"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 9:14-29;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 9:20
Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
Mrk 9:21
Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.
--------
Mrk 9:25
Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"
Mrk 9:26
Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati."
Mrk 9:27
Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.
Mrk 9:28
Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?"
Mrk 9:29
Jawab-Nya kepada mereka: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa."
--------

Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa

Saudaraku,
menjadi peringatan untuk kita bahwa doa diperlukan agar kita tetap terhubung dengan Allah.
Sekaligus doa bisa digunakan sebagai cermin, apakah ada hal-hal duniawi yang mengikat hidup kita.
Kita bisa berdoa dengan kalimat yang indah tetapi jangan terjebak dalam ritual,  dan doa menjadi tak lagi bermakna.
Lalu mungkin hanya akan seperti bualan belaka.
Akan lebih baik memilih kata-kata yang menyentuh hati dan diucapkan perlahan-lahan.
Dan bila perlu ucapkan berulang-ulang sampai kita benar-benar menjadi cermin hati kita.
Melihat dan mengakui dengan jujur apa yang ada dalam di dalam hati.
Tantangan terberat adalah tidak semua orang sungguh-sungguh ingin dibebaskan dari apa yang mengikat mereka.
Kalau berani mengakuinya dengan jujur, justru meminta kenyamanan dalam keterikatan.
Misalnya: korupsi atau memberikan/menerima fee dari pekerjaan/proyek dan berusaha dikelola baik-baik dengan berbagai pembenaran supaya menjadi terbiasa dan tidak bersalah.

Saudaraku,
doa menuntut iman.
Tanpa iman doa tidak akan membawa perubahan.
Mari jangan terjebak oleh pikiran-pikiran yang malas, gunakanlah hati.
Dan dengan iman, jadikan doa sebagai cermin hati maka kita akan melihat kebenaran, memperoleh pengiburan sejati dan memperoleh kekuatan untuk melepaskan diri dari ikatan hal-hal duniawi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 25 Februari 2019

Allah Bapa kami
Kami mohon berikanlah kami hati yang runcing
Yang tidak mudah percaya oleh perasaan-perasaan
Yang mampu menerobos angin ribut
Dan berikanlah hati yang hanya tertuju kepada-Mu

Bapa
Kehadiran-Mu membuat hati kami tenang dan memberikan ketentraman
Kami mohon ya Bapa
Pancarkanlah Cahaya-Mu dan menembus sudut-sudut hati kami sedalam-dalamnya
Supaya hati kami tetap murni tidak terikat keinginan-keinginan dan penghiburan duniawi

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 6:27-38;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 6:27
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
Luk 6:28
mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
Luk 6:29
Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
Luk 6:30
Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
Luk 6:31
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
Luk 6:32
Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
--------
Luk 6:37
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
Luk 6:38
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
--------

Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka

Saudaraku,
membalas kejahatan dengan kejahatan, tidak ada dalam iman kristiani.
Jika seseorang tidak mau memberikan pengampunan, maka kebencian dan keinginan membalas dendam akan menjadi beban jangka panjang.
Yang sangat berpotensi merusak diri sendiri dan orang lain.
Pengampunan itu menyembuhkan.

Saudaraku,
memberikan pipi yang lain untuk ditampar jangan dipahami dengan membiarkan kekerasan, tetapi itu adalah respon spontan tanpa kekerasan.
Maka dengan demikian akan melatih penguasaan diri, pengendalian diri dalam segala keadaan.
Jika Saudara saat ini menggerutu karena ketidaknyamanan oleh perlakuan orang lain atau bahkan tidak bisa tidur hanya karena ucapan orang lain.
Saya mengajak Saudara untuk menghitung kebaikan yang telah Saudara terima.
Bukan untuk membuat perbandingan tetapi untuk melatih diri supaya hati dan pikiran kita hanya diisi kasih dan kebaikan Allah.

Saudaraku,
Tuhan Yesus berdoa memohon kepada Bapa agar mengampuni orang-orang yang menyalibkan-Nya.
"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."(Bdk Luk 23:34)
Berbuat baik kepada yang membenci, mendoakan yang memusuhi bahkan yang menganiaya, harus kita jaga terus-menerus supaya kita tidak ikut tenggelam dalam dunia yang mempromosikan kebencian, kekerasan dan dendam.
Dan dimanapun kita berada, akan dikenal sebagai anak-anak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 24 Februari 2019

Kasih dan pengampunan-Mu berlimpah-limpah
Engkau sabar membingbing kami
Dan Engkau tidak mengingat-ingat kesalahan kami

Bapa yang baik
Sungguh kami mengucap syukur
Dan kami harus berterima kasih
Atas anugrah yang sedemikian besar itu
Engkau yang Maha Tinggi berkenan mengunjungi kami dengan penuh kasih
Membuka mata dan telinga kami
Sehingga kami tahu kemana kami harus berjalan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 9:2-13;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 9:2
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,
Mrk 9:3
dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.
Mrk 9:4
Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.
Mrk 9:5
Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Mrk 9:6
Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.
Mrk 9:7
Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."
-------

Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia

Saudaraku,
iman tidak menjamin kita tidak akan khawatir, tidak menjamin kita tidak gelisah, tidak menjamin kita tidak lagi berbuat salah.
Sebab kita adalah manusia yang memiliki keterbatasan.
Tetapi iman kita dalam Kristus memberi jaminan bahwa Tuhan itu hidup dan penuh kasih, dan menyertai kita mengatasai keterbatasan.

Saudaraku,
para penulis Injil dengan sederhana menceritakan peristiwa-peristiwa yang menampilkan iman para Rasul.
Sehingga saat ini kita tidak kehilangan pengharapan dan hidup dari iman yang teguh.
Memberi jalan keluar dari kecemasan, memberi kedamaian dan memenuhi hati dengan harapan.

Saudaraku,
dengan kacamata iman, dengan sangat jelas kita bisa melihat jalan yang menyesatkan.
Dan dengan iman kita diberikan kekuatan tetap berada di jalan kebenaran.
Saya hanya mengingatkan pencobaan datang setiap saat, maka setiap saat kita harus mendengarkan Dia.
Supaya hati, pikiran, ucapan dan tindakan kita tetap mengikuti perintah Tuhan kita Yesus Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 23 Februari 2019

Setiap hari kami memuji Engkau dan memuliakan nama-Mu
Supaya langkah kami tetap berada di jalan-Mu
Bapa Engkau baik dan sangat baik
Engkau setia menemani kami dalam semua keadaan
Sabda-Mu selalu menjadi jawaban setiap persoalan kami
Dan selalu menjadi penghiburan saat kami merasa sendirian
Terimakasih ya Bapa untuk semua kebaikan-Mu
Dan Kami mohon buatlah telinga kami selalu mendengar

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 16:13-19;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 16:16
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Mat 16:17
Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Mat 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
---------

Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Saudaraku,
sejak kita dibaptis maka kita menjadi umat Allah.
Dan Tuhan Yesus memberikan selamat dengan menyebut nama kita masing-masing, berbahagialah Saudaraku sebab engkau telah melihat Allah.
Dan berbahagialah, sebab sejak saat itu kita menjadi bagian dari kerajaan Allah.
Kita diajak untuk ambil bagian dalam mewartakan kerajaan Allah.
Hari ini kita merayakan tahta suci Santo Petrus, yang dipilih oleh Tuhan Yesus untuk menggembalakan umat-Nya.
Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.(Bdk Yoh 21:15-17)
Maka marilah kita berdoa untuk para Imam supaya menjadi gembala yang baik yang selalu menuntun dan melindungi dombanya.
Dan marilah kita juga berdoa mohon panggilan, supaya semakin banyak orang menanggapi panggilan-Nya untuk bekerja di ladang-Nya.

Saudaraku,
tentunya kehidupan rohani kita harus selalu bertumbuh supaya kita bisa ambil bagian dalam mewartakan kerajaan Allah.
Berbahagialah yang dipilih Tuhan untuk bisa terlibat dalam berbagai pelayanan.
Tetapi jangan berkecil hati, bagi yang mungkin merasa tidak bisa terlibat secara langsung dalam setiap pelayanan, kita bisa ambil bagian dengan hidup yang mewujudkan kasih dan kebaikan Allah.
Jika kita selalu menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, maka kita juga akan memiliki kekuatan Allah.
Misalnya secara manusia Saudara sangat susah untuk mengampuni, tetapi jika Saudara menggunakan kekuatan Allah, Roh Allah, Saudara tidak akan pernah sempat membenci.
Kemarin pagi saya mendapat kiriman kalimat yang indah dari seorang Romo/Pastor: hal-hal duniawi jangan sampai menghapus yang ilahi.
Mungkin hampir kita semua pernah marah, tetapi jangan sampai kemarahan itu mengilangkan kesadaran kita bahwa kita ini adalah anak-anak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 22 Februari 2019

Bapa sorgawi
Engkau memberikan kuasa kepada kami untuk menang atas setiap keadaan dalam hidup kami
Supaya kami tidak kehilangan rahmat dan belas kasih-Mu
Terimakasih ya Bapa
Dan kami mohon Roh-Mu selalu menyadarkan kami
Bahwa kami telah Engkau pilih untuk berperan aktif untuk ambil bagian dalam mewujudkan kasih-Mu

Kami juga berdoa untuk para Imam, Suster, Bruder dan semua orang yang memberikan hidupnya untuk karya-Mu
Berikanlah mereka kekuatan sehingga mereka tidak pernah lelah menggembalakan umat-Mu
Dan selalu dengan hati yang tulus dan gembira melayani

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 8:22-26;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 8:27
Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"
Mrk 8:28
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi."
Mrk 8:29
Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!"
Mrk 8:30
Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.
Mrk 8:31
Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.
--------

Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?

Saudaraku,
saya sangat yakin kita mengenal Tuhan Yesus, maka pagi ini saya tidak akan bertanya kepada Saudara siapa Dia.
Tetapi saya bertanya; Siapakah tetangga Saudara??
Atau bahkan mungkin saya perlu bertanya: Siapakah istri Saudara? Siapakah suami Saudara?
Jika kita mengaku mengenal Kristus yang adalah Anak Allah yang hidup, yang membawa kasih, damai dan keselamatan tetapi kita tidak mengenal tetangga kita atau bahkan tidak mengenal istri/suami kita itu adalah kebohongan besar.
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.(Bdk Yoh 14:21)
Perintah Tuhan Yesus sangat jelas yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Saudaraku,
jangan berusaha menciptakan Tuhan Yesus dengan pikiran kita sendiri, salah satunya dengan memberikan tolerasi terhadap pikiran benci.
Hati-hati Saudaraku, jika kita biarkan sedikit saja rasa tidak suka maka akan sangat-sangat cepat berubah menjadi kebencian.
Sebab akan muncul berjuta-juta alasan dalam pikiran kita tentang kecintaan diri dan mengasihi diri sendiri.
Dan jika kita tidak tahan uji, maka akan melahirkan kebencian.

Saudaraku,
doa bisa menjadi senjata yang sangat ampuh untuk melawan cinta diri.
Dengan berdoa kita bisa menyatu dalam Kristus yang telah memberikan teladan kepada kita.
Dan kita sadar bahwa kita adalah pelayan Tuhan, pelayan kasih bukan pelayan kebencian.
Pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 21 Februari 2019

Allah Bapa kami
Kami sadar tanpa Engkau
Apapun hasil dari setiap usaha kami tidak ada gunanya
Segala sesuatu yang kami cari hanya untuk kepuasan diri
Dan seringkali menjauhkan kami dengan Engkau

Bapa yang baik
Kami serahkan setiap rencana kami hari ini kepada-Mu
Kami mohon tuntunlah kami dan jika perlu paksa kami ya Bapa
Supaya hati dan pikiran kami tetap menyatu dalam Engkau

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin