Yohanes K. Sugiyarta
Injil Markus 4:21-25;
Mrk 4:21
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
Mrk 4:22
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
Mrk 4:23
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Mrk 4:24
Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
Mrk 4:25
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
--------
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!
Saudaraku,
di zaman Tuhan Yesus, pemerintah dan tentara Romawi berhasil memadamkan harapan orang-orang Ibrani.
Para pemimpin Bait Suci dan pemerintah setempat terus-menerus meyakini bahwa harapan telah sirna.
Tentara Romawi mengganti harapan dengan ketakutan.
Orang-orang hidup dalam ketakutan dan kehilangan harapan.
Harapan mereka sebelumnya ada pada Allah, yang selalu ada untuk menyelamatkan yang tersisa.
Allah berjanji kepada orang-orang Ibrani bahwa apa pun yang terjadi di Bumi, mereka akan selamat.
Meskipun mereka mempercayai hal ini dengan sepenuh hati, harapan itu sedang dipadamkan oleh orang-orang Romawi.
Saudaraku,
ada banyak hal dalam hidup kita yang berusaha "menghalangi pendengaran dan penglihatan" kita.
Ketika telinga kita tidak lagi mendengar dan ketika mata kita tidak lagi melihat Allah, kita sangat mudah disesatkan.
Tuhan Yesus dengan sangat keras mengingatkan kita, perhatikan kata-katanya: "Barangsiapa mempunyai telinga!"
Bukankah setiap orang mempunyai telinga?
Tuhan Yesus mengetahui bahwa segala bentuk "suara cinta diri" selalu terdengar lebih lantang.
Dan suara itulah yang dipakai untuk "mengukur orang lain".
Dengan kondisi seperti itu, sulit sekali untuk menemukan dan mengakui segala bentuk kekurangan dirinya sendiri.
Tuli terhadap dirinya sendiri.
Saudaraku,
dengarkanlah Allah.
Jangan mencoba melayani "bisikan-bisikan kedagingan", sebab bisa mengacaukan hidup batin kita.
Perlahan tetapi pasti, kita masuk dalam jeratnya.
Dan puncaknya kita tidak lagi mendengar "teriakan Allah".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 30 Januari 2025
Tuhan Yesus
Kami sangat sadar suara kedagingan terdengar sangat lantang
Oleh karena itu, kami mohon jangan pernah tinggalkan kami sendirian
Kami memerlukan kuasa-Mu
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendakMu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk menyingkirkan segala hal yang menghalangi pendengaran kami akan Engkau
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 4:1-20;
ayat 14-20:
Mrk 4:14
Penabur itu menaburkan firman.
Mrk 4:15
Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Mrk 4:16
Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
Mrk 4:17
tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Mrk 4:18
Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
Mrk 4:19
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Mrk 4:20
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."
--------
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah
Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan ada berbagai jenis tanah.
Tanaman bisa tumbuh dan berbuah jika tumbuh di tanah yang subur dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Saya yakin kita telah ratusan kali mendengar perumpamaan ini.
Maka permenungannya hanya dua hal:
1. Bagaimana kita menanggapi sabda Tuhan.
2. Apakah kita setia mengarahkan hati kita kepada Allah.
Saudaraku,
Daud mengajarkan kepada kita:
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
(Mzm 1:1-4)
Setiap hari saya mengutipkan Injil, supaya Injil menjadi "pustaka hidup kita".
Jangan pernah membaca Injil dengan terburu-buru.
Pahami kata demi kata, ayat demi ayat dan jika perlu bacalah berulang-ulang.
Jika engkau belajar ilmu dunia dengan penuh semangat, mengapa engkau tidak bersemangat dalam mendengarkan dan memahami Sabda Tuhan?
Saudaraku,
marilah kita menjadi tanah yang baik, sebab untuk itulah kita dipilih.
Supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan melalui hidup kita.
Sehingga setiap orang dalam kehidupan kita mengalami Allah yang hidup.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 29 Januari 2025
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau membuat telinga kami mendengar
Dan terimakasih Engkau berikan kami hati yang lembut
Supaya firman-Mu tumbuh dan berbuah dalam kehidupan kami
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk menolak segala bentuk cinta diri
Sehingga kuasa dan belas kasih-Mu nyata dalam kehidupan kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 3:31-35;
Mrk 3:31
Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
Mrk 3:32
Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
Mrk 3:33
Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Mrk 3:34
Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Mrk 3:35
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
--------
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku
Saudaraku,
mungkin ada yang berpikir, memiliki hubungan dekat dengan Tuhan Yesus, karena telah dibaptis, rajin pergi ke gereja, bergaul dengan orang lain yang mengenal Tuhan Yesus dan lain sebagainya.
Ini saja tidak cukup, itu tidak menjadikan kita bagian dari keluarga Allah.
Dengan sangat tegas Tuhan Yesus mengatakan: Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.
Saudaraku,
diperlukan hubungan pribadi atau personal dengan Tuhan Yesus dan menyesuaikan diri dengan cara hidup Tuhan Yesus.
Tentunya pertama-tama kita harus sadar bahwa kita bukan lagi orang yang merdeka.
Setelah itu kita harus mencintai kehendak-Nya, lalu menginginkan kehendak-Nya.
Caranya sederhana tetapi tidak mudah, yaitu hanya diperlukan waktu 1 detik saja untuk bertanya kepada diri sendiri sebelum melakukan segala sesuatu.
Apakah yang Allah kehendaki dariku dalam hal ini?
Saudaraku,
adalah baik untuk "memberi pertimbangan sebagai anak-anak Allah", sebelum berbicara dan melakukan segala sesuatu.
Yakinlah Roh Kudus, hidup dan bergerak dalam diri kita, Ia pasti akan memberikan nada-nada adikodrati dalam setiap rencana dan perbuatan kita.
Sebab kita telah dipilih untuk menghadirkan belas kasih, kuasa dan kemuliaan Allah.
Maka, marilah kita "murnikan" setiap niat kita, jauhkanlah dari pertimbangan-pertimbangan manusiawi.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 28 Januari 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon jauhkanlah kami dari segala bentuk dorongan hawa nafsu dan bujukan-bujukan keangkuhan
Murnikanlah setiap niat kami
Doronglah dan ajarilah kami untuk tetap setia hidup sebagai anak-anak Allah
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 3:22-30;
Mrk 3:22
Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."
Mrk 3:23
Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
Mrk 3:24
Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
Mrk 3:25
dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
Mrk 3:26
Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.
Mrk 3:27
Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
Mrk 3:28
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
Mrk 3:29
Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
Mrk 3:30
Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.
--------
Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."
Saudaraku,
kita hidup di dunia hitam dan putih, demikianlah keadaannya.
Kita selalu dihadapkan dengan dua pilihan.
Karena ada dua bagian dalam hidup manusia yaitu daging dan roh.
Roh itu penurut tetapi daging lemah.(Bdk Mat 26:41)
Saudaraku,
ketika "roh" dikuasai oleh daging, berhati-hatilah!
Sebab keinginan daging membawa kepada kematian.
Perhatikan, jika hidup kita dikuasai oleh keinginan daging, seluruh keinginan kita tertuju kepada kenikmatan daging.
Dalam kondisi itu, manusia tidak ada bedanya dengan binatang, hidupnya menjadi budak hawa nafsu.
Sedangkan Allah dan pekerjaan-pekerjaan-Nya, hanya bisa dilihat oleh "mata roh".
Saudaraku,
berbahagialah karena Tuhan Yesus memberikan "Roh Kudus", kepada kita.
Roh Kudus yang selalu mendorong kita untuk "hidup dalam perintah Roh".
Roh Kudus yang membuka mata dan telinga kita, sehingga kita bisa melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan Allah.
Supaya kita juga melakukan perbuatan-perbuatan itu.
Supaya kita hidup sebagai "anak-anak Allah".
Perhatikan, semua usaha kita dalam matiraga, akan sia-sia jika tidak disertai dengan "penyangkalan diri".
Ingatlah: untuk hidup, orang harus mati.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 27 Januari 2025
Tuhan Yesus
Engkau telah memberikan teladan kepada kami untuk hidup dalam kekudusan sampai wafat di kayu salib
Kami mohon bantulah kami untuk mengalahkan segala bentuk cinta diri
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk matiraga setiap hari
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh godaan kenikmatan keinginan daging
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 1:1-4, 4:14-21;
Lukas 4:14-21:
Luk 4:14
Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
Luk 4:15
Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
Luk 4:16
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Luk 4:17
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
Luk 4:18
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
Luk 4:19
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Luk 4:20
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Luk 4:21
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
--------
Roh Tuhan ada pada-Ku
Saudaraku,
*Roh Tuhan ada padaku* ini bukan sekadar pernyataan fakta, tetapi wahyu pengurapan ilahi.
Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa Roh Kudus juga ada pada diri kita, Ia bergerak dan hidup.
Membimbing dan memberikan kekuatan kepada kita supaya kita tetap setia hidup dalam kekudusan.
Supaya setiap orang dalam kehidupan kita, "mengalami Allah yang hidup".
Saudaraku,
Roh Kudus selalu memotivasi kita.
Dan kenyataannya iman menjadi kekuatan bagi kita untuk setia hidup dalam pengharapan, tetapi kasih mendatangkan kepada kita pengetahuan yang pada gilirannya memperkuat iman kita.
Pengetahuan-iman terkait dengan perjanjian dengan Allah yang setia yang menjalin hubungan kasih dengan manusia dan menyampaikan firman-Nya.
Santo Paulus mengajarkan: iman timbul dari pendengaran.(Rm 10:17)
Pengetahuan yang dikaitkan dengan firman selalu merupakan pengetahuan pribadi.
Pengetahuan itu mengenali suara orang yang berbicara, membuka diri kepada orang itu dalam kebebasan dan mengikutinya dalam ketaatan.
Santo Paulus berbicara tentang ketaatan iman(Bdk. Rm 1:5; 16:26).
Iman juga merupakan pengetahuan yang terikat pada perjalanan waktu, karena kata-kata memerlukan waktu untuk diucapkan.
Dengan demikian, "pengalaman mendengar" dapat membantu untuk memperlihatkan dengan lebih jelas ikatan antara pengetahuan dan kasih.
Saudaraku,
pendengaran menekankan panggilan dan kepatuhan pribadi, faktanya kebenaran diungkapkan pada waktunya.
Penglihatan memberikan visi tentang seluruh perjalanan dan memungkinkannya untuk ditempatkan dalam rencana keseluruhan. Kita membutuhkan pendengaran dan penglihatan, jika kita ingin memperoleh pengetahuan-iman dan pengetahuan-kasih yang akan memungkinkan kita untuk tumbuh secara individu menjadi “Kristus Kritus kecil”.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 26 Januari 2025
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau memberi Roh Kudus kepada kami
Supaya kami setia hidup didalam iman
Dan Engkau penuhi hidup kami dengan belas kasih-Mu
Supaya setiap orang dalam kehidupan kami sungguh-sungguh mengalami belas kasih dari Allah yang hidup
Maka kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu mengarahkan mata dan telinga kami kepada-Mu
Dan supaya hati dan pikiran kami dipenuhi rencana dan kehendakMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
