Yohanes K. Sugiyarta
Injil Yohanes 2:13-25;
Saya kutipkan sebagian:
Yoh 2:13
Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
Yoh 2:14
Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Yoh 2:15
Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Yoh 2:16
Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."
Yoh 2:17
Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."
--------
Rutinitas hidup apalagi dengan berbagai kenyamanan yang diperolehnya bisa menjadi penipu, saat kita memandang salib Kristus.
Terutama dalam masa prapaskah sebab kita diingatkan lagi tentang DOA dan PUASA.
Kenyamanan tidak harus dengan sesuatu yang WAH, misalnya mobil, rumah bagus, uang banyak..
Namun saat ingin makan nasi goreng tersedia nasi goreng, ingin minum jus durian tersedia jus duruian, ingin beli baju baru bisa beli baju baru, itulah contoh kenyamanan.
Kenyamanan-kenyamanan tersebut seperti para pedagang yang mengotori Bait Allah.
Menjadi penghalang kepada Salb Kristus.
Kenyamanan membuahkan mager atau malas gerak, sulit untuk berubah, padahal pertobatan adalah perubahan hidup mengikuti kehendak Allah.
Saudaraku, kita selamanya harus berpuasa dari apapun yang menghalangi kita dari Salib Kristus.
Marilah dalam masa pantang dan puasa ini, kita membersihkan pedagang, penukar uang, dll. di sekitar hati kita.
Dan gunakan yang selama ini biasa digunakan untuk berdagang, harta, jasa, perhatian dan apapun wujudnya, untuk semua orang yang membutuhkan jamahan tangan-tangan kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 4 Maret 2018
Semua mencari untuk kepentingan dan kesenangan diri sendiri
Tetapi Engkau menghendaki keselamatan kami ya Bapa
Kami mohon ya Bapa
Tuntunlah kami dengan Roh Kudus-MU
Supaya kami mencapai kesempurnaan hidup
Sehingga kami layak menerima kebahagiaan dan kehidupan kekal
Bapa di sorga
Kuatkanlah kami dalam masa prapaskah ini
Semoga kami dengan semangat sebagai rasul-Mu
Menjalankan pantang dan puasa untuk mendekatkan kami dengan Salib Putera-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Saya kutipkan sebagian:
Luk 16:19
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
Luk 16:20
Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
---------
Luk 16:22
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Luk 16:23
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Luk 16:24
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
---------
Luk 16:27
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
Luk 16:28
sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
Luk 16:29
Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
Luk 16:30
Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
Luk 16:31
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
---------
Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu
Saudaraku, martabat kita diangkat, Allah menjadikan kita anak-anak-Nya.
Dengan demikian kita harus selalu menyadari bahwa hidup kita membawa nama Bapa kita.
Setiap orang tentunya tidak ingin mencemarkan nama keluarga.
"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!(Luk 12:49)
Mmembutuhkan lebih banyak kerja keras, untuk mempertahankan api Roh Kudus tetap menyala.
Semakin hari dunia semakin cerdik, tidak melawan api dengan menyiram air atau meniupkan angin dari luar.
Namun melobangi buli-buli minyak, dengan menawarkan segala kenikmatan dunia.
Semakin hari semakin banyak manusia yang cinta diri, menjadi individualis.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi semakin banyak manusia menjadi malas.
Saudaraku, marilah kita selalu menyadari mengusahakan hidup kita, agar hidup kita menjadi saksi sorga.
Dengan target sederhana yaitu minimal satu atau dua orang saja yang dapat memahami kita baik.
Maka jika semangat itu terjaga keinginan-keinginan jahat tidak akan mampu melobangi buli-buli minyak kita.
Api Roh Kudus tetap menyala dan hidup kita akan menjadi cahaya, sehingga setiap orang akan melihat kebenaran.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 1 Maret 2018
Bapa di sorga
Kami sangat berbahagia
Sebab kami berjalan dengan Firman-Mu
Roh Kudus-Mu menerangi jalan kami
Sehingga kami tidak tersesat
Engkau ingin semua orang merasakan kasih-Mu
Maka jadikanlah hidup kami sebagai perwujudan kasih-Mu untuk semua orang
Jadikanlah kami saksi-saksi-Mu
Hidup kami menghadirkan sukacita sorga dan membawa pengharapan kehidupan kekal
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 20:17-28;
Saya kutipkan sebagian:
Mat 20:25
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Mat 20:26
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
Mat 20:27
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
Mat 20:28
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
-------------
Saya memiliki teman yang saat ini punya jabatan kepala bagian.
Yang menjadikan saya kagum adalah dia mengawali karirnya dari OB(Office Boy) atau pesuruh, hanya lulus SMP.
Pulang kerja ikut sekolah paket C.
Lulus paket C diberi kesempatan untuk menjadi staff.
Lalu dia melanjutkan kuliah malam dan lulus S1.
Menjadi pemimpin dunia tidaklah sulit, dengan usaha yang tekun mengembangkan diri pasti bisa tercapai.
Segala usaha yang kita lakukan untuk mengembangkan diri adalah hukum alam.
1 + 1 = 2, artinya jika berusaha dengan sungguh-sungguh dan tekun pasti akan berhasil.
Tetapi bagi kita anak-anak Allah memiliki hukum Allah.
Yang menuntun kita untuk mencapai kebahagian sejati, kedamaian dan kehidupan kekal.
Menjadi pemimpin dalam Kristus, harus menyadari bahwa bukan hanya memimpin dalam urusan pekerjaan, tetapi harus mampu memberi teladan.
Hidup sebagai rasul-rasul Kristus, melayani sesama dengan penuh kasih.
Bekerja di ladang Tuhan, tidak cukup menggunakan kecerdasan dan akal budi.
Segala hal di dunia akan selalu menggoda untuk menjadi sombong.
Entah yang didapatkan dengan mudah ataupun dengan susah payah.
Memperoleh sesuatu dengan susah payah tidak lantas mampu membuat hidupnya rendah hati.
Saudaraku, tatangan terberat dalam melayani adalah dari dalam diri.
Hampir setiap manusia menginginkan dihargai.
Seorang ayah minta dihargai, ibu minta dihargai, pimpinan minta dihargai.
Maka marilah kita selalu berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran minta dihargai, atau bahasa dalam bahasa jawa di-uwong-ke atau di-manusia-kan.
Supaya tidak menghalangi tujuan hidup kita yaitu menjadai pelayan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 28 Februari 2018
Allah Bapa di sorga
Kami mohon Engkau selalu menasehati kami
Dalam setiap rencana dan usaha kami
Supaya kami tidak lekas percaya dengan keinginan-keinginan kami
Bapa di sorga
Kami percaya Roh Kudus-Mu selalu hidup dalm diri kami
Yang meberikan kekuatan kepada kami
Untuk menolak dengan tegas terhadap keinginan-keinginan diri
Bapa di sorga
Tuhan Yesus Kristus Putera-Mu
Telah memberikan teladan kepada kami
Kami mohon rahmat-Mu
Supaya hidup kami menjadi teladan bagi semua orang
Menjadi jalan untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan kekal
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 23:1-12;
Mat 23:1
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
Mat 23:2
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Mat 23:3
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
Mat 23:4
Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Mat 23:5
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
Mat 23:6
mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
Mat 23:7
mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
Mat 23:8
Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
Mat 23:9
Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
Mat 23:10
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Mat 23:11
Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Mat 23:12
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
------------
Lebih suka ternama daripada rendah hati
Ada pemandangan yang sangat menarik saat saya implementasi Software atau Hardware di banyak perusahaan.
Saat melihat seorang direktur perusahaan besar yang jalan sendiri ke pantri dan membuat kopi sendiri.
Hal itu menjadi pemandangan yang aneh.
Sebab hampir-hampir semua perusahaan yang saya kunjungi, seorang kepala bagian saja dalam hal membuat kopi atau teh memerintah OB(Office Boy) atau staf dibawahnya.
Saudaraku, sebagai anak-anak Allah, sumber gerak hidup kita adalah Kristus.
Tuhan Yesus dalam segala hal telah memberikan teladan kepada kita untuk hidup rendah hati.
Banyak alasan kita untuk meninggikan diri, dari hal-hal kecil sampai dengan hal-hal yang besar.
Dalam keluarga, pergaulan ataupun dalam aktivitas pekerjaan.
Maka kita harus mahir, pintar, cerdas dan bijaksana untuk tetap menjalankan kehendak Allah.
Sebab godaan menjadi orang ternama tidak hanya tentang jabatan dan profesi.
Di keluarga ingin menang sendiri, di komunitas ingin dominan.
Saudaraku, marilah dengan apa yang kita punya, dengan pengetahuan dan jabatan kita.
Selalu berusaha untuk memberikan pelajaran yang baik, mengutamakan pengadian diri kepada Allah.
Janganlah kiranya kita tenggelam dalam keinginan dunia.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 27 Februari 2018
Bapa di sorga
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Dalam setiap usaha kami mengarahkan pandangan kami kepada-Mu
Sehingga kami lebih jujur dan rendah hati dalam memandang diri sendiri
Bapa, tuntunlah kami
Agar kami bisa menundukkan diri dan menguasai diri
Supaya kami tidak terseret oleh keinginan-keinginan yang tidak teratur
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 6:36-38;
Luk 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
Luk 6:37
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
Luk 6:38
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
------------
Janganlah kamu menghakimi
Pengertian manusia sangatlah terbatas, dan penglihatannya kabur oleh keinginan diri.
Saya ulang kembali pertanyaan 2 hari yang lalu:
Pantaskah manusia menilai dan menghakimi sesamanya?
Dalam beberapa group medsos yang saya ikuti, selalu ada copas atau pendapat seseorang yang mengundang untuk mengomentari atau mungkin memberikan pendapat tentang tokoh tertentu atau bahkan lembaga, badan atau kelompok.
Karena saya bukan anggota DPRD, DPR atau MPR, dan saya bukan seseorang yang punya kapasitas dan kewenangan untuk memberi masukan atau komentar maka saya memilih diam.
Saya tidak pernah mau berkomentar bukan saya tidak peduli keadaan sekitar atau negara.
Perbedaan antara komentar dan menuduh sangat tipis, bahkan terlalu sangat sulit untuk dibedakan.
Saya hanya konsisten melatih diri untuk tidak masuk dalam ranah menuduh dan menilai.
Sebab dengan tujuan dan alasan apapun, tanpa disadari apa yang kita lihat apa yang kita dengar selalu punya peluang menjadi pustaka hidup.
Lalu kemudian berpotensi mempengaruhi pola pikir selanjutnya.
Saya belajar kepada pohon:
Pohon tidak mungkin membuat perisai atau pagar supaya terhindar dari angin kencang.
Namun pohon bisa menumbuhkan akar yang kuat dan dalam, supaya kuat menahan terpaan angin.
Saudaraku, marilah berhati-hati dan bijaksana dalam menyikapi gencarnya arus informasi.
Banyak sekali konten-konten yang tanpa disadari melatih menghakimi.
Dan banyak sekali konten-konten yang tanpa disadari menggoda kita untuk sombong.
Hati-hati, kesombongan termasuk salah satu perwujudan menghakimi, sebab seolah-olah merasa benar atau pintar dan orang lain salah dan bodoh.
Saudaraku, marilah kita membiasakan diri mengarahkan pandangan kepada diri kita sendiri dan menghindari memberikan penilaian-penilaian atas perbuatan orang lain.
Sebab kita seringkali menilai menggunakan ukuran-ukuran yang kita ciptakan sendiri.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 26 Februari 2018
Allah Bapa di dalam sorga
Walaupun kami telah sangat hati-hati dalam bertutur kata dan bersikap
Dan menjaga diri dengan hati-hati dalam segala hal
Duniapun bertambah cerdas dan pintar menciptakan godaan-godaan dan tipuan baru
Untuk itu kami mohon pertolongan-Mu ya Bapa
Semakin hari kami semakin bersemangat untuk menjadikan Firman-Mu sebagai pustaka hidup kami
Sehingga kami tumbuh dan berakar kuat dalam Firman-Mu
Kami sungguh-sungguh percaya
Engkau tidak akan pernah meninggalkan kami
Engkau setia dalam segala hal
Kami ingin selalu dekat dengan-Mu
Supaya kami tidak tergelicir oleh lidah kami sendiri
Seperti Firman-Mu
Musuh kami adalah keinginan diri kami sendiri
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
