"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 20:1-9;

Yoh 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
Yoh 20:2
Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
Yoh 20:3
Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
Yoh 20:4
Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
Yoh 20:5
Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
Yoh 20:6
Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
Yoh 20:7
sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
Yoh 20:8
Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Yoh 20:9
Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
--------

Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati

Saudaraku,
Paskah menjadi kesempatan untuk membayangkan Tuhan Yesus akan hadir dalam hidup kita untuk menggulingkan batu dari kuburan di relung tergelap jiwa kita.
Kebangkitan adalah pengalaman mati bagi kehidupan lama dan menemukan kehidupan baru, kehidupan yang lebih baik didalam Kristus.
Ketika kita menyadari hal ini dan selalu membangun kesdaran bahwa Tuhan Yesus hidup dalam hidup kita, kita tidak pernah takut menghadapi kesulitan apapun.
Kita tahu bahwa Tuhan Yesus telah menyatakan diri-Nya, bahwa Ia kakan menyertai kita sampai akhir zaman.
Kita tahu bahwa Dia memilih kita untuk menyatakan diri-Nya dan kasih-Nya.

Saudaraku,
hari ini kita merayakan kebangkitan Tuhan.
Tuhan Yesus telah menaklukkan kematian, Ia telah bangkit.
Kita percaya bahwa kebangkitan lebih dari sekadar tentang Tuhan Yesus dan kebangkitan-Nya.
Kita percaya apa yang Dia katakan kepada kita yaitu melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus mengalahkan kematian TIDAK hanya untuk diri-Nya sendiri tetapi juga untuk kita semua, setia hidup dalam kebangkitan, supaya setiap orang dalam kehidupan kita mengalami Allah yang hidup.

Saudaraku,
Paskah adalah kemenangan atas kematian dan menjadi persiapan untuk kehidupan kita selanjutnya, kehidupan kekal di hadirat Allah.
Kita harus selalu membangun kesadaran bahwa Tuhan Yesus hidup dalam kehidupan kita.
Tuhan Yesus Kristus menuntun kita untuk mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri.
Dengan kasih yang rela berkorban, di mana tidak ada ruang di hati kita untuk kesombongan dan keegoisan.
Maka mari kita masuk dalam permenungan, apakah Tuhan Yesus sungguh telah bangkit dan hiduo dalam kehidupan kita?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 20 April 2025

Tuhan Yesus
Kami percaya Engkau hidup dalam kehidupan kami
Kami mohon ampunilah kami jika terlalu sering kami menjauh dariMu
Terlalu sering kami menuruti keinginan-keinginan kami sendiri
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam kebangkitan
Supaya kami tidak kembali kepada kematian

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

 

Injil Lukas 24:1-12;

Luk 24:1
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.
Luk 24:2
Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu,
Luk 24:3
dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus.
Luk 24:4
Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan.
Luk 24:5
Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?
Luk 24:6
Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea,
Luk 24:7
yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga."
Luk 24:8
Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.
Luk 24:9
Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain.
Luk 24:10
Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul.
Luk 24:11
Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu.
Luk 24:12
Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.
---------

Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit

Saudaraku,
Paskah itu kata kerja, artinya dari kegelapan menuju terang.
Santo Petrus telah mengalami paskah, menjadi penuh hikmat dan sukacita karena telah diampuni.
Santo Paulus telah mengalami paskah, hidpnya berubah total.
Tuhan Yesus telah mengambil hal terburuk dalam diri kita dan mengubahnya menjadi hal terbaik, kita telah mengalami paskah.
Mengalami paskah berarti memiliki “gerakan batin" menuju perubahan hidup menjadi lebih baik dihadapan Allah.

Saudaraku,
"Tuhan Yesus hidup" di dalam diri kita berarti kita menjalani kehidupan Kristus.
Rasul Paulus mengatakan:
Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah.
Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.
Dan hidupku yang kuhidupi sekarang didalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.(Gal 2:19-20)
Maka marilah kita menaruh harapan kita hanya kepada Allah, serahkanlah segala kesusahan dan ketakutan kepada-Nya.
Tuhan Yesus memberikan perlindungan kepada kita, menolong, menguatkan, menghibur dan mengajar.
Percayalah, Tuhan Yesus dengan segala cara akan menjaga dan menolong kita, sebab Ia menghendaki, kita semua mengalami kebangkitan dan hidup dalam kekekalan bersama-Nya.
Maka yang diperlukan hanyalah "ketaatan".

Saudaraku,
perbaikilah, murnikanlah niat kita, supaya kita tidak lagi kembali kedalam dosa.
Kebangkitan Tuhan Yesus menjadi kekuatan kita untuk mengalahkan "pertimbangan-pertimbangan manusiawi".
Kita hidup baru dalam kebangkitan dengan "pertimbangan-pertimbangan Allah".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 19 April 2025

Tuhan Yesus
Kebangkitan-Mu menjadi sumber kekuatan kami supaya kami tidak menjadi budak keinginan daging
Kami mohon murnikanlah keinginan-keinginan kami
Berilah kami rahmat kekuatan untuk mengalahkan bujukan-bujukan keangkuhan dan dorongan hawa nafsu
Supaya dalam segala hal dan segala keadaan
Kau dapati kami setia hidup dalam kekudusan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Yohanes 18:1-19, 42;

Ayat 18:1-9:

Yoh 18:1
Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
Yoh 18:2
Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.
Yoh 18:3
Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
Yoh 18:4
Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"
Yoh 18:5
Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.
Yoh 18:6
Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.
Yoh 18:7
Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret."
Yoh 18:8
Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."
Yoh 18:9
Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa."
---------

Saudaraku,
saya sering berpikir bahwa pendekatan terbaik untuk permenungan pada hari Jumat Agung adalah berdiri dan memandang salib.
Fokus pada rasa sakit dan siksaan yang dialami Tuhan Yesus.

Saudaraku,
mengapa Tuhan Yesus harus wafat?
Alasan sederhananya adalah karena Bapa menghendakinya.
Dalam kisah penciptaan manusia, Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan.
Dan Allah menciptakan semua itu, baik adanya.
Tetapi ada satu peringatan, yang diberikan sebagai larangan untuk "tidak memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat."
Tetapi mereka tergoda untuk melakukan itu sebagai jalan pintas menuju status ilahi, dan mereka melakukannya.

Saudaraku,
karena belas kasih-Nya yang sangat besar, Allah menjadi manusia bahkan menyerahkan nyawa-Nya untuk kita.
Dan memberi kita misteri, sakramen, yang dengannya kita akan menjadi bagian dari Tubuh mistik-Nya sendiri.
Itulah sebabnya Tuhan Yesus harus wafat.
Dia mengambil sifat kita sehingga Dia bisa wafat menggantikan kita.
Ketika kita dibaptis, kata St. Paulus, kita dibaptis dalam kematian-Nya.

Saudaraku,
hari ini kita harus bersyukur atas karunia Tuhan Yesus.
Pengorbanan diri-Nya tidak mengenal batas dan tidak berhenti memberi bahkan sampai sekarang.
Kita dan seluruh umatNya di dunia dibaptis dalam kematian Tuhan Yesus.
Tantangan bagi kita yang sudah ada di dalam Kristus, adalah memikul salib kita setiap hari dan mengikuti Kristus sampai ke Kalvari.
Hanya kita sendiri yang tahu apa salib itu, tetapi kita juga harus mewujudkan gagasan bahwa kita mengikuti jejak Tuhan Yesus dan dikuatkan pada setiap langkah oleh kasih dan anugerah-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 18 April 2025

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyelamatkan kami
Bahkan Engkau tidak pernah membiarkan kami sendirian
Engkau memelihara kami dengan belas kasih-Mu
Dan Engkau mengingatkan kami dengan salib-Mu, saat kami dalam godaan
Kami mohon berilah kami keberanian untuk menyalibkan setiap keinginan daging

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

 

Injil Yohanes 13:1-15;

Yoh 13:1
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
Yoh 13:2
Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
Yoh 13:3
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Yoh 13:4
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
Yoh 13:5
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Yoh 13:6
Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"
Yoh 13:7
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."
Yoh 13:8
Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."
Yoh 13:9
Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!"
Yoh 13:10
Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
Yoh 13:11
Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."
Yoh 13:12
Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
Yoh 13:13
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
Yoh 13:14
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
Yoh 13:15
sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
---------

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu

Saudaraku,
sebelumnya Petrus sempat menolak, lalu Tuhan Yesus berkata kepadanya:
"Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."
Para pengikut Tuhan Yesus pada awalnya juga tidak mengerti mengapa Tuhan Yesus disalibkan, tetapi setelah Tuhan Yesus dimuliakan, mereka teringat apa yang tertulis dalam Kitab Suci dan apa yang dikatakan Tuhan Yesus.

Saudaraku,
ketika kita membasuh kaki hari ini, itu melambangkan keinginan kita untuk turun bersama sesama yang menderita dan membantu menjaga mereka tetap mengalami belas kasih Allah.
Bukan hanya memberi makan kepada yang lapar dan memberi pakaian kepada yang telanjang dan memberi tempat berteduh kepada yang tuna wisma.
Melayani membutuhkan kerendahan hati.
Kita harus melakukan apa yang kita bisa untuk mengangkat mereka ke "status ilahi".
Itulah sebabnya belas kasih juga merupakan persyaratan penting.
Kita harus mengajar yang tidak tahu, kita harus memperingatkan para pelaku kejahatan dan berdoa bagi yang hidup dan yang mati.
Tuhan Yesus menjadi manusia untuk menjadikan kita manusia ilahi, dalam persatuan dengan Tritunggal Mahakudus.
Jadi kita membantu orang lain dalam kebutuhan fisik, moral, dan spiritual mereka untuk menjadi seperti yang Tuhan Yesus kehendaki.
Dan dengan melakukan itu, dalam persatuan dengan Kristus, kita akan menjadi apa yang Tuhan Yesus inginkan yaitu kita adalah putra dan putri Allah Yang Mahatinggi.

Saudaraku,
seberapa sering kita melayani pasangan kita, suami melayani istri dan sebaliknya, rekan kerja, atasan, karyawan, orang tua, atau anak kita?
Apakah justru sebaliknya, kita berpikir tidak akan melakukan itu, itu bukan tugas kita.
Kita dipanggil untuk melayani satu sama lain dengan rendah hati, seperti yang Tuhan Yesus lakukan, di mana pun kita berada, baik di rumah, di tempat kerja, atau di gereja.
Ketika kita rendah hati, kita bersedia melakukan hal-hal kecil untuk satu sama lain.
Tuhan Yesus menghargai hal-hal kecil yang kita lakukan untuk melayani karena Tuhan Yesus lebih peduli dengan kesetiaan dan sikap kita dalam melayani daripada ukuran pelayanan dan sering kali Tuhan Yesus memberi kita tugas-tugas kecil untuk melayani sebelum Dia memberi kita pekerjaan yang lebih besar. *Tidak ada tugas kecil jika kita melakukannya untuk Tuhan Yesus.*

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 17 April 2025

Tuhan Yesus
Bagi kami, Engkau adalah teladan kerendahan hati yang sempurna
Kami percaya Engkau akan menyempurnakan kami dalam melayani
Kami mohon droronglah kami untuk selalu rendah hati dan berilah kami hati yang melayani
Supaya dalam segala hal kami tidak mencari diri sendiri

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 26:14-25;

Mat 26:14
Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
Mat 26:15
Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Mat 26:16
Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
Mat 26:17
Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
Mat 26:18
Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku."
Mat 26:19
Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
Mat 26:20
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Mat 26:21
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Mat 26:22
Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
Mat 26:23
Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
Mat 26:24
Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
Mat 26:25
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
---------

Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala

Saudaraku,
nampaknya tidaklah adil apa yang terjadi pada Yudas, seperti yang dicatat oleh Matius.
Ia menjual Tuhan Yesus.
Kemudian, ketika melihat Tuhan Yesus dihukum mati, ia berubah pikiran dan mencoba mengembalikan uang itu kepada para imam.
Para imam menolak untuk menerimanya karena akan merusak kesucian ritual mereka.
Ia melemparkan koin-koin itu ke halaman Bait Suci, lalu pergi dan menggantung diri.

Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak hanya memilih Yudas sebagai salah satu murid utama-Nya, Ia bahkan memilih Yudas untuk mengelola keuangan, dan ada desas-desus bahwa ia adalah seorang pencuri.
Yudas memahami hukum Musa sampai batas tertentu, setidaknya Sepuluh Perintah Allah, tetapi ia jelas mencintai uang.
Bukan uang itu sendiri yang menumbuhkan kejahatan.
Uang hanyalah alat, bisa digunakan untuk kebaikan atau kejahatan.
Tetapi cinta uang bisa menumbuhkan kejahatan.
Mari perhatikan, uang bisa "membeli segalanya", makanan, minuman, kesenangan, jabatan, bahkan dalam negara denokrasi bisa membeli "suara rakyat".
Dan dalam negara denokrasi dengan uang bisa bisa memiliki lebih banyak kekuasaan, pengaruh, atau ketenaran.
Jika kecenderungan kita adalah menimbunnya, maka kita akan memiliki lebih banyak uang di kemudian hari untuk membeli sesuatu demi kesenangan, kekuasaan, atau ketenaran.
Jika kita ingin memberikannya, maka godaan untuk berbuat jahat adalah dengan memberikan sumbangan untuk kekuasaan politik atau "pengakuan dari badan amal".
Uang hanyalah alat.
Kita bisa memberikan sumbangan anonim dan menolak pengakuan sehingga uang tidak menghasilkan apa pun selain kebaikan.
Uang adalah instrumen untuk mencapai tujuan kita, baik yang berpusat pada orang lain maupun yang berpusat pada diri sendiri.

Saudaraku,
setiap hari kita punya kesempatan untuk meniru Yudas.
Itulah sebabnya setiap hari, kita harus berdoa agar kita tidak terjerumus ke dalam pencobaan dan terbebas dari si jahat.
Kita harus selalu fokus pada kehendak Tuhan supaya semuanya akan baik-baik saja.
Dan kita semua memiliki akses kepada kasih karunia-Nya, melalui pertobatan dan melalui baptisan, dibimbing dan dikuatkan oleh Roh Kudus.
Kita semua, bahkan orang berdosa yang terburuk, memiliki akses kepada kehidupan kekal dan sukacita bersama para kudus di surga.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 16 April 2025

Allah Bapa kami
Terimakasih, Engkau selamatkan kami melalui Tuhan Yesus PuteraMu
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendak-Mu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu setia hidup dalam ketaatan
Sehingga setiap hari-hari yang kami lali, kami hanya fokus kepada kehendakMu dan karya-karyaMu

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Amin