"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 11:28-30;

Mat 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Mat 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Mat 11:30
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
---------

Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan

Saudaraku,
Seorang pria di pinggir jalan sambil membawa sekarung singkong sedang mencari tumpangan.
Sebuah truk berhenti dan sang sopir dan menawarkan tumpangan.
Pria itu naik sambil membawa sekarung singkong di bahunya.
Beberapa menit kemudian, pengemudi truk melihat pria itu masih menggendong karung singkongnya.
Ia berkata, "Kenapa kamu masih membawa menggendong karung yang berat itu? Letakkan saja di lantai truk.
Penumpang itu menjawab, "Saya khawatir bebannya terlalu berat untuk kendaraanmu, jadi saya memutuskan untuk tetap menggendongnya."
Nampak terlihat konyol kan?
Tetapi itu yang sering kita lakukan.

Saudaraku,
banyak orang yang berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan Yesus.
Tetapi tidak meletakkan persoalan atau masalahnya ditangan Tuhan Yesus.
Sederhananya begini: kerjakan yang mampu kita kerjakan, biarlah Tuhan Yesus mengerjakan bagianNya.
Dengan demikian "tersedia lebih banyak ruang dipikiran kita" untuk memikirkan bagian kita.
Kerjakan atau lakukan yang masih bisa kita lakukan, selebihnya biarlah Tuhan Yesus yang bekerja.
Apakah itu mudah? TIDAK.
Sebab banyak orang membiarkan terpenjara oleh ketakutan yang diciptakan sendiri, ketakutan karena hal-hal yang belum terjadi.

Saudaraku,
hendaknya sekali waktu kita melihat perjalanan hidup kita.
Secara khusus melihat "keterlibatan Tuhan" dalam hidup kita.
Saya yakin kita kagum dan mungkin ada yang tidak percaya apa yang telah terjadi dalam hidup kita.
Ternyata Tuhan Yesus sungguh-sungguh terlibat dalam hidup kita.
Kalau istilah saya: Tuhan Yesus sungguh-sungguh hidup dalam hidup saya.
Termasuk "kesetiaan saya menulis renungan harian", yang saya sendiri hampir tidak percaya, sudah hampir 8 tahun, berbagi pengalaman iman didalam Kristus.

Saudaraku,
serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.(1Pet 5:7)
Kita diselamatkan oleh iman dan kita dilahirkan kembali melalui baptisan.
Tuhan Yesus berkata: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku”, ini berarti tindakan mental.
Pikiran kita harus berada di bawah kuk Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 17 Juli 2025

Tuhan Yesus
Secara sadar kami serahkan hidup kami kepadaMu
Namun seringkali kami masih membiarkan hidup kami dikuasai oleh pemikiran kami sendiri
Kami mohon ajarilah dan bimbinglah kami untuk berserah kepadaMu
Dan berilah kami rahmat kekuatan dan keberanian untuk selalu mengarahkan hati dan pikiran kami kepada belas kasih dan kuasaMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 11:25-27;

Mat 11:25
Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
Mat 11:26
Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
Mat 11:27
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
---------

Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil

Saudaraku,
agar iman kita tetap segar, bersemangat dan hidup, kita membutuhkan "wahyu pribadi" yang berkelanjutan.
Salah satu cara utama kita menerima wahyu ini adalah melalui doa pribadi yang intim bersama Tuhan Yesus dan Firman-Nya yang Kudus.
Ini bukan doa bersama, melainkan doa yang sepenuhnya sendirian bersama Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus sering pergi sendiri untuk berdoa kepada Bapa-Nya guna menerima wahyu kehendak Bapa-Nya bagi-Nya.
Kita pun tidak boleh kurang dari itu.
Jika tidak, kita akan lebih tertarik melakukan keinginan kita sendiri.
Dan jika kita mau mendengar dalam setiap doa-doa kita, Roh Kudus seakan mendorong kita untuk selalu bertumbuh dalam iman.
Semakin kita setia didalam doa, semakin kita merasa iman kita masih kurang.
Jika kita mau memperhatikan, kuasa yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus dalam hidup kita, terlalu besar jika dibanding ketaatan kita.

Saudaraku,
ketaatan dan menjaga hubungan dalam komunitas adalah cara yang terbaik untuk merawat iman.
Aktif di lingkungan dan berbagai aktivitas di paroki.
Tujuan merawat iman adalah untuk mengembalikan vitalitas pelayanan dan panggilan seiring waktu.
Dan supaya mata kita tetap melihat Allah dan telinga kita mendengar suara Allah.
Sehingga dalam keadaan apapun kita tidak pernah tertarik untuk membanggakan diri sendiri dan mencari diri sendiri.
Dan kita juga melihat dengan sangat jelas, tangan Allah yang bekerja dalam hidup kita.
Kekacauan batin dan godaan-godaan membanggakan diri laksana penutup mata jiwa kita.
Jangan pernah putus asa, kita pasti selalu mendengar wahyu Allah dan tetaplah "melihat".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 16 Juli 2025

Allah Bapa kami
Engkaulah yang memilih kami dan membawa kami kepada PuteraMu, Sang Gembala kami
Engkau buat mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Kami mohon rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam ketaatan
Supaya kami tetap berada dalam kawanan domba-dombaMu

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa

Injil Matius 11:20-24;

Mat 11:20
Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
Mat 11:21
"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
Mat 11:22
Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
Mat 11:23
Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
Mat 11:24
Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."
---------

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya

Saudaraku,
mari kita lihat bahwa Tuhan Yesus ahli dalam mengubah garis-garis hidup kita yang bengkok menjadi lukisan yang indah.
Terkadang, bahkan ketika kita menolak mengikuti jalan-Nya, Dia mengubah pemberontakan kita menjadi hasil yang baik, tetapi umumnya hasil yang tidak kita sukai.
Khorazim dan Betsaida tampaknya sangat menentang pesan dan karya-Nya.
Tuhan Yesus melakukan mukjizat di sana, tetapi orang-orang menolak untuk percaya kepada-Nya.
Mengapa Tuhan Yesus mengecam kota-kota yang tidak bertobat?
Pesan Kristus bermuara pada dua tanggung jawab: mengasihi Allah di atas segalanya dan memiliki kasih yang sama efektifnya bagi sesama, bahkan musuh.
Itu berarti pengampunan setiap hari, bukan hanya atas penghinaan kecil yang dilakukan orang kepada kita, tetapi bahkan atas kejahatan besar yang mereka lakukan.
Jadi kita harus mengampuni dan kita harus berdoa bagi setiap orang yang membuat ketidaknyamanan dalam hidup kita.
Dan berbuat baik kepada setiap orang terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.
Sambil mendukung dan mendoakan mereka yang mengupayakan pertobatan.
Tuhan Yesus Kristus mengajak kita untuk "menyembuhkan dunia", tetapi memang tidak mudah.

Saudaraku,
dalam sejarah kekristenan sarat dengan penolakan dan penganiayaan.
Tetapi tidak menyebabkan hilangnya iman kepada Tuhan Yesus dan ketidaktaatan terhadap perintah-perintah-Nya.
Itu berarti tugas kita, baik rohaniwan maupun awam adalah menjadi saksi kedaulatan Allah dan kuasa sakramental yang ditunjukkan melalui Gereja.
Banyak orang sedang mengembara dalam kegelapan moral dan membutuhkan pengakuan dosa untuk mengatasi masalah terbesar mereka, dosa.
Dan mereka haus akan Sabda Allah, akan persatuan dengan Allah dan Gereja memiliki sarana untuk menyediakannya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 15 Juli 2025

Allah Bapa kami
Karena begitu besarnya belas kasihMu kepada kami, Engkau menyelamatkan kami
Melalui PuteraMu, Tuhan kami Yesus Kristus, Engkau mengangkat kami dari kematian kepada hidup
Bahkan Engkau nyatakab belas kasih dan kuasaMu, setiap hari
Kami mohon bimbinglah kami dan berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Supaya kami tidak kembali kepada kegelapan

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa

 

Injil Matius 10:34-42, 11:1;

Mat 10:34
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
Mat 10:35
Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
Mat 10:36
dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Mat 10:37
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Mat 10:38
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Mat 10:39
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Mat 10:40
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
Mat 10:41
Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
Mat 10:42
Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."
---------
Mat 11:1
Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
---------

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku

Saudaraku,
salib mengajarkan kita untuk "menyangkal diri" dari kepentingan pribadi demi melayani tujuan yang lebih tinggi.
Itulah cara kita untuk terus-menerus melakukan pengecekan diri agar kita setia hidup dalam kekudusan.
Sebab manusia, terkadang, memiliki kecenderungan yang mengakar untuk "hanya memikirkan diri sendiri", menganggap diri sendiri selalu benar dan memandang diri sendiri sebagai standar untuk mengukur segala sesuatu.
Cinta diri selalu mendorong kita untuk mencari makna hidup dalam kekuasaan, kekayaan dan kehormatan.

Saudaraku,
kita tidak boleh datang kepada Tuhan dengan cara kita sendiri, kita harus datang kepada-Nya dengan cara-Nya.
Ini adalah panggilan untuk berserah diri sepenuhnya.
"Pikullah salibmu dan ikutlah Aku."
Kita memikul salib kita ketika kita dengan rela menerima dan memenuhi tanggung jawab kita dalam hidup, terutama yang tidak menyenangkan. Supaya membantu kita menjadi semakin seperti Kristus, terutama dalam setiap kenyamanan dalam hidup.
Jika semua "penyaliban" kita mengarah pada kebangkitan, ini mengubah segalanya.
Disaat kita sanggup menempatkan Tuhan Yesus dan kehendak-Nya yang mengatur hidup kita, dorongan amarah, keegoisan, hawa nafsu, kecemburuan, dan kebencian, tidak akan menguasai hati dan pikiran kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 14 Juli 2025

Tuhan Yesus
Hanya melalui salibMu, kami akan mengalami kebangkitan dan hidup kekal bersamaMu
Dan kami sadar kami harus sangup menyalibkan keinginan-keinginan daging
Maka kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendakMu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 10:25-37'

Luk 10:25
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Luk 10:26
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
Luk 10:27
Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Luk 10:28
Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
Luk 10:29
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
Luk 10:30
Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
Luk 10:31
Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
Luk 10:32
Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
Luk 10:33
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Luk 10:34
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Luk 10:35
Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Luk 10:36
Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
Luk 10:37
Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
---------

Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Saudaraku,
sikap Tuhan terhadap manusia adalah sikap seorang Bapa yang penuh kasih.
Tuhan selalu baik.
Ketika Tuhan menampakkan diri kepada Musa di gunung, Dia lewat di depan Musa, Dia berseru, "Tuhan, Tuhan Allah, penyayang dan pengasih, panjang sabar dan penuh belas kasihan dan benar."
Begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Dia memberikan Putra tunggal-Nya.
Kita perlu memahami bahwa murka Allah hanyalah sisi lain dari mata uang Kasih-Nya.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia berduka ketika kita menyakiti diri sendiri dan orang lain.
Dan jika kita bersikeras melakukan segala sesuatu dengan cara kita sendiri, mengabaikan atau meremehkan aturan-aturan-Nya yang telah dirancang dengan baik demi keselamatan kita, dalam murka-Nya atas dosa-dosa kita, Dia mungkin menarik "tangan perlindungan-Nya" dan membiarkan kita menanggung akibat dari keegoisan dan kebodohan kita sendiri.
Dia tidak perlu memukul kita untuk mengajari kita apa yang benar dan salah.
Ketika kita berbuat jahat, kita menyakiti diri kita sendiri.

Saudaraku,
jika orang melihat betapa baiknya kita, betapa baiknya kita memperlakukan orang lain, betapa bijaknya kita bertindak, mereka akan tertarik pada kebaikan itu dan kemudian pada kebenaran.
Itulah sebabnya, pertama-tama, kita harus membasmi semua perbuatan yang memisahkan kita dengan Allah, yaitu segala bentuk keinginan jahat dan cinta diri.
Sebagai individu maupun sebagai komunitas, kita harus menghadirkan dengan kebajikan-kebajikan yang kita temukan dalam diri Tuhan Yesus.
Perhatikan jika Tuhan Yesus sungguh-sungguh hidup dalam hidup kita, tidak ada keinginan jahat yang sanggup menguasai hati dan pikiran kita.
Sebab kita telah menerima kuasa untuk mengalahkan dunia dan hidup sebagai anak-anak Allah.
Mengapa banyak orang katolik yang hidupnya masih menyimpang?
Karena Tuhan Yesus hanya ada saat mereka di gereja.
Sedangkan dalam hidup kesehariannya mereka diperintah oleh hawa, nafsu dan rasa.
Maka marilah kita selalu "hidup dalam kehadiran-Nya" dan arahkan mata dan telinga kita hanya kepada kehendakNya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 13 Juli 2025

Tuhan Yesus
Kami sunggguh-sungguh sadae dan percaya bahwa Engkau hidup dalam hidup kami
Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian
Kami mohon ampunilah kami jika Kau dapati kami tidak setia
Dan kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk mengalah segala bentuk cinta diri
Supaya dalam segala keadaan, kami tetap setia hidup dalam kehendakMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa