Yohanes K. Sugiyarta
Injil Markus 5:21-45;
Ayat 25-34:
Mrk 5:25
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
Mrk 5:26
Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Mrk 5:27
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
Mrk 5:28
Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Mrk 5:29
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Mrk 5:30
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"
Mrk 5:31
Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"
Mrk 5:32
Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
Mrk 5:33
Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
Mrk 5:34
Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"
--------
Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau
Saudaraku,
Tuhan Yesus selalu menasihati para pengikutnya dan setiap orang yang ditemuinya untuk beriman dan percaya kepada-Nya.
Iman harus ada agar Tuhan Yesus dapat menyembuhkan dan membuat mukjizat terjadi.
Tuhan Yesus juga menasihati kita hari ini untuk beriman dan percaya kepada-Nya sehingga anugerah penyembuhan-Nya dapat mengalir dalam hidup kita. Kita mungkin percaya bahwa Tuhan Yesus tetap sama kemarin, hari ini dan selamanya.
Namun itu mungkin hanya kepercayaan kita dari leher ke atas.
Saudaraku,
seringkali saya mendengar perkataan seperti ini:
Tuhan sedang mengajari saya sesuatu melalui penyakit ini.
Dia sedang membangun karakter saya.
Dia sedang menguji saya, dan lainnya.
Tuhan Yesus tidak pernah melakukan atau mengatakan hal itu!
Tuhan Yesus tidak pernah menganggap penyakit sebagai berkat.
Penyakit adalah musuh bagi-Nya.
Tuhan Yesus mengerjakan sesuatu yang baik dari segala sesuatu, bagi mereka yang mengasihi Dia dan yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.
Tuhan Yesus tidak mengirimkan penyakit kepada kita untuk "mengajari kita sesuatu".
Dan perhatikan Tuhan Yesus bahkan tidak pernah bertanya tentang penyebab penyakit.
Jika Tuhan Yesus mengizinkan penyakit, Dia pasti memiliki alasan tertentu.
Dan tentunya untuk kebaikan kita.
Saudaraku,
apa yang Tuhan Yesus lakukan dengan luar biasa menyingkapkan bahwa Bapa menginginkan "kesehatan ilahi bagi kita dalam tubuh, jiwa dan roh".
Perhatikan perkataan ini: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"
Itu adalah paket yang Tuhan Yesus berikan melalui salib-Nya.
Kita seharusnya menerima kesembuhan semudah kita menerima keselamatan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 4 Februari 2025
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyembuhkan dan menyelamatkan kami
Engkaupun menuntun kami dan membawa kami kedalam kekudusan
Kami mohon berilah rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Dan kami percaya setiap hari Engkau dengan penuh kasih menyertai langkah kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 5:1-20;
Ayat 1-8:
Mrk
5:1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
Mrk
5:2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
Mrk
5:3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
Mrk 5:4
karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
Mrk 5:5
Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
Mrk 5:6
Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
Mrk 5:7
dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
Mrk 5:8
Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"
-------
Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!
Saudaraku,
saya masih sering bertanya-tanya berapa banyak dari kita yang sulit mempercayai bahwa Tuhan Yesus masih campur tangan di dunia dengan cara yang ajaib.
Ketika kita berdoa, apakah kita benar-benar percaya bahwa Tuhan Yesus bisa dan akan menjawab doa-doa kita?
Atau, apakah kita membatasi doa-doa kita agar lebih "masuk akal", tidak meminta apa pun yang berada di luar ranah rasional dan dapat dijelaskan?
Apakah kita meminta kesabaran daripada kesembuhan?
Apakah kita lebih suka bertahan dengan kesulitan hidup daripada meminta Tuhan untuk mengubahnya?
Atau, apakah kita justru "sibuk" dengan masalah-masalah yang kita hadapi sehingga kita lupa untuk meminta pertolongan kepada Tuhan Yesus?
Saudaraku,
roh jahat saja mengenali siapa Tuhan Yesus.
Tetapi kita yang percaya kepada-Nya, justru tidak mengenali-Nya.
Kita lebih memilih "mengandalkan manusia" daripada mengandalkan Tuhan Yesus.
Seluruh tatanan ciptaan, baik material maupun spiritual berada di bawah kendali-Nya.
Tuhan Yesus menjadi manusia seperti kita.
Saat Tuhan Yesus memasuki dunia ciptaan dalam bentuk manusia, Ia tetap Tuhan, kita dapat mengharapkan mukjizat dalam tatanan ciptaan.
Kelahiran Tuhan Yesus ke dunia adalah mukjizat besar.
Oleh karena kasih Allah yang begitu besar kepada manusia yang dikasihi-Nya.
Saudaraku,
selama kita masih hidup di dunia ini, tentu kita tidak pernah bisa terhindar dari rasa takut.
Oleh karena itu marilah kita selalu "hidup dalam kehadiran-Nya".
Supaya tidak ada tempat lagi bagi segala yang jahat, dalam hati dan pikiran kita.
Itu tidak berarti lalu kita terbebas dari segala bentuk ketakutan dan keluh kesah daging.
Tetapi saat kita hidup dalam kesadaran bahwa Tuhan Yesus hidup dalam hidup kita dan Ia berkuasa menyingkirkan segala bentuk tipu daya iblis.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 3 Februari 2025
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau kuasai hati dan pikiran kami dengan belas kasih-Mu
Sehingga tidak ada lagi tempat untuk segala kehendak yang jahat
Kami mohon rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam kesadaran
Supaya kami tidak mudah disesatkan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 2:22-40;
Ayat 22-31:
Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Luk 2:23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
Luk 2:24
dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Luk 2:25
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
Luk 2:26
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Luk 2:27Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
Luk 2:28
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
Luk 2:29
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
Luk 2:30
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
Luk 2:31
yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
--------
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa
Sudaraku,
kita percaya bahwa Allah sendiri yang membawa kita kepada Putera-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus.
Sebab ada tertulis:
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.(Yoh 15:16)
Oleh karena itu marilah kita hidup taat kepada penglihatan dan pendengaran kita, akan Allah yang hidup.
Saudaraku,
hidup dalam kesetiaan kepada penglihatan dan pendengaran kita akan Allah, tidaklah mudah.
Kita harus berani untuk setia "hidup dalam kesadaran".
Melalui pembaptisan, kita telah menerima karunia untuk melihat, mana kehendak Allah dan yang mana kehendak daging.
Dan "Roh Kudus ada dan hidup" dalam setiap orang yang percaya kepada Anak dan Ia akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran.
Namun kita juga sangat sadar bahwa keinginan daging selalu bertentangan dengan kehendak Roh.
Oleh karena itu, sesungguhnya kita harus berani "mati raga" setiap hari.
Saudaraku,
arahkan selalu hati dan pikiran kita hanya kepada pekerjaan-pekerjaan Allah.
Jangan berikan "ruang dihatimu" untuk segala bentuk hawa, nafsu dan rasa.
Sebab jika kita tidak hati-hati, kita bisa terjebak didalamnya.
Dan pelan tetapi pasti, segala bentuk keinginan daging akan menutupi penglihatan kita kepada Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 2 Februari 2025
Allah Bapa kami
Engkau sendiri yang membawa kami kepada Putera-Mu
Supaya melalui Putera-Mu, kami sampai kepada seluruh kebenaran
Maka kami mohon bantulah kami setiap hari untuk mengalahkan segala bentuk cinta diri
Sehingga dalam segala keadaan, Kau dapati kami setia hidup dalam kehendak-Mu
Kami bawa doa dan permohonan ini kepadaMu ya Bapa
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Amin
Markus 4:35-41;
Mrk 4:35
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
Mrk 4:36
Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Mrk 4:37
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Mrk 4:38
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Mrk 4:39
Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Mrk 4:40
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
Mrk 4:41
Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
--------
Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali
Saudaraku,
Gereja adalah tempat di mana umat manusia harus menemukan kembali kesatuan dan keselamatannya.
Gereja adalah "dunia yang didamaikan."
Gereja adalah "perahu yang dengan layar penuh salib Tuhan, melalui hembusan Roh Kudus, berlayar dengan aman di dunia ini."
Gereja dilambangkan oleh bahtera Nuh, yang merupakan satu-satunya yang menyelamatkan dari air bah.
Saudaraku,
kita adalah Gereja dan kita percaya penuh kepada Sang Pemilik, Tuhan kita Yesus Kristus.
Dalam banyak kesempatan dan dengan sangat jelas Tuhan Yesus mengatakan bahwa hidup kita tidak mudah akan banyak goncangan dan bahkan ditolak oleh dunia.
Tetapi barangsiapa bertahan sampai kesudahannya, akan selamat.(Bdk Mat 24:13)
Namun, ketika kita dalam kesulitan, bahkan mungkin diancam akan kematian seperti yang dirasakan para rasul, kita mungkin juga berpikir bahwa Tuhan Yesus tidak peduli.
Tidakkah kita juga ingin mengguncang bahu Tuhan dan menyuruh-Nya untuk bangun dan menolong?
Saudaraku,
kita tahu sedikit tentang Yesus, Sang Manusia-Allah, Sang Sabda yang menjadi manusia.
Ia berkuasa di surga dan di bumi.
Apakah kita sungguh-sungguh mempercayakan hidup kita kepada-Nya?
Selama daging ini hidup, kita memang tidak bisa terhindar dari ketakutan.
Namun kita punya keyakinan dan kepastian, bahwa Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan kita sendirian.
Maka "peliharalah firman-Nya", sebab dalam firman itu terkandung janji Allah yang luar biasa, yang mampu menguatkan kita dalam segala keadaan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 1 Februari 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon ampunilah kami, jika Kau dapati kami kurang percaya
Sungguh, kami menyerahkan hidup kami kepada-Mu, kuasailah keinginan kami dengan kehendak dan rencana-Mu
Supaya kuasa dan belas kasihMu nyata melalui hidup kami
Sehingga setiap orang dalam kehidupan kami melihat keselamatan dari Allah yang hidup
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 4:26-34;
Mrk 4:26
Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
Mrk 4:27
lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Mrk 4:28
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Mrk 4:29
Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Mrk 4:30
Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
Mrk 4:31
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Mrk 4:32
Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
Mrk 4:33
Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
Mrk 4:34
dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
--------
Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu
Saudaraku,
perumpamaan tentang "Benih yang Tumbuh" menekankan kuasa ilahi di dalam Sabda Tuhan.
"Hati yang baik dan mulia" tidak dapat menghasilkan buah dengan sendirinya.
Diperlukan benih yang memiliki kuasa di dalam dirinya sendiri untuk berkecambah dan tumbuh di tanah yang baik, sehingga perumpamaan ini menekankan perlunya mereka yang menabur untuk percaya dan berharap pada kuasa benih, yaitu, Sabda Tuhan.
Sabda Tuhan adalah "benih" yang mengandung kuasa untuk kehidupan dan pertumbuhan rohani ketika ditanam di tanah hati yang baik.
Kita mungkin tidak dapat memahami cara kerja kuasa itu yang sebenarnya, tetapi perumpamaan ini menggambarkan bagaimana kita masih bisa menggunakannya.
Saudaraku,
Sabda Tuhan adalah 'BENIH' bisa membuat "dilahirkan kembali".
Juga dapat membantu kita untuk "bertumbuh".
Seperti Penabur dalam perumpamaan "Sang Penabur", kita harus menabur benih di mana-mana.
Namun seperti Penabur dalam perumpamaan "Benih yang Tumbuh", kita harus ingat bahwa pertumbuhan hanya terjadi melalui kuasa ilahi dari benih yang diberikan oleh Tuhan, kita hanyalah "penebar benih".
Pertumbuhan terjadi secara bertahap, tidak sekaligus dan akan ada hari-hari ketika semua yang kita lakukan tampaknya hanya "menabur" atau hari-hari ketika semua yang kita lakukan tampaknya hanya "menunggu".
Jadi perumpamaan ini mengajarkan kita untuk "percaya dan berharap pada kuasa Sabda Tuhan" yang menyelamatkan jiwa kita dan jiwa orang-orang yang ada dalam kehidupan kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 31 Januari 2025
Allah Bapa kami
Melalui dan didalam Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus, ENgkau jadikan kami ciptaan baru
Engkau memilih kami untuk menghadirkan belas kasih dan kuasa-Mu
Kami sungguh percaya, Engkau akan membuat hiduo kami berbuah
Maka kami mohin bimbinglah kami untuk setia hidup dalam ketaatan
Dan mengarahkan hati dan pikiran kami hanya kepada kehendak-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
