"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 11:47-54;

Luk 11:47
Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.
Luk 11:48
Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.
Luk 11:49
Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,
Luk 11:50
supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,
Luk 11:51
mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.
Luk 11:52
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi."
Luk 11:53
Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.
Luk 11:54
Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.
---------

Celakalah kamu ...

Saudaraku,
dengan sangat jelas Tuhan Yesus sangat membenci "kemunafikan".
Saya kira kita semua setuju, sangat sulit untuk menyembuhkan kemunafikan.
Sebab orang yang munafik adalah orang yang "mengingkari dirinya sendiri".
Maka yang bisa menyembuhkan, hanyalah dirinya sendiri.

Saudaraku,
janganlah mudah percaya kepada diri kita sendiri.
Sebab seringkali kita tidak mempunyai "pengetahuan yang cukup".
Dan jika ada seseorang yang merasa punya pengetahuan yang cukup, sesungguhnya dia justru sedang menipu dirinya sendiri.
Dalam bahasa jawa ada ungkapan: "dolanmu kurang adoh", bahasa indonesianya "pergimu kurang jauh".
Kalimat itu untuk menyadarkan seseorang yang "tidak tepat atau kurang tepat dalam menilai suatu kejadian".
Alasan yang kedua, setiap kita selalu cenderung cinta diri, lalu tentunya dalam segala hal mengutamakan kepentingan diri sendiri, tidak obyektif.

Saudaraku,
beriman didalam Kristus harus aktif.
Supaya kita bisa tetap setia hidup dalam iman di dalam Kristus.
Sebab semakin hari tantangannya juga semakin beragam.
Dengan berbagai cara kita harus rajin membarui "pustaka iman" atau "pustaka rohani" kita.
Dengan demikian kita selalu bisa dengan jelas mengenali setiap "dorongan hati".
Dan kita harus tetap bertekun dalam doa.
Supaya kita tetap setia hidup dalam kemurnian, tidak ada kemunafikan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon doronglah kami untuk selalu melihat diri sendiri dengan jujur
Dan buatlah mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Supaya kami memiliki rahmat dan pengetahuan yang cukup
Sehingga kami tidak mudah disesatkan oleh kenunafikan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 11:42-46;

Luk 11:42
Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Luk 11:43
Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.
Luk 11:44
Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya."
Luk 11:45
Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga."
Luk 11:46
Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun.
---------

Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun

Saudaraku,
orang Farisi dan ahli-ahli Taurat merasa sudah berjalan dengan benar, tetapi mereka tidak mengenal Allah.
Mereka membelenggu diri mereka dengan hukum dan peraturan yang tidak dapat mereka patuhi dan berpura-pura mereka bisa.
Dalam arti tertentu, orang Farisi mencoba memanipulasi Allah agar menerima mereka berdasarkan penampilan luar.
Maka benar jika Tuhan Yesus menyebut mereka seperti "kuburan" yang dilabur putih.(Bdk Mat 23:27)

Saudaraku,
dihadapan manusia kita bisa memakai topeng, tetapi tidak di hadapan Allah.
Dan sangat sulit, bahkan mustahil untuk bisa memperbaiki hidup kita di hadapan Allah, jika tidak berani melihat diri sendiri dengan jujur.
Kita harus menggunakan setiap kesempatan untuk melihat diri sendiri, secara khusus kekurangan dan kelemahan kita.
Dan menggunakan setiap kesempatan untuk membangun kehidupan rohani kita.
Seperti halnya kita lebih tertarik melihat perbuatan orang lain, sebaiknya kita memberi "porsi yang lebih banyak" untuk meihat diri sendiri.

Saudaraku,
hidup benar dihadapan Allah hanya bisa dicapai dengan susah payah.
Oleh karena itu mohonlah rahmat Allah setiap hari, supaya kita selalu bisa menjaga kemurnian hati.
Selalu bersemangat untuk mengalahkan segala bentuk hawa nafsu kedagingan.
Berlatihlah setiap hari dari hal-hal yang kecil, dari kesalahan-kesalahan kecil.
Janganlah kita "dipimpim oleh hasrat kita", tetapi "kendalikanlah" segala bentuk cinta diri.
Dan yang tidak kalau penting adalah: ketika kita melihat kekurangan orang lain, apapun itu, jadikanlah cermin untuk melihat diri kita sendiri.
Sehingga kehidupan rohani kita bertumbuh dengan baik dan berbuah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon doronglah kami dan bimbinglah kami untuk melepaskan diri dari hasrat cinta diri
Ajarilah kami untuk taat hanya kepada perintah Roh Kudus dan hanya berharap kepada-Mu
Kami sangat sadar bahwa itu tidak mudah
Tetapi kami percaya Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian
Dan kami percaya rahmat-Mu lebih dari cukup untuk menjaga dan menjadi kekuatan kami supaya kami tetap setia hidup dalam kekudusan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 11:37-41;

Luk 11:37
Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.
Luk 11:38
Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.
Luk 11:39
Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.
Luk 11:40
Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?
Luk 11:41
Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.
---------

Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?

Saudaraku,
orang Farisi percaya pada tradisi dan ritual yang mereka ciptakan, sama seperti mereka percaya pada firman Tuhan.
Orang Farisi menyuruh orang lain mematuhi hukum Secara ketat, tetapi mereka tidak harus melakukannya.
Oleh karena itu Tuhan Yesus berkata kepada mereka: kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.
Mereka menempatkan penekanan besar pada pembersihan luar, dan penampilan luar.
Mereka juga memiliki peraturan tentang cara mencuci peralatan memasak dan peralatan makan.
Dari luar mereka tampak bersih, tetapi di dalamnya penuh rampasan dan kejahatan.

Saudaraku,
adalah baik kita melakukan perbuatan kasih.
Tetapi kita harus berani jujur kepada diri sendiri bahwa "motif" kita benar.
Kita harus melakukannya dari hati yang penuh belas kasih dan melakukannya untuk Tuhan.
Bukan untuk dilihat orang.
Tentu saja tidak ada salahnya berdoa di tempat umum, tetapi orang Farisi berdoa di tempat umum hanya agar dia dapat memberi KESAN kepada orang lain.
Semua yang dilakukan orang Farisi adalah untuk membuat orang lain terkesan.
Apa untungnya jika kita membuat orang lain terkesan, tetapi gagal dalam upaya kita untuk memuliakan Tuhan.
Orang Farisi "tampak benar" di hadapan Tuhan.
Mereka tampak sangat rohani.
Namun semuanya itu menyesatkan.

Saudaraku,
kejujuran dan kemurnian harus ada pada maksud kita.
Dalam setiap perbuatan kita, bila kita tidak mencari sesuatu selain agar dapat berkenan dihadapan Tuhan dan berguna bagi sesama, kita akan menikmati "kemerdekaan batin".
Jika keadaan batin kita baik dan murni, niscaya kita akan melihat segala-galanya dengan jelas dan bisa memahaminya dengan baik.
Dan hanya hati yang murni yang bisa menembus sampai ke surga.
Maka lalu setiap perbuatan baik yang sebelumnya terasa berat, akan ternyata ringan dan mudah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon doronglah kami untuk berani memeriksa diri kami sendiri dengan jujur
Supaya kami tidak terlalu percaya kepada diri sendiri dan tidak merasa paling benar sendiri
Sebab seringkali kami digerakkan oleh citra diri
Dan kami mohon kuasailah hati kami dengan kehendak-Mu
Sehingga dimanapun kami berada dan dalam keadaan apapun
Setiap orang dalam kehidupan kami melihat dan mengalami belas kasih dan kuasa-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 11:29-32;

Luk 11:29
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
Luk 11:30
Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
Luk 11:31
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
Luk 11:32
Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"
---------

Orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!

Saudaraku,
bertahun-tahun kita telah menggunakan telinga untuk mendengar Sabda Tuhan.
Kidung pujian, pengajaran, kesaksian juga "alat bantu" yang kita gunakan untuk mendengar Sabda Tuhan.
Dan mari kita perhatikan, dalam banyak hal, Tuhan Yesus selalu mengingatkan kita tentang "bagaimana kita mendengar".
Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"(Mrk 4:9)
"Mendengar" bukan hanya hanya tentang "telinga", namun mencakup "kemampuan untuk memahami".
Mari kita perhatikan Tuhan Yesus mengingatkan para murid, bahwa mereka telah menerima karunia untuk mengetahui rahasia Kereajaan Allah.
"Kepadamu diberikan karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah."(Mrk 4:11)
Telinga para murid dan telinga kita saat ini telah dibuat mendengar oleh Tuhan Yesus.
Dan Roh Kudus yang diutus oleh Allah Bapa mengajarkan segala sesuatu kepada kita.
Dan Roh Kudus, yang diutus oleh Allah Bapa, akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan akan mengingatkan kita akan semua yang telah dikatakan Tuhan Yesus kepada kita.(Bdk Yoh 14:26)
Oleh karena itu tingakatan kita BUKAN LAGI MENDENGAR, tetapi "KETAATAN".

Saudaraku,
kunci ketaatan adalah "menguasai kemauan".
Sudah tentu setiap orang lebih suka melakukan kehendaknya sendiri dan hanya tertarik kepada mereka yang sepaham dengan dia.
Dihadapan Allah, kita tidak bisa seperti itu, kita harus menyesuaikan dengan kehendak-Nya.
Apakah diantara kita ada yang sungguh-sungguh berhikmat sehingga dapat mengetahui segala-galanya?
Maka apa yang nampaknya baik, tidak semua harus kita turuti, supaya kita tidak mudah disesatkan.

Saudaraku,
suara Tuhan, selalu mendorong kita untuk hidup dalam "semangat pertobatan".
Perhatikan Allah yang adalah kudus, Ia mendekat kepada kita, menjadi manusia supaya kita kembali kepada kekudusan.
Maka hendaklah kesadaran itu menjadi "daya dorong" untuk selalu membangun semangat pertobatan setiap hari.
Dengan demikian kita akan selalu hidup dalam kesadaran untuk mengusahakan kekudusan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Dengan berbagai cara Engkau menyelamatkan kami
Terimakasih, Engkau bawa kami kepada Putera-Mu
Sehingga mata kami melihat hidup dan telinga kami mendengar kabar suka cita
Kami mohon rahmat kekuatan untuk hidup dalam ketaatan
Supaya dalam keadaan apapun Kau dapti kami setia

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 10:17-27;

Mrk 10:17
Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Mrk 10:18
Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
Mrk 10:19
Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
Mrk 10:20
Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
Mrk 10:21
Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
Mrk 10:22
Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Mrk 10:23
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Mrk 10:24
Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Mrk 10:25
Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Mrk 10:26
Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
Mrk 10:27
Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."
---------

Pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku

Saudaraku,
nasihat Tuhan Yesus juga ditujukan bagi kita semua, supaya kita selalu mampu menyelami lebih dalam dan melepaskan diri dari hal-hal yang menguasai kita dan dan yang mengaburkan keinginan sejati kita akan kebijaksanaan dan pengetahuan tentang Tuhan.
Pesannya adalah tentang memiliki komitmen yang teguh bukan hanya dalam hal harta benda tetapi juga dalam kehidupan seseorang sebagai murid-Nya.
Harta benda yang dipercayakan kepada kita oleh Tuhan bukan untuk keuntungan pribadi.
Tetapi kita menggunakannya demi kebaikan orang lain.
Kita bukan pemiliknya tetapi kita diberi kepercayaan oleh Tuhan sebagai "seorang pengurus".

Saudaraku,
jangan lupakan: ia yang berkelebihan memerlukan sedikit.
Jangan mengada-adakan keperluan bagi dirimu sendiri.
Lepaskanlah kecintaanmu dari benda-benda di dunia ini.
Cintailah dan laksanakanlah semangat kemiskinan.
Puaslah dengan apa yang cukup untuk hidup sederhana.
Kemiskinan yang sejati bukan berarti tidak memiliki apa-apa, melainkan "melepaskan dari keterikatan".
Melepaskan dengan sukarela kekuasaan dan benda-benda.
Maka mari kita selalu berupaya untuk memandang rendah harta kekayaan, dengan semangat yang sama seperti orang-orang dunia beruapa untuk memilikinya.

Saudaraku,
apapbila hartamu bertambah, janganlah hatimu lekat padanya.
Berusahalah untuk menggunakan dengan "murah hati".
Sebab: Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut.(Bdk Luk 12:48)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Kami mohon hindarkanlah kami dari segala bentuk keterikatan duniawi
Berilah kami semangat kemiskinan
Dan berilah kami hati yang memberi

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa