"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 14:22-33;

Saya kutip sebagian:

Mat 14:26
Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
Mat 14:27
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Mat 14:28
Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
Mat 14:29
Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
Mat 14:30
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
Mat 14:31
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
Mat 14:32
Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
Mat 14:33
Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."
-------------

Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

Saudaraku,
takut itu manusiawi dan tidak ada seorangpun yang hidup di dunia ini tanpa rasa takut.
Maka yang bisa kita lakukan adalah "mengelola rasa takut" supaya tidak menguras seluruh tenaga kita.
Dan nampaknya ada banyak rasa takut yang tidak beralasan dan membuat kebingungan.
Dalam Injil Matius pagi ini, adakah alasan untuk Petrus untuk takut?
Bukankah ia melihat sendiri Tuhan Yesus berjalan di atas air?
Dan bukankah ia pun telah berhasil berjalan diatas air?

Saudaraku,
seringkali kita ketakutan saat memikirkan 1 langkah saja di depan kita, ketakutan oleh karena pemikiran sendiri yang mungkin tidak akan pernah terjadi.
Namun memang sifat manusia mudah disesatkan oleh khayalan-khayalan semacam itu dan sangat mudah hanyut oleh bisikan-bisikan dunia.
Dan jika kita melihat dunia memang lah demikian keadaannya, ia selalu berusaha menyesatkan dengan hal-hal yang benar atau palsu.
Maka kita harus sangat hati-hati, hindari mengambil keputusan menurut perasaan-perasaan saat sedang khawatir atau takut.

Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak takut atau khawatir dan tetap bekerja keras, bersedia menderita dan selalu mengarahkan mata dan telinga kita kepada-Nya.
Rasul Paulus pun menegaskan
Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.(Bdk 2Kor 12:9)
Karena Tuhan kita Yesus Kritus selalu ada untuk mengubah setiap beban menjadi kegembiraan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 9 Agustus 2020

Tuhan Yesus Kristus
Hanya pada-Mu pemberian yang baik dan yang sempurna
Engkaupun mengarahkan wajah-Mu saat kami berseru kepada-Mu
Sungguh kami hanya berharap kepada belas kasih-Mu
Kami serahkan seluruh rencana hidup kami hanya kepada-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

 

Injil Matius 17:14-20;

Mat 17:14
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
Mat 17:15
katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
Mat 17:16
Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."
Mat 17:17
Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
Mat 17:18
Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.
Mat 17:19
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"
Mat 17:20
Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, ?maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
------------

Karena kamu kurang percaya

Saudaraku,
Menurut Saudara apakah para murid kurang percaya?
Menurut Saudara apakah para muriid tidak mempunyai iman?
Pendapat saya, tidak mungkin para murid kurang percaya dan tidak mungkin para murid tidak mempunyai iman, namun mereka tidak menggunakan iman itu.

Saudaraku,
terlalu sering kita memahami dan mengatasi masalah dengan menggunakan pikiran sendiri dan hanya fokus kepada rasa masalah itu dan mencari apa dan siapa yang disalahkan.
Jarang orang yang berani mengakui dan menerima keadaan diri sendiri, tetapi selalu mencari pembenaran diri.
Jika demikian maka iman itu tidak pernah terpakai.
Rasul Paulus mengajarkan:
Orang benar akan hidup oleh iman.(Bdk Rm 1:17)
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.(Bdk Rm 10:17)
Lalu jka malas membaca Injil yang adalah firman Tuhan, terlebih lagi jika mata dan telinga tidak mau melihat dan mendengar karya-karya Allah, bagaimana mungkin yakin dan ingat untuk menggunakan iman itu?

Saudaraku,
walaupun hanya dengan kata, kalimat dan tindakan sederhana, buatlah iman itu bekerja.
Tuhan tidak berubah, hanya diperlukan orang-orang beriman maka mujizat dan keajaiban-keajaiban akan terjadi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 8 Agustus 2020

Ya Tuhan Yesus
Engkau memang tidak terlihat
Namun karya-Mu nyata
Dengan ajaib Engkau memperlakukan kami
Dan dengan cinta kasih-Mu yang besar itu Engkau memelihara kami
Kami mohon rahmat-Mu ya Tuhan
Supaya setiap hari kami berusaha untuk menyegarkan iman kami dengan perbuatan-perbuatan yang baik
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

 

Injil Matius 16:24-28;

Mat 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Mat 16:25
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Mat 16:26
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Mat 16:27
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Mat 16:28
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."
-------------

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku

Saudaraku,
Tuhan Yesus menghendaki supaya kita belajar menderita tanpa penghiburan, agar oleh penderitaan itu kita menjadi lebih rendah hati.
Dan ada baiknya kita pun menyadari bahwa salib itu bukan hanya tempat penderitaan, itu adalah tempat kematian.
Tuhan Yesus Kristus menghendaki agar kita hidup sebagai orang mati.
Segala sesuatu yang tidak membawa kita dekat kepada Tuhan, harus kita hancurkan, kita matikan.
Tidak ada seorangpun yang dapat memahami hal-hal sorgawi, jika ia tidak bersedia menderita sengsara bagi Kristus dan tidak bersedia mati dalam Kristus.

Saudaraku,
mari taklukanlah diri setiap hari dari awal.
Jika kita tidak mampu menaklukkan diri dari awal sama saja kita sudah terkalahkan diawal pertempuran.
Buanglah rasa iba terhadap diri sendiri, maka kita akan menang.
Contoh sederhana: mengalahkan rasa malas.
Rasa malas adalah salah satu wujud iba tehadap diri sendiri.
Tubuh ini harus diberi sedikit kurang, daripada apa yang dibutuhkannya, jika tidak ia akan jadi pengkhianat.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 7 Agustus 2020

Ya Tuhan Yesus Kristus Engkau adalah pelepas kami dari cinta diri
Kepada-Mu kupercayakan diri ini
Agar Engkau sudi menjaga dan membawa kami kepada hidup
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Matius 17:1-9;

Saya kutip sebagian:

Mat 17:1
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
Mat 17:2
Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Mat 17:3
Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
Mat 17:4
Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Mat 17:5
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
------------

Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka

Saudaraku,
melalui baptisan, kita diubah oleh kuasa Roh Kudus menjadi ciptaan baru di dalam Kristus.
Kita hidup baru dalam Roh Kudus.
Rasul Paulus mengajarkan kepada kita:
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung.
Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
(2Kor 3:18)
Lalu tentunya tujuan utama hidup kita adalah mencerminkan kemuliaan Tuhan.
Kesombongan adalah kemuliaan yang sia-sia.

Saudaraku,
tidak terlalu sulit untuk mengetahui bujukan-bujukan, dorongan-dorongan keangkuhan.
Roh Allah selalu menyatakan kepada kita sehingga kita mengerti bisikan-bisikan cinta diri.
Roh Allah itu pula yang membuat kita menyadari dan memberikan kekuatan supaya kita sanggup mengalahkan kegelisahan-kegelisahan batin kita.
Maka mari dengan kemauan dan dibantu dengan rahmat Ilahi, kita jaga setiap tindakan kita sehingga tidak berbau kesombongan manusiawi dan kepuasan diri.
Untuk itu sangatlah bijaksana apabila tidak tergesa-gesa dalam segala hal dan tidak mudah mempercayai setiap keinginan atau dorongan.
Hidup yang baik akan membuat kita semakin bijaksana di hadapan Allah.
Dan semakin rendah hati akan semakin tunduk kepada Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 6 Agustus 2020

Allah Bapa kami
Segala sesuatu di langit dan di bumi adalah milik-Mu
Kami pun ingin mempersembahkan diri kami supaya menjadi milik-Mu
Oleh karena itu kami mohon ya Bapa
Kuasailah hati dan pikiran kami dengan Roh-Mu
Pakailah hidup kami untuk kemuliaan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

 

Injil Matius 15:21-28;

Mat 15:21
Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
Mat 15:22
Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
Mat 15:23
Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
Mat 15:24
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
Mat 15:25
Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
Mat 15:26
Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Mat 15:27
Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
Mat 15:28
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
-------------

Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki

Saudaraku,
beberapa hari lalu saya mendapat kiriman renungan dari seorang Romo/Pastor dan bagi saya sangat menarik.
Entah sedih sangat atau gembira sangat, JANGAN MEMBUAT KEPUTUSAN.
Sebab, ada kemungkinan kita menyesal atas apa yang pernah kita katakan.
Tapi, buatlah KEPUTUSAN di kala batin ini tenang, damai, dan semua daya bekerja dengan baik; yaitu rasa-nalar-kehendak.

Saudaraku,
kita harus belajar mengelola emosi supaya emosi tidak menguasai kita.
Kita harus bisa mengelola perasaan.
Apakah perasaan kita mempengaruhi sikap kita terhadap orang lain?
Apakah perasaan kita mempengaruhi bagaimana kita memperlakukan orang lain?
Apakah perasaan kita mempengaruhi apa yang kita ucapkan?
Apakah perasaan kita mempengaruhi bagaimana kita menjalani hidup?
Mari kita jujur, saya pun sangat sulit mengelola perasaan.
Dan menurut saya hidup tidak akan menarik jika terjebak dalam perasaan, sebab tidak lagi bisa menikmati segala sesuatu yang ada di sekitar kita.

Saudaraku,
Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
Respon perempuan ini saya kira mengejutkan Tuhan Yesus.
Jika saja perempuan itu tidak bisa mengelola perasaan, responnya pasti tidak demikian.
Sesungguhnya kita bisa merasakan damai apabila tidak mempedulikan perkataan dan perbuatan orang lain, yang tidak ada urusannya dengan kita.
Dan yang ada dengan urusannya dengan kita, janganlah beri kesempatan kepada perasaan untuk menilai perkataan ataupun perbuatan orang lain.
Jika memang kita boleh berbicara, baiklah kita pergunakan pembicaraan itu untuk membangun.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 5 Agustus 2020

Kami mohon kepada-Mu ya Bapa
Terangilah hati dan pikiran kami dengan Cahaya Roh-Mu
Supaya hati kami tidak dikuasai oleh perasaan-perasaan
Supaya mulut kami tidak terlibat dalam pembicaraan-pembicaraan yang tidak perlu
Supaya batin kami tidak patah semangat dalam rintangan-rintangan
Supaya kami tidak jatuh karena kesulitan-kesulitan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin