"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil dari Matius 22:15-21;

Mat 22:15
Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
Mat 22:16
Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
Mat 22:17
Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
Mat 22:18
Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
Mat 22:19
Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
Mat 22:20
Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
Mat 22:21
Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
-------

Injil hari ini sering dikotbahkan tentang orang Farisi dan orang Herodian yang menjebak Tuhan Yesus, untuk bisa dsalahkan.

Pagi ini saya tertarik dengan jawaban Tuhan Yesus:
Dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah

Itulah Sabda yang ditujukan kepada kita.

Saya awali dengan pertanyaan sederhana:
Apa yang wajib kita berikan kepada Allah?

Pertanyaan berikutnya:
Dan dimana keberadaan Allah itu?
Apakah kita melihatnya?

Sedikit ilustrasi:
Orang-orag yang berburu di hutan, sering mencari jejak kaki binatang yang diburunya.
Atau tandan-tanda lain tentang keberadaan binatang.

Beberapa pernyataan yang pernah saya dengar dari mereka yang mencari Allah:
Dimana Allah? Saya sudah berbuat baik, tidak menyalahi orang lain mengapa hidup saya selalu susah?
Dimana Allah? Banyak bayi yang lahir, beberapa hari lalu meninggal.
Dimana Allah? Orang-orang baik hidupnya dibiarkan dianiaya.
Dan lain sebagainya..

Pagi ini saya mengajak Saudaraku, untuk sebentar menengok ke belakang.
Mari perhatikan jejak kaki kita dan coba mari perhatikan bekas tapak demi tapak.
Apakah jalur yang kita lalui selama ini ada di jalur Allah?
Tuhan Yesus bersabda:
Berikanlah kepada Allah yang wajib diberikan kepada Allah.
Maka berarti bahwa mengajak kita *hidup bersama Allah* atau setidak-tidaknya kita selalu menyadari berada satu rombongan dengan Allah.
Dan Allah yang memimpin hidup kita.

Ada jejak-jejak kaki Allah, mari mengikutiNya.
Jangan biarkan kaki kita terikat oleh dunia.
Peraslah setiap tindakan kita, sehingga tidak ada sedikitpun yang berbau kesombongan dan kepuasan diri.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 17 Agustus 2017

Bapa yang terkasih
Kami mengucap syukur
Kami berada dan berjalan bersamaMu
JejakMu terlihat jelas didalam hidup kami

Kami mohon rahmatMu
Supaya langkah kaki kami tetap mengikuti jejakMu
Tetap teguh dan setia
Tidak mudah tergoda dengan bujukan keangkuhan
Dan dorongan-dorongan hawa nafsu
Yang bisa membuat kami jatuh

Ajarilah kami
Supaya kami selalu menyadari
Setiap detik demi detik
Terutama saat kami akan memulai sesuatu
Sehingga keputusan yang kami pilih
Tidak menjauhkan kami dariMu

Dan hidup kami kepersembahkan kepadaMu
Tapak kaki kami menjadi tanda-tandaMu
Hidup kami menjadi kotbah kebaikanMu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil dari Matius 18:15-20;

Mat 18:15
"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
Mat 18:16
Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
Mat 18:17
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Mat 18:18
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Mat 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
--------

Mengendalikan emosi
Apa yang baru saja kita ucapkan, cobalah ucapkanlah sekali lagi dengan nada bicara yang lain.
Tanpa emosi, maka ucapan itu akan terdengar lebih berwibawa dan berarti.
Janganlah menegur sesorang pada saat kejadian itu yang membuat kita kesal.
Tunggulah hari berikutnya atau bahkan minggu berikutnya, sampai kita tenang dan dengan niat yang murni tanpa tendensi.
Dan janganlah berdebat.
Sebab biasanya perdebatan tidak terpisahkan dari emosi.

Hendaklah kita tidak pernah berucap:
Inilah caraku..
Inilah watakku..
Bukalah dan lapangkanlah cakrawala pikiran dan hati.
Janganlah terbang seperti ayam, jika kita mampu terbang tinggi seperti rajawali.

Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya. (Ams 29:11)

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. (Ef 4:26)

Kita harus bicara kebenaran dengan cinta kepada saudara kita, teman dan sahabat kita.
Jika tidak maka si jahat akan masuk dan merusak kita semua.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 16 Agustus 2017

Betaoa gembiranya hati kami ya Bapa
Saat kami menyanyikan lagu pujian kepadaMu
Betapa tenangnya hati kami ya Bapa
Saat kami mengucap syukur kepadaMu

Kami selalu berharap kepadaMu
Hidup kami dipenuhi oleh pujian dan ucapan syukur
Supaya hidup kami tidak terombang-ambing
Oleh satu perkara ke perkara lainnya

Kami menyadari tiada berguna pertimbangan-pertimbangan kami sendiri
Maka kami serahkan segala-galanya kepadaMu
Kami mohon rahmatMu selalu ada pada kami
Sehingga kami tidak mudah dipengaruhi oleh pemikiran kami sendiri

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil dari Matius 18:1-5, 10, 12-14;

Mat 18:1
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
Mat 18:2
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
Mat 18:3
lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:4
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:5
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
--------
Mat 18:10
Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 18:12
"Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
Mat 18:13
Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Mat 18:14
Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."

--------

Saudaraku, kemarin pagi saya menulis bahwa Allah selalu memberikan pengertian-pengertian baru setiap hari.
Jika kita mau melihat.
Bagi Saudaraku yang tinggal di kota besar, Saudara melihat gedung bertingkat yang megah dan indah.
Mari saya ajak merenung sejenak.

Batu bata, kerikil, butiran pasir dan semen yang halus dan lembut.
Dan para pekerja yang bekerja jam demi jam, hari demi hari...

Pernahkah kita memperhatikan bagaimana seorang anak kecil mengungkapkan cintanya kepada orangtuanya?

Segala sesuatu yang kita kerjakan adalah suatu rangkaian dari perkara-perkara kecil.
Demikian pula kesucian hidup adalah suatu jalinan hal-hal kecil dari kemurnian hati dalam melakukan segala sesuatu.

Maka dari itu marilah kita dengan tekun, detik demi detik, jam demi jam dan hari demi hari,
melakukan dan memenuhi kewajiban kita sekecil apapun.
Dan janganlah memandang remeh terhadap segala sesuatu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 15 Agustus 2017

Hanya kepadaMu ya Bapa kami menaruh segala pengharapan kami
Dan kepadaMu kami berlindung dan kuserahkan hidupku

Kami mohon kepadaMu
Agar kami tidak mudah menjadi sombong
Atas apa yang telah kami raih
Atas apa yang kami miliki
Atas jabatan
Atas pekerjaan

Dan kami mohon rahmatMu
Sehingga kami memiliki keserderhanaan hidup
Mampu melihat perkara-perkara kecil
Dan melakukan segalah hal dengan kekuatan cinta dariMu
Jauhkanlah kami dari anggapan diri lebih baik daripada orang lain

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil dari Matius 17:22-27;

Mat 17:22
Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
Mat 17:23
dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.
Mat 17:24
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?"
Mat 17:25
Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?"
Mat 17:26
Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya.
Mat 17:27
Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

--------

Mata uang empat dirham dalam mulut ikan?
Menjadi bahan tertawaan dan dikatakan pula Injil isinya hanya kebohongan.
Dan sampai hari ini demikinlah yang terjadi.
Tuhan Yesus itu tidak mati di salib, tapi digantikan orang lain.
Dan masih banyak orang yang mencari-cari hal-hal demikian untuk diperdebatkan.

Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup. (Bdk Mat 13:14)

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Mat 13:16)

Saudaraku, Tuhan Yesus selalu memberikan hal baru setiap hari kepada kita.
Yang kita lakukan hanya melihat dan menuruti perintahNya, walaupun terkadang tidak masuk akal.
Coba berlatih untuk menjalani aktivitas atau pekerjaan keseharian dengan melihat dan mendengar.
Contoh sederhana:
Saat berangkat ke tempat kerja, karena setiap hari melalui jalan itu, maka tidak pernah memperhatikan apa yang dilihat hari demi hari secara detil.
Bahkan saat macet pun asik dengan handphone atau pikirannya melayang entah kemana.
Cobalah mulai perhatikan _panggung dunia_ di keseharian kita.
Kita akan mendapatkan pengajaran baru setiap hari dari Allah.
Ada banyak hal yang akan memberikan kekuatan kita, memberikan semangat kita untuk selalu bersyukur dan memuliakan Allah.

Saya berhenti saat lampu pengatur lalu lintas berwarna merah.
Tiba-tiba ada seorang bapak yang memboncengkan anaknya yang berseragam SD, mungkin usia kelas 5, melanggar lampu merah.
Apa pendapat Saudara,tentang kejadian itu?

Menurut saya, dengan alasan apapun, bapak itu kebangetan.
Ia melanggar aturan bersama anak-nya.
Yang seharusnya ia harus mengajar dan memberikan teladan kepada anaknya.

Allah akan selalu memberikan pengertian-pengertian baru.
Gunakanlah kesempatan ini setiap hari.
Allah akan membersihkan sudut-sudut hati kita yang berdebu.
Melepaskan kita dari kebiasaan-kebiasaan buruk.
Sehingga hidup kita tidak lagi merasa terikat dengan berbagai macam aturan.
Dengan demikian melakukan segala sesuatu dengan penuh sukacita dan bertanggungjawab.
Dan lalu hidup anak-anak Allah menjadi teladan iman, teladan ketaatan bagi semua orang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 14 Agustus 2017

Allah Bapa di dalam surga
Kami telah banyak membaca dan belajar
Kami selalu merindukan dan menginginkan
Engkau memberikan pengajaran dan pengertian kepada kami

Berikanlah kami mata dan telinga yang suci
Supaya diantara suara dan gerak yang tersaji setiap hari dalam hidup kami
Kami selalu menemukan perkara-perkara Ilahi
Untuk membersihkan debu-debu yang ada di sudut-sudut hati kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil dari Lukas 1:39-56;

Luk 1:39
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
Luk 1:40
Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
Luk 1:41
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
Luk 1:42
lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
Luk 1:43
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Luk 1:44
Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
Luk 1:45
Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
Luk 1:46
Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
Luk 1:47
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
Luk 1:48
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
Luk 1:49
karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Luk 1:50
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Luk 1:51
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Luk 1:52
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Luk 1:53
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
Luk 1:54
Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
Luk 1:55
seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
Luk 1:56
Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

--------

Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia

Cintailah Bunda Maria.
Dengan mencintai Bunda Maria, bara kebajikan yang ada didalam diri kita akan menyala-nyala.
Menjadi kobaran api yang hidup, membangkitkan semangat yang luar biasa untuk hidup taat kepada Allah.

Perawan Maria yang Kudus, Bunda Cinta yang murni.
Akan membawa kita keluar dari segala macam penjara daging.

Dan berbahagialah sebab kita termasuk keturunan yang bisa mengatakan _Bunda Maria yang berbahagia_.
Karena kita mengenal dan taat menjalani hidup sesuai dengan kehendak Putera-nya, Tuhan kita Yesus Kristus.

Setiap hari ribuan mujizat Allah terjadi saat orang berseru kepada Bunda Maria.
Bunda Maria yang kudus, selalu menawarkan diri kepada kita, bersama rahmat Tuhan Yesus Putera-nya,
perlindungan yang nyaman, aman, tenang dan damai dalam pelukannya.
Memberikan kasih sayang, memberikan kebahagiaan surgawi dari Allah.

Bunda Maria adalah guru pengorbanan dan guru berdoa.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 13 Agustus 2017

Allah Bapa di dalam sorga
Terkadang kami mengalami
Semua dosa dalam daging ini bangkit
Dan seakan-akan menghalangi kami untuk berjalan kepadaMu
Hidup dalam kesesakan
Hidup dalam kecemasan

Kami mengucap syukur
Engkau bukan saja memberikan Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Namun Engkau juga memberikan Bunda Maria
Dan saat kami menyerahkan diri sebagai seorang anak
Bunda-ku yang berbahagia selalu memberikan kedamaian
Lalu dengan sabar dan penuh kasih
Mengajarkan kami untuk berdoa kepadaMu
Tidak cukup itu saja
Bunda-ku yang berbahagia juga selalu mendampingi kami
Berjalan di jalan-Mu
Dalam perjalanan hidup kami
Kami diajarkan tentang kerendahan hati yang sempurna
Kami diajarkan tentang ketabahan hati saat berdiri di dekat salib

Pagi ini
Bersama keluarga dan anak-anakMu
Kami hadir dibait-Mu
Bersama Bunda Maria dan Para Kudus di sorga
Menyanyikan lagu pujian dan hormat kepadaMu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin