"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 8:1-11;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 8:3
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Yoh 8:4
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Yoh 8:5
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Yoh 8:6
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Yoh 8:7
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Yoh 8:8
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Yoh 8:9
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Yoh 8:10
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Yoh 8:11
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
--------

Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.

Saudaraku,
dalam empat Injil yang sudah berulang kali saya baca, saya tidak menemukan Yesus mencela atau menghukum orang yang berdosa.
Justru saya menemukan perkataan bahwa Tuhan Yesus sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.(Bdk Mat 11:19)
Mengapa demikian?

Saudaraku,
orang-orang berdosa membutuhkan ajakan seruan pertobatan, bukan hujatan!
Kebanyakan orang selalu menyalahkan dan menghakimi orang lain.
Kita ini anak Allah maka jika kita merasa teman, sahabat atau saudara kita melakukan kesalahan, tidak boleh kita menghujat, mencela atau menghakimi.
Demikian pula sebaliknya jika kita menyadari diri kita salah, segeralah minta maaf, segera bertobat tidak mengulangi lagi, bukan malah berusaha menutupi dan membenarkan diri sendiri.

Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak menegur orang yang berdosa dengan cara mengutuk atau menghukum.
Tetapi Ia dengan penuh kasih mendekat dan memberikan dorongan dan semangat untuk bertobat.
Sebaliknya,
Tuhan Yesus menegur dengan sangat keras kepada orang yang munafik.
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.(Mat 23:25)

Mari dengan rendah hati datang kepada Tuhan, mengakui kekurangan dan kesalahan-kesalahan kita.
Dan memohon Roh Tuhan untuk menuntun dan memberikan kekuatan supaya berani memperbaiki diri.
Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup.
Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu!(Bdk Yeh 33:11)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 7 April 2019

Bapa
Kami datang kepada-Mu memohon pengampunan dan rahmat
Dan tidak henti-hentinya kami memohon kemurahan hati-Mu
Kami sangat menyesal atas kesalahan-kesalahan kami
Dan kami berjanji tidak akan berbuat dosa lagi

Ampunilah ya Bapa, ampunilah kami
Kepada-Mu kami persembahkan pula segala yang baik
Walaupun tidak banyak jumlahnya
Kami mohon Engkau sempurnakan dan kuduskan
Sebagai ungkapan terimakasih dan hormat kami kepada-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 7:40-53;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 7:43
Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
Yoh 7:44
Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.
Yoh 7:45
Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
Yoh 7:46
Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
Yoh 7:47
Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan?
--------

Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!

Saudaraku,
menurut Saudara Yesus itu Tuhan atau nabi?
Saudara-saudara kita umat muslim percaya bahwa Yesus adalah nabi, mereka menyebut Nabi Isa.
Saya percaya Yesus adalah Tuhan, sebab ia membuat yang tidak ada menjadi ada dan yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Bukan tentang menghidupkan orang mati.
Bukan tentang merubah air menjadi anggur.
Bukan tentang 5 roti dan 2 ikan mengenyangkan ribuan orang.
Saya melihat ketuhanan Yesus dengan sangat sederhana, yaitu tetap mengasihi ditengah dunia yang saling membenci, tetap peduli ditengah dunia yang semakin egois.
Walaupun kita dibesarkan di keluarga kristen.
Walaupun kita sangat rajin ke gereja dan aktif dalam kegiatan rohani.
Walaupun kita rajin berdoa.
Apabila kita tidak mengasihi saat dibenci dan tidak mau berbelas kasih kepada orang yang tidak kita kenal, sama aja kita menganggap Yesus hanyalah seorang nabi.
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu?(Bdk Mat 5:46)
Bukankah orang yang tidak percaya kepada Tuhan pun melakukannya?

Saudaraku,
para rasul dan penulis Injil dengan sederhana menceritakan peristiwa-peristiwa yang menunjukkan iman mereka.
Berbahagialah apabila saat ini mata kita melihat dan telinga mendengar keagungan-Nya dan kita merasakan Tuhan yang hidup dan yang penuh belas kasih.
Sebab dunia ini buta dan tuli kepada penciptanya:
_"Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak._(Yeh 12:2)

Dengan cara yang sederhana pula kita berusaha untuk selalu menyatakan iman kita.
Sebab jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.(Bdk Yak 2:17)
Maka marilah kita selalu mengarahkan pandangan kepada diri kita sendiri dan janganlah suka menilai perbuatan orang lain.
Dengan demikian kita sadar bahwa kita tidak sempurna dan memiliki banyak kekurangan.
Sehingga kita akan berusaha untuk hidup benar dihadapan Allah dan tetap hidup penuh kasih walau sekeliling kita membenci.
Lalu kita akan disebut anak-anak Allah.
Dan.. setiap orang yang melihat akan berkata:
Belum pernah seorang anak manusia yang memiliki kasih sebesar itu!

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 6 April 2019

Kami mengucap syukur ya Bapa
Mata kami melihat jejak kaki-Mu
Dan telinga kami mendengar suara-Mu

Kami mohon rahmat-Mu setiap hari ya Bapa
Untuk mengatasi keinginan diri sendiri
Sehingga ucapan, gerak hidup kami dan langkah kaki kami
Seirama dan sesuai dengan kehendak dan rencana-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 7:1-2, 10, 25-30;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 7:25
Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
Yoh 7:26
Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
Yoh 7:27
Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya."
Yoh 7:28
Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
Yoh 7:29
Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
Yoh 7:30
Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.
--------

Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?

Saudaraku,
orang-orang Yahudi tahu bahwa siapapun yang *menganggu kehormatan* orang-orang Farisi pasti akan disingkirkan.
Tuhan Yesus dimata orang-orang Yahudi dianggap telah menantang orang Farisi.
Zaman itu pemuka agama mengendalikan semuanya, dalam bisnis dan pengadilan.
Jadi jika orang-orang Farisi berencana membunuh Tuhan Yesus, pasti akan terjadi.
Walaupun orang-orang Yahudi banyak yang percaya bahwa Tuhan Yesus adalag Mesias, tetapi tidak akan berani mengatakannya di depan orang-orang Farisi.
Hanya orang Farisi, pemuka agama yang dianggap memiliki hak untuk me-legitimasi.
Lalu pertanyaannya: mengapa Tuhan Yesus tidak membangun semacam diplomasi dengan orang Farisi?

Saudaraku,
Tuhan Yesus adalah Allah, melihat hati orang Farisi.
Orang Farisi tidak sungguh-sungguh dalam menyembah Allah, semua aktivitas rohani yang dilakukan hanya untuk mencari kehormatan diri.
Mereka memilih-milih ayat-ayat kitab suci, hanya yang sekiranya membuat ia terlihat suci.
Mereka pasti mengerti:
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.(Yes 7:14)
Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.(Mik 5:2)

Lalu permenungannya untuk kita:
Apakah kita benar-benar sudah tahu, Tuhan Yesus adalah Kristus/Mesias?
Dan apakah kita sungguh-sungguh percaya kepada-Nya?

Jika ya, tentunya semua aktivitas rohani dan hidup adalah ucapan syukur kita atas kasih dan kebaikan Allah dan tidak pilih-pilih perintah Allah.
Dalam arti, hanya mau yang enak-enak saja, berdoa hanya untuk urusan berkat, berkat dan berkat.
Yang diingat hanya Mazmur 23:2:
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Sedangkan Mazmur 23:4 sering dilupakan:
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Saat sedikit saja mengalami kesulitan langsung mengeluh, mencari-cari cara sendiri, bahkan ada yang lalu menyalahkan orang lain.
Apalagi Lukas 6:38:
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
Buat sekali makan bisa habis Rp 100.000, tetapi akan berhitung jika untuk memberikan sedekah.

Saudaraku,
hendaklah kita tidak menyelidiki pertimbangan-pertimbangan Allah yang tersembunyi.
Sebab tidak semua keputusan Allah, bisa terjangkau oleh akal budi.
Oleh karena iman kita memiliki pengharapan dan dalam kasih Tuhan Yesus kita hidup.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 5 April 2019

Bapa yang penuh kasih dan sumber pengharapan
Kami mohon kuduskanlah kami
Bimbinglah dan lindungilah kami
Supaya hati dan pikiran kami hanya tertuju kepada-Mu

Bapa sumber dari segala pengetahuan
Kami mohon terangilah pikiran kami dengan cahaya ilahi
Sehingga kami terhidar dari perdebatan yang tidak perlu
Dan kami mohon ajarilah kami tetap rendah hati dalam segala keadaan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 5:31-47;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 5:31
Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
Yoh 5:32
ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.
Yoh 5:33
Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;
Yoh 5:34
tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.
Yoh 5:35
Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
Yoh 5:36
Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.
--------

Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku

Saudaraku,
di zaman Tuhan Yesus, orang Yahudi pergi ke sinagoga untuk menikmati pujian, singkatnya siapa yang hidup paling taat dengan Taurat dan aturan yang mereka buat sendiri.
Hati dan pikiran mereka hanya fokus kepada kesucian diri mereka sendiri, bukan untuk kesatuan hidup dengan Allah tetapi untuk memperoleh kehormatan dirinya sendiri.
Bahkan mereka menggunakan Taurat untuk menghakimi orang lain, supaya dirinya sendiri terlihat paling benar dan paling suci.
Dengan demikian mereka jelas tidak akan pernah bisa percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang mereka nantikan, walaupun Tuhan Yesus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Allah.
Yaitu menghidupkan orang mati dan berbagai mujizat yang dahsyat lainnya.
Mereka lebih melihat pelanggaran Tuhan Yesus dalam aturan-aturan yang mereka buat, contohnya tentang hari sabat.

Saudaraku,
tentunya sampai hari ini kita telah menikmati pekerjaan Allah.
Yaitu semua kasih dan kebaikan yang kita terima sampai pagi hari ini, melalui orang tua kita, saudara-saudara kita dan semua orang yang telah berbuat baik kepada kita.
Dan tentunya juga teguran atau kritikan kepada kita, sehingga kita sadar ketika kita berada dijalan yang salah.
Jadi jika selama ini kita telah mengetahui, merasakan dan menerima pekerjaan Allah, tidakkah kita juga ingin terlibat dalam pekerjaan itu?

Saudaraku,
dengan teladan yang baik, ditaburkan benih yang baik.
Mari taburkanlah benih-benih itu, Allah akan mendatangkan angin yang akan menerbangkan benih-benih itu.
Dan percayalah bahwa benih itu akan berakar dan menghasilkan buah.
Dan buah itulah yang akan menjadi saksi-Nya.
Bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 4 April 2019

Ya Bapa
Kami hidup dalam kepercayaan kepada-Mu
Diperkuat oleh teladan orang-orang pilihan-Mu
Dan Firman-Mu yang selalu menjadi cermin hidup kami

Ampunilah kami ya Bapa
Apabila kami terkadang kurang percaya
Terutama saat kami sedang dalam kesulitan

Oleh sebab itu dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu
Roh-Mu memberikan kekuatan dan keberanian kami
Untuk berani membuka tirai dalam hati kami
Sehingga terang cahaya-Mu masuk ke relung hati kami yang paling dalam
Supaya hanya kasih dan kebaikan-Mu saja yang berkuasa atas hidup kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 5:17-30;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 5:17
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."
Yoh 5:18
Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Yoh 5:19
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Yoh 5:20
Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
Yoh 5:21
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
--------
Yoh 5:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
--------

Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga

Saudaraku,
saat saya ada di ruang makan dan melihat hidangan yang telah tersaji di meja makan, saya bisa mengenali yang masak istri saya atau anak saya, hanya dari bentuk irisan sayurnya.
Apalagi saat mulai mencicipi masakannya, kalau anak saya yang masak cenderung agak asin.
Walaupun saya tidak melihat proses memasaknya.

Saudaraku,
Kita adalah anak-anak Allah, apakah kita melihat dan mengenali karya-karya Allah Bapa kita?
Tuhan Yesus dengan tegas dan jelas berkata bahwa: sampai sekarang Allah Bapa bekerja.
Kembali saya memberikan kesaksian, bahwa saya menjadi katolik karena melihat Tuhan Yesus bekerja dalam diri teman-teman dan tetangga-tetangga saya.
Jika saat ini Saudara masih percaya Tuhan Yesus, bersyukurlah dan mari hidup seperti Tuhan Yesus.
Yaitu hidup yang membawa damai, kabar sukacita dan penuh belas kasih.
Mari kita perhatikan, bahwa damai itu semakin mahal, kasih itu semakin langka, semakin banyak orang yang mudah membenci sesamanya.
Semakin banyak orang yang mencela sesamanya dan semakin banyak orang hanya memikirkan dirinya sendiri dan kelompoknya.
Maka kita sebagai anak-anak Allah, setiap hari marilah dengan sekuat-kuatnya memancarkan kasih Allah.

Saudaraku,
rahmat Allah tidak pernah bisa berdampingan dengan hal-hal duniawi.
Hal-hal duniawi akan membutakan mata kita dan membuat telinga kita tuli.
Kita harus dengan tegas memilih, jangan mudah dipengaruhi oleh siapapun dan apapun.
Percayalah Allah akan memberikan kecerdasan ilahi, apabila kita mau melihat tangan Allah bekerja.
Saya sedih masih banyak teman dalam kontak saya, yang mudah ngegosip dan menyebarkan sampah di media sosial.
Padahal kalau menurut saya mereka punya kompetensi dan kecerdasan untuk menyaring kabar, tetapi banyak orang menjadi bodoh ikut menyebarkan berita yang tidak jelas kebenarannya atau lelucon yang tidak bermanfaat.

Saudaraku,
kita adalah orang-orang yang terpilih, dan kita telah diangkat menjadi anak-anak-Nya.
Allah memakai hidup kita untuk rencana-Nya, untuk pekerjaan-Nya.
Kita harus menyadari bahwa setiap saat kita harus menentukan pilihan antara kehendak Allah dan keinginan diri.
jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain.(Bdk Rm 7:21-23)
Maka marilah selalu memohon rahmat kekuatan dari Allah, supaya kita menang mengalahkan keinginan yang jahat.
Agar hidup kita menjadi perwujudan karya Allah.
Sehingga setiap orang yang ada dalam kehidupan kita merasakan damai, sukacita dan belas kasih.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 3 April 2019

Allah Bapa di sorga
Kami persembahkan kepada-Mu
Kesulitan-kesulitan orangtua kami,
Kesulitan sahabat-sahabat kami dan saudara-saudara kami
Kesulitan-kesulitan semua orang yang telah berbuat baik kepada kami
Dan kesulitan-kesulitan keluarga kami sendiri

Kasihanilah kami ya Tuhan Kasihanilah kami
Kami mohon berilah kami rahmat-Mu
Sehingga kami kuat dan setia melakukan kehendak-Mu dalam segala keadaan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin