Yohanes K. Sugiyarta
Injil Markus 13:24-32;
Mrk 13:24
"Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya
Mrk 13:25
dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang.
Mrk 13:26
Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Mrk 13:27
Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.
Mrk 13:28
Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
Mrk 13:29
Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
Mrk 13:30
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi.
Mrk 13:31
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Mrk 13:32
Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."
---------
Saudaraku,
ada banyak tertulis dalam Injil tentang kedatangan kembali Tuhan Yesus ke dunia dengan berbagai macam tanda.
Pagi ini saya mengajak Saudaraku untuk tidak mempelajari tanda.
Bagi saya pribadi, itu tidaklah penting.
Yang lebih penting menjaga diri selalu siap kapan saja, jika hari itu tiba.
Jangan kiranya kita seperti Yudas, yang selalu berada disamping Tuhan Yesus.
Dan hampir setiap hari ia melihat mujizat.
Bukankah mujizat itu adalah tanda Allah?
Tidak seorangpun manusia yang bisa mengadakan mujizat seperti Tuhan Yesus.
Ternyata tanda atau mujizat dan atau apapun istilahnya, tidak menjamin bisa menjaga iman.
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."(Mat 26:25)
Dan bagi saya setiap pagi adalah tanda kebaikan Allah.
Dan walaupun setiap hari mampu melihat tanda Allah, jika tidak diikuti dengan komitmen untuk taat dan setia kepada-Nya, mungkin hanya dengan hitungan detik kita bisa kehilangan iman.
Apalagi jika hanya menyadari kehadiran Allah seminggu sekali di gereja.
Saudaraku,
banyak sekali bunga bermekaran, tetapi tidak semuanya menjadi buah.
Mari kita tetap bertekun dalam iman.
Dan mari kita berdoa memohon kepada Allah supaya kita memiliki hati yang tekun dan lalu kita melakukan bagian kita.
Kita membutuhkan matahari surga supaya iman kita tumbuh subur, berbunga dan berbuah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 18 Nopember 2018
Allah Bapa kami
Tempatkanlah kami dimana Engkau menghendaki
Engkau yang mengetahui apa yang terbaik untuk kami
Dan kami mohon pemeliharaan-Mu agar kami berbuah
Sebab seringkali yang menurut kami pada awalnya baik
Pada akhirnya kami sadar telah tertipu
Bapa di surga
Kasih-Mu adalah tanda yang sempurna
Jika kami tekun dan sungguh-sungguh mengasihi
Kami akan Engkau bawa untuk hidup bersama-Mu selama-lamanya
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 18:1-8;
Luk 18:1
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Luk 18:2
Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
Luk 18:3
Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
Luk 18:4
Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
Luk 18:5
namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
Luk 18:6
Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
Luk 18:7
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
Luk 18:8
Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
--------
Saudaraku,
tentunya kita semua setuju bahwa berdoa adalah salah satu cara berkomunikasi atau berbicara dengan Allah.
Lalu pertanyaannya: berbicara tentang apa?
Saya melihat seseorang yang hampir-hampir sepanjang hari berkomunikasi melalui Whatsapp(WA), mungkin dengan pacarnya.
Apa ya yang dibicarakannya?
Tentunya tentang dia sendiri dan pacarnya.
Tidak mungkin membicarakan orang lain atau pekerjaan, bisa tahan sepanjang hari.
Pembicaraan akan menarik jika masing-masing saling mengenal dan masing-masing mengenal dirinya sendiri.
Saling mengenal berarti masing-masing bisa menerima kekurangan dan kelebihannya.
Dan jika tidak didasari dengan cinta, sepertinya kok tidak mungkin.
Pertanyaan berikutnya saat kita berbicara dengan Allah:
Apakah kita mengenal Allah dan Allah mengenal diri kita?
Dan apakah kita mengenal diri kita sendiri?
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
(Mat 7:22-23)
Jika kita sungguh-sungguh mengenal Allah, tidak akan berbuat kejahatan.
Dan jika tidak melakukan firman Allah, itu sama saja menipu diri sendiri.
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.(Yak 1:22)
Saudaraku,
berdoa membutuhkan TEKAD, bukan sekedar rutinitas atau hanya sekedar basa-basi.
Seperti seorang janda yang selalu datang kepada hakim untuk membela dirinya dalam Injil Lukas hari ini.
Jika hanya basa-basi, saat merasa ditolak ia akan menyerah.
Tekad pasti akan diikuti dengan ketekunan.
Maka marilah kita selalu bertekun dalam doa, sekalipun nampak sia-sia.
Percayalah DOA selalu membawa HASIL.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 17 Nopember 2018
Allah Bapa kami
Engkau boleh tidak percaya kepada kami
Namun...
Kami sangat-sangat percaya kepada-Mu
Untuk itu kuserahkan hidup kami kepada-Mu
Karena hanya Engkaulah yang berkuasa atas hidup
Dan bentuklah kami dengan Roh dan firman-Mu
Sehingga hidup kami sesuai dengan kehendak-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 17:26-37;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 17:28
Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
Luk 17:29
Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
Luk 17:30
Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
Luk 17:31
Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.
Luk 17:32
Ingatlah akan isteri Lot!
Luk 17:33
Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
---------
Saya kutipkan juga dari Kitab Kejadian:
Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini."
Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja.
Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini."
(Kej 19:14-15)
Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;
dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.
Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.
(Kej 19:24-25)
Saudaraku,
mari kita mengucap syukur kepada Allah, sebab Roh Allah ada dalam diri kita.
Jadi kita memiliki indra spiritual sehingga kita melihat kebenaran.
Dosa menjauhkan kita dari Allah.
Dosa melemahkan indra spiritual, namun saya kira tidak bisa membutakan.
Sebab saya sangat yakin Roh itu selalu berteriak saat kita mengikuti keinginan diri, lalu timbulah kebimbangan.
Ada yang menang tapi juga ada yang kalah.
Penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.(Bdk Gal 5:20-21)
Dosa melumpuhkan kesadaran akan kehadiran Allah.
Hati istri Lot terbagi, ia masih mencintai sodom, disisi lain ia juga percaya kepada Lot suaminya.
Karena kebimbangan itulah istri lot tidak selamat.
Saudaraku,
sekali lagi saya ajak untuk mengucap syukur sebab Allah kita adalah Allah yang penuh belas kasih dan tidak menghukum.
Dan tak henti-hentinya Ia mendekat kepada kita dan selalu menawarkan pertobatan, supaya kita tidak binasa oleh dosa.
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
(Yak 1:13-15)
Maka..
Mari berbuat baik sekarang, tanpa mengingat kemarin.
Dan selalu mengucap syukur dan berjaga-jaga agar kita tidak dicobai oleh keinginan diri.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 16 Nopember 2018*
Allah Bapa kami
Kami sadar tubuh ini selalu menuntut
Tubuh ini selalu mendesak
Dan kami sadar pula
Tubuh ini selalu mencari kenikmatan
Kami mohon ya Bapa
Rahmat kekuatan-Mu lah yang menguasai diri kami
Dan kami berani melawan hal-hal lahiriah
Mata kami melihat keajaiban-keajaiban perbuatan-Mu
Sehingga kami selalu hidup dalam damai-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 17:20-25;
Luk 17:20
Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
Luk 17:21
juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."
Luk 17:22
Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
Luk 17:23
Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.
Luk 17:24
Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.
Luk 17:25
Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.
---------
Saudaraku,
kembali kita diingatkan tentang kesadaran, Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.
Saya memahami bahwa definisi Kerajaan Allah adalah tempat dimana Allah memerintah.
Maka apabila kita selalu menyadari kehadiran Allah, kita bersama-Nya dan siap diperintah dan siap melaksanakan perintah Allah.
Dan itulah yang disebut kekristenan, hidup oleh karena Kristus dan di dalam Kristus.
Kerajaan Allah bukan tentang akhir zaman, dengan berbagai tanda bencana dahsyat atau gempa bumi dan lain sebagainya, atau Allah yang datang secara dramatis.
Dan Kerajaan Allah bukan tentang kehidupan kekal di surga, hidup kekal bersama Tuhan Yesus itu sudah pasti, apabila tubuh kita ini melakukan perintah-Nya.
Seorang Kristen, hidup dalam kerajaan Allah diperintah oleh Allah, taat kepada Allah.
Saudaraku,
saya senang memikirkan hari ini, dengan alasan yang sederhana, bahwa saya tidak pernah berkuasa atas hari esok.
Saya pun melihat Allah dan menikmati kebersamaan dengan Allah, hari ini, bukan tentang masa depan atau mungkin saat saya mati nanti masuk sorga misalnya.
Jika kita memahami bahwa Allah itu adalah masa depan, kita akan kehilangan apa yang dilakukan Allah untuk kita, hari ini.
Dan lalu akhirnya seperti yang tertulis dalam Injil Matius:
karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.(Bdk Mat 13:13)
Terlalu sering kita hidup seakan-akan Allah berada jauh, ditempat bintang-bintang berada.
Dan kita lupa bahwa Allah kita adalah Bapa yang penuh belas kasih, sehingga mudah gelisah dan takut.
Saudaraku,
kehadiran Allah mampu memperbaiki dan memurnikan hati, sehingga kita tidak mudah tergoda oleh pertimbangan-pertimgangan manusiawi.
Sebab kehendak sendiri, pendapat sendiri itulah yang merisaukan hati.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 15 Nopember 2018
Bapa
Engkau baik dan selama-lamanya tetap baik
Dan Engkaupun menyertai di sepanjang hidup kami
Tetapi kami lebih sering mengikuti jalan kami sendiri
Seringkali kami tidak menyadari kehadiran-Mu
Padahal Engkau dengan setia dan penuh kasih
Mengulurkan tangan kepada kami
Kami mohon pengampunan Mu ya Bapa
Dan kami mohon rahmat-Mu ya Bapa
Untuk selalu mengarahkan hati kami kepada-Mu setiap saat
Sehingga kami sungguh-sungguh menikmati kerbesamaan dengan Engkau
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 17:11-19;
Luk 17:11
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
Luk 17:12
Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
Luk 17:13
dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
Luk 17:14
Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
Luk 17:15
Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
Luk 17:16
lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
Luk 17:17
Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
Luk 17:18
Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"
Luk 17:19
Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
---------
Saudaraku,
mungkin ada yang secara spontan memberi kritikan bahkan mengecam 9 orang sakit kusta, yang tidak kembali kepada Tuhan Yesus untuk berterimakasih.
Tetapi sebelum mengkritik kita harus bertanya kepada diri kita masing-masing, apakah kita telah mengucap syukur dan berterimakasih atas apa yang Tuhan telah berikan kepada kita?
Dan bagaimana cara kita mengucapkan terimakasih kepada-Nya?
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan.
ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum.
ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan.
ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian.
ketika Aku sakit, kamu melawat Aku.
ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Dan Raja itu akan menjawab mereka:
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, *kamu telah melakukannya untuk Aku.*
(Bdk Mat 25:25-40)
Sudahkan kita melakukannya?
Mari mengarahkan pandangan kepada diri kita sendiri, sebab tidak cukup dengan memberi makan orang yang lapar dan sebagainya.
Tanpa kasih semua perbuatan lahiriah yang mungkin kita anggap baik hampir-hampir tidak ada gunanya.
Bisa-bisa hanya untuk memperoleh pujian atau sanjungan.
Namun sebaliknya pekerjaan, usaha atau perbuatan sekecil apapun yang di dorong oleh belas kasih akan sangat besar gunanya.
Sebab Tuhan lebih melihat batin seseorang daripada pekerjaan atau usaha itu sendiri.
Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.(Bdk 1Sam 16:7)
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 14 Nopember 2018
Ambilah dari diri kami ya Bapa
Segala kesombongan kami
Terkadang kami merasa menjadi orang yang paling berguna
Terkadang kami merasa telah banyak berbuat baik
Tetapi semuanya itu kami lakukan
Hanya untuk kepentingan diri kami sendiri
Kasihanilah kami ya Bapa
Kasihanilah kami
Kami mohon pertolongan-Mu dan tutunan-Mu
Supaya kami beroleh hidup
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
