"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 6:45-52;

Mrk 6:45
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
Mrk 6:46
Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
Mrk 6:47
Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Mrk 6:48
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
Mrk 6:49
Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,
Mrk 6:50
sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Mrk 6:51
Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
Mrk 6:52
sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.
-----------

Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka

Saudaraku,
Tuhan Yesus memang menyembuhkan, Dia memang melakukan mukjizat, Dia memang melakukan semua hal ini, tetapi bukan karena alasan itulah kita menjadi pengikutNya.
Kita menjadi pengikutNya karena kita yakin bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan, Anak Allah yang hidup.
Ia mengajar kita dan menuntun kita kepada hidup.

Saudaraku,
kita yang terombang-ambing oleh kekhawatiran dan cobaan hidup ini.
Banyak pertempuran hidup hanya dapat diperjuangkan di alam spiritual dan melalui iman didalam Kristus.
Di dunia ini, sangat sedikit momen tenang dalam hidup.
Dalam hidup, kita akan mendapati diri kita berada dalam berbagai situasi yang tidak pernah kita pilih.
Kesulitan dan cobaan datang tanpa diundang.
Seringkali terasa sangat berat dan di luar kemampuan kita untuk menanggungnya.

Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak pernah jauh dari kita.
Ia telah berjanji hidup kita adalah tempat kediaman-Nya.
Sayangnya, kita seringkali lebih fokus kepada kesulitan dan melupakan kuasa Tuhan Yesus.
Kita tidak sempurna dan Tuhan Yesus tahu itu.
Jika kita selalu hidup dalam "kesadaran akan kehadiranNya", kita tidak akan pernah terjebak dalam "keluh kesah".
Perhatikan, setiap keluh kesah "membiaskan" penglihatan kita akan kuasa Allah.
Iman adalah mengetahui bahwa Dia mampu dan akan melakukan hal yang mustahil.
Oleh karena itu, mari kita selalu hidup sebagai orang yang percaya, supaya kita memiliki "iman yang hdiup".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kmais 8 Januari 2026

Tuhan Yesus
Kami sungguh percaya Engkau tidak pernah meninggalkan kami
Keinginan-keinginan kami lah yang seringkali menjauhkan kami dariMu
Kami percaya Engkau hidup dalam hidup kami
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam kehadiranMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

 

Injil Lukas 4:14-22;

Luk 4:14
Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
Luk 4:15
Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
Luk 4:16
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Luk 4:17
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
Luk 4:18
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
Luk 4:19
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Luk 4:20
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Luk 4:21
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
Luk 4:22
Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"
--------

Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

Saudaraku,
Tuhan Yesus mengutip Kitab Yesaya ketika ditanya siapa Ia sebenarnya: "Roh Tuhan ada padaku"(Yes 61:1), sebab Ia telah mengurapi aku untuk memberitakan kabar baik kepada orang miskin.
Ia telah mengutus aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang yang ditawan dan pemulihan penglihatan kepada orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun yang berkenan kepada Tuhan."
Kemudian Ia memberi tahu orang-orang Yahudi yang berkumpul di sana bahwa nubuat itu telah digenapi di hadapan mereka.
Artinya, pendengaran mereka akan firman Allah telah menggenapi nubuat itu.
Dosa akan diampuni, orang berdosa akan dibebaskan dari perbudakan, orang-orang buta secara fisik dan rohani akan disembuhkan dan akan tercipta era pembebasan, tahun Yobel.
Tentu saja, Ia berbicara tentang kerajaan Allah dan pemerintahan Mesias.
Tetapi mereka segera bertanya, "Siapakah orang ini?" meskipun Ia baru saja memberi tahu mereka.
Mereka ingin tahu bagaimana seorang anak tukang kayu biasa dapat membuat klaim seperti itu.
Tentunya Mesias sejati akan mewujudkan Diri-Nya sebagai penguasa sekuler yang akan mengusir Romawi dari kota dan memulihkan hegemoni Israel.
Bukan orang ini.
Dia melakukan tanda-tanda dan mukjizat tetapi selalu menggunakan mukjizat-mukjizat itu untuk memperkuat kata-kata-Nya, ajaran-ajaran-Nya.

Saudaraku,
kita telah mempertimbangkan kenyataan bahwa iman melahirkan kasih, tetapi kasih memberi kita semacam pengetahuan yang pada gilirannya memperkuat iman kita.
Para Bapa Gereja mengajarkan: _pengetahuan iman terkait dengan perjanjian dengan Allah yang setia yang menjalin hubungan kasih dengan manusia dan menyampaikan firman-Nya kepadanya._
Karena itu, Kitab Suci menyajikannya sebagai bentuk pendengaran.
“Santo Paulus mengajarkan: iman datang dari pendengaran (Roma 10:17).
Pengetahuan yang terkait dengan firman selalu merupakan pengetahuan pribadi, pengetahuan itu mengenali suara orang yang berbicara, terbuka kepada orang itu dengan bebas dan mengikutinya dalam ketaatan.
Paulus dapat berbicara tentang ketaatan iman (bdk. Roma 1:5; 16:26).
Iman juga merupakan pengetahuan yang terikat pada perjalanan waktu, karena kata-kata membutuhkan waktu untuk diucapkan, dan itu adalah pengetahuan yang hanya diasimilasi sepanjang perjalanan kemuridan.
Pengalaman mendengar dapat membantu memperjelas ikatan antara pengetahuan dan kasih.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 7 Januari 2026

Tuhan Yesus
Engkau memberikan Roh Kudus kepada kami
Roh Kudus mengajar dan memberikan kekuatan untuk setia hidup dalam iman
Kami mohon berilah kami telinga yang mendengar dan bimbinglah kami untuk hidup dalam ketaatan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

 

Injil Markus 6:34-44;

Mrk 6:34
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Mrk 6:35
Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
Mrk 6:36
Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
Mrk 6:37
Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
Mrk 6:38
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
Mrk 6:39
Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
Mrk 6:40
Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
Mrk 6:41
Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
Mrk 6:42
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
Mrk 6:43
Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
Mrk 6:44
Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
----------

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka

Saudaraku,
Apakah kasih itu? Santo Thomas Aquinas memberi tahu kita bahwa "kasih adalah nama diri Roh Kudus".
Sama seperti Logos, Putra yang adalah Yesus Kristus, adalah kesempurnaan pemahaman diri Bapa, demikian pula pneuma, Roh Kudus, adalah kesempurnaan cinta yang dimiliki Bapa kepada Putra, dan Putra kepada Bapa. Lebih jauh lagi, kasih ini meluap dari Tritunggal Mahakudus dan mengambil bentuk fisik di alam semesta.
Bintang-bintang dan planet-planet dan tumbuhan dan hewan dan bahkan kita diciptakan oleh Tuhan melalui kasih-Nya.

Saudaraku,
dalam hidup kita, kasih mengambil bentuk sebagai pengorbanan diri.
Dalam hal ini, kita meneladan Tuhan kita Yesus Kristus, yang merendahkan diri-Nya dengan menundukkan kemuliaan ilahi-Nya pada tiga puluh tahun lebih keberadaan sebagai manusia—pribadi ilahi dengan kodrat manusia dan ilahi.
Dalam Injil kita hari ini, kita melihat Tuhan Yesus tiba dengan perahu dan melayani kerumunan besar.
Tuhan Yesus mendatangi kita melalui pelayanan Gereja melalui sakramen-sakramen, dengan Ekaristi Kudus sebagai tanda kehadiran Kristus di atas semua yang lain.
Di sini kita diajarkan tentang kasih Allah yang ditunjukkan dalam belas kasihan Tuhan Yesus kepada kerumunan yang mengingatkan pada kawanan domba yang ditinggalkan kepada serigala, tanpa dijaga oleh gembala.

Saudaraku,
"tergerak oleh belas kasihan", rasanya seperti ada sesuatu yang terjadi di dalam hati kita, jantung kita berdetak lebih cepat,
Itulah yang dimaksud Tuhan Yesus.
Ia merasakan perasaan ini di bagian terdalam tubuh dan jiwa-Nya.
Kita mendengar Sabda Allah, kita diberi makan pikiran dan kehendak oleh Sabda itu dan kemudian kita mengucap syukur dan memuji serta berbagi Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keilahian Yesus.
Mukjizat roti dan ikan, yang kemudian diubah menjadi kurban pujian di Kalvari, menjadi makanan kita sekarang.
Dan itu cukup untuk memberi makan seluruh dunia.
Dia, Tuhan kita, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan terdalam jiwa kita.
Lalu apa yang Tuhan tuntut dari kita yang mendengar Firman dan mengambil bagian dalam Ekaristi?
Apakah kita dengan tenang merenungkan Kehadiran nyata Tuhan Yesus dan kemudian menyimpan karunia Allah?
Sama sekali tidak.
Di tempat lain, Tuhan Yesus berduka atas orang-orang yang seperti domba tanpa gembala dan tergerak oleh belas kasihan.

Saudaraku,
kita didorong untuk berdoa atas panggilan kita sendiri untuk melayani.
Karena kita semua memiliki panggilan untuk melayani, baik sebagai orang awam, atau sebagai biarawan/biarawati atau imam.
Ini adalah bagian penting dari panggilan kita sendiri.
Dunia tidak perlu melakukan apa pun dalam upayanya untuk menghancurkan Iman selain mencegah orang untuk memikirkan imamat sebagai panggilan hidup.
Jadi dorongan kita harus selalu mengalahkan segala keinginan yang menjauhkan kita dari Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 6 Januari 2026

Tuhan Yesus
Belas kasihMu telah menyelamatkan kami
Engkaupun selalu mendorong kami supaya hidup kami menjadi perwujudan belas kasihMu
Sebab Engkau menghendaki setiap orang memperoleh keselamatan dan hidup kekal dalam kerajaanMu
Kami mohon jauhkanlah kami dari segala bentuk cinta diri
Sehingga belas kasih dan kuasaMu nyata dalam kehidupan kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 2:36-40;

Luk 2:36
Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
Luk 2:37
dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
Luk 2:38
Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
Luk 2:39
Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
Luk 2:40
Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
----------

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya

Santo Lukas menggambarkan Keluarga Kudus dalam Injil kita, yang ketaatan dan kesetiaannya kepada Firman sangatlah nyata.
Ia menggambarkan mereka sebagai pelayan pertama Kasih Allah dan teladan keluarga serta komunitas Kristiani.
Santo Lukas juga mengingatkan kita tentang dua upacara Yahudi.
Menurut Kitab Keluaran 13, setiap anak laki-laki sulung dianggap suci dan milik Tuhan.
Oleh karena itu, anak tersebut harus ditebus atau dibeli kembali, dalam arti tertentu, dengan persembahan 5 syikal, yang setara dengan upah kerja seorang pria selama 3 minggu.
Upacara ini disebut Penebusan Anak Sulung dan melambangkan kembalinya Kristus ke Yerusalem untuk mempersembahkan hidup-Nya bagi penebusan manusia.
Upacara kedua adalah Penyucian setelah Melahirkan.
Imamat 12 Kitab Suci menetapkan bahwa seorang wanita dianggap najis secara fisik dan tidak diperbolehkan untuk ikut serta dalam upacara keagamaan apa pun selama 40 hari, jika anaknya laki-laki atau selama 80 hari, jika anaknya perempuan.
Pada akhir penyucian, ia harus mempersembahkan seekor domba atau dua ekor merpati.
Bunda Maria mempersembahkan merpati, di zaman itu disebut Persembahan Kaum Miskin.

Saudaraku,
di antara banyak orang di Bait Suci, Tuhan memilih Simeon dan Hana untuk mengungkapkan tujuan ilahi dari kelahiran Tuhan.
Pertimbangan rohani di balik wahyu ini adalah kebajikan kesalehan dan kesabaran mereka, yang layak mendapatkan limpahan rahmat Allah.
Injil diakhiri dengan kembalinya Keluarga Kudus ke Nazaret dan di bawah kepemimpinan Yusuf dan Maria, Anak Ilahi itu tumbuh dalam hikmat dan kekuatan, menunjukkan ketaatan-Nya kepada orang tua-Nya dan kasih karunia Allah ada pada Anak itu.

Saudaraku,
Gereja dasar di mana kekudusan dibangkitkan, dipelihara dan dihayati.
Oleh karena itu, keluarga adalah realitas hidup yang dipanggil untuk menjadi wadah perdamaian, pembela dan pewarta Firman, bait Roh, dan pengelola kasih Tuhan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 30 Desember 2025

Tuhan Yesus
Kami percaya Engkau hadir dalam dalam keluarga kami
Engkau menguduskan kami supaya kami menjadi pewarta dan saksi belas kasih dan kuasaMu
Kami mohon doronglah kami dan berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam belas kasihMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 2:22-35;

Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Luk 2:23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
Luk 2:24
dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Luk 2:25
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
Luk 2:26
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Luk 2:27
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
Luk 2:28
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
Luk 2:29
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
Luk 2:30
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
Luk 2:31
yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
Luk 2:32
yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."
Luk 2:33
Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
Luk 2:34
Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
Luk 2:35
dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri?,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
----------

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan

Saudaraku,
Santo Lukas menggambarkan Keluarga Kudus dalam Injil kita, yang ketaatan dan kesetiaannya kepada Firman sangatlah nyata.
Ia menggambarkan mereka sebagai pelayan pertama Kasih Allah.
Santo Lukas juga mengingatkan kita tentang dua upacara Yahudi.
Menurut Kitab Keluaran, setiap anak laki-laki sulung dianggap suci dan milik Tuhan.
Oleh karena itu, anak tersebut harus ditebus atau dibeli kembali, dalam arti tertentu, dengan persembahan 5 syikal, yang setara dengan upah kerja seorang pria selama 3 minggu.
Upacara ini disebut Penebusan Anak Sulung dan melambangkan kembalinya Kristus ke Yerusalem untuk mempersembahkan hidup-Nya bagi penebusan manusia.
Upacara kedua adalah Penyucian setelah Melahirkan.
Imamat 12, menetapkan bahwa seorang wanita dianggap najis secara fisik dan tidak diperbolehkan untuk ikut serta dalam upacara keagamaan apa pun selama empat puluh hari, jika anaknya laki-laki atau selama delapan puluh hari, jika anaknya perempuan.
Pada akhir penyucian, ia harus mempersembahkan seekor domba atau dua ekor merpati.
Bunda Maria mempersembahkan yang terakhir, yang disebut Persembahan Kaum Miskin.

Saudaraku,
kita diingatkan akan tanggung jawab dan kewajiban kita dalam keluarga.
Paus Yohanes Paulus II menyoroti keluarga sebagai dasar pembentukan di mana kasih dan pengetahuan tentang Tuhan ditanamkan dan di mana anak-anak dan orang tua sama-sama berbagi nilai-nilai pastoral.
Lebih jauh lagi, ensiklik tersebut menggambarkan keluarga sebagai "gereja domestik," Gereja dasar di mana kekudusan dibangkitkan, dipelihara dan dihayati.
Konsili Vatikan Kedua lebih lanjut mengangkat keluarga sebagai pusat iman dan misi, saksi pesan Kristus dan agen transformasi.
Oleh karena itu, keluarga adalah realitas hidup yang dipanggil untuk menjadi wadah perdamaian, pembela dan pewarta Firman, bait Roh, dan pengelola kasih Tuhan.

Saudaraku,
Keluarga Kudus sebagai teladan kita, marilah kita dengan tulus bertekad untuk bertindak dengan kasih yang mengikat untaian kehidupan dan menyempurnakannya.
Kita semua dipanggil untuk siap berdiri di hadapan Tuhan, Pencipta kita.
Untuk berdamai dengan Tuhan, mengetahui bahwa penebusan penuh telah dilakukan untuk dosa-dosa kita.
_Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu._

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 29 Desember 2025

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau membawa kami kepada PuteraMu, Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau selamatkan kami dan Engkau penuhi hidup kami dengan belas kasihMu
Kami mohin kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendakMu
Dan jadikanlah hidup kami perwujudan belas kasihMu

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa.. Amin