"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 5:17-30;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 5:19
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Yoh 5:20
Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
Yoh 5:21
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
Yoh 5:22
Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
Yoh 5:23
supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
Yoh 5:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
-----------

Saat menyiapkan renungan pagi ini, saya membuka situs kompas.com dan melihat berita:
Mengaku Anak Angkat Kapolri, Pria Ini Tipu Pengacara hingga Rp 50 Juta
Betapa dahsyatnya nama kapolri hanya mengaku anak angkatnya saja bisa menipu 50 Juta.
Tidak asing dipendengaran kita tentang anak jendral, berpengaruh dimana-mana dan kemana-mana.
Dalam Injil Yohanes hari ini:

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.

Tuhan Yesus bukan hanya sekedar mengaku Anak Bapa, namun Ia memiliki seluruh KUASA BAPANYA.
Segala yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus menjadi bukti nyata Ia adalah ALLAH.
Menarik bagi kita untuk melihat diri pribadi kita masing-masing.
Sebab tidak sedikit yang berkalungkan salib, tidak sedikit yang memasang stiker bernada kristen di mobil, di motor, di helm, di rumah, dll.
Tidak sedikit yang memakai kaos yang bertuliskan tentang kekritenan bahkan ayat Kitab Suci.
KTP tertulis Kristen atau Katolik.
Permenungannya:
Apakah kristen hanya ngaku-ngaku dan bahkan digunakan untuk menipu?
Menipu diri sendiri:
Menipu dengan perbuatannya yang jauh dari Kristus, jauh dari hukum kasih.
Mohon maaf apabila tulisan ini menjadi teguran yang sangat keras.
Sebab jika hidup orang Kristen jauh dari hukum kasih, ia adalah pembohong besar.

Atau menggunakan nama Tuhan Yesus untuk keuntungan pribadi?
Terlibat pelayanan rohani kemana-mana, untuk memperoleh uang dan ketenaran.

Saudaraku, sebagai anak-anak Allah kita harus bisa meng-klaim bahwa kita bisa memberi hidup.
Ada sejuta cara untuk berbagi kepada orang lain, memberi hidup kepada orang lain.
Roh Kudus memberikan kepada kita kecerdasan ilahi, masihkah kita bertindak bodoh hanya untuk menuruti keinginan diri?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Rabu 14 Maret 2018

Bapa di sorga
Kebesaran dan kemuliaan-Mu Engkau nyatakan di dalam hidup kami
Semoga kuasa-Mu memurnikan hati kami
Kami terhindar dari bujukan-bujukan keangkuhan

Engkau yang telah memberi kami hidup
Kami mohon demi kemuliaan nama-Mu
Kami bisa mempersembahkan hidup kami yang kudus
Dan demi keangungan-Mu
Kami bersemangat untuk memberi hidup kepada setiap orang

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 5:1-16;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 5:2
Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
Yoh 5:3
dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Yoh 5:4
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
Yoh 5:5
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Yoh 5:6
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Yoh 5:7
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Yoh 5:8
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Yoh 5:9
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
----------

Sang Penyembuh ada bersama-sama kita, menyembuhkan tubuh dan jiwa.
Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu(Bdk Luk 17:21)
Allah telah menyediakan diri untuk manusia, keputusannya ada pada diri kita, berani meninggalkan panggung dunia atau tidak.
Turun dari panggung dan hidup dengan kerendahan hati dan mentaati hukum Kristus yaitu hukum kasih.

Saudaraku, kita telah menerima Kristus melalui pembaptisan.
Pembaptisan yang menyembuhkan, tidak perlu lagi kita menunggu dipinggir kolam dan menunggu malaikat Tuhan mengguncangkan air kolam.
Marilah kita meninggalkan dunia yang penuh dengan kesusahan, keluh kesah, iri, dengki, sakit hati, rakus, dan kesombongan.
Penyakit dunia menyebabkan malas gerak atau bahkan menjadikan manusia lumpuh total, sebab tangan dan kakinya telah terikat.
Allah telah mengulurkan tanganya:

Maukah engkau sembuh?

Marilah, menyambut uluran tangan Allah dengan berusaha dengan segala daya upaya melepaskan diri dari penyakit dunia.
Mencurahkan seluruh perhatian kepada kasih Allah.
Maka jiwa kita akan menemukan ketentraman.

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. (Rm 14:17)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Selasa 13 Maret 2018

Bapa di sorga
Berikan kekuatan kepada kami
Untuk memakai Firman-Mu
Sebagai kaca mata kami
Sehingga kami tidak tergoda
Menenggok ke kiri dan ke kanan
Dan selalu mengarahkan pandangan kami ke sorga

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 4:43-54;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 4:46
Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
Yoh 4:47
Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
Yoh 4:48
Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
Yoh 4:49
Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
Yoh 4:50
Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
Yoh 4:51
Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
Yoh 4:52
Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
Yoh 4:53
Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.
-----------

Dunia saat ini dibanjiri barang, jasa dan teknologi.
Dengan kemajuan teknologi ada banyak kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan barang ataupun jasa dan kenyamanan.
Banyak toko online dan Go-Jek misalnya aplikasi untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa.
Namun apakah lalu semua kemudahan dan kenyamanan itu lantas membuat manusia merasa cukup?
Pikiran manusia tidak pernah terlepas dari pencarian dan cinta akan apa yang benar dan baik.
Maka apabila pencarian dan cinta akan apa yang benar dan baik itu disikapi dengan benar, iman akan selalu bertumbuh dan berbuah dalam berbagai keadaan, dalam kenyamanan ataupun dalam keterpurukan.
Seperti seorang pegawai istana dalam Injil Yohanes yang kita baca hari ini.
Entah melihat langsung ataupun tidak langsung pegawai istana tersebut percaya bahwa Tuhan Yesus mampu menyembuhkan anaknya.

Saudaraku, ada dalam diri kita masing-masing iman, harapan dan kasih, yang tidak bisa kita sembunyikan walaupun segala hal-hal dunia selalu menyerang dan menganiaya.
Rahmat Allah dan keinginan dunia selalu berlawanan gerak, namun tentunya setiap orang igin sesuatu yang baik.
Maka marilah kita perkuat kehidupan rohani kita, supaya kita tidak mudah tertipu oleh keinginan hati yang cerdik.
Keinginan diri hanya memikirkan keuntungan dan kehormatan bagi dirinya sendiri tetapi rahmat Allah selalu membangkitkan pengharapan hidup dalam kasih Allah.
Supaya kita anak-anak Allah mampu memberikan kebaikan, kesembuhan dan damai sejahtera kepada semua orang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Senin 12 Maret 2018

Bapa di sorga
Kami mohon rahmat-Mu selalu bercahaya
Menguasai keinginan diri kami
Supaya kami terhindar dari kerakusan akan hal-hal duniawi

Kami mengucap syukur
Sebab Engkau telah mengangkat kami dari keduniawian
Membawa hidup kami dalam kasih-Mu
Tuntunlah dan ajarilah kami
Untuk selalu bersemangat dalam kerohanian
Dengan segala daya upaya kami
Melalui doa-doa kami
Melalui ibadat kami dan melalui pewartaan kami
Karena firman-Mu selalu hidup dalam setiap aktivitas dan pekerjaan kami
Sehingga kami tidak terjatuh kedalam kedagingan

Kami bawa hidup kami dan doa-doa kami kepada-Mu
Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami
Amin

Injil Yohanes 3:14-21;

Yoh 3:14
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
Yoh 3:15
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:17
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Yoh 3:18
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
Yoh 3:19
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Yoh 3:20
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
Yoh 3:21
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."
-----------

Ujaran kebencian menjadi istilah yang sangat populer di negara kita tercinta Indonesia.
Demikian pula dengan pencemaran nama baik menjadi paling populer, karena mengancam benteng kegelapan.
Semakin banyak orang yang merasa namanya baik, sehingga merasa terancam menjadi cemar.
Sebagian tanda bahwa manusia lebih menyukai kegelapan.
Mereka sudah terbiasa hidup dalam kegelapan jadi jika ada sedikit cahaya maka matanya akan menjadi silau.
Mengurung diri dalam pendapat sendiri demi kepentingan diri sendiri, dan hampir-hampir tidak melihat atau buta terhadap orang lain diluar kelompoknya.

Berbahagialah orang yang mampu melihat kondisi seperti tersebut, yang matanya terbuka lalu menyadari bahwa kegelapan itu nyata.
Perjuangannya menjadi jelas yaitu menjaga diri agar tidak binasa dalam jerat kegelapan itu.
Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang.

Berbahagialah yang matanya melihat Allah, mendengar kabar baik, Allah sangat mengasihi manusia.
Apabila cinta manusia saja bisa mengubah keadaan, misalnya yang dicintai kekasihnya, anak dicintai orangtuanya dan orangtua dicintai anaknya.
Apalagi cinta kasih Allah, Ia yang berkenan merendahkan diri menjadi manusia, karena cinta, siapa saja yang menanggapi cinta-Nya akan selamat dari kegelapan.

Saudaraku, mari kita bersyukur bahwa kita memiliki Allah yang adil.
Keadilannya itulah salah satu bukti cinta-Nya kepada kita.
Ia tidak menghukum, tetapi Ia mendekat dan dengan penuh kasih Ia membawa kita kepada kedamaian dan hidup kekal, memahkotai kemuliaan dan hormat.

apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
(Mzm 8:5-6)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Minggu 11 Maret 2018

Bapa
Tangan-Mu selalu memegang kami
Sehingga kami kudus
Apabila Tangan-Mu Engkau lepaskan
Apabila kami melepaskan Tangan-Mu
Kami akan tenggelam dan binasa dalam keinginan
Dan jika tanpa Engkau
Yang ada dalam diri kami hanyalah kesombongan dan hawa nafsu

Kami bersyukur atas karya-Mu dalam hidup kami
Cahaya Kasih-Mu memelekkan mata kami dan menuntun langka kaki kami
Sehingga kami tidak masuk dalam jerat kegelapan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kebenaran-Mu kekal
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 18:9-14;

Luk 18:9
Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
Luk 18:10
"Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
Luk 18:11
Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
Luk 18:12
aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
Luk 18:13
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
Luk 18:14
Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
------------

Apakah doa orang Farisi tersebut salah? Menurut saya tidak.
Sebab memang demikian adanya, orang Farisi tidak berbohong tentang dirinya.
Orang Farisi adalah orang Yahudi yang taat.
Namun... ia tidak berdoa melainkan membuat pertunjukan berdoa.
Telinganya haus mendengar tepuk tangan.

Saudaraku, jika saya melihat secara jujur diri saya sendiri, sepertinya porsi caci-maki akan lebih banyak daripada porsi tepuk tangan.
Pengenalan dan pengakuan secara jujur terhadap diri sendiri akan membawa ke kerendahan hati.
Tidak ada sedikitpun alasan untuk sombong dalam hidup ini.
Merasa suci? esok hari ada yang lebih suci.
Merasa paling taat? esok hari ada yang lebih taat.
Merasa pintar? esok hari ada yang lebih pintar.
1Yoh 2:16:
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Tinggi hati jauh dari kedamaian.
Kedamaian tidak akan pernah bisa ditemukan dalam mata, telinga, hidung, lidah dan kulit.
Justru jerat pancindera itulah yang menghambat kita memperoleh kedamaian.

Saudaraku, marilah mengarahkan pandangan kepada Allah.
Supaya yang memperoleh sedikit tidak bersedih hati merasa kurang dan yang memperoleh banyak memiliki kemurahan hati untuk berbagi kepada semua orang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Sabtu 10 Maret 2018

Bapa di sorga
Kebaikan-Mu sangat besar
Dan Engkau nyatakan setiap hari kepada kami

Ajarilah kami ya Bapa
Agar mata dan hati kami selalu mengarah kepada-Mu
Sehingga ridak ada sedikitpun alasan untuk kami sombong

Ada orang yang menerima lebih banyak
Ada pula yang menerima sedikit
Itulah wujud keadilan-Mu ya Bapa
Sebab keputusan-Mu lah yang paling adil

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin