan
Sebab kami percaya Engkau sendiri yang kan menjadikannya besar
Maka kami mohon doronglah kami untuk selalu hidup dalam kesadaran
Supaya hanya kehendak-Mu lah yang menguasai hati dan pikiran kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 13:24-30;

Mat 13:24
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
Mat 13:25
Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
Mat 13:26
Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
Mat 13:27
Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
Mat 13:28
Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
Mat 13:29
Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
Mat 13:30
Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
---------

Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi

Saudaraku,
sangat nyata bahwa di dunia ini kita hidup berdampingan dengan kejahatan.
Media tidak pernah kehabisan berita tentang terjadinya kejahatan.
Dan bila Saudara, memperhatikan "konten" berita di berbagai media, konten kejahatan selalu lebih banyak pembacanya daripada konten edukatif.
Bahkan ada penelitian bahwa orang-orang secara psikologis menyukai cerita kriminal.
Kompas.com pun pernah mengulas bahwa media massa cenderung kian menginspirasi orang dalam melakukan kejahatan.

Saudaraku,
keinginan yang tidak teratur adalah "benih lalang".
Kesederhanaan adalah pangkal dari kesempurnaan hidup "sebagai gandum".
Dan dengan berbagai cara kita harus selalu siap dengan "perisai rohani" dan dengan kondisi "siap tempur".
Berjuang dalam hidup batin.
Sebab kekacauan hidup batinmu dan godaan-godaan keinginan daging adalah "penutup mata" bagi jiwamu.
Percayakan semuanya kepada Tuhan Yesus.
Sebab Ia telah mengalahkan kematian.
Percayalah kepada Allah Bapa kita, Sang Pemelihara langit dan bumi.
Kuatkanlah imanmu dengan berbagai cara dan usaha.
Dan penuhilah hidupmu dengan pengharapan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Engkau telah mengalahkan dunia memalui salib
Kami mohon lindungilah kami dari segala kehendak yang jahat
Dan kuduskanlah hati dan pikiran kami dengan belas kasih dan kuasa-Mu
Supaya kami tidak mudah dikalahkan oleh berbagai bentuk cinta diri

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 13:16-17;

Mat 13:16
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
Mat 13:17
Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
---------

etapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Saudaraku.
hari ini kita memperingati dua tokoh besar yaitu kakek Tuhan Yesus, St. Yoakim dan nenek-Nya St. Anna.
Tentunya kita sangat percaya mereka pasti keluarga yang taat.
Dan membesarkan Bunda Maria dengan sangat baik di mata Allah.
Sehingga ketika malaikat mendatangi Bunda Maria dan menyampaikan kabar gembira, Bunda Maria menjawab dengan "penuh iman".
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."(Bdk Luk 1:38)

Saudaraku,
Tuhan Yesus dalam "kemanusiaannya", juga meneladan ketaatan Bunda Maria:
"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."_(Luk 22:42)
Ajaran dan teladan dari orangtua-Nya: "jadilah kehendak-Mu", sifat manusiawi yang dibentuk oleh keteladanan kedua orangtua-Nya.

Saudaraku,
hidup dalam ketaatan, tidaklah mudah.
Terlebih ketatan kepada pendengaran dan penglihatan kita akan Allah.
Kita harus "menguasai kemauan".
Kita harus percaya dan yakin bahwa kita tidak pernah diminta untuk mengerjakan sesuatu yang tidak baik dan yang tidak untuk kemuliaan Allah.
Perhatikan, jika kita hanya mengikuti dorongan hati dan perintah akal budi, kita pasti "tersesat".
Penglihatan dan pendengaran kita akan Allah, terhalang oleh berbagai macam bentuk hawa, nafsu, rasa.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Terimakasih, Engkau telah membuat mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Engkaupun membawa kami kepada Putera-Mu dan Roh Kudus selalui menjaga kami supaya kami setia kepada kehendak-Mu
Kami mohon bimbinglah kami supaya kami tetap hidup dalam kerendahan hati dan dalam ketaatan

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa