Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 5:17-19;
Mat 5:17
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Mat 5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Mat 5:19
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
--------
Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi
Saudaraku,
"penalaran moral" tidak pernah semudah seperti membedakan hitam dan putih.
Banyak orang berpikir bahwa mereka dapat menemukan sendiri mana kehendak Allah dan yang mana bujuk rayu kedagingan.
Bagaimanapun, kita telah mencapai zaman kecanggihan ilmiah dan kecerdasan yang hebat sehingga dengan menggunakan pikiran kita, kita dapat menemukan jawaban yang benar.
Namun jika kita perhatikan, tampaknya semakin pintar kita dalam beberapa hal, semakin bodoh kita dalam hal-hal lain.
Perhatikan ada sebagian yang mulai menghadapi "krisis moral", karena merasa tidak membutuhkan orang lain.
Lalu bisa saja kehilangan pandangan akan perbedaan antara yang benar dan yang salah, sebagai manusia.
Saudaraku,
Injil tidak membahas setiap masalah.
Dan tidak semua keputusan dibuat antara apa yang benar dan apa yang salah.
Terkadang kita harus memutuskan antara apa yang baik dan apa yang terbaik.
Di lain waktu kita dipaksa untuk memutuskan antara apa yang buruk dan apa yang lebih buruk.
Keputusan-keputusan ini sulit, maka bagi kita umat kristiani yang percaya kepada Allah yang hidup, harus selalu hidup dalam kesadaran bahwa hidup bukan tentang benar dan salah, tetapi hidup kita telah dipilih oleh Allah untuk menghadirkan belas kasih dan kuasa-Nya.
Dengan kesadaran seperti itu, pasti hidup kita tidak akan pernah menyimpang dari kehendak Allah.
Saudaraku,
segala sesuatu dalam hidup ini, tidak cukup hanya menggunakan "penalaran moral".
Oleh karena itu berbahagialah kita, karena Roh Kudus hidup dan bergerak dalam kehidupan kita.
Maka marilah kita hidup dalam kehadiran-Nya, supaya hati dan pikiran kita dikuasai oleh "pertimbangan-pertimbangan-Nya".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 26 Maret 2025
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau bawa kami kepada Putera-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus
Dan Engkaupun memberikan Roh Kudus, yang menjadi penolong kami, supaya kami tidak tersesat
Maka kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam kesadaran
Supaya dalam segala keadaaan kami tidak kehilangan kehadiran-Mu
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 1:26-38;
Luk 1:26
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
Luk 1:27
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Luk 1:28
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Luk 1:29
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Luk 1:30
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Luk 1:31
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Luk 1:32
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
Luk 1:33
dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
Luk 1:34
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Luk 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Luk 1:36
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
Luk 1:37
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Luk 1:38
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
--------
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus
Saudaraku,
malaikat menampakkan diri kepada Bunda Maria.
Malaikat adalah sesuatu yang "batiniah", sesuatu yang "rohani".
Mungkin kita dapat mengatakan bahwa malaikat adalah "gambaran sempurna kita sendiri" yang Allah miliki tentang kita sejak awal.
Seorang malaikat adalah model manusia yang sempurna, yang seharusnya kita jadi.
Percayalah bahwa Allah juga mengatakan kepada kita: "engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah".
Sebab Allah ingin hadir di dalam diri kita ke dunia.
Saudaraku,
mari kita perhatikan bagaimana Bunda Maria menanggapi perkataan Malaikat itu: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan." Maka dimulailah kehidupan baru.
Kehidupan baru dimulai ketika kita menaati kehendak Tuhan.
Bunda Maria menaati Kehendak Tuhan.
Karena itu, ia melahirkan Tuhan Yesus.
Gereja menceritakan kisah ini kepada kita, supaya kita juga mengalami seperti yang dialami Bunda Maria.
Sebab jika Tuhan Yesus dilahirkan seribu kali di Betlehem, tetapi tidak di dalam diri kita, kita juga tidak akan pernah sampai kepada "hidup".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 25 Maret 2025
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau membawa kami kepada Bunda Maria dan kepada Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Engkaupun melahirkan kami kembali dalam Roh
Supaya kami beroleh hidup
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk taat hanya kepada kehendak Roh
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Amin
Lukas 4:24-27;
Luk 4:24
Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Luk 4:25
Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Luk 4:26
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Luk 4:27
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."
Luk 4:28
Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
Luk 4:29
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Luk 4:30
Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
--------
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu
Saudaraku,
munculnya penyakit yang ditakuti adalah salah satu peristiwa yang paling menegangkan dalam hidup.
Saat ini, kanker adalah yang paling ditakuti, tetapi pada zaman para nabi, ketika tidak seorang pun tahu tentang virus dan hanya sedikit orang yang hidup sampai usia lanjut, diagnosis kusta oleh para imamlah yang membuat darah menjadi dingin.
Jadi kisah Naaman sang jenderal kafir langsung mendapat perhatian setiap kali diceritakan.
Ketika Tuhan Yesus menceritakannya, itu untuk menegur orang-orang Yahudi, yang telah meninggalkan panggilan ilahi mereka untuk menarik bangsa-bangsa kafir kepada pujian sejati kepada satu Tuhan.
Jadi ketika Tuhan Yesus menunjukkan bahwa para nabi dapat diterima di mana-mana kecuali kota asal mereka, mereka segera membuktikan kebenarannya dengan mencoba membunuhNya.
Saudaraku,
kisah Naaman, yang disucikan dengan mandi beberapa kali di Sungai Yordan, sebagai bentuk baptisan.
Tuhan Yesus, Putra Allah, Putra Maria, membenamkan Diri-Nya dalam kemanusiaan hingga ke tingkat tertinggi, bahkan hingga kematian di kayu salib, supaya kita dapat bangkit bersama-Nya.
Melalui sakramen-sakramen yang hidup, terutama Baptisan dan Ekaristi, kita mengalami representasi Allah.
Menuntun kita melampaui apa yang dapat kita pahami.
Dan membawa kita kepada "penglihatan baru", untuk memahami "yang tak terlihat".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 24 Maret 2025
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah menyelamatkan kami melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Dan melalui sakramen-sakramen, Engkau mendekat kepada kami
Engkau hadir dalam perjalanan hidup kami, supaya kami tidak tersesat
Kami mohon bantulah kami untuk setia hidup dalam kehadiran-Mu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk melakukan kehendak-Mu
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 13:1-9;
Luk 13:1
Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.
Luk 13:2
Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?
Luk 13:3
Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
Luk 13:4
Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
Luk 13:5
Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."
Luk 13:6
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
Luk 13:7
Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
Luk 13:8
Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
Luk 13:9
mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"
--------
Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya
Saudaraku,
inti dari perumpamaan tentang pohon ara adalah agar memiliki semangat untuk menghasilkan buah.
Jika kita berpikir bahwa Tuhan ada "di luar sana", maka kita tidak melihat dengan benar dan akhirnya kita tidak hidup dengan benar.
Jika kita tidak melihat gambar ilahi dalam seluruh realitas duniawi, maka kita akan terus mencemari hidup kita sendiri.
Jika hidup kita tercemar, setiap orang disekitar kita berpotensi tercemar dan dunia juga berpotensi tercemar.
Saudaraku,
untuk bisa melihat seluruh ciptaan dan seluruh kehidupan ini kita harus menggunakan "mata Tuhan".
Lalu tentunya kita harus mempersiapkan diri untuk menerima anugerah tersebut, sehingga ketika anugerah itu datang kepada kita, kita bisa menerimanya.
Mari perhatikan, dengan berbagai cara Tuhan selalu berusaha "hadir dalam kehidupan kita".
Maka lalu yang dibutuhkan adalah "kesadaran".
Kesadaran tidak akan pernah tercapai jika kita tidak memeliharanya.
Perhatikan dunia ini sibuk, bahkan sangat sibuk.
Maka jika tidak pernah mau meluangkan waktu "untuk bersamanya", kehidupan batin kita kering.
Saudaraku,
perumpamaan tentang pohon ara ini, mengajak kita untuk melihat diri kita sendiri:
Apa yang dihasilkan oleh kehidupan saya?
Di setiap usia dan tahap kehidupan kita, buah apa yang kita hasilkan?
Apa yang Tuhan minta kita lakukan dalam hidup kita?
Jawaban yang kita dapatkan mungkin memerlukan pertobatan yang besar.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 23 Maret 2025
Allah Bapa kami
Engkau bawa kami kepada Putera-Mu, Tuhan Yesus Kristus, supaya hidup kami berbuah
Kami mengucap syukur dan terimakasih
Karena Engkau menganugerahkan kami hidup baru
Dan Engkau menghendaki, hidup kami menghasilkan buah
Maka kami mohon doronglah kami setiap hari untuk selalu setia hidup dalam ketaatan
Peliharalah kami dengan Firman-Mu dan bersihkanlah hati dan pikiran kami dengan kuasa Roh-Mu
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 15:1-3, 11-32;
Luk 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Luk 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
---------
Luk 15:11
Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Luk 15:12
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Luk 15:13
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Luk 15:14
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
Luk 15:15
Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
Luk 15:16
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
Luk 15:17
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Luk 15:18
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
Luk 15:19
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Luk 15:20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Luk 15:21
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Luk 15:22
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
Luk 15:23
Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Luk 15:24
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
Luk 15:25
Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Luk 15:26
Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
Luk 15:27
Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
Luk 15:28
Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
Luk 15:29
Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Luk 15:30
Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
Luk 15:31
Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Luk 15:32
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."
---------
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Saudaraku,
salah satu cara untuk melihat betapa pentingnya belas kasihan dalam hidup kita adalah dengan merenungkan sejenak kondisi manusia yang terus-menerus.
Setiap orang menanggung semacam beban.
Dan beberapa orang menanggung beban yang sangat berat, beban kesedihan karena kata-kata menyakitkan yang kita ucapkan dengan marah, beban keputusasaan karena kebiasaan buruk yang kita rasa tidak dapat kita ubah, beban penyesalan karena tindakan tidak baik atau tidak jujur yang kita lakukan terhadap orang lain, atau beban rasa malu karena tidak melakukan sesuatu yang baik atau murah hati untuk membantu seseorang yang membutuhkan kita.
Saudaraku,
sampai batas tertentu, semua ini merupakan beban rasa bersalah.
Kita semua selalu sadar akan kesalahan yang telah kita buat.
"Hati nurani" terus memberi tahu kita bahwa seharusnya membuat pilihan yang lebih baik.
Dalam beberapa kasus, kita bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana seseorang telah mengampuni kesalahan kita.
Adapula yang dengan sadar membiarkan dosa-dosa menjadi rantai yang kuat dan tidak dapat dipatahkan.
Perhatikan, rasa bersalah yang belum terselesaikan menghalangi kita menjalani kehidupan yang menyenangkan.
Dan memberi kesempatan masa lalu mengatur kehidupan kita saat ini.
Saudaraku,
Tuhan Yesus selalu ingin memulihkan kita.
Ia menghendaki kita bertumbuh, mengubah arah hidup kita, kita harus menyadari bahwa kita adalah orang yang dikasihi-Nya.
Tuhan Yesus selalu melihat kita sebagaimana adanya, terus-menerus mengasihi kita dan selalu mendorong kita untuk bertumbuh dan hidup baru.
Ketika kita akhirnya mengalami betapa besarnya kasih Tuhan Yesus kepada kita, kita memiliki hidup baru.
Lalu dengan belas kasih yang besar, kita menyebarkan kebaikan dan belas kasih Allah sepanjang perjalanan hidup kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 22 Maret 2025
Allah Bapa kami
Engkau nyatakan belas kasih-Mu yang besar itu, melalui Putera-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus
KasihMu yang menyembuhkan dan memelihara hidup kami
Maka kami mohon berilah kami kekuatan untuk tinggal dalam kasih-Mu
Supaya setiap orang yang ada dalam hidup kami, mengalami belas kasih dari Allah yang hidup
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Amin
