Yohanes K. Sugiyarta
Injil dari Matius 16:13-20;
Mat 16:13
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
Mat 16:14
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
Mat 16:15
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
Mat 16:16
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Mat 16:17
Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Mat 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
Mat 16:20
Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.
-------
Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup
Mesias artinya yang diurapi Allah.
Pada zaman itu yang diurapi Allah: nabi, imam dan raja.
Dan ketiganya ada dalam diri Tuhan Yesus.
Tidak hanya itu, Petrus mengatakan Anak Allah yang hidup.
Lalu pertanyaannya:
Apa artinya itu bagi kita hari ini?
Apakah masih ada yang mengatakan _kata orang_??
Dan apabila kita setuju dengan yang dikatakan Petrus, Anak Allah yang hidup!
Lalu apakah kepercayaan itu telah terwujud dalam kehidupan kita?
Ajaran Tuhan Yesus melebihi dari semua ajaran-ajaran para nabi.
Dan banyak hal yang Agung dan Ilahi akan kita dapatkan apabila kita sungguh-sungguh mengikuti perintahNya.
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup(Bdk Yoh. 14:6)
Keselamatan Jiwa hanya ada di dalam Tuhan Yesus.
Orang yang mempunyai banyak pengetahuan dan disebut orang pintar, orang pandai, orang cerdas.
Kaya dan terkenal, itu semua tidak akan mampu memberikan keselamatan jiwa.
Mari Saudaraku, saya ajak merenung sesaat:
Adakah yang merasa paling pintar?
Adakah yang merasa paling kaya?
Adakah yang merasa paling baik?
Jika memang ada, saya percaya itu, namun hanya sejauh mata melihat.
Selepas jangkauan penglihatan, ada banyak orang yang lebih.
Merasa lebih daripada orang lain tanpa disadari membuat kita tidak lagi membutuhkan Allah.
Membuat sesat dan kita akan mati dihakimi oleh pendapat itu.
Berbahagialah orang yang melihat kebenaran dan belajar dari kebenaran itu sendiri.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 27 Agustus 2017
Bapa di sorga
KasihMu sungguh besar kepada kami
Sehingga Engkau memberikan Tuhan Yesus
Yang selalu hadir dan hidup dalam hidup kami
Roh KudusMu membuat kami melihat
Keselamatan jiwa hanya ada dalam PuteraMu
Kami memuliakan dan mengagungkan Engkau ya Bapa
Dengan seluruh hidup kami
Kami mohon ya Bapa
Lindungilah kami dari segala yang jahat
Jagalah hati kami agar tetap suci dan murni
Dengan kekuatan SabdaMu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Matius 23:1-12;
Mat 23:1
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
Mat 23:2
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Mat 23:3
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
Mat 23:4
Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Mat 23:5
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
Mat 23:6
mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
Mat 23:7
mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
Mat 23:8
Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
Mat 23:9
Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
Mat 23:10
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Mat 23:11
Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Mat 23:12
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
--------
Kerendahan hati ada dalam pustaka kita semua.
Tetapi apakah lalu itu terwujud dalam kehidupan kita?
Seperti ahli-ahli taurat dan orang farisi, mereka mengajarkan taurat Musa tetapi tidak melakukannya.
Pertobatan ada dalam pustaka kita pula.
Dengan cepat kita bisa mengaku dosa-dosa kita.
Pertanyaannya:
Apakah kita juga mampu melihat dosa-dosa itu?
Dengan kata lain dengan mampu melihat dosa/kekurangan itu, maka tidak akan lagi merasa paling.
Dan akan terhindar dari kemunafikan.
Mengijinkan orang lain melihat kita, jangan pernah sedikitpun tersingung atau marah saat ada yang menegur, mengkritik bahkan mencaci-maki.
Kepuasan dunia selalu akan meninggalkan endapan kekecewaan.
Sekalipun berbalut kain sutra, bermobil ferrari, rumah yang mewah, daging tetaplah daging yang bisa terluka dan bisa membusuk.
Semoga kita semua selalu mampu melihat diri sendiri dengan jujur.
Dan tidak masuk kedalam perdebatan hawa nafsu.
Sebab kita pasti akan kalah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 26 Agustus 2017
Sungguh kami bersyukur kepadaMu ya Bapa
Engkau menjadikan kami anak-anakMu
Engkau memberikan Roh Kudus
Sehingga mata kami melihat segala kebaikanMu
Bukan karena kuat dan gagah kami
Bukan karena kepintaran kami
Bukan karena kegigihan kami
Kami mohon rahmatMu ya Bapa
Agar kami mampu berserah diri kepadaMu
Mengesampingkan kehendak dan pilihan diri sendiri
Dan selalu mengikuti kehendakMu
Dan bebaskanlah kami dari kehendak hati
Yang selalu ingin mendapatkan hormat dan pujian
Supaya kami tidak terikat kepada hal-hal yang fana
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Matius 22:34-40;
Mat 22:34
Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
Mat 22:35
dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
Mat 22:36
"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
Mat 22:37
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Mat 22:38
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Mat 22:39
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Mat 22:40
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
---
Banyak hal di dunia ini yang kecil tetapi lebih berharga dari yang ukurannya lebih besar.
Dan hampir semua hal-hal yang besar berawal dari hal-hal kecil.
Orang yang sedang jatuh cinta, besar keiinginannya untuk memberikan hadiah apapun kepada orang yang dicintainya.
Rela dan dengan senang hati melakukan segala sesuatu demi cinta.
Namun adakalanya justru melupakan hal-hal kecil dan sederhana.
Tentunya setiap orang tidak ada yang sempurna.
Orang yang kita cintaipun pasti memiliki kekurangan.
Saat sedang jatuh cinta, cinta bisa menutupi kekurangan itu.
Itulah yang sering terjadi.
Namun tidaklah demikian yang seharusnya dilakukan.
Kekurangan bukan ditutupi dengan cinta namuan dipahami dengan cinta.
Memahami lebih besar daripada Memberi.
Memberi bisa tanpa cinta.
Tetapi tidak akan pernah bisa memahami tanpa cinta.
Allah mencintai kita.
Allah memahami kelemahan kita dan kekurangan kita.
Maka Ia memberikan Roh Kudus untuk menyertai hidup kita.
Dan Allah selalu membukakan pintu pertobatan bagi kita.
Apabila ada orang yang mudah tersinggung berarti orang itu kekurangan cinta.
Tersinggung adalah wujud menghakimi.
Berarti pula tidak mampu memahami.
Kekurangan dan kelebihan dari kita masing-masing untuk saling melengkapi.
Kekurangan atau kelemahan bukan untuk bahan ejekan dan gosip.
Kelebihan bukan untuk disombongkan.
Mari coba bayangkan jika di dunia ini hanya ada satu kata.
Tidak akan ada puisi atau syair lagu yang indah.
Maka marilah kita belajar memahami.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 25 Agustus 2017
Allah Bapa di dalam sorga
Puji dan syukur kami haturkan kepadaMu
CintaMu memelekkan mata kami
Sehingga kami mampu untuk memahami
Kelemahan kami dan kelemahan dan kekurangan orang lain
CintaMu pula yang membuat kami
Selalu bisa mengucapkan syukur
CintaMu membuat hidup kami lebih bermakna
Kami tidak terjebak dalam rutinitas yang tanpa arti
Terimakasih untuk Roh KudusMu
Yang selalu setia menghibur kami
Yang selalu meluruskan jalan kami
Yang selalu menegur kami
Roh KudusMu pula
Yang mengajarkan kami untuk berdoa
Menjadi kacamata rohani kami
Sehingga kami melihat keindahan cintaMu
Terimakasih Bapa untuk cintaMu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Yohanes 1:45-51;
Yoh 1:45
Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
Yoh 1:46
Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
Yoh 1:47
Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
Yoh 1:48
Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
Yoh 1:49
Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
Yoh 1:50
Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
Yoh 1:51
Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
----
Natanael atau Bartolomeus setelah itu menjadi pewarta Injil di dunia timur dan asia kecil.
Kita semua anak-anak Allah.
Yang mendengar Tuhan Yesus melalui orangtuanya atau mendengar melalui orang lain.
Apakah Saudaraku mendengar sapaan dari Tuhan Yesus secara personal?
Saya sangat yakin jawabannya: YA.
Apakah Saudaraku berkobar?
Saya yakin jawabanya: YA.
Lalu kemudian apakah kemudian Tuhan Yesus terwujud dalam kehidupan kita sehari-hari?
Masing-masing dari kita memiliki talenta atau kemampuan yang berbeda-beda.
Ada yang mewujudkan panggilan itu dengan hidup menjadi, romo, bruder, suster dan penginjil.
Kitapun dalam pilihan hidup kita masing-masing harus mampu mewujudkan Kristus.
Dalam keluarga, dalam pekerjaan dan dalam berkomunitas apapun.
Hidup dengan tidak ada kepalsuan.
Maka apapun yang kita lakukan pasti jujur dan dengan ketulusan hati.
Apapun profesi kita.
Allah telah melemparkan api kepada kita, jangan biarkan itu padam.
Api yang membakar semangat kita untuk melayani sesama.
Dan Tuhan Yeus mengatakan:
Sesungguhnya kita semua akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 24 Agustus 2017
Bapa di surga
KaryaMu nyata di hadapan kami
Begitu besar dan indah
KemuliaanMu selalu terpancar di alam ini
Mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Tarian dan pujian yang indah dan merdu
Untuk kemuliaanMu
Engkaupun mengundang kami
Agar hidup kami menjadi tarian dan pujian untuk kemuliaanMu
Untuk itu kami mohon kepadaMu
RahmatMu memberikan semangat dan kekuatan
Sehingga kami menari dan bernyanyi karena sabdaMu
Bukan karena lirik dunia
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Matius 20:1-16;
Mat 20:1
"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
Mat 20:2
Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
Mat 20:3
Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
Mat 20:4
Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
Mat 20:5
Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
Mat 20:6
Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
Mat 20:7
Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
Mat 20:8
Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
Mat 20:9
Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
Mat 20:10
Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
Mat 20:11
Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
Mat 20:12
katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
Mat 20:13
Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Mat 20:14
Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
Mat 20:15
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
Mat 20:16
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."
-------
Sering bacaan Injil pagi ini dikaitkan dengan keadilan dan karunia Allah.
Orang yang bekerja 1 jam menerima upah sama dengan yang bekerja 12 jam.
Orang berkata itu tidak adil.
Pertanyaannya: keadilan itu seperti apa?
Ada beberapa pernyataan seperti ini:
Saat menerima yang dianggap pantas, itu adil.
Saat menerima melebihi apa yang diharapkan, itu rahmat atau berkat.
Saat merasa tidak pantas menerima, itu karunia/anugrah.
Jika adil itu tentang pantas.
Apakah artinya pantas?
Pantas sesuai kebutuhan atau keinginan?
Allah tidak bekerja berdasarkan keadilan, tetapi Allah melihat apa yang kita butuhkan.
Dan itulah karunia Allah.
Maka untuk menanggapi karunia itu, sudah seharusnya kita hidup baik mengikuti kehendak Allah.
Bagi mereka yang telah setia bertahun-tahun, ada sukacita dalam kesetiaanya.
Anugerah Allah tidak kalah indah bagi mereka yang baru saja menerima Tuhan Yesus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 23 Agustus 2017
Allah Bapa yang Maha Agung
Engkaulah yang berkuasa atas hidup kami
Pakailah hidup kami dalam rencanaMu
Sehingga semakin banyak orang
Yang menikmati manisnya anggur dari kebun anggurMu
Terimakasih
KaruniaMu mencukupkan kebutuhan kami
Dan kami merasakan sukacita hidup bersamaMu
Ajarilah mengucap syukur atas pemberianMu
Yang telah kami terima sampai dengan hari ini
Supaya hidup kami tidak dikuasai oleh keinginan
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
