Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 19:13-15;
Mat 19:13
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Mat 19:14
Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."
Mat 19:15
Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.
---------
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus
Saudaraku,
kisah tentang Yesus yang memberkati anak-anak kecil ini mengajarkan kepada kita bahwa sebagai Tubuh Kristus, kita memiliki tanggung jawab terhadap anak-anak di komunitas kita.
Kita dipanggil untuk memberkati mereka, dengan kasih Kristus.
Anak membutuhkan seorang gembala yang penuh perhatian untuk memimpin, memberi makan dan mengasuh mereka hingga dewasa.
Kita sebagai orangtua harus membantu mereka bertumbuh dalam segala aspek ke arah Kristus, secara sosial, emosional, mental dan spiritual.
Iman kita sebagai orangtua harus bisa menumbuhkan iman dalam diri anak-anak.
Supaya anak-anak membentuk opini awal mereka tentang Tuhan Yesus melalui pengalaman awal mereka bersama-Nya.
Anak-anak biasanya tidak berpikir abstrak, mereka membutuhkan seseorang yang dapat memahami Tuhan Yesus.
Kita harus bisa membawa anak-anak mengalami kasih, sukacita, kedamaian, kesabaran, kebaikan, kedamaian hati, kelembutan dan pengendalian diri.
Kita harus bisa menjadi teladan supaya anak-anak tidak membuat keputusan berdasarkan emosi.
Saudaraku,
berikan semua kesempatan yang memungkinkan bagi anak-anak untuk diperkenalkan kepada iman dalam Tuhan Yesus Kristus.
Mohonlah hikmat dari Tuhan Yesus dalam membimbing anak-anak kita, supaya kita menjadi teladan "hidup dalam iman".
Seorang anak membutuhkan seorang gembala yang penuh perhatian untuk memimpin, memberi makan dan mengasuh mereka hingga dewasa.
Jangan berpikir bahwa tugas kita sudah selesai ketika kita telah menuntun mereka kepada iman di dalam Kristus.
Kita harus tetap membimbing dan meberi teladan supaya mereka bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus, dalam hal sosial, emosional, mental dan spiritual.
Anak-anak biasanya tidak berpikir abstrak, mereka membutuhkan seseorang yang dapat memahami Tuhan Yesus.
Maka kita sebagai orangtua harus selalu membangun kesadaran supaya anak-anak mengalami kasih, sukacita, kedamaian, kesabaran, kebaikan hati dan kelembutan didalam Kristus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 16 Agustus 2025
Tuhan Yesus
Kami percaya Engkau memberkati anak-anak kami
Engkau terlibat aktif dalam keluarga kami
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan belas kasihMu
Supaya anak-anak kami mengalami Allah yang hidup
Dan anak-anak kami bertumbuh dalam belas kasih dan kuasaMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 19:3-12;
Mat 19:3
Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
Mat 19:4
Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Mat 19:5
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Mat 19:6
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Mat 19:7
Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
Mat 19:8
Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Mat 19:9
Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."
Mat 19:10
Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."
Mat 19:11
Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
Mat 19:12
Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."
---------
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
Saudaraku,
perjanjian awal adalah antara pria dan wanita pertama dan Pencipta mereka.
Tuhan Yesus kembali ke realitas itu ketika beberapa orang Farisi yang suka mengkritik menuntut agar Dia ikut campur dalam perdebatan para rabi tentang kapan seorang pria boleh menceraikan istrinya.
Tuhan Yesus mengutip Taurat: "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."
Kita diberikan realitas "satu daging" antara pria dan wanita dalam pernikahan sebagai anugerah yang tak terpisahkan.
Musa mengizinkan perceraian sebagai konsesi bagi hati yang keras, tetapi Tuhan Yesus datang untuk menebus kita dan memberi kita Roh Kudus yang melembutkan hati kita yang keras dan memungkinkan pernikahan seumur hidup yang penuh sukacita.
Disisi lain dari anugerah pernikahan ditujukan bagi mereka yang mengabdikan diri tanpa syarat untuk "terlibat" dalam Kerajaan Allah, mereka yang tetap melajang demi tujuan tersebut.
Selibat juga merupakan anugerah bagi para klerus dan pria serta wanita yang telah ditahbiskan, yaitu uskup, imam dan diakon seperti halnya Santo Paulus.
Saudaraku,
rahasia untuk membuat pernikahan tetap utuh adalah menari dengan kenyataan rohani bahwa kita bukan lagi dua, kehidupan lama telah berakhir dan kini menjadi satu kehidupan baru melalui tangan kasih Allah.
Sayangnya, banyak hal dalam pernikahan yang lebih "mirip dua daripada satu".
Misalnya ada perjanjian pranikah: rekening bank terpisah, pembagian tanggung jawab, hal-hal ini "tidak mencerminkan kesatuan".
Kunci untuk menemukan kehidupan dalam hubungan adalah dengan menyerahkan diri sepenuhnya ke dalamnya.
Setiap orang yang menikah secara harfiah _terkubur dalam satu sama lain, secara fisik, emosional dan spiritual, kehilangan diri mereka sendiri tetapi menemukan diri mereka di dalam orang lain._
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 15 Agustus 2025
Tuhan Yesus
Kami berdoa untuk keluarga-keluarga kristiani
Engkau yang menyatukan mereka dalam kasih
Kami percaya Engkau memelihara mereka dengan kasihMu
Kami mohon berilah mereka rahmat kekuatan untuk hidup setia dalam kekudusan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 18:21-35, 19:1;
Mat 18:21
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Mat 18:22
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
Mat 18:23
Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
Mat 18:24
Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
Mat 18:25
Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
Mat 18:26
Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
Mat 18:27
Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
Mat 18:28
Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
Mat 18:29
Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
Mat 18:30
Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
Mat 18:31
Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
Mat 18:32
Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
Mat 18:33
Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
Mat 18:34
Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
Mat 18:35
Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
---------
Mat 19:1
Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.
---------
Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
Saudaraku,
balas dendam bukanlah pilihan, meskipun ada banyak program televisi yang menampilkan balas dendam.
Ada pepatah jika seorang ingin membalas dendam ia harus menggali dua kuburan, yang keduanya untuk dirinya sendiri.
Keinginan balas dendam itu adalah penjara bagi jiwa.
Menari di atas kubur musuh kita tidak akan membawa kebahagiaan, tidak ada penyelesaian.
Allah, yang menciptakan kita menurut gambar-Nya sendiri, mengetahui itu.
Allah ingin kita bahagia sebagaimana Dia bahagia, itulah sebabnya Dia melarang balas dendam.
Saudaraku,
Tuhan Yesus dengan sangat jelas mengajarkan kita, bahwa kita harus menukar luka dengan pengampunan dan kasih.
Tuhan Yesus tidak mengajarkan, cukup ucapkan doa untuk orang yang menyakiti kita.
Kita harus menjadi perwujudan belas kasihNya.
Mari kita perhatikan ketika Tuhan Yesus disalibkan: Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.(Luk 23:34)
Setiap kesalahan yang telah kita lakukan dan kebodohan kita sendiri, Allah selalu mengampuni.
Allah telah mengampuni kita, supaya kita saling mengampuni.
Berbahagialah karena hanya Tuhan Yesus yang mengajarkan, mengampuni musuh kita.
Saudaraku,
kita mengampuni karena kita telah diampuni.
Dalam setiap Perayaan Ekaristi, kita meneguhkan janji Allah untuk mengampuni.
Menjadi pengingat bahwa kedamaian sejati tidak diperoleh melalui kekerasan, melainkan melalui hidup yang benar dengan hati yang penuh pengampunan.
Kita adalah anugerah bagi satu sama lain.
Dan hidup didalam Kristus didasarkan pada pengampunan dalam Kristus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 14 Agustus 2025
Tuhan Yesus
Engkau telah mengampuni dosa kami
Engkau memilih kami untuk membawa belas kasih dan pengampunan
Kami mohon berilah kami hati yang mengasihi dan mengampuni
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 18:15-20;
Mat 18:15
"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
Mat 18:16
Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
Mat 18:17
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Mat 18:18
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Mat 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
---------
Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata
Saudaraku,
keluarga seharusnya menjadi tempat yang aman dan tenteram, tempat yang menggembirakan, tempat "kehidupan dipelajari".
Namun, ketika ada yang memicu amarah, maka keluarga menjadi tempat yang paling merusak.
Rasul Paulus mengajarkan:
Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.(Rm 12:9-10)
Senang sekali rasanya dikelilingi orang-orang yang saling mengasihi, orang-orang yang berkomitmen satu sama lain dalam suka dan duka, orang-orang yang lebih mementingkan orang lain daripada diri sendiri dan orang-orang yang membawa damai.
Saudaraku,
Kristus tinggal di dalam hati kita dan Allah adalah kasih.
Kita perlu berakar dan berdasar dalam kasih.
Dengan kata lain, kasih harus menjadi fondasi hidup kita.
Hati-hati jangan memanipulasi untuk mengejar keinginan, mengeluh dan menggerutu ketika segala sesuatunya tidak sesuai yang kita harapkan, terutama yang berhubungan dengan orang lain.
Sebab seringkali motivasinya bukanlah kasih, melainkan kepentingan pribadi.
Itu adalah keinginan untuk mengendalikan atau mendapatkan apa yang kita inginkan, bukan apa yang mungkin lebih baik bagi orang lain.
Oleh karena itu, kerendahan hati, kelembutan, kesabaran dan kerinduan akan kedamaian seharusnya selalu menjadi semangat hidup kita.
Roh Kudus sanggup mengubah kita, jadi marilah kita menjadikan hal itu bagian dari doa kita, agar Roh Kudus tidak hanya menguatkan batin kita, tetapi juga mengubah kita agar kita menjadi lebih rendah hati, lebih lembut, lebih sabar dan hati kita selalu damai.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 13 Agustus 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon berilah kami hati yang mengampuni
Kuasailah hati dan pikiran kami dengan belas kasihMu
Dan bimbinglah kami dengan firmanMu
Supaya hidup kami senantiasa membawa kabar sukacita dan kedamaian
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 18:1-5, 10, 12-14;
Mat 18:1
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
Mat 18:2
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
Mat 18:3
lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:4
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:5
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
--------
Mat 18:10
Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
--------
Mat 18:12
"Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
Mat 18:13
Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Mat 18:14
Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."
---------
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga
Saudaraku,
kerendahan hati sering kali hanya kepura-puraan, "sebuah tipu daya kesombongan".
Coba perhatikan merendahkan diri untuk menaklukkan kesombongan, meskipun kesombongan punya seribu cara untuk mengubah dirinya sendiri, ia tidak pernah begitu pandai menyamar dan mampu memikat, tetapi itulah yang sering terjadi, kerendahan hati palsu.
Mengenakan topeng kesombongan, mencoba mengganti perasaan harga diri yang tulus dengan kekuasaan, ketenaran, status atau kekayaan.
Kebanyakan tidak menipu siapa pun kecuali diri mereka sendiri.
Saudaraku,
anak-anak tidak pandai menipu, mereka tidak menipu orang tua mereka.
Tetapi orang dewasa pandai menyembunyikan diri dan menipu orang lain.
Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk bertobat dan menjadi seperti anak kecil.
Dan Tuhan Yesus adalah teladan kerendahan hati yang sempurna.
Saudaraku,
Matius tidak bermaksud agar kita berperilaku kekanak-kanakan, melainkan bersikap kekanak-kanakan dalam cara pandang kita.
Ia tidak sedang membicarakan seorang anak cengeng, juga tidak sedang membicarakan mereka yang terus-menerus mengisap botol susu atau menangis ketika popoknya basah.
Tentu saja ia tidak sedang membicarakan mereka yang tiarap di lantai hanya karena keinginan atau tuntutan mereka tidak terpenuhi.
Ia juga tidak sedang membicarakan mereka yang ingin tidur dengan lagu pengantar tidur, tetapi tetap makan, tidur, dan bermalas-malasan.
Ia berbicara tentang mereka yang diubahkan untuk memiliki kemurnian hati dan kepolosan.
Yang menyerahkan hidup kepada Kristus dan meneladanNya.
Kita bukanlah orang yang berkuasa, bukanlah orang yang mulia.
Kita adalah anak-anak dengan segala yang tersirat di dalamnya, anak-anak yang mempercayakan hidupnya kepada Bapa.
Tidak ada cara untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga selain dengan kerendahan hati yang sejati dan menjadi seperti anak kecil.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 12 Agustus 2025
Tuhan Yesus
Engkau adalah teladan kerendahan hati yang sempurna
Kami mohon ubahlah hati kami menjadi seperti hatiMu
Hati yang melayani dan penuh dengan belas kasih
Sehingga kami tidak lagi tertarik oleh kesombongan dan segala bentuk cinta diri
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
