"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Lukas 6:27-38;

Ayat 27-33:

Luk 6:27
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
Luk 6:28
mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
Luk 6:29
Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
Luk 6:30
Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
Luk 6:31
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
Luk 6:32
Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
Luk 6:33
Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
--------

Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka

Saudaraku,
Tuhan Yesus berkata: Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.
Tuhan Yesus TIDAK BERKATA, "Perlakukan orang lain sebagaimana mereka MEMPERLAKUKANMU".
Kita tidak boleh bertindak seperti monyet kecil, mengejek orang yang mengejek kita.
Membalas kejahatan dengan kejahatan tidak ada tempatnya dalam kehidupan seorang pengikut Kristus.
Perhatikan jika kita menyimpan dendam, pikiran penuh kebencian, keinginan untuk membalas dendam ada dihati kita.
Dan sesungguhnya kita sedang memikul beban yang pada akhirnya akan merugikan kita sendiri secara serius dalam jangka panjang.
Kita akan menderita karena mengasihani diri sendiri dan dari semua efek negatif dari dendam.

Saudaraku,
kasih-Nya lebih menyenangkan darpada segala kebaikan di bumi ini.
Mari kita hidup dalam "kasih Allah", supaya kehendak Allah menguasai hati dan pikiran kita.
Supaya kita hanya hidup oleh karena belas kasih dan pertimbang-pertimbangan-Nya.
Barangsiapa memiliki cinta kasih yang sebenarnya dan yang sempurna, tidak pernah ada sedikitpun kebencian dihatinya.
Ia tidak lagi mengharapkan orang lain berbuat baik padanya.
Tetapi ia akan selalu berbuat baik dalam keadaan apapun dan kepada siapapun.
Bahkan ia akan selalu ingin "memberi lebih" dari apa yang ia terima.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Sungguh luar biasa kebaikan-Mu dalam kehidupan kami
Karena Engkau menghendaki supaya kebaikan dan belas kasih-Mu menguasai bumi
Terimakasih Engkau telah menyelamatkan kami dengan kasih-Mu yang besar itu
Maka kami mohon hindarkanlah hati kami dari segala bentuk cinta diri
Sehingga setiap orang dalam kehidupan kami menerima kebaikan dan belas kasih-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 6:20-26;

Luk 6:20
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
Luk 6:21
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
Luk 6:22
Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
Luk 6:23
Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
Luk 6:24
Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
Luk 6:25
Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
Luk 6:26
Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."
--------

Berbahagialah, Celakalah

Saudaraku,
kita semua mengerti kebahagiaan sejati adalah ketika kita "bersandar kepada Allah".
Hati-hati dengan "kemandirian", saat kita merasa mampu memenuhi semua kebutuhan kita.
Sebab jika tidak hati-hati bisa "menjebak" kita:
Celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
Kita harus sukses, harus kaya karena kita adalah anak-anak Allah.
Tetapi kita harus selalu sadar bahwa apa yang kita peroleh dan apa yang kita miliki adalah "sarana pengabdian kita kepada Allah".

Saudaraku,
kita harus mengabdi kepada Allah dan mengesampingkan segala sesuatu demi cinta kasih kita kepada Allah.
Dengan sukarela dan sepenuh hati mengalahkan segala bentuk kenikmatan daging dan hanya merindukan penghiburan dari Roh Kudus.
"Martabat kita" adalah pengabdian kita kepada Allah.
Kita akan memperoleh kebahagian tertinggi dan kegembiraaan tiada akhir.
Hendaknya hindari segala bentuk keinginan yang tidak teratur.
Kadang-kadang kita harus membatasi kegiatan-kegiatan dan keinginan-keinginan, supaya kita tidak kehilangan kedamaian.
Dan menolak dengan tegas segala sesuatu yang "mengenyangkan hawa nafsu".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Mengabdi kepada-Mu dan mengesampingkan segala yang mengenyangkan itu tidaklah mudah
Tetapi kami percaya Engkau selalu menyertai kami dalam setiap kehendak baik
Kamipun percaya Engkau menolong kami untuk melakukan kehendak-Mu
Kami mohon jauhkanlah kami dari segala bentuk cinta diri
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh segala bentuka kenikmatan daging

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 6:12-19;

Luk 6:12
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Luk 6:13
Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
Luk 6:14
Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
Luk 6:15
Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
Luk 6:16
Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Luk 6:17
Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
Luk 6:18
Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
Luk 6:19
Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
--------

Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul

Saudaraku,
menjadi murid berarti "pergi bersama Tuhan Yesus", bukan meminta Tuhan Yesus untuk datang kepada kita.
Pergi ke mana pun Dia pergi, melakukan apa yang Dia lakukan, berbicara seperti yang Dia katakan.

Saudaraku,
Tuhan Yesus memanggil kita, Tuhan Yesus "menginginkan hidup kita".
Oleh karena itu kita harus menyesuaikan hidup kita dengan hidup Tuhan Yesus.
Dengan cara mengarahkan pendengaran dan penglihatan kita hanya kepada Tuhan Yesus.
Buatlah niat yang bulat dan tegas untuk "hidup sebagai murid".
Dan berdoalah selalu supaya tidak ada yang bisa memisahkan kita dengan Tuhan Yesus.

Saudaraku,
lakukanlah bagian kita, maka Tuhan Yesus akan mengerjakan bagian-Nya.
Berteguhlah dalam niatmu, supaya pekerjaan-pekerjaan Allah nyata dalam perjalanan hidupmu.
Menangkan pikiran dan hatimu, sebab "kedagingan" selalu berusaha menguasainya.
Tanda-tanda kedagingan sangat jelas, yaitu bila engkau kehilangan damaimu.
Dan penuhi dirimu dengan pengharapan, harapan yang membawa engkau kepada belas kasih-Nya.
Bangkitlah, berjalanlah dan sekarang mulailah berkarya!

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Siapa kami ini ya Tuhan, Engkau jadikan kami muridMu
Maka kami mohon kuasailah hidup kami supaya kami tetap setia berada dijalanMu
Bimbinglah kami supaya hidup kami bisa mengilhami setiap orang dalam kehidupan kami dengan kasih kepada-Mu
Dan jauhkanlah kami dari segala bentuk kesenangan dan kenikmatan hidup yang tidak pantas bagi anak-anak-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 6:6-11;

Luk 6:6
Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
Luk 6:7
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
Luk 6:8
Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
Luk 6:9
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"
Luk 6:10
Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
Luk 6:11
Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
--------

Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?

Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa cinta kasih diatas segala-galanya.
Demi Tuhan Yesus yang kita cintai itu, kita harus meninggalkan semua yang lain.
Perhatikan: cinta para makhluk itu penuh tipu daya.
Oleh karena itu jika kita bisa dengan "sungguh-sungguh" mengasihi Allah maka kita pasti akan sangat mengasihi sesama.
Didalam kekristenan, mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama, itu bukan hanya perintah, tetapi "gaya hidup".
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan *pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu*, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
(Mat 5:23-24)

Saudaraku,
tanpa cinta kasih, suatu "perbuatan lahiriah" tidak ada gunanya.
Sebaliknya hal-hal kecil jika didasari oleh cinta kasih, akan sangat besar faedahnya.
Allah melihat hati, bukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan.
Oleh karena itu sia-sia segala usaha yang dilakukan orang jika hanya dengan motivasi "pencitraan".

Saudaraku,
adalah baik jika kita juga taat kepada ajaran gereja.
Hormatilah dan hargailah Liturgi suci Gereja dan upacara-upacara perayaannya.
Sebab Gereja adalah tempat kita bertumbuh dalam iman dan pengharapan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau bawa kami masuk kedalam Gereja-Mu
Engkau penuhi kami dengan belas kasih-Mu, sehingga kami punya hati yang mengampuni
Kami mohon kuatkanlah iman kami setiap hari, supaya selamanya kami tetap tinggal didalam kasih-Mu
Dan berilah kami hati yang mengampuni

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 7:31-37;

Mrk 7:31
Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.
Mrk 7:32
Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.
Mrk 7:33
Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.
Mrk 7:34
Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah!
Mrk 7:35
Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.
Mrk 7:36
Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya.
Mrk 7:37
Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
--------

Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata

Saudaraku,
oleh karena berbagai macam masalah, orang bisa tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan kata-kata, ke arah mana pun dan kepada siapapun.
Matanya juga buta, tidak lagi mampu melihat sekelilingnya.
Lalu yang terdengar dan terlihat hanyalah masalah besar.

Saudaraku,
selalu luangkan waktu untuk "berbicara" dengan Allah dan selalu gunakan matamu untuk "melihat" pekerjaan-pekerjaan-Nya.
Sebab keduniawian selalu mengancam kita.
Dan jika tidak hati-hati, bisa membutakan kita dan membuat tuli telinga kita.
Setiap hari berusahalah menyediakan waktu untuk mengheningkan diri, untuk menjaga mata dan telinga batin kita.
Heningkanlah diri, dengarkanlah Dia.
Perhatikan, jika kita selalu sadar dan percaya bahwa kita adalah anak-anak Allah, maka tentunya kita akan mempertimbangkan segala sesuatu dihadapan-Nya.
Lalu tentunya "pertimbangan-Nya" lah yang akan kita laksanakan.
Mari perhatikan ayat ini:
Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian.
Ada saatnya kita harus berani memisahkan diri dari keduniawian dan hanya berdua dengan Tuhan Yesus.
Dan dalam segala keadaaan berusahalah untuk "tidak kehilangan kehadiran-Nya".
Jaga dengan sungguh-sungguh mata dan telinga kita, supaya hanya tertuju kepada-Nya.

Saudaraku,
hidup dalam kehadiran-Nya, tidak mudah, oleh karena itu kita harus "membiasakan diri".
Gunakan setiap kesempatan untuk masuk dalam "keheningan".
Jika engkau mau, ada banyak cara dan kesempatan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyembuhkan kami
Kami selalu rindu berdua dengan-Mu
Kami mohon bimbinglah kami setiap hari untuk masuk dalam keheningan
Supaya hanya ada hal-hal yang mulia dalam pikiran kami
Dan dari hati kami hanya timbul keinginan-keinginan yang suci

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa