"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 13:47-52;

Saya kutip sebagian:

Mat 13:47
"Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
Mat 13:48
Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
Mat 13:49
Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
Mat 13:50
lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
-------------

Lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi

Saudaraku,
mengapa "dapur api" atau "neraka" itu ada? Menurut saya untuk keadilan, sebab manusia punya kehendak bebas.
Ada yang kelihatannya tidak mengenal Allah, hidup nyaman.
Sebaliknya ada kelihatannya taat kepada Allah, namun hidupnya terlihat susah.
Dalam perumpamaan gandum dan lalang, Tuhan tidak mencabut lalang dan membiarkan tetap hidup dan menunggu saat panen tiba.
Dan Rasul Yakobus mengajarkan kepada kita:
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
(Yak 1:14-15: )

Saudaraku,
semakin banyak kita menuruti badan kita, semakin membuat kita menjauh dari Allah.
Mari dalam segala hal, hendaklah kita menatap akhir hidup kita ini.
Kita renungankan bagaimana kita nanti berhadapan dengan "Pemanen".
Tidak ada yang bisa disembunyikan dan tidak ada waktu lagi untuk bertobat.
Pada waktu itu orang benar berdiri dengan kepercayaan besar berhadapan muka dengan para penganiayanya dan semua orang yang telah menghina jerih payahnya.(Keb 5:1)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Mais 30 Juli 2020

Kami arahkan mata dan telinga kami kepada-Mu ya Bapa
Supaya kami setia dijalan-Mu dan hanya melakukan kehendak-Mu
Kami memerlukan rahmat kekuatan-Mu setiap hari
Kami memerlukan Terang-Mu setiap hari
Supaya kami tidak menjadi lemah dan tersesat

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 11:19-27;

Yoh 11:19
Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
Yoh 11:20
Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
Yoh 11:21
Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
Yoh 11:22
Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
Yoh 11:23
Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
Yoh 11:24
Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
Yoh 11:25
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
Yoh 11:26
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
Yoh 11:27
Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
-------------

Jawab Marta: Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah

Saudaraku,
pertanyaan Tuhan Yesus ini: Percayakah engkau akan hal ini? kedengarannya sederhana namun jawaban kita menjadi kunci untuk:
melihat hidup dalam kematian, melihat terang dalam kegelapan, melihat harapan dalam keputusasaan dan mengalami sukacita dalam kesedihan.
Permenungan bagi kita: percayakah kita bahwa Tuhan Yesus mampu membuat jalan ketika nampaknya tidak ada jalan?

Saudarku,
marta melihat apa yang ia dengar.
Telah berapa lama kita mendengar Sabda Tuhan dan telah berapa lama kita hadir dalam ekaristi kudus?
Apakah pendengaran kita akan Sabda Tuhan dan ketaatan kita dalam ibadat membuat mata kita melihat kuasa Allah?
Kita percaya punya Allah yang hidup, Allah yang hadir dan kita bukan hanya melihat tetapi mengalami penyertaan-Nya.
Maka mari jangan lagi bersandar kepada diri sendiri melainkan taruhlah harapan kita hanya kepada Allah.
Tentunya kita juga harus bekerja sebaik-baiknya dan menggunakan kemampuan kita dengan maksimal tanpa keluh kesah dan iri hati.
Tuhan pasti membantu kemauan kita yang baik itu dan jangan terlalu percaya dengan "pengetahuan kita sendiri", namun letakkanlah kepercayaan kita hanya kepada rahmat Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 29 Juli 2020

Tuhan Yesus Kristus
Pada-Mu ada hidup
Engkau menerangi hati dan pikiran kami
Sehingga kami terhindar dari segala yang jahat
Dan hanya kepada-Mu lah kami bawa seluruh pengharapan kami
Kami bawa keragu-raguan kami
Kami bawa ketakutan kami
Kami mohon sembuhkanlah kami dan lindungilah kami
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Matius 13:36-43;

Mat 13:36
Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
Mat 13:37
Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
Mat 13:38
ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
Mat 13:39
Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
Mat 13:40
Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
Mat 13:41
Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
Mat 13:42
Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
Mat 13:43
Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
------------

Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka

Saudaraku,
beberapa hari yang lalu saya melihat seorang petani membersihkan gulma atau rumput yang ikut tumbuh di sela-sela tanaman padi.
Saya mengamati selama 25 menit dan hanya mampu membersihkan sekitar 30 meter persegi padahal area sawahnya cukup luas.
Jika saya yang melakukannya , saya tidak akan sanggup, itu adalah kerja keras.
Lagipula harus hati-hati supaya tanaman padi tidak ikut terxabut dan memang beberapa tanaman padi masih saja ada yang ikut tercabut.

Saudaraku,
dalam diri kita ada kehendak baik dan kehendak jahat, oleh karena itu kita harus selalu menyadarinya agar kehendak jahat tidak sempat tumbuh.
Beberapa kali saya menulis sebuah slogan jangan sempat membenci, supaya gulma kebencian tidak sempat tumbuh.
Saya kira kita dengan sangat mudah membedakan antara kehendak baik dan kehendak yang jahat.
Contohnya segala sesuatu yang hanya mementingkan diri sendiri, patut untuk kita curigai dan janganlah berpandangan buruk terhadap siapapun.
Segala sesuatu yang mementingkan diri sendiri cenderung untuk berlaku tidak adil, curang bahkan berlaku jahat.
Demikian pula berpandangan buruk terhadap orang lain, berarti telah menghakimi.

Saudaraku,
kebaikan dan kejahatan ada berdampingan di dunia ini.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak mengutuk kejahatan, namun hidup kita harus menjadi saksi kebaikan Allah.
Memancarkan cahaya-cahaya kebaikan supaya semakin banyak orang sadar lalu menjauhi kejahatan.
Hidup kita untuk menegaskan apa yang baik, supaya setiap orang melihat Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 28 Juli 2020

Kami memuji dan menyembah Engkau ya Bapa
Engkau sabar dan penuh kasih
Engkau menghendaki kami hidup

Terimakasih atas pengampunan-Mu
Terimakasih untuk tutunan-Mu
Terimakasih untuk pengajaran-Mu
Dan terimakasih Engkau sembuhkan kami
Sehingga mata kami melihat kebenaran dan telinga kami mendengar kidung sorgawi

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

 

Injil Matius 13:31-35;

Saya kutip sebagian:

Mat 13:31
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
Mat 13:32
Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."
Mat 13:33
Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
------------

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu

Saudaraku,
Rasul Paulus kepada Korintus : sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.(2Kor 5:7)
Saya sering mendengar perkataan ini: "Sebenarnya hati kecil menolak, ragu-ragu"
Setiap kita pasti pernah mengalami kebimbangan atau harus memilih ya dan tidak, dalam waktu yang singkat.
Nah apabila kita setiap hari "bergaul dengan Tuhan Yesus", maka "pustaka hidup kita" isinya sebagian besar adalah tentang Tuhan Yesus.
Sebaliknya jika lebih sering bergaulnya dengan dunia, maka hal-hal duniawi lah yang lebih dominan.
Saya kira kita semua setuju bahwa pustaka hidup berpengaruh besar dalam menjalani hidup.

Saudaraku,
kita anak-anak Allah hidup oleh Firman Allah.
Sebaiknya kita lebih hati-hati bahkan sangat hati-hati, tidak semua barang-barang yang kita peroleh adalah bermanfaat dan karena seluruh isi dunia ini sangat mempengaruhi "pengertian kita".
Oleh karena itu kita harus selalu menjaga supaya hati dan pikiran kita tetap dikuasai oleh "kehendak Allah"
Godaan terbesar adalah pujian dan kehormatan, maka mari hanya mencari penghiburan dari Allah.
Memang berat, satu berhasil dihindari, yang lainnya datang bertubi-tubi.
Kuncinya adalah jangan takut menderita, karena itulah ketakutannya daging dan berlawanan dengan kehendak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 27 Juli 2020

Allah Bapa kami
Kami mohon teguhkanlah jiwaku dengan rahmat Roh Kudus
Supaya daya batinku menjadi lebih kuat
Sehingga apa yang kami lakukan adalah perwujudan kami sebagai anak-anak-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

 

Injil Matius 13:44-46;

Mat 13:44
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Mat 13:45
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
Mat 13:46
Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
-------------

iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu

Saudaraku,
memang Kerajaan Sorga adalah tujuan kita, namun hendaknya kita jangan lupa bahwa Allah telah memberikan tanggung jawab kepada kita, di rumah, di tempat kerja dan tanggung jawab atas apa yang telah dihadapkan oleh Tuhan di tangan kita.
Artinya apapun yang kita kerjakan tujuan utamanya adalah untuk Allah.
Ada baiknya kita selalu hati-hati supaya tidak mudah menyimpang.
Sebab kita tahu bahwa dunia dengan daya tariknya selalu nampak lebih nyata, walaupun untuk menggapainya harus diusahakan dengan keahlian dan dengan banyak keringat, tetapi ada banyak orang memilih dunia.
Sedangkan untuk sampai Kerajaan Sorga tidak diperlukan keahlian, hanya dibutuhkan kerendahan hati dan ketaatan.

Saudaraku,
seorang berlimpah harta, terpelajar, terkenal dan berkuasa tidak akan melihat mutiara yang indah itu jika tanpa kerendahan hati.
Maka mari singkirkan keakuan yang menguasai diri sampai ke akar-akarnya dan tidak bersandar atas diri sendiri melainkan menaruh semua pengharapan hanya kepada Allah.
Memang kita hidup di dunia ini, namun mata dan telinga kita hendaknya selalu mengarah kepada Allah.
Bijaksana dalam tingkah laku, dengan mempertimbangkan segala sesuatu bersama Allah.
Bijaksana dalam keinginan diri saya kira sama dengan" menjual seluruh milikinya", menolak cinta diri dan memilih mengasihi Tuhan, supaya dapat memperoleh hidup Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 26 Juli 2020

Allah Bapa kami
Kami mohon pandanglah kami
Kami berada di hadapan-Mu dan bersedia untuk taat kepada-Mu
Kepada-Mu kami menyerahkan diri kami dan keinginan kami
Harapan kami Engkau membuka mata dan telinga kami
Sehingga kami mengetahui yang harus kami ketahui

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin