Yohanes K. Sugiyarta
Injil Yohanes 18:1 - 19:42;
Yohanes 19:30-42:
Yoh 19:30
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Yoh 19:31
Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib?sebab Sabat itu adalah hari yang besar?maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
Yoh 19:32
Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
Yoh 19:33
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
Yoh 19:34
tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Yoh 19:35
Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.
Yoh 19:36
Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."
Yoh 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."
Yoh 19:38
Sesudah itu Yusuf dari Arimatea?ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi?meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.
Yoh 19:39
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.
Yoh 19:40
Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.
Yoh 19:41
Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.
Yoh 19:42
Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.
---------
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Saudaraku,
"Sudah selesai", inilah seruan kemenangan Tuhan Yesus dan kemenangan bagi kita.
Wafat Kristus di kayu salib membebaskan kita dari cengkeraman dosa.
Saudaraku,
saya sering mendengar: jika kita masih terus berbuat dosa. berarti kita "menyalibkan Tuhan Yesus."
Sebab katanya Tuhan Yesus wafat disalib untuk menebus dosa-dosa kita.
Saat kita dibaptis, dosa-dosa kita telah diampuni dan kita lahir sebagai manusia baru didalam Kristus.
Marilah kita sungguh-sungguh merenungkan salib Kristus, kita pasti tidak lagi tertarik dengan "kerakusan daging".
Kita tidak lagi tertarik kepada keduniawian.
Kita berani menyerahkan diri dalam segala hal, menyangkal diri dalam segala hal.
Dan kita berani menghancurkan segala penghalang, yaitu semua yang tidak membawa kita dekat kepada Allah.
Ingatlah selalu: taklukanlah "dirimu" setiap hari sedari awal, buang jauh-jauh "rasa iba" terhadap dirimu sendiri.
Arahkanlah tekadmu untuk hidup dalam kekudusan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terimakasih telah menyelamatkan kami
Dan Engkau memberikan teladan yang luar biasa
Engkau telah menyalibkan dosa-dosa kami
Supaya kami tidak lagi menjadi hamba dosa
Kami mohon berilah kami keberanian dan kekuatan untuk mengalahkan kerakusan daging
Supaya dalam segala keadaan kau dapati kami hidup dalam kekudusan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 13:1-15;
Yoh 13:1
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
Yoh 13:2
Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
Yoh 13:3
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Yoh 13:4
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
Yoh 13:5
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Yoh 13:6
Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"
Yoh 13:7
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."
Yoh 13:8
Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."
Yoh 13:9
Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!"
Yoh 13:10
Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
Yoh 13:11
Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."
Yoh 13:12
Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
Yoh 13:13
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
Yoh 13:14
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
Yoh 13:15
sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
---------
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu
Saudaraku,
kehidupan bersama Allah adalah kehidupan yang dirancang untuk saling mengasihi dan saling melayani.
Tidak harus dalam hal-hal yang besar, hal-hal kecil dan sederhana bisa menjadi perwujudan kasih Allah yang besar.
Mulailah di keluarga kita masing-masing, dengan saling melayani.
Mata saya masih melihat didalam keluarga, ada suami yang merasa bagiannya hanya kerja untuk menafkahi keluarga.
Urusan rumah adalah urusan istri, misalnya membersihkan rumah dan menyiapkan makan.
Kebersamaan itu omong kosong jika tidak saling melayani.
Saudaraku,
cinta kasih itu melayani.
Cinta kasih itu memahami.
Perhatikan, selalu saja ada alasan untuk tidak mengasihi, sebab manusia cenderung cinta diri.
Selalu timbul pertentangan-pertentangan di dalam diri.
Jika dalam hal-hal kecil saja engkau kalah, kasih tidak mungkin bisa tumbuh dalam dirimu, apalagi berbuah.
Oleh karena itu pikirkanlah sejenak jika timbul penolakan-penolakan dari dalam hatimu.
Ingatlah selalu ada pertentangan-pertentangan dengan keegoisan duniawi, jika engkau tidak mau sungguh-sungguh melawan, engkau akan kalah.
Setiap hari, belajarlah mengalahkan dirimu sendiri.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Engkau lebih dulu mengasihi kami
Supaya kami hidup dalam belas kasih-Mu
Kami mohon ampunilah kami jika kami masih dikuasai oleh cinta diri
Dan kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan belas kasih-Mu yang besar itu
Bimbinglah kami untuk melayani Engkau dengan tulus hati
Supaya kasih-Mu terpancar dalam hidup kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 26:14-25;
Mat 26:14
Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
Mat 26:15
Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Mat 26:16
Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
Mat 26:17
Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
Mat 26:18
Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku."
Mat 26:19
Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
Mat 26:20
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Mat 26:21
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Mat 26:22
Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
Mat 26:23
Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
Mat 26:24
Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
Mat 26:25
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
--------
Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus
Saudaraku,
Tuhan Yesus memilih Yudas sebagai muridnya bahkan Yudas diberikan kepercayan sebagai bendahara.
Jadi Yudas adalah "orang pilihan".
Saya percaya Yudas tahu hukum Musa, paling tidak dia tahu batas-batas dalam hidupnya.
Tetapi dia "cinta uang".
Sehingga ia sendiri hidup dalam "konflik".
Bukan uang itu sendiri yang memupuk kejahatan karena uang bisa digunakan juga untuk kebaikan.
Namun "cinta akan uang" yang menumbuhkan kejahatan.
Semakin banyak uang semakin banyak keinginan untuk "membelanjakan kesenangan dan kekuasaan."
Misalnya untuk badan amal supaya mendapat pujian dan untuk partai politik supaya masuk dalam lingkaran kekuasaan.
Saudaraku,
jadi di manakah pelajaran bagi iman dan pertumbuhan rohani kita?
Kita perlu ingat bahwa sangat penting untuk memikirkan tujuan akhir kita setiap hari ketika kita bangun tidur.
Dan memanjatkan doa setiap pagi.
Supaya setiap hari kita fokus melakukan kehendak Tuhan.
Ketika tujuan kita, jelas dan baik, maka kita akan lebih mungkin mengambil keputusan untuk TIDAK melanggar perintah Tuhan.
Dan yang kedua, kita selalu berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan, BUKAN kepada kesenangan dan kekuasaan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah mencukupkan kebutuhan kami
Dan terimakasih Engkau selalu mengingatkan kami untuk selalu mengucap syukur
Supaya kami tidak serakah dan tidak cinta keduniawian
Kami sangat sadar bahwa daging ini selalu menuntut dan selalu ingin dilayani
Maka kami mohon puaskanlah kami dengan penghiburan-Mu
Dan ajarilah kami untuk selalu hidup dalam kerendahan hati
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 13:21-33, 36-38;
Yoh 13:21
Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Yoh 13:22
Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
Yoh 13:23
Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Yoh 13:24
Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
Yoh 13:25
Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
Yoh 13:26
Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
Yoh 13:27
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
Yoh 13:28
Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
Yoh 13:29
Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
Yoh 13:30
Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.
Yoh 13:31
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
---------
Sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis
Saudaraku,
kita semua memahami, bahwa ini bukan tentang Tuhan Yesus dengan Yudas, tetapi Tuhan Yesus dengan iblis.
Dan mengajarkan kepada kita bahwa "pertarungan" sebenarnya adalah BUKAN antara Tuhan Yesus dengan Yudas.
Tetapi antara Tuhan Yesus dengan iblis, antara terang dengan gelap, antara kebaikan dengan kejahatan.
Saudaraku,
kita bisa belajar dari kisah ini, secara khusus dari Yudas.
Tentunya kita banyak mendengar bahkan mungkin melihat sendiri, sampai hari ini masih ada yang "menukar imannya dengan keduniawian".
Oleh karena itu jangan membuka peluang "tawar menawar" dengan godaan hawa, nafsu dan rasa, pasti engkau akan kalah.
Jangan mau dibodohi oleh keinginan-keinginanmu yang tidak teratur.
Kekacauan batinmu, godaan yang menyelimuti dirimu itu, laksana kain penutup mata bagi jiwamu.
Jika engkau tidak berani menyingkirkan, engkau selalu berada dalam kegelapan.
Maka kuasailah dirimu sedari awal.
Saudaraku,
jika bangunan rohanimu goyah, cepatlah datang kepada Tuhan Yesus.
Ingatlah bahwa "musuh" selalu mendekat secara diam-diam dan terkadang "dengan alasan-alasan rohani".
Tanda yang nampak jelas, engkau akan merasa haus penghiburan duniawi dan diliputi kesepian.
Jangan mencoba melayaninya dan tetaplah "hidup dalam kesadaran" sebagai "anak-anak Allah".
Percayalah senantiasa kepada Tuhan Yesus, Ia telah memenangkan pertempuran dengan "kebangkitan".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Engkau telah mengalahkan dunia melalui salib
Kami percaya Engkau selalu menyertai kami dalam setiap pertempuran
Maka kami percayakan hidup kami kepada-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 12:1-11;
Yoh 12:1
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
Yoh 12:2
Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
Yoh 12:3
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Yoh 12:4
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
Yoh 12:5
"Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
Yoh 12:6
Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
Yoh 12:7
Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
Yoh 12:8
Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."
Yoh 12:9
Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.
Yoh 12:10
Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
Yoh 12:11
sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
---------
Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga
Saudaraku,
Lazarus dibangkitkan Tuhan Yesus dari antara orang mati.
Memang aneh jika para imam "tidak melihat ketuhanan Yesus".
Tetapi memang demikianlah dunia dan sampai hari ini, penglihatan akan Allah tertutup oleh cinta diri.
Saudaraku,
jika kita mau, setiap saat kita "melihat Allah yang hidup".
Yaitu dengan selalu mengarahkan hati kepada-Nya.
Tetapi itu tidak mudah sebab banyak orang yang melihat sahabatnya sukses dan berkata "ia sedang beruntung".
Jika seseorang hidup dalam Allah, ia akan berkata "Allah memberkatinya dengan luar biasa".
Itu contoh sederhana dalam keseharian, hati yang selalu mengarah kepada Allah.
Saudaraku,
mengapa kita sering menyusahkan diri kita dengan melihat hal-hal yang tidak baik?
Bukankah setiap kejadian selalu ada sisi baiknya?
Biasakanlah mengarahkan hati kepada Allah.
Jangan butakan mata kita, jangan tulikan telinga kita dengan berbagai bentuk dorongan cinta diri.
Pergunakanlah "sarana-sarana manusiawi" untuk melihat Allah, supaya kita "tidak kehilangan kehadiran-Nya".
Hiduplah dalam "kehadiran Allah", maka engkau tidak akan pernah kehilangan dirimu sendiri.
Engkau akan hidup apa adanya, tidak diselimuti oleh kebohongan dan kemunafikan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terimakasih, Engkau selalu berada di dekat kami
Engkau tidak pernah membiarkan kami sendirian
Belas kasih-Mu memelihara kami dan terang-Mu menuntun langkah kami
Kami mohon rahmat kekuatan untuk menolak segala bentuk keluh kesah daging
Supaya dalam segala keadaan, kami tetap setia hidup dalam kehendak-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
