Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 19:3-12;
Saya kutip sebagian:
Mat 19:3
Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
Mat 19:4
Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Mat 19:5
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Mat 19:6
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Mat 19:7
Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
Mat 19:8
Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
--------
Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu
Saudaraku,
saya tidak punya hak sedikitpun menghakimi atau menilai orang yang bercerai.
Sebab hanya mereka yang mengalami perceraian yang merasakan bagaimana sakitnya diceraikan oleh pasangannya.
Dan tentunya kita sebagai anak-anak Tuhan tidak punya keinginan menyakiti siapapun apalagi pasangannya.
Saudaraku,
apabila kita sungguh-sungguh percaya kepada Allah, bukankah percaya juga bahwa Allah mampu menyembuhkan apapun keadaan kita?
Allah sanggup mengubah orang yang keras hati.
Pernikahan adalah untuk membangun kebahagiaan bersama, jika masing-masing selalu menyadari hal itu pasti tidak akan keras hati.
Sebab hidup tidak mungkin tanpa persoalan atau masalah.
Apabila masing-masing taat kepada Allah, gesekan-gesekan yang terjadi dalam pernikahan bisa disikapi dengan dewasa dan bijak, gesekan itu bisa menghaluskan sudut-sudut yang runcing dan tepi yang tajam.
Sehingga memupuk kelembutan dan keramahan, kesempurnaaan dan cinta kasih yang tegas dan tetap sabar.
Saudaraku,
kebahagiaan yang fana adalah milik orang-orang yang egois.
Orang yang mengurung dirinya sendiri, tidak pernah mau melihat orang lain.
Hanya demi gambaran kebahagiaan yang palsu, lalu mengeraskan hatinya dan tidak lagi peduli dengan pasangannya dan orang lain.
Adakah seorang manusia mampu menyelesaikan semua yang dihadapinya sendirian?
Maka jika kita sendiri sesungguhnya tergantung dari belas kasih orang lain, mengapa kita tidak bersedia melakukannya untuk orang lain?
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 16 Agustus 2019
Allah Bapa kami
Dengan kesederhanaan hati
Dengan kepercayaan yang sungguh-sungguh
Kami mohon Engkau berkenan memperbaiki kelemahan dan kekurangan kami
Lembutkanlah hati kami dengan kasih dan kebaikan-Mu
Terangilah hati kami dengan sabda-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 18:21-35, 19:1;
Saya kutip sebagian:
Mat 18:21
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Mat 18:22
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
---------
Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?
Saudaraku,
doa Bapa Kami memiliki standar pengampunan yang sangat tingi.
Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Rasul Paulus dalam Roma 12:17-18:
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
Saudaraku,
tidak ada kasih tanpa pengampunan dan tidak ada pemgampunan tanpa kasih.
Saya sering mendengar ucapan: maafkan dan lupakan!
Pertanyaannya apakah lalu bisa sungguh-sungguh mengampuni?
Tidak, peristiwa yang dilupakan itu suatu saat bisa saja akan muncul kembali dan bisa saja membangkitkan luka lama.
Pengampunan adalah memaafkan dan menerima semua ketidaknyamanan.
Menerima ketidaknyamanan tidak akan bisa dilakukan jika tanpa cinta kasih.
Ada nasihat yang sangat menarik dari Pengkotbah 7:20-22
Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!
Juga janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang, supaya engkau tidak mendengar pelayanmu mengutuki engkau.
Karena hatimu tahu bahwa engkau juga telah kerapkali mengutuki orang-orang lain.
Lalu permenungannya: adakah sedikit saja alasan untuk tidak mengampuni?
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 15 Agustus 2019
Terpujilah Engkau ya Bapa
Walaupun kami tidak pantas menerima semua anugerah-Mu
Namun Engkau menerima kami
Engkau pun mengampuni kesalahan dan kekurangan kami
Engkau perlakukan kami melebihi dari segala perbuatan kami atau jasa kami
Dan kebaikan-Mu mendorong kami untuk tak henti-hentinya berbuat baik
Kami mohon karya cinta kasih-Mu
Menyertai kami dalam setiap kesulitan kami
Sehingga dalam segala keadaan kami tetap hidup dalam cinta kasih dan pengampunan
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 18:15-20;
Mat 18:15
"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
Mat 18:16
Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
Mat 18:17
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Mat 18:18
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Mat 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
---------
Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali
Saudaraku,
membaca Injil pagi ini, saya langsung teringat Surat St, Paulus kepada jemaat di Efesus,
Ef 4:26:
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
Saudara pernah marah?
Saya sering mendengar pernyataan dari beberapa orang yang punya kuasa: adakalanya harus marah, supaya lebih dihormati dan perintahnya dituruti.
Adapula yang bilang supaya orang lain bisa lebih menghargai, tidak mudah meremehkan.
Tuhan Yesus hanya memerintahkan kita untuk menegor dan memberi nasihat dan melibatkan beberapa orang untuk memberikan pertimbangan.
Saudaraku,
setiap saat bahkan setiap detik, kita selalu dihadapkan 2 pilihan.
Demikian pula saat mengalami ketidaknyamanan dengan orang lain, kita bisa memilih marah atau memilih menyikapinya dengan bijak dan sabar.
Saya lebih memilih untuk selalu melihat diri sendiri terlebih dahulu, bukan untuk melihat siapa yang benar atau siapa yang salah.
Namun masih sanggupkan saya menghadapi ketidaknyamanan itu.
Jika saya masih sanggup, saya akan bicara dengan tetap mengingat akan kasih Allah.
Dan jika tidak saya memilih untuk diam dan menerima ketidaknyamanan itu.
Sebab kita harus selalu sadar akan kodrat ilahi bahwa yang satu akan memikul beban yang lainnya.
Satu dengan yang lainnya saling membutuhkan.
Dan kedamaian hati hanya ditemukan dalam kesabaran.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 14 Agustus 2019
Allah Bapa kami
Kami mohon tempatkanlah kami di mana Engkau menghendaki
Dan kuasailah hati dan pikiran kami dengan Roh-Mu
Perbuatlah apa yang Engkau pandang baik
Karena hanya Engkaulah yang berkuasa akan hari esok
Maka kami pun memohon kepada-Mu
Supaya hanya kasih dan kebaikan-Mu yang menuntun setiap langkah kaki kami
Yang menggerakan perbuatan tangan kami
Dan bahasa kasih-Mu yang menguasai lidah kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 18:1-5, 10, 12-14;
Saya kutip sebagian:
Mat 18:1
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
Mat 18:2
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
Mat 18:3
lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:4
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:5
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
--------
Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Saudaraku,
kesombongan memiliki jutaan cara untuk mentransformasikan dirinya, hati-hati sebab suatu ketika bisa mencampakkan ketempat yang paling hina.
Demikian pula sebaliknya ada orang yang pura-pura tidak memiliki apa-apa untuk memperoleh keuntungan diri.
Saudaraku,
ada baiknya kita selalu menyadari dengan sejujur-jujurnya keadaan kita.
Jangan biarkan kekurangan-kekurangan dan ketidaksempurnaan menjauhkan kita dari Allah Bapa kita.
Cobalah lihat anak-anak kecil itu, saat merasa lemah atau takut, ia akan berusaha mendekati orangtuanya.
Demikian pula sebaliknya janganlah merasa sombong, sebab segala yang kita miliki adalah milik Bapa kita.
Jadilah anak yang paling kecil tidak lebih dua atau tiga tahun.
Sebab lebih dari itu anak-anak ada yang mulai nakal dan mulai mengelabui orangtuanya dengan kebohongan.
Saudaraku,
mari tetap hidup dalam kesederhanaan, sebab tanpa kesederhanaan tidak mungkin menjadi seorang anak di hadapan Allah.
Dan mari kita ingat pula bahwa kesederhanaan selalu diikuti penyerahan diri kepada Allah dan penyerahan diri menuntut ketaatan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 13 Agustus 2019
Allah Bapa kami
Kami serahkan jiwa dan raga kami kepada-Mu
Karena kami percaya hanya Engkaulah sumber penghiburan dan kedamaian
Tanpa ragu kami pegang tangan-Mu ya Bapa
Supaya kami tidak dikalahkan oleh kebohongan
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 17:22-27;
Saya kutip sebagian:
Mat 17:24
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?"
Mat 17:25
Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?"
Mat 17:26
Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya.
Mat 17:27
Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."
---------
supaya jangan kita menjadi batu sandungan
Saudaraku,
ada baiknya kita tidak tergesa-gesa dan bijaksana dalam segala hal.
Tidak mempertahankan pendapatnya sendiri dan keras kepala.
Memang ada kalanya kita berada diposisi yang benar tetapi tidak lantas berhak untuk mencaci yang salah.
Mempertimbangkan dengan tenang untuk setiap perkara yang kita hadapi supaya kita tidak mencemarkan nama Allah.
Ada banyak orang yang saya temui, selalu berkata begini: ini caraku, dan memang begini watakku..
Saya berharap Saudara-saudaraku tidaklah demikian.
Hendaknya kita tidak berpandangan sempit, lapangkanlah cakrawala hati dan pikiran kita.
Dan ingat kita anak-anak Allah mampu melihat dari dimensi Allah.
Maka marilah kita menjaga agar hari-hari yang kita jalani tidak sia-sia begitu saja.
Menjaga perkataan dan perbuatan sedemikian rupa untuk mewujudkan karya-karya Allah.
Sebab setiap hari adalah kesempatan untuk mengumpulkan harta surgawi, yang kita persembahkan kepada Allah.
Dan kita telah menerima teladan yang baik, supaya melalui hidup kita, setiap orang melihat Allah yang hidup.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 12 Agustus 2019
Allah Bapa kami
Begitu cepatnya kesenangan dunia ini berlalu
Terimakasih ya Bapa semua itu Engkau nyatakan kepada kami
Engkau buat mata kami melihat kebahagiaan surgawi
Kami mohon Roh-Mu senantiasa berkuasa atas hati dan pikiran kami
Sehingga setiap hari karya-karya-Mu terwujud dalam hidup kami
Dan setiap orang yang melihat akan memuji dan memuliakan nama-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
