Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 15:1-2, 10-14;
Mat 15:1
Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
Mat 15:2
"Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
-------------
Mat 15:10
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
Mat 15:11
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
Mat 15:12
Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
Mat 15:13
Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
Mat 15:14
Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."
-------------
Yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang
Saudaraku,
kita sering dengar perkataan ini: jangan asal ngomong, pikir dulu!
Namun ditelinga saya kok gak tepat, mungkinkah mulut berbicara tanpa berpikir?
Semacam gerakan reflek, atau mungkin yang dimaksud asal ngommong itu "latah".
Apapun istilahnya, perkataan pastinya berasal dari pikiran, entah sadar ataupun tidak sadar.
Lalu pikiran tidak pernah bisa dipisahkan dari "hati".
Yeremia 17:9-10:
Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."
Hati dan pikiran menentukan bagaimana kita hidup dan siapa kita.
Oleh karena itu janganlah mudah percaya oleh perasaan-perasaan dan tanpa berpikir panjang menyikapi atau melakukan sesuatu.
Sebab perasaan bisa dengan sangat cepat berubah.
Arahkan hati, pikiran, mata dan telinga hanya kepada kehendak-Nya.
Saudaraku,
mari dalam segala hal selalu berusaha untuk menguasai diri, supaya kita tidak dikuasai oleh apa yang kita pikirkan, kita kerjakan atau kita lakukan.
Dengan demikian kita memiliki hati dan pikiran yang bersih.
Lalu apa yang keluar dari diri kita semuanya halal, tidak najis, ucapan, sikap dan perbuatan kita adalah perwujudan karya Allah.
Dan mari hati-hati supaya kita tidak mudah tertipu oleh takwa yang dibuat-buat.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 4 Agustus 2020
Allah Bapa kami
Firman-Mu ada dalam diri kami
Ada dihadapan kami orang-orang yang mewujudkan kuasa dan belas kasih-Mu
Setiap hari Engkau mengajar kami dengan berbagai cara
Supaya semakin hari hidup kami semakin layak dihadapan-Mu
Ya Bapa kami mohon jagalah supaya mata kami tetap melihat dan telinga kami tetap mendengar
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 14:22-36;
Saya kutip sebagian:
Mat 14:22
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
Mat 14:23
Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
Mat 14:24
Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
Mat 14:25
Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
Mat 14:26
Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
Mat 14:27
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Mat 14:28
Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
Mat 14:29
Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
Mat 14:30
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
Mat 14:31
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
------------
Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air
Saudaraku,
murid-murid Tuhan Yesus "terkejut" melihat Tiuhan Yesus berjalan di atas air.
Respon spontan Petrus "Tuhan apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air", bagi saya sangat menarik.
Walaupun ada yang menanggapinya respon itu mengandung "keraguan".
Yang menarik bagi saya adalah sikap spontan Petrus, sebab banyak orang justru melihat gelombang ombaknya daripada melihat Tuhannya.
Orang lebih sering sibuk dengan pikirannya sendiri, padahal Tuhan yang berkuasa ada di hadapannya.
Orang lebih senang mendengarkan pendapatnya sendiri daripada perkataan Tuhan.
Orang lebih sering khawatir dengan apa yang dilihatnya daripada melihat bagaimana keadaannya.
Banyak orang terlalu sering hanya menjadi penonton, tidak mau terlibat berkarya bersama Allah.
Saudaraku,
kita harus selalu menyadari bahwa bumi tempat kita tinggal ini tidak aman dan tidak nyaman.
Saya bukan mengajak untuk memelihara ketakutan, namun kita harus siap menghadapi gelombang ketidaknyamanan yang bisa saja datang tiba-tiba.
Terlebih gelombang rohani bisa datang setiap detik.
Maka respon spontan menjadi sangat penting, sebab akan sangat mempengaruhi keputusan atau langkah selanjutnya.
Oleh karena itu mari lebih mengutamakan hidup rohani maka lalu memperkaya pustaka rohani menjadi sangat penting yaitu dengan mengasihi Tuhan Yesus.
Menyiapkan tempat bagi Kristus, menaruh seluruh pengharapan hanya kepada-Nya.
Caranya seperti Petrus, walau gelombang mengancam, dia tetap memandang Tuhan Yesus dan menuju kepada-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 3 Agustus 2020
Untuk-Mu ya Tuhan Yesus hidup kami ini
Sebab memang dari semula Engkau menghendaki kami hidup
Kami mengarahkan mata kami hanya kepada-Mu
Dan telinga kami hanya mendengar perkataan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin
Injil Matius 14:13-21;
Mat 14:13
Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.
Mat 14:14
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
Mat 14:15
Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
Mat 14:16
Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
Mat 14:17
Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
Mat 14:18
Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
Mat 14:19
Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
Mat 14:20
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.
Mat 14:21
Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
------------
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan
Saudaraku,
saat kita melihat orang laian mengalami kesulitan dan kita tergerak untuk menolongnya, sesungguhnya itu bukan datang dari diri kita sendiri, namun itu adalah *karunia Ilahi*.
Saat kita hidup dalam kebenaran , maka kita tidak lagi punya *pandangan subyektif*, karunia Ilahi yang berkuasa atas hiudp kita.
Tidak lagi berpikir buruk tentang orang lain, meskipun kata-kata dan tindakan orang tersebut memberi cukup alasan untuk berbuat demikian.
Lagipula betapa tidak berartinya pendapat-pendapat manusia itu!
Saudaraku,
jadi mari berkata kepada diri sendiri, "hai aku ini bukan siapa-siapa!", tidak bisa semuanya dilakukan sendiri!.
Apa yang selama ini telah aku perbuat untuk orang lain?
Banyak orang telah melakukan hal-hal yang mengagumkan, apa yang telah kulakukan sebagai anak Allah?
Saudaraku,
ada baiknya hanya Tuhan yang kita cari *dalam semua rencana dan aktivitas kita* sebab kita teah masuk dalam rencana dan karya Allah.
Maka mari kita selalu mengingat bahwa *hidup kita adalah alat Allah* dan masing-masing kita memiliki kegunaannya sendiri.
Oleh karena itu mari bersatu padu dalam satu semangat menghadirkan kerajaan Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 2 Agustus 2020
Allah Bapa kami
Jadikanlah kami ini alat-Mu untuk melakukan kehendak-Mu
Berilah rahmat kekuatan supaya kami mampu menghadapi segala tantangan dan kesulitan
Supaya kami tetap setia dalam rencana-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 14:1-12;
Saya kutip sebagian:
Mat 14:1
Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.
Mat 14:2
Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."
Mat 14:3
Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.
Mat 14:4
Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"
Mat 14:5
Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.
-----------
Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya
Saudaraku,
melalui Injil kita mengetahui bahwa orang yang sangat jahat pun sesungguhnya melihat "kebenaran", namun tetap saja "dunia" tampak lebih nyata dan menarik.
Apabila kita mau jujur, hati kita menjadi tidak tenteram disaat dikuasai oleh keinginan-keinginan.
Misalnya orang yang sombong, hatinya selalu gundah saat merasa ada orang lain yang "lebih pantas sombong", lalu ia pun akan dikuasai keinginian untuk selalu "lebih" dari siapapun.
Herodes pun melihat "kebenaran" dalam Yohanes Pembaptis, namun ia "menutup kebenaran" demi untuk memuaskan keinginan dirinya sendiri.
Saudaraku,
kita harus belajar untuk menyangkal diri, supaya tidak mudah tergoda dan dikalahkan oleh hal-hal kecil.
Dan supaya kita tidak mudah lekat dengan hal-hal duniawi lalu membanggakan diri atas kehebatan, kekayaan dan apa yang kita miliki.
Allah yang memberikan segala kebutuhan kita, janganlah kita membanggakan diri kita dan janganlah suka merasa puas atas kepandaian kita.
Ada baiknya tidak merasa diri kita lebih baik dari orang lain, sehingga kita tetap rendah hati.
Kedamaian hanya bisa diperoleh dengan kerendahan hati.
Sebaliknya di dalam dada orang yang congkak isinya adalah iri hati, dengki dan sakit hati.
Maka mari kita selalu berusaha untuk mematikan diri kita dalam perkara-perkara duniawi, percayalah Roh Allah hidup dan bekerja dalam diri kita.
Tuhan ada di belakang kita, mendukung kita agar kita dapat mencapai kemenangan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 1 Agustus 2020
Allah Bapa kami
Selama kami masih hidup di dunia ini tidak mungkin luput dari penderitaan dan godaan
Oleh karena itu kami mohon terang Roh Kudus dan rahmat kekuatan-Mu
Agar kami selau waspada, mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Sehingga kami menang atas godaan dan hanya melakukan perintah-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 13:54-58;
Mat 13:54
Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?
Mat 13:55
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
Mat 13:56
Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"
Mat 13:57
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."
Mat 13:58
Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.
-------------
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia
Saudaraku,
Allah menghendaki tidak satupun manusia binasa oleh karena itu Allah menyediakan pintu pertobatan.
Tetapi manusia berkuasa atas dirinya dan bisa bebas memilih, ikut Allah atau menolak Allah.
Saudaraku,
banyak hal-hal yang agung yang tergantung pada apakah saya dan saudara hidup sesuai dengan kehendak Allah.
Jangan mencoba menghindari kehendak-Nya walaupun terkadang terasa berat bahkan sangat berat, sebab ada kebahagiaan dalam Salib Suci.
Pandanglah Tuhan Yesus sebagaimana Dia, bukan melihat Tuhan Yesus seperti Dia.
Bukan seperti orang-orang di tempat asal-Nya, bukankah ibu-Nya bernama Maria? Bukankah saudara-saudara-Nya ada bersama kita?
Mereka tidak bisa melihat Tuhan Yesus dari pekerjaan-Nya, dari karya-Nya.
Jika mereka melihat sebagaimana Dia, mereka pasti akan melihat Allah.
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.(Ams 29:18)
Penglihatan kita tentang Allah, memberi kita tujuan.
Penglihatan kita tentang Allah, memberi kita harapan.
Penglihatan kita tentang Allah, memberi kita motivasi.
Penglihatan kita tentang Allah, memberi kita hidup.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 31 Juli 2020
Tuhan Yesus Kristus
Dengan penuh belas kasih Engkau mendekati kami dan mengundang kami
Terimakasih untuk kuasa-Mu yang telah menuntun kami sampai hari ini
Sehingga kami hidup dalam damai-Mu
Dan dalam pengharapan hidup bersama-Mu dalam kerajaan-Mu
Kami mohon kuasailah kehendak kami supaya hanya melakukan perintah-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin
