Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 5:1-11;
Saya kutip sebagian:
Luk 5:2
Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
Luk 5:3
Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Luk 5:4
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
Luk 5:5
Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
Luk 5:6
Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
Luk 5:7
Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
Luk 5:8
Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
-------
Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga
Saudaraku,
adakah diantara kita yang sungguh-sungguh bebas, dalam arti bebas tidak diperintah oleh apapun dan siapapun?
Kita makan karena diperintah oleh perut.
Emosi timbul dari pengelohan hati dari berbagai macam kondisi.
Hampir setiap orang lebih suka melakukan kehendaknya sendiri, atau kehendak orang lain yang sepaham dengan dia.
Saudaraku,
pemikiran dan pendapat sendiri atau orang lain yang sepaham dengan kita, belum tentu membawa kita kepada ketentraman atau kedamaian.
Manusia lebih mudah bersungut-sungut.
Merasa berat dan keluh kesah datang lebih cepat daripada semangat ketekunan.
Adapula yang tidak pernah puas akan pencapaiannya sendiri, bahkan sering pindah tempat dan kedudukan.
Saudaraku percaya bahwa Allah adalah sumber hikmat dan Ia mengetahui segala-galanya?
Saya berharap demikian.
Jadi bahan permenungan, bahwa kita tidak bisa hidup damai dan dalam berkat Allah jika kita tidak mendengarkan dan melakukan pendapat Allah.
Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa.
Mari jangan terlalu banyak alasan dan jangan pula jadi budak keinginan diri, dengarkanlah Allah berbicara dan mari mengikuti perintah-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 5 September 2019
Allah Bapa kami
Setiap saat ada keributan di hati dan pikiran kami
Sebab banyak penglihatan dan banyak pendengaran
Yang semuanya selalu terlihat baik
Kami selalu sadar tanpa Engkau kami bimbang
Untuk itu kami mohon ya Bapa
Janganlah kiranya tinggalkan kami sendirian
Kami membutuhkan rahmat kekuatan-Mu setiap saat
Supaya kami melihat kebenaran
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 4:38-44;
Saya kutip sebagian:
Luk 4:40
Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
Luk 4:41
Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
Luk 4:42
Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
Luk 4:43
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
--------
Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka
Saudaraku,
dari Saudara kita Kristen Protestan saya sering mendengar kata Yehuwa Rapha artinya Allah Penyembuh.
firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."
(Kel 15:26)
Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;
janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.
(Ams 4:20-21)
Pagi ini saya ajak masuk dalam permenungan:
Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya maka kamu akan terbebas dari segala macam penyakit.
Bukan lantas kita tidak bisa sakit, namun saat kita sakit jangan kiranya kita berbuat dosa.
Tentunya kita pernah mendengar orang yang sedang sakit masih saja memaki dokter atau perawat ada juga yang menyalahkan orang lain.
Jika perkataan Tuhan ada dalam hati kita, maka walaupun menerima ketidaknyamanan atau ketidakadilan pasti tetap santun dan rendah hati.
Saudaraku,
siapakah yang dapat menjaga diri sendiri dengan begitu hati-hati sehingga bisa terbebas dari sakit?
Dan mengapa tidak semua orang sakit menerima kesembuhan atau mujizat?
Saya kira kita tidak perlu mengetahui sejauh itu, mari cukup kita taati perintah Allah yang sederhana ini:
simpanlah perkatan-Ku di lubuk hatimu, maka kamu akan beroleh kesembuhan dan kehidupan.
Dan hidup kita menjadi perwujudan kerajaan Allah, mampu membawa kesembuhan bagi banyak orang.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 4 September 2019
Allah Bapa kami
Perkataan-Mu memang tersimpan dalam hati kami
Dan menjadi sumber penghiburan dan kekuatan kami
Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu Ya Bapa
Dan ampunilah kami
Apabila terkadang kami kurang percaya
Oleh karena itu kami bawa dalam doa permohnan kami
Supaya Engkau berkenan membaharui kami dengan belas kasih dan pengampunan-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 4:31-37;
Saya kutip sebagian:
Luk 4:32
Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
Luk 4:33
Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:
Luk 4:34
"Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
Luk 4:35
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
Luk 4:36
Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar."
--------
Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat
Saudaraku,
apakah Saudara ikut berkata: Alangkah hebatnya perkataan ini!?
Jika ya, apakah Saudara yakin Tuhan Yesus berkuasa mengusir keinginan jahat dalam hati dan pikiran Saudara?
Ada orang yang tidak jujur atau korupsi karena takut miskin atau serakah.
Ada orang yang berbohong untuk menutupi kesalahannya.
Ada orang yang suka menghakimi karena ia merasa paling benar.
Ada orang yang mencuri karena malas.
Dan lain sebagainya.
Saudaraku,
kita semua mengetahui dan sadar bahwa roh jahat memberikan pengharapan semu, menciptakan kecemasan dan kegelisahan yang berlebihan lalu ia menawarkan cara cepat layaknya makanan cepat saji.
Lalu permenungannya:
Bukankah kita telah menerima kuasa untuk mengalahkan roh jahat?
Bukankah telah dinyatakan di mata kita, bahwa hanya Allah lah tempat kita untuk berharap?
Saudaraku,
Allah selalu menyertai setiap keinginan yang baik.
Janganlah mudah percaya atau terlalu percaya dengan pengetahuan ataupun kecerdasan kita.
Tetapi berikanlah kesempatan pertama kepada Roh Kudus untuk memimpin, supaya kita tetap teguh hidup dengan cara Allah.
Dan saya sangat yakin tidak mungkin seorang kristiani tidak mendengar suara Roh Kudus.
Maka janganlah mengabaikan Roh Kudus, sebab daging ini lemah, hanya dengan kekuatan Roh Kudus kita sanggup mengalahkan tipu daya daging.
Dan mari dengan penuh wibawa dan kuasa, kita usir segala pikiran yang jahat.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 3 September 2019
Allah Bapa kami
Kami sadar bahwa godaan bersumber dari dalam diri kami sendiri
Satu godaan berlalu sudah muncul godaan yang lain
Terus menerus dan tak kenal waktu
Dan tidak mungkin kami menghindar
Oleh karena itu
Kami mohon kesabaran dan kuasa Roh-Mu ya Bapa
Untuk menjaga kami agar tetap rendah hati dan selalu mengucap syukur
Dengan demikian kami mampu mengusir segala keinginan jahat
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 4:16-30;
Saya kutip sebagian:
Luk 4:16
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Luk 4:17
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
Luk 4:18
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
Luk 4:19
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
--------
Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin
Saudaraku,
kita telah menerima pemeliharaan Allah sedemikian baiknya, dan jika kita tidak mau berbagi kepada orang-orang miskin, berarti kita menyangkal kabar baik.
Demikian pula Gereja atau kelompok-kelompok rohani kristen yang tidak menyentuh orang miskin sama saja menyangkal kabar baik.
Roh Allah lah yang seharusnya berkuasa atas diri setiap orang yang beriman kepada Kristus.
Jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri manusia tidak pernah bisa menghasilkan sesuatu yang baik, hanya baik untuk dirinya sendiri.
Saudaraku,
kita adalah anak-anak Allah, sudah seharusnya mata dan telinga kita selalu terbuka dan terarah kepada orang-orang miskin, kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
Kita telah dipilih oleh Allah untuk membawa kabar baik.
Supaya perbuatan kita, ucapan kita menjadi kabar sukacita bagi semua orang.
Mari lakukan segala sesuatu tanpa mementingkan diri sendiri namun demi cinta abadi bersama Kristus.
Jadilah orang kristiani yang bukan hanya santun, tetapi orang kristiani yang rela berkurban dan mengerti kekurangan-kekurangan saudara-sauadaranya.
Bakat dan kemampuan, kepandaian, kecakapan jangan kiranya menjadikan hidup kita sia-sia.
Persembahkanlah kepada Allah, supaya Allah menjadikan hidup kita berguna untuk kebaikan semua orang.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 2 September 2019
Betapa seringnya kami membohongi diri ya Bapa
Saat Engkau tantang kami untuk berbagi
Ada Api Roh-Mu dalam hati kami
Namun tidak mampu membakar semangat kami untuk peduli
Seringkali kami dikalahkan oleh ketakutan yang kami ciptakan sendiri
Ampunilah kami ya Bapa ampunilah kami
Kami mohon ya Bapa
Penuhilah kami pengharapan dalam kasih-Mu
Sehingga kami dengan penuh kasih mengulurkan tangan untuk setiap orang yang mebutuhkan pertolongan kami
Dan kami percaya Engkau akan mencukupkan semua kebutuhan kami
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius Lukas 14:1, 7-14;
Saya kutip sebagian:
Luk 14:1
Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
--------
Luk 14:8
"Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,
--------
Luk 14:10
Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.
Luk 14:11
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
--------
Luk 14:13
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Luk 14:14
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."
---------
_*Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan*_
Saudaraku,
tentunya kita setuju bahwa seorang petani yang rendah hati, santun dan taat kepada Allah lebih baik dari pejabat yang terkenal dan dengan sederet gelarnya, yang mulutnya penuh caci maki, tuduhan dan menghakimi orang lain.
Ada baiknya kita mengenal diri kita sendiri dengan jujur, sehingga kita tidak tergoda untuk sombong.
Dan ada baiknya kita mengendalikan segala keinginan untuk memperoleh pujian, sebab dibalik pujian selalu ada kekecewaan.
Karena seseorang yang hidupnya dikendalikan oleh keinginan, tidak akan pernah terpuaskan.
Saudaraku,
apa gunanya kita mengejar semua keinginan daging, jika hanya memberikan kepuasan palsu bagi batin kita.
Dan apakah ilmu dan kepandaian kita mampu memberikan kedamaian batin?
Tuhan Yesus berfirman: Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.(Bdk Yoh 15:5)
Maka mari hidup sebagai ranting Kristus, memuliakan Kristus bukan memuliakan diri sendiri.
Dan Rasul Paulus mengatakan:
Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus.(Rm 11:16)
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 1 September 2019
Kami sungguh berbahagia ya Bapa
Roh-Mu yang mengajar kami
Sehingga kami bebas dari tinggi hati dan sombong
Setiap saat kami sadar bahwa Engkaulah yang meberi hidup
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
