"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 28:8-15;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 28:8
Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Mat 28:9
Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
Mat 28:10
Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
Mat 28:11
Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
Mat 28:12
Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
Mat 28:13
dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
---------

Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur

Saudaraku,
Tuhan Yesus yang hidup menemui para rasul dan banyak orang-orang waktu itu termasuk para serdadu.
Oleh karena kesaksian para Rasul sehingga kebangkitan Tuhan Yesus sampai kepada kita pada hari ini.
Tuhan Yesus menampakan diri kepada kita masing-masing secara lebih personal dan hubungan personal dengan Tuhan Yesus adalah inti atau pokok iman kita.
Itu anugerah yang sangat besar dari Allah untuk kita, sebab tidak semua orang mampu memahami misteri kelahiran, kematian di kayu salib dan kebangkitan-Nya.
Oleh karena itu patutlah kita bersyukur sebab kita adalah orang-orang yang terpilih.
Lalu bagaimana kita menyikapi anugerah itu?
Para serdadu melihat langsung satu kejadian yang luar biasa dan tidak masuk akal manusia, itu anugerah yang sama yang diterima oleh para rasul.
Tetapi para serdadu memilih menjualnya dengan imbalan sejumlah besar uang.

Saudaraku,
tentunya kita semua lebih memilih menjadi seperti para rasul yaitu menjadi saksi kehadiran Allah.
Namun perlu kita menyadari bahwa para rasul mengalami tantangan dan penolakan dimana-mana, bahkan sampai dipenjara.
Mulai dari saat itu dan sampai hari ini pun masih terjadi, ingatlah berapa banyak martir dan berapa banyak orang yang kehilangan nyawa karena Kristus.
Siap atau tidak siap, setiap saat kita akan mendapatkan serangan yang berusaha untuk membunuh iman kita.
Jadi.. bersiaplah untuk ditolak!, jangan menggerutu, marah atau mencaci.
Dan jangan hanya waspada kepada serangan-serangan atau penolakan dari luar, tetapi lebih tajam melihat ke dalam diri.
Penolakan dari luar diri sangat mudah dikenali, dan kita lebih mudah untuk mengatur strategi untuk menghindar atau melawan.
Tetapi serangan dari dalam diri sangat berat untuk mengalahkannya, sebab yang sering terjadi karena mengasihi diri sendiri, atau cinta diri.

Saudaraku,
mari janganlah membohongi diri dengan hidup seperti orang yang tidak mengenal Allah.
Sebab Tuhan Yesus telah bangkit dan hidup dalam diri setiap orang yang percaya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 22 April 2019

Allah Bapa kami
Kami melihat-Mu
Kami mengenal-Mu
Kami merasakan kehadiran-Mu
Kami mengerti kehendak-Mu
Tetapi terkadang keinginan diri bersuara lebih lantang
Oleh karena itu kami mohon ajarilah kami untuk tidak terburu-buru dalam segala hal
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk menyangkal diri
Sebab kami menyadari keinginan diri bisa berubah menjadi perangkap

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 20:1-9;

Yoh 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
Yoh 20:2
Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
Yoh 20:3
Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
Yoh 20:4
Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
Yoh 20:5
Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
Yoh 20:6
Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
Yoh 20:7
sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
Yoh 20:8
Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Yoh 20:9
Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
--------

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya

Saudaraku,
tadi malam saya dibuat tertawa karena ucapan selamat Paskah dari sahabat saya.
Ucapannya begini: Selamat Paskah, bener Yesus sudah bangkit?
Dibawahnya dikasih catatan: ini yang nyuruh romo gue.., gue baru pulang dari gereja.
Spontan saya tertawa membacanya.
Bagi saya pertanyaan itu sangat relevan, bener Tuhan Yesus sudah bangkit?
Sebab masih ada orang-orang Kristen yang belum mengalami kehadiran Tuhan Yesus.

Saudaraku,
hendaklah tidak menyerah dalam pencarian Tuhan Yesus yang HIDUP.
Maria Magdalena berlari mengajak murid yang lain, dan akhirnya ia bisa mengerti Tuhan Yesus yang hidup.
Pandanglah karya-karya Tuhan yang hidup, dalam diri orangtua kita, saudara kita, sahabat dan teman-teman kita.
Sebab mungkin ada yang kesulitan menemukan Tuhan yang hidup dalam dirinya sediri.
Ada yang karena tidak pernah puas akan hidupnya sehingga tidak pernah bisa bersyukur.
Jika demikian akan kesulitan untuk menemukan pengharapan dari Tuhan yang hidup.

Saudaraku,
kita semua yang telah melihat Tuhan Yesus hidup, dipanggil untuk menghadirkan Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
Maka marilah kita menggunakan sarana-sarana yang ada dalam diri kita masing-masing untuk kemuliaan Allah.
Sehingga setiap orang mengalami kebangkitan Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 21 April 2019

Bapa
Terkadang tubuh ini terasa berat untuk menghadirkan kemuliaan-Mu
Selalu saja ada alasan untuk menolak kehendak-Mu

Bapa surgawi
Hanya Engkaulah sumber pengharapan kami
Kami sadar hanya Engkaulah yang berkuasa memberi hidup
Kamilah yang harus berani memulai pekerjaan-Mu itu
Dan kami percaya Engkau akan menyelesaikannya dengan sempurna

Untuk itu kami mohon
Doronglah kemauan kami dengan rahmat ilahi
Supaya hidup kami menjadi saksi-Mu
Bahwa Allah kami adalah Allah yang hidup

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 24:1-12;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 24:1
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.
Luk 24:2
Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu,
Luk 24:3
dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus.
Luk 24:4
Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan.
Luk 24:5
Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?
Luk 24:6
Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea,
Luk 24:7
yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga."
Luk 24:8
Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.
--------

Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea

Saudaraku,
adakah yang pernah mengalami banyak persoalan lalu rasanya, menolak hari berganti?
Saat bangun tidur berkata: ya Tuhan... sudah pagi lagi!!
Dah ditunggu pekerjaan yang belum selesai, dikejar target atau mungkin ada pula yang dikejar cicilan.

Perempuan-perempuan yang masih dalam suasana duka karena wafatnya Tuhan Yesus, tidak tenggelam dalam kesedihan.
Pagi-pagi benar, mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah, mereka terkejut saat mendapati kubur itu kosong dan mereka mendengar kabar sukacita bahwa Tuhan Yesus telah bangkit!

Saudaraku,
manusia tidak lepas dari suka duka, menangis tertawa, meratap menari, dan lain sebagainya.
ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;(Pkh 3:4)
Sebagai orang beriman kita percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik kepada kita.
Lalu tentunya bagaimana cara kita HIDUP dan cara kita MENANGGAPI pemberian Allah itu menjadi sangat-sangat penting.
Maka mari saya ajak merenungkan kutipan dari Pengkotbah 3:10-14:

Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.
Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.
Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.

Kita merayakan kemenangan, Tuhan kita Yesus Kristus telah bangkit dan mengalahkan maut.
Kita dipilih untuk menjadi pemenang karena kita memiliki TUHAN yang DEKAT dan HIDUP.
Maka mari setiap bangun di pagi hari, kita mohon penyertaan Tuhan supaya kita diberikan rahmat kekuatan, setia dan tekun melakukan kehendak-Nya.
Dan dalam doa malam, kita refleksi diri memohon ampun atas kekurangan kita dan mengucap syukur atas kasih-Nya.
Dan percayalah Allah pasti akan memberikan kejutan kepada kita, setiap hari.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 20 April 2019

Allah Bapa kami
Engkau mengajar dan memberi teladan kepada kami
Bahwa cita-cita tidak akan pernah tercapai tanpa perngurbanan

Oleh karena itu dengan rendah hati kami menghadap-Mu
Memohon pertolongan-Mu
Agar kami berani bermati-raga
Mengesampingkan keinginan dan kesenangan diri
Sehingga tubuh ini tidak terikat oleh kesenangan, kenikmatan, kesombongan dan kekuasaan
Dan dengan gembira hati kami melakukan kehendak-Mu
Supaya hanya rencanamu yang terjadi

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 18:1 - 19:42;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 19:16
Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. (19-16b) Mereka menerima Yesus.
Yoh 19:17
Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
Yoh 19:18
Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.
Yoh 19:19
Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
---------

Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak

Saudaraku,
saya awali permenungan pagi ini dengan kabar baik dari Tuhan Yesus:
Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin;(Bdk Luk 4:18)
Pada hari Jumat Agung, Tuhan Yesus memberikan pengertian baru tentang penderitaan manusia.
Mulai saat itu, ketika manusia mengalami kesulitan atau penderitaan maka dengan memandang salib, ia akan menemukan penghiburan.
Lagi pula bukankah setiap manusia yang hidup benar tidak terlepas dari penderitaan?
Mereka yang berjuang melawan ketidakadilan.
Mereka yang berjuang melawan ketidakjujuran.
Mereka yang berjuang melawan keserakahan.

Saudaraku,
hampir setiap manusia pernah mengalami kegagalan dan hampir setiap manusia mengalami persoalan.
Oleh sebab itu marilah kita tetap teguh berakar dalam Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus telah menderita untuk kita, memberikan teladan bagi kita, untuk menghadapi segala kesulitan dan tantangan tanpa menyalahkan orang lain.
Apabila kita tetap bersama Tuhan Yesus dalam menghadapi setiap kesulitan, semua yang kita lalui akan menempa kita menjadi orang yang rendah hati.
Dan saat kita berserah diri dan memandang salib, akan menjaga kita agar tidak menjadi sombong.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 19 April 2019

Allah Bapa kami
Salib Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus mengajarkan kepada kami
Bukan hanya tentang penderitaan dan kerendahan hati
Tetapi kami menemukan teladan kesabaran dalam menghadapi setiap persoalan dan kesulitan

Kami mohon ya Bapa
Roh Kudus-Mu tetap tinggal dalam hati kami
Supaya setiap saat dan sepanjang hidup kami
Engkau dapati kami hidup menurut teladan dan Firman-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 13:1-15;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 13:1
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
Yoh 13:2
Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
Yoh 13:3
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Yoh 13:4
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
Yoh 13:5
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Yoh 13:6
Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"
Yoh 13:7
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."
Yoh 13:8
Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."
--------

Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya

Saudaraku,
apabila kita adalah Petrus, maka pasti kita mengatakan hal yang sama.
Melihat dan bersama Tuhan Yesus dalam kesehariannya, Petrus mengetahui siapa Tuhan Yesus, Ia adalah Allah yang layak disembah dan ditinggikan.
Petrus yang lebih tepat mencuci kaki Tuhan Yesus, ia yang harus melayani bukan sebaliknya.
Para murid belum bisa memahami apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.
Juga tentang wafat-Nya di kayu salib, tetapi setelah Tuhan Yesus dimuliakan dan naik ke surga mereka baru mengerti.

Saudaraku,
saya kira kita lebih beruntung sebab kita memperoleh pengertian yang sangat lengkap melalui hidup para rasul.
Terlebih melalui kesaksian hidup mereka dan ketaatan mereka menjaga hidup supaya Tuhan Yesus tetap hidup dan berkarya untuk semua orang.
Dan oleh karena semua orang kudus dan semua orang yang hidupnya membawa kebaikan Allah, sehingga hari ini kita bisa menikmati kebahagiaan hidup dalam Allah.
Dan kita semua mengetahui apa maknanya, Tuhan Yesus membasuh kaki para murid.
Bahwa kita diutus untuk membawa kasih dan kebaikan Allah kepada setiap orang dengan rendah hati dan melayani.
Lalu pertanyaannya: selama ini kita lebih sering minta dilayani atau melayani?

Saudaraku,
jika tanpa kasih, kita tidak akan pernah bisa dengan tulus melayani.
Sekecil apapun yang kita lakukan untuk orang lain, jika disertai dengan cinta kasih akan sangat besar faedahnya.
Melayani dengan kasih Tuhan, tidak akan pernah mencari keuntungan diri.
Harapannya adalah supaya Tuhan dimuliakan dan semakin banyak orang menerima kebaikan Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 17 April 2019

Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu Bapa
Hidup kami sangat berharga dimata-Mu
Kasih-Mu besar dan tak henti-hentinya menolong kami
Melalui Tuhan kami Yesus Kristus Putera-Mu
Engkau mendekat dan memberikan teladan kepada kami

Ampunilah kesalahan kami ya Bapa
Dan kami mohon Roh-Mu memberikan kekuatan kepada kami
Untuk kami memperbaiki kekurangan-kekurangan kami

Dan kami mohon
Kasih-Mu yang besar itu membuat kami rendah hati
Dan menjadi semangat untuk melayani siapapun dengan tulus ikhlas

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin