"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 5:12-18;

Luk 5:12
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Luk 5:13
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Luk 5:14
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
Luk 5:15
Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
Luk 5:16
Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
--------

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya

Saudaraku,
bagi orang Israel saat itu, kusta bukan sekadar penyakit fisik.
Kusta dipandang sebagai hukuman Allah atas dosa.
Atau dengan kata lain penyakit fisik yang berakar pada hal-hal rohani.
Dan jika orang itu terserang kusta, harus disolasi dari keluarga, masyarakat termasuk dalam melakukan aktivitas keagamaan.
Tetapi Tuhan Yesus memberikan "sentuhan penyembuhan" kepada penderita kusta ini.
Sekarang Dia ingin menggunakan tangan kita menghadirkan belas kasih dan kesembuhan.
Ada banyak cara untuk menghadirkan belas kasih dalam kehidupan kita.
Oleh karena itu marilah kita berdoa supaya hati kita dipenuhi dengan belas kasih.
Berdoalah agar kasih Allah mengalir di hati kita dan agar kita tergerak oleh belas kasihan.

Saudaraku,
manusia bisa terluka secara mental dan spiritual dan hanya Tuhan Yesus yang bisa menyembuhkannya, karena Ia adalah Tuhan dan manusia.
Tidak seorangpun di dunia ini bebas gangguan dan sungguh lemahlah sifat kodrat manusia.
Oleh karena itu marilah kita mengutamakan kehidupan batin kita.
Pikirkanlah hal-hal yang bertalian dengan Allah.
Supaya dalam keadaan apapun iman kita tidak tergoyahkan.
Sebab banyak orang yang berpaling dari Allah karena berbagai keluh kesah dann ketidaknyamanan daging.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami serahkan hidup kami kepada-Mu
Kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendak-Mu
Supaya dalam keadaan apapun, Kau dapati kami setia memuji dan memuliakan nama-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 4:14-22;

Luk 4:14
Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
Luk 4:15
Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
Luk 4:16
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Luk 4:17
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
Luk 4:18
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
Luk 4:19
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Luk 4:20
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Luk 4:21
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
Luk 4:22
Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"
--------

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

Saudaraku,
Tuhan Yesus datang ke Nazaret, Ia mengutip kitab nabi Yesaya 1:61, ketika ditanya tentang siapakah diri-Nya:
Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin;
dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta,
untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Kemudian Ia memberi tahu orang-orang Yahudi yang berkumpul di sana bahwa nubuat itu digenapi di hadapan mereka.
Artinya, pendengaran mereka akan firman Tuhan menggenapi nubuat itu.
Dosa akan diampuni, orang-orang berdosa akan dibebaskan dari perbudakan dosa, orang-orang yang buta secara fisik dan rohani akan disembuhkan.
Tentu saja, Ia berbicara tentang kerajaan Allah dan pemerintahan Mesias.
Namun, mereka langsung bertanya, "Siapakah orang ini?" meskipun Ia baru saja memberi tahu mereka.
Mereka ingin tahu bagaimana seorang anak tukang kayu bisa membuat pernyataan seperti itu.
Pikiran mereka Mesias yang sejati akan menyatakan diri-Nya sebagai penguasa sekuler yang akan mengusir orang-orang Romawi dari kota itu dan memulihkan hegemoni Israel.

Saudaraku,
tentu saja kita yang percaya dan mempercayakan hidup kita kepada Tuhan Yesus, melanjutkan karya Tuhan Yesus sampai akhir zaman, sebab untuk itulah kita dipilih.
Yaitu untuk: _memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang._
Kita harus secara pribadi menerapkan Sabda Tuhan dalam kehidupan kita.
Serahkan hidup kita kepada kekuatan yang lebih besar dari kita.
Kerjakan dan lakukan yang terbaik apa yang telah Tuhan taruh ditangan kita.
Berikan "ruang" kepada kekuatan yang lebih besar untuk melakukan yang tidak bisa kita lakukan.
Dan percayalah Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan kita sendirian.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami percaya Engkau tidak pernah mebiarkan kami sendirian
Maka kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendak-Mu
Supaya dalam keadaan apapun dan dimanapun kami berada, hidup kami selalu menjadi kabar baik bagi semua orang

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 6:45-52;

Mrk 6:45
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
Mrk 6:46
Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
Mrk 6:47
Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Mrk 6:48
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
Mrk 6:49
Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,
Mrk 6:50
sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Mrk 6:51
Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
Mrk 6:52
sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.
--------

Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka

Saudaraku,
Injil hari ini menceritakan bahwa murid-murid Tuhan Yesus mengalami kesulitan karena angin sakal, angin yang bertiup kencang dan menghempaskan mereka ke sana kemari di tengah danau.
Hal ini mirip dengan banyak dari kita yang dihempaskan ke sana kemari oleh berbagai kekhawatiran hidup.
Permenungannya: Apakah kita mencoba untuk melawannya sendiri?

Saudaraku,
selama daging ini hidup, kita tidak bisa luput dari kekhawatiran.
Bahkan jika kita mau jujur, setiap detik kita khawatir.
Pernahkah kita melihat perjalanan hidup kita, terutama ketika kita mengalami kesulitan?
Pernahkah kita menyadari bahwa setiap kesulitan membawa hidup kita lebih baik?
Terutama iman kita pertumbuh sangat baik, saat kita tetap berani berharap hanya kepada Tuhan kita Yesus Kristus.
Oleh karena itu ingatlah selalu, lengan-Nya selalu tersedia bagi kita yang ingin bersandar.

Saudaraku,
kita tidak sempurna dan Tuhan tahu itu.
Itulah keadaan manusiawi kita.
Namun jika kita setia berjalan bersama-Nya, setiap kejadian dalam hidup kita adalah "dalam kehendakNya".
Setiap kali kita merasa lemah, kuasa Tuhan sangat nyata.
Setiap kali mengalami pertolongan-Nya, membuat kita semakin dekat dengan-Nya.

Saudaraku,
berjalan dengan iman berarti bersiap untuk mempercayai Tuhan Yesus di tempat yang tidak dapat kita lihat.
Iman lah yang memberi "ruang" Tuhan Yesus melakukan segala sesuatu bagi kita.
Yaitu apa yang tidak dapat kita lakukan tanpa Dia.
Maka marilah kita "hidup sebagai orang percaya" bukan seperti orang yang tidak melihat Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih kehadiran-Mu nyata dalam hidup kami
Bahkan Engkau dengan sabar dan penuh belas kasih membimbing kami, saat Kau dapati kami kurang percaya
Kami mohon ambpunilah kami ya Tuhan ampunilah kami
Dan bimbinglah kami setiap hari untuk selalu mengusahakan hidup dalam ketekunan dan ketaatan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 6:34-44;

Mrk 6:34
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Mrk 6:35
Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
Mrk 6:36
Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
Mrk 6:37
Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
Mrk 6:38
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
Mrk 6:39
Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
Mrk 6:40
Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
Mrk 6:41
Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
Mrk 6:42
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
Mrk 6:43
Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
Mrk 6:44
Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
--------

Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala, lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka

Saudaraku,
dalam kehidupan kita, kasih mengambil bentuk sebagai pengorbanan diri.
Dalam hal ini, kita meneladan Tuhan kita Yesus Kristus, yang merendahkan diri-Nya dengan menundukkan kemuliaan ilahi-Nya pada tiga puluh tahun keberadaan sebagai manusia.
Pribadi ilahi dengan kodrat manusia dan ilahi.
Dalam Injil kita hari ini, kita melihat Tuhan Yesus datang dengan perahu dan mengajar banyak orang.
Dan Tuhan Yesus juga memberi makan mereka sampai kenyang.

Saudaraku,
kita mendengar Sabda Tuhan, kita diberi makan dalam pikiran dan kehendak oleh Sabda itu.
Kita mengucap syukur dan memuji serta berbagi Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keilahian Yesus.
Mukjizat roti dan ikan kemudian, yang diubah menjadi kurban di Kalvari, menjadi makanan kita sekarang.
Yesus Tuhan kita, cukup untuk memuaskan kebutuhan terdalam jiwa kita.
Sekarang, apa yang Tuhan Yesus harapkan dari kita yang mendengarkan Sabda dan mengambil bagian dalam Ekaristi Kudus?
Apakah kita mengalami kehadiran nyata Tuhan dengan tenang dan kemudian menimbun karunia Allah untuk diri kita sendiri? Tentu tidak.
Tuhan Yesus hatinya tergerak ketika melihat orang-orang yang mengikuti-Nya seperti domba tanpa gembala.
Hati kita juga seharusnya tergerak oleh belas kasihan, kepada setiap orang dalam kehidupan kita yang membutuhkan uluran tangan kita.

Sadaraku,
kita dipilih oleh Tuhan Yesus untuk membawa belas kasih, pengampunan dan keselamatan.
Mari kita jujur, tidak peduli bagaimana keadaan ekonomi, apa yang dibutuhkan orang untuk kehidupan kekal mereka dan bahkan untuk kehidupan mereka di bumi, tidak berakhir dengan makanan, tempat tinggal, pakaian, dan hiburan.
Mereka membutuhkan kehidupan di dalam Kristus agar benar-benar terpenuhi.
Dan untuk tujuan itu, Kristus memanggil Gereja yaitu saya dan saudara untuk membagikan Tuhan kita melalui Sabda dan Sakramen kepada dunia yang semakin lapar.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah memilih kami untuk membawa belas kasih, pengampunan dan keselamatan
Kami sangat percaya Engkau melengkapi kami dengan ini dan itu
Maka kami mohon berilah kami hati yang penuh belas kasih
Dan tuntunlah kami dengan Sabda-Mu
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh berbagai bentuk cinta diri

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 4:12-17, 23-25;

Mat 4:12
Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
Mat 4:13
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
Mat 4:14
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
Mat 4:15
"Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, ?
Mat 4:16
bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
Mat 4:17
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
--------
Mat 4:23
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Mat 4:24
Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
Mat 4:25
Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.
--------

Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!

Saudaraku,
hari ini Tuhan Yesus, melalui Kitab Suci memanggil dunia ini: "Bertobatlah, karena Kerajaan Allah sudah dekat."
Dan kita yang percaya kepada-Nya diberi karunia kenabian ini.
Maka setiap kali kita bertemu dengan salah satu orang yang sedih dan putus asa di sekitar kita atau dalam keluarga kita, kita harus berbagi kasih yang telah kita alami bersama-Nya.
Kita harus berdoa setiap hari agar mereka yang kita kasihi dan setiap orang mempercayakan hidupnya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Karena mereka yang berlindung kepada-Nya sungguh-sungguh diberkati dan berjalan di jalan yang benar menuju kekekalan bersama-Nya dalam Kerajaan Sorga.

Saudaraku,
Injil menyediakan suatu cara untuk melihat dan mengevaluasi masalah-masalah kehidupan.
Melalui Injil orang bisa "mengalami Tuhan", tentunya jika mau sungguh-sungguh bertobat.
Orang yang telah mengalami Tuhan, menempatkan Tuhan diatas segala sesuatu dan dalam segala sesuatu.
Sehingga tidak lagi tertarik dengan kesenangan dalam keduniawian, harta benda, kedudukan dan segala bentuk kehormatan duniawi.

Saudaraku,
tidak ada pertobatan tanpa penyangkalan diri.
Sebab keinginan daging selalu bertentangan dengan kehendak Roh.
Hanya penyangkalan diri yang mampu membawa kita menuju persatuan dengan Allah.
Tanpa jalan orang tidak bisa pergi dan tanpa kebenaran tidak ada pengetahuan.
Tuhan Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup.
Dan tanpa pertobatan dan penyangkalan diri, kita tidak pernah sampai kepada Tuhan Yesus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon bimbinglah kami untuk sungguh-sungguh bertobat
Berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu taat kepada perintah-perintahMu
Kuasailah kami dengan kehendak-Mu
Supaya kami tidak lagi tertarik dengan keduniawian

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa