"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 17:7-10;

Luk 17:7
"Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
Luk 17:8
Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Luk 17:9
Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
Luk 17:10
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."
---------

Saudaraku,
berulang kali baik secara langsung maupun dalam perumpamaan, Tuhan Yesus mengajak kita untuk saling melayani satu dengan yang lainnya.
Melayani bukan untuk mengharapkan upah, namun demi kemuliaan Allah.
jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus.(Bdk 1Pet 14)
Dimulai dari keluarga, suami, istri dan anak-anak, kemudian  kepada  semua orang.
Sebab ada yang diluar tampak manis, tetapi keluarganya berantakan.
Saya melihat ada suami yang seperti seorang raja di rumah, karena merasa dia yang bekerja dan yang mencukupi semua kebutuhan.
Sebaliknya ada istri yang seperti seorang ratu di rumah.
Ada juga yang sudah berbagi tugas yang dianggap adil, tetapi tetap aja ada yang selalu melihat atau mencari-cari kesalahan pasangannya.
Lalu ditempat kerja misalnya jika tanggung-jawabnya gak beres mencari-cari orang lain atau bagian lain yang bisa disalahkan.

Saudaraku,
dalam segala hal kita dipanggil untuk melayani.
Ingatlah kelahiran kita, manusia tidak lahir seperti ayam yang saat menetas langsung bisa berlari.
Lantas apa yang pantas kita sombongkan atau banggakan?
Bukankah kesuksesan/keberhasilan seseorang juga tidak terlepas dari orang lain?
Pernahkah kita berpikir bahwa kita berhutang budi kepada banyak orang?
Pernahkan kita berpikir bahwa jasa/keterlibatan kita kontribusinya sangat kecil atas semua kebaikan yang kita terima saat ini?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 13 Nopember 2018

Bapa di surga
Engkaulah kegembiraan hati kami
Pujian dan ucapan syukur kami naikan sepanjang hari
Hanya Engkaulah yang layak mendapatkan pujian
Hanya Engkaulah yang layak kami banggakan

Kami mohon ya Bapa
Berilah kami keberanian untuk melihat diri sendiri dengan jujur
Supaya kami berani mengakui bahwa sesungguhnya kami lebih banyak dilayani daripada melayani
Dan kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 17:1-6;

Luk 17:1
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
Luk 17:2
Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
Luk 17:3
Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
Luk 17:4
Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."
Luk 17:5
Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"
Luk 17:6
Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
--------

Saudaraku,
saya mengawali permenungan pagi ini dengan saya kutipkan dari Roma 14:12-13:
Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.
Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!

Saudaraku,
mari selalu waspada dan hati-hati, tidak mudah percaya kepada setiap apa yang didengar dan apa yang dilihat.
Tidak lekas percaya dengan perkataan orang, pertimbangkanlah dengan tenang dan seksama.
Seringkali kita lebih percaya kabar yang negatif dan dengan cepat menyebarkannya.
Apalagi kabar tentang keburukan orang lain.
Tetapi kabar kebaikan orang lain, tidak lekas percaya bahkan ada yang mencela, oleh karena kecongkakan dan iri hati.
Menghindari percakapan yang tidak perlu(walaupun hanya melalui media sosial) sekalipun dengan maksud baik.
Supaya tidak terpengaruh oleh hal-hal yang tidak berguna dan supaya tidak mempengaruhi orang lain dengan hal-hal yang tidak berguna.

Saudaraku,
selama hidup di dunia ini kita tidak lepas dari godaan.
Maka marilah selalu waspada dengan berjaga-jaga dan berdoa.
Sehingga hidup kita mampu menjadi teladan, menjadi sumber belas kasih dan membuat orang melihat Allah Bapa kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 12 Nopember 2018

Alangkah besarnya kebaikan-Mu ya Bapa
Engkau meyertai kami dalam setiap perkara
Supaya kami tidak tersesat
Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu
Sabda-mu tinggal dalam hati dan pikiran kami
Menjaga kami dan meberikan kekuatan kepada kami
Untuk selalu berbuat kebaikan
Dan menghidari permusuhan

Kami serahkan hidup kami ya Bapa
Hati dan pikiran kami
Rencana hidup kami
Pekerjaan dan aktivitas kami
Kuasailah kami dengan Roh-Mu
Sehingga setiap kata dan perbuatan kami menjadi kabar baik bagi setiap orang

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 12:38-44;

Mrk 12:38
Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,
Mrk 12:39
yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
Mrk 12:40
yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."
Mrk 12:41
Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
Mrk 12:42
Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
Mrk 12:43
Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Mrk 12:44
Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
---------

Saat hati kita berada di tempat yang tepat:
ucapan syukur datang secara alami.
Saat hati kita berada di tempat yang tepat:
rasa syukur menggantikan segala persoalan.
Saat hati kita berada di tempat yang tepat:
maka semua kekayaan di dunia seakan tidak berarti.
Saat hati kita berada di tempat yang tepat:
kita bersyukur di tengah-tengah kemiskinan kita.
Saat hati kita berada di tempat yang tepat:
kita melihat jalan di tengah-tengah kesulitan.
Saat hati kita berada di tempat yang tepat:
kita melihat terang saat dalam kegelapan.

tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya

Saudaraku,
orang yang sungguh-sungguh kaya adalah orang yang bebas dari keterikatan.
Keterikatan adalah seperti orang haus dan diberikan minum air garam, maka semakin banyak minum, rasa hausnya semakin hebat.
Sehingga selalu merasa kurang dengan apapun yang telah dimilikinya.
Maka dengan demikian akan menjadi orang-orang yang egois, yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan kelompoknya.
Mengurung diri di dalam istana yang dibangunnya sendiri.

Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajak kita untuk memberi lebih banyak.
sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang.
Kita mengetahui bukan tentang jumlahnya, namun tentang memberi dengan hati yang suci.
Hati yang tidak terikat dengan pujian, keegoisan dan keserakahan.
Hati yang selalu mengarah kepada harta abadi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 11 Nopember 2018

Allah Bapa kami
Terkadang kami mudah tersinggung bahkan dengan hal-hal yang kecil
Terkadang kami merasa gelisah dan ketakutan saat kami dalam kekurangan
Terkadang kami sombong jika merasa paling benar
Terkadang kami merasa bisa berbuat segalanya saat kami memiliki kuasa
Terkadang kami selalu merasa kurang dalam segala hal
Kami mohon jamahan-Mu ya Bapa
Ubahlah hidup kami
Ubahlah hati kami
Supaya kami tidak lagi terikat kepada hal-hal yang fana

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 16:9-15;

Luk 16:9
Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."
Luk 16:10
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Luk 16:11
Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
Luk 16:12
Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
Luk 16:13
Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
Luk 16:14
Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.
Luk 16:15
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.
---------

Saudaraku,
mengawali permenungan pagi ini saya kutipkan 1 Timotius 6:17:
Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
Lalu pertanyaannya:
Apakah berarti orang miskin tidak bisa sombong atau tinggi hati?
Bisa, yaitu jika mereka menolak untuk bekerja, dan itulah kesombongan orang miskin.
Bukan hanya sekedar malas bekerja, tetapi mau bekerja namun terlalu banyak menuntut itu juga wujud kesombongan.
Bahwa dirinya merasa tidak menerima pekerjaan kasar.

Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan tentang kesetiaan.
Jika kita sudah memiliki komitmen dengan perusahaan tempat kita bekerja, lakukanlah yang terbaik dan setia.
Dan apabila merasa memdapat gaji/bayar kurang, bersikaplah dewasa jika memang layak mendapatkan lebih, hendaklah meminta bukan memaksa.
Lebih baik pergi mencari tempat yang bisa memberikan gaji yang lebih besar.
Bukan lantas mencuri waktu melakukan pekerjaan lain, yang demikian juga bisa dikatakan tidak setia.
Cara kita melihat uang akan mempengaruhi cara kita memandang pekerjaan.
Jika kita tidak bisa dipercaya dengan milik orang lain, siapakah yang akan percaya memberikan untuk menjadi milik kita?

Saudaraku,
Allah setia dan adil, jika Allah telah percaya kepada kita, kepercayaan-Nya kepada kita akan selalu meningkat dan memberi kita lebih agar kita juga bisa memberi lebih.
Orang yang bermental miskin, memberi adalah beban.
Tetapi orang yang bermental kaya, memberi adalah berkah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 10 Nopember 2018

Allah Bapa kami
Ampunilah kesombongan kami
Dan kelalaian kami yang meremehkan perkara-perkara kecil
Engkau Allah yang adil dan setia
Kami mohon rahmat-Mu Bapa
Untuk hidup lebih peka akan kasih-Mu dan setia melakukan perintah-Mu
Sehinga kami tidak mudah tertipu oleh keadaan dan keinginan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Selamat pagi Saudaraku..

Hari ini kita merayakan pesta pemberkatan Gereja Basilik Lateran.
Basilik agung ini didirikan oleh kaisar Konstantinus Agung, putera Santa Helena, pada tahun 324.
Dalam konteks sejarah Gereja Kristen, basilik ini merupakan basilik agung yang pertama, yang melambangkan kemerdekaan dan perdamaian di dalam Gereja setelah tiga-abad lebih berada di dalam kancah penghambatan dan penganiayaan kaisar-kaisar Romawi yang kafir.
Pemberkatannya yang kita peringati pada hari ini merupakan peringatan akan kemerdekaan dan perdamaian itu.
(Sumber: imankatolik.or.id)

Injil Yohanes 2:13-22;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 2:13
Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
Yoh 2:14
Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Yoh 2:15
Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Yoh 2:16
Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."
--------

Saudaraku,
apakah diantara kita ada yang tidak pernah marah?
Hampir setiap orang pernah marah karena sesuatu hal dan dari waktu ke waktu.
Saya mengajak untuk masuk dalam permenungan:
Apakah kita boleh marah?
Apakah kita menyadari kemarahan itu, dan mengakuinya?

Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kita tidak boleh marah kepada orang lain.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum.(Bdk Mat 5:22)
Kita hanya boleh marah terhadap perilaku dosa, BUKAN ORANGNYA.
Juga dalam Injil Yohanes pagi ini, Tuhan Yesus bukan marah kepada pedagang-pedagang tetapi karena bait Allah yang seharusnya menjadi tempat kudus, dijadikan tempat untuk berdagang.
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?(1Kor 3:16)
Jadi MARAH-LAH terhadap segala sesuatu yang menjauhkan kita dengan Allah.
Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus.(Im 11:44)
Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.(1Pet 1:15-16)

Maka marilah kita selalu berusaha untuk tetap sadar dalam hal apapun, termasuk saat marah.
Supaya tidak menjadi kebencian, sakit hati dan dendam.
Dan akuilah dengan jujur kemarahan itu, janganlah menyalahkan orang lain sebagai penyebab kemarahan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 9 Nopember 2018

Kami mohon rahmat-Mu ya Bapa
Membantu setiap usaha kami agar tidak mudah emosi
Dan lebih sabar lagi dalam menghadapi segala keadaan

Terimakasih ya Bapa
Engkau telah mengkuduskan kami
Engkau telah menyelamatkan kami dari jerat lumpur dosa
Kami percaya Cahaya Roh Kudus-Mu senantiasa menerangi hati dan pikiran kami
Memberi kekuatan kepada kami
Supaya hidup kami layak dihadapan-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin