Yohanes K. Sugiyarta
Mrk 10:1
Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
Mrk 10:2
Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"
Mrk 10:3
Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?"
Mrk 10:4
Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai."
Mrk 10:5
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
Mrk 10:6
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
Mrk 10:7
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
Mrk 10:8
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Mrk 10:9
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Mrk 10:10
Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
Mrk 10:11
Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
Mrk 10:12
Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
---------
Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?
Saudaraku,
orang Farisi melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang sulit kepada Tuhan Yesus.
Mereka bertanya kepada-Nya apakah sesuai dengan Taurat bagi seorang pria untuk menceraikan istrinya.
Tuhan Yesus menjawab: apa yang diperintahkan Musa kepada kmau?
Mereka menjawab bahwa Musa mengharuskan adanya surat cerai tertulis sebelum seorang pria dapat menceraikan istrinya.
Tuhan Yesus melihat bahwa jawaban ini mengabaikan akar masalahnya.
Musa melakukan itu karena ketegaran hatimu.
Itu berarti "hati yang keras."
Sekarang mari kita lihat apa yang sebenarnya ditulis Musa." "sejak awal penciptaan, `Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan.'
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Jadi mereka bukan lagi dua, melainkan satu daging.
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
Saudaraku,
Sahabat setiawan tiada ternilai dan harganya tidak ada tertimbang.
Sahabat setiawan adalah obat kehidupan, orang yang takut akan Tuhan memperolehnya.
(Sirakh 6:15-16)
Orang yang takut akan Tuhan memelihara persahabatan dengan lurus hati, sebab seperti ia sendiri demikianpun temannya.
Pada hakikatnya, nilai sebuah "cincin pernikahan" tidak ada artinya dibandingkan dengan usaha rohani oleh kasih karunia Tuhan dalam membuat komitmen seumur hidup, melalui pernikahan di dalam Tuhan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 27 Februari 2025
Tuhan Yesus
Kami berdoa untuk mereka yang telah Engkau satukan dalam sakramen penikahan
Terangilah hati dan pikiran mereka dengan cahaya Roh Kudus
Berilah rahmat kekuatan untuk memelihara pernikahan dengan lurus hati
Supaya mereka tetap satu hati untuk selalu menjaga kekudusan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 9:41-50;
Mrk 9:41
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."
Mrk 9:42
"Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
Mrk 9:43
Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
Mrk 9:44
(di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
Mrk 9:45
Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
Mrk 9:46
(di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
Mrk 9:47
Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
Mrk 9:48
di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
Mrk 9:49
Karena setiap orang akan digarami dengan api.
Mrk 9:50
Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."
--------
Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah
Saudaraku,
beberapa orang menganggap tujuan hidup adalah kehormatan dan kekuasaan serta rasa hormat yang berlebihan dari orang lain.
Mereka menggunakan segala cara, baik atau jahat untuk mencapai puncak.
Segala bentuk daya tarik dunia ini, jika kita tidak "hati-hati melihat", kita bisa terjebak didalamnya dan sangat sulit untuk melepaskannya.
Saudaraku,
ada kenyataan yang harus kita pertimbangkan.
Ketika kita menggunakan waktu untuk berdoa, kita tidak menghabiskan waktu sama sekali.
Kita menginvestasikan diri kita sendiri dan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik.
Berdoa itu sangat modah, namun manfaatnya luar biasa.
Doa bisa mengusir setan-setan intoleransi, ketidakadilan, pertikaian, dendam, kemiskinan dan keinginan-keinginan yang menyesatkan.
Sebagai pengikut Kritus, kita harus fokus pada apa yang harus kita lakukan "bersama Tuhan Yesus'.
Kita tidak boleh menyalahkan orang lain walaupun alasannya masuk akal.
Sebab seringkali kita berasumsi bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah.
Saudaraku,
ada banyak cara "melihat", yang harus kita pertimbangkan dengan sungguh-sungguh, janganlah kita dipengaruhi oleh "kepetingan diri sendiri dan cinta diri".
Kita tidak boleh memberi "label" kepada siapapun.
Kita harus selalu menjaga sikap dan tindakan seperti Tuhan Yesus, yang selalu "melihat dengan belas kasihan dan keadilan".
Kita menjalani hidup seperti Tuhan Yesus, sebagai tanggapan kita atas belas kasihNya kepada kita.
Saudaraku,
Kasih Tuhan Yesus tidak mengenal batas.
Belas kasih-Nya tidak pernah habis dan tidak terbatas pada sekelompok orang tertentu dengan kualifikasi atau watak yang tepat.
Kasih-Nya berlimpah bagi semua orang.
Tuhan Yesus adalah "wajah" Allah yang tidak bisa kita lihat.
Tuhan yang ingin mengampuni semua orang berdosa, dan bukan hanya beberapa orang saja.
Tuhan yang ingin menjangkau dan menyembuhkan setiap orang yang sakit secara fisik dan atau rohani, bukan hanya beberapa orang saja.
Maka, marilah kita mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Allah, arahkan mata kita kepada pekerjaan-pekerjaan-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 27 Februari 2025
Tuhan Yesus
Karya-Mu nyata dalam hidup kami
Kuasa-Mu Engkau nyatakan dalam hidup kami setiap hari
Kami mohon ampunilah kami, jika Kau dapati kami lebih tertarik melihat yang menyenangkan mata kami
Dan bimbinglah kami untuk taat kepada penglihatan kami akan Engkau
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 9:38-40;
Mrk 9:38
Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
Mrk 9:39
Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
Mrk 9:40
Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
--------
Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita
Saudaraku,
beberapa orang menganggap tujuan hidup adalah kehormatan dan kekuasaan serta "haus hormat" yang berlebihan dari orang lain.
Mereka menggunakan segala cara untuk meraih puncak.
Atau mereka menghabiskan banyak waktu dan uang untuk penampilan dan pelatihan pribadi demi kesuksesan atau penampilan.
Dalam semangat mereka untuk meraih kesuksesan, sangat mudah untuk menginjak-injak orang lain dan merasionalisasi perilakunya dengan berkata “memang begitulah adanya.”
Saudaraku,
ada satu kenyataan lagi yang harus kita pertimbangkan: bagaimana kita menggunakan waktu, bakat dan harta kita untuk menanggapi panggilan Tuhan Yesus.
Jangan hanya sibuk "melihat orang lain".
Sebab seringkali saat kita melihat orang lain "lebig setia" melayani pekerjaan-pekerjaan Allah, lalu timbul iri hati hati, bahkan kekecewaan.
Ada baiknya kita lebih banyak melihat pelayanan diri kita sendiri.
Satu-satunya hal yang harus kita miliki adalah "persatuan dengan Allah".
Untuk memilikinya, kita harus "hidup dan mati dalam kasih".
Kita harus menempatkan kesenangan dan ketiadaan rasa sakit kita sendiri, kehormatan kita sendiri, kekuatan kita sendiri dan bahkan citra diri kita, di tempat yang lebih rendah.
Saudaraku,
ingatlah, pilihan yang kita buat saat ini akan mengarahkan jalan kita untuk sisa hidup kita.
Janganlah sibuk melihat orang lain.
Sebab kita bisa terjebak dalam kebiasaan-kebiasaan itu dan pada akhirnya kita justru terpisah dari murid-murid Tuhan Yesus.
Hati-hati jalan itu menuju perpisahan kekal.
Jadi marilah kita memilih dan fokus dengan pelayanan kita sendiri, melayani apa yang telah Tuhan Yesus hadapkan ditangan kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 26 Februari 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon doronglah kami setiap hari untuk mengarahkan mata dan telinga kami kepada-Mu
Supaya kami dengan baik dan sungguh-sungguh melakukan kehendakMu
Jauhkanlah kami dari segala keluh kesah
Dan penuhi hati dan pikiran kami dengan kebaikan dan ucapan syukur
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 9:30-37;
Mrk 9:30
Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;
Mrk 9:31
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."
Mrk 9:32
Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.
Mrk 9:33
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?"
Mrk 9:34
Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
Mrk 9:35
Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
Mrk 9:36
Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
Mrk 9:37
"Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."
--------
Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya
Saudaraku,
kebesaran dicapai bukan dengan menjadi yang pertama, tetapi dengan menjadi yang terakhir dan pelayan bagi semua orang.
Kehormatan adalah bagi setiap orang yang mengikat dirinya dengan kain lenan kerendahan hati dan membasuh kaki pelayan-pelayannya.
Oleh karena itu, sebagai tanggapan terhadap aspirasi para murid untuk menjadi tuan, Tuhan Yesus memerintahkan mereka untuk menjadi pelayan.
Dan untuk keinginan supaya mereka menjadi besar, Tuhan Yesus memerintahkan mereka untuk rendah hati.
Saudaraku,
Tuhan Yesus mengambil seorang anak kecil dan meletakkannya di tengah-tengah mereka, lalu memeluk anak itu dan berkata kepada mereka, 'Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam Nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, melainkan Dia yang mengutus Aku."
Tuhan Yesus menyamakan diri-Nya dengan seorang anak kecil, yang pada usia yang begitu muda, tidak memiliki sedikit pun gagasan "tentang ambisi".
Saudaraku,
hanya dengan berlutut, hanya dengan kerendahan hati, kita dapat masuk kedalam Kerajaan Allah
Hati yang tidak dipenuhi dengan ambisi yang egois dan berlebihan, merupakan "bejana hikmat dan kebenaran".
Dan jika kita memahami kehendak Tuhan, maka kita melakukan segala sesuatu bukan karena ambisi atau kesombongan yang mementingkan diri sendiri.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 25 Februari 2025
Tuhan Yesus
Saat kami semakin tinggi dijunjung
Saat itu pula berilah kami kekuatan supaya kami tetap rendah hati
Setiap hari kami mohon bantulah kami untuk tidak mudah tergoda oleh berbagai macam kesombongan
Dan kami mohon rahmat kekuatan untuk menyingkirkan pikiran-pikiran yang sombong
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 9:14-29;
Ayat 17-25:
Mrk 9:17
Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
Mrk 9:18
Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."
Mrk 9:19
Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
Mrk 9:20
Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
Mrk 9:21
Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.
Mrk 9:22
Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
Mrk 9:23
Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
Mrk 9:24
Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
Mrk 9:25
Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"
Mrk 9:26
Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati."
--------
Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami
Saudaraku,
dalam ajaran Gereja Katolik, melalui sakramen perkawinan orangtua memiliki peran khusus yang dengannya mereka dikuatkan dan menerima perutusan dalam tugas dan martabat status mereka.
Berdasarkan sakramen ini, saat pasangan memenuhi kewajiban perkawinan dan keluarga mereka, mereka diresapi dengan semangat Kristus, yang memenuhi seluruh hidup mereka dengan iman, harapan, dan kasih.
Dengan demikian mereka semakin memajukan kesempurnaan kepribadian mereka sendiri, serta pengudusan bersama mereka, dan dengan demikian bersama-sama memberikan sumbangan bagi kemuliaan Allah.
"Hasilnya, dengan orang tua yang memimpin melalui teladan dan doa keluarga, anak-anak akan menemukan jalan yang lebih siap menuju kedewasaan manusia, keselamatan dan kekudusan.
Diberkahi dengan martabat dan tugas sebagai ayah dan ibu, orang tua akan dengan penuh semangat melaksanakan tugas membawa anak-anaknya kepada teladan Kristus.
Saudaraku,
dengan teladan yang baik, anak-anak berkontribusi dengan caranya sendiri untuk menjadikan orang tua mereka suci.
Karena mereka akan menanggapi kebaikan orang tua mereka dengan rasa syukur, dengan cinta dan kepercayaan.
Mereka akan mendampingi orang tua mereka sebagaimana seharusnya anak-anak ketika kesulitan menimpa orang tua mereka dan usia tua membawa kesepian.
Sebaliknya, keluarga yang tidak harmonis terpecah-pecah.
Mereka mungkin duduk di meja yang sama, tetapi mereka menundukkan kepala, menatap layar telepon genggam.
Mereka mengenal "aku", tetapi tidak mengenal "kita" dalam keluarga.
Saudaraku,
jika Saudara sebagai orangtua, bangunlah selalu "kesadaran" bahwa Saudara "dipanggil" untuk menjadi keluarga kudus.
Kita harus membawa anak-anak kita untuk sampai kepada Kristus.
Penuhilah mereka dengan perbuatan-perbuatan kasih dan ajarilah mereka untuk setia hidup dalam ketaatan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 24 Februari 2025
Tuhan Yesus
Kami berdoa untuk setiap keluarga yang telah Engkau satukan mereka dalam keluarga kudus-Mu
Kuasailah mereka dengan belas kasih dan kuasa-Mu
Pimpin mereka dengan Cahaya Roh Kudus
Cukupkanlah mereka dengan pemeberian-Mu
Supaya setiap orangtua memberikan teladan yang baik dan membawa anak-anaknya supaya sampai kepada-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
