"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 11:1-10;

Mrk 11:1
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
Mrk 11:2
dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.
Mrk 11:3
Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini."
Mrk 11:4
Merekapun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya.
Mrk 11:5
Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: "Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?"
Mrk 11:6
Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka.
Mrk 11:7
Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.
Mrk 11:8
Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.
Mrk 11:9
Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,
Mrk 11:10
diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!"
---------

Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan

Saudaraku,
Minggu Palma menandai masuknya Yesus sebagai Raja Israel ke Yerusalem dengan penuh kemenangan.
Namun penobatannya nanti akan berada di tangan orang-orang Romawi.
Ia akan dimahkotai dengan duri dan dipukul dan salib sebagai tahta-Nya.
Rakyatnya yang mendukung dia sebagai Raja Israel pada hari ini, akan meneriakkan penyalibannya beberapa hari kemudian.
Demikianlah perjanjian melalui darah akan ditegakkan.
Dengan cara inilah perdamaian akan tercipta.
Dengan cara inilah penindas akan ditaklukkan.
Dengan cara inilah musuh umat Allah akan dilenyapkan.
Beginilah cara Raja memerintah dengan bijaksana, tidak ada jalan lain.

Saudaraku,
Kita harus selalu ingat bahwa Kerajaan Allah datang melalui penderitaan dan salib.
Dan inilah yang tidak disukai orang.
Orang Yahudi menginginkan seseorang yang memimpin pasukan ke Yerusalem dan mengalahkan tentara Romawi.
Ketika mereka menyadari bahwa Raja mereka bukanlah raja yang mereka harapkan, mereka berbalik melawannya.
Inilah makna Pekan Suci bagi orang-orang yang menjalaninya secara langsung.
Ekspektasi yang tak terkendali itu justru bertemu dengan kekalahan dan kekecewaan.
Ini adalah sebuah perjanjian baru, yang dibuat dengan darah dan ditawarkan dengan kerendahan hati.
Oleh Imam Besar dan Raja yang membebaskan para tawanan dan menegakkan perdamaian.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Terimakasih untuk belas kasih-Mu
Engkau ingin kami hidup dalam kemuliaan-Mu
Melalui Tuhan Yesus Putera-Mu, Engkau selamatkan kami dari kematian
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk meneladan Putara-Mu
Sanggup menyalibkan daging dan taat kepada-Mu
Supaya hidup kami pun menjadi kabar baik dan membawa keselamatan

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Yohanes 11:45-56;

Ayat 45-53:

Yoh 11:45
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
Yoh 11:46
Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
Yoh 11:47
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
Yoh 11:48
Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."
Yoh 11:49
Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa,
Yoh 11:50
dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."
Yoh 11:51
Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
Yoh 11:52
dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
Yoh 11:53
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
---------

Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia

Saudaraku,
sulit bagi saya di dunia sekarang ini untuk melihat ketika saya masih mendengar ada peperangan.
Saya bertanya-tanya bagaimana masih bisa terjadi ketika manusia yang seharusnya bisa hidup dalam damai tanpa perang dan terorisme.
Saya hanya melihat satu alasan yaitu "kerakusan manusia."
Kerakusan bukan hanya tentang makanan, harta kekayaan dan kekuasaan.
Kerakusan yang sangat berbahaya adalah dari "hati yang rakus."
Sebab kepuasan hati tidak bisa diukur dengan apapun didunia ini.
Kerakusan hati itu tanpa batas dan tentunya selalu menuntut lebih.

Saudaraku,
lepaskanlah hatimu dari segala macam bentuk kepuasan dan jangan terikat apapun dengan dunia ini.
Setiap kali timbul dorongan keinginan, pastikanlah memang hal itu yang engkau inginkan.
Sebab jika tidak hati-hati, keinginan hati bisa menjadi "belenggu".
Maka taklukanlah hatimu sedari awal.
Periksalah setiap dorongan hati dengan perlahan-lahan dan dengan penuh keberanian.
Mintalah terang Roh Kudus, supaya engkau bisa melihat sampai sudut hatimu yang paling dalam.
Ingatlah selalu jika engkau selalu menolak Roh Kudus, sama saja dengan perlahan-lahan engkau membunuh-Nya.
Lalu pada akhirnya engkau akan merasa selalu benar dengan keputusanmu.
Memang sulit untuk menyerahkan kendali hidup kita kepada Tuhan Yesus.
Tetapi percayalah bahwa "iman" memberikan kepastian bahwa Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan kita sendirian.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon doronglah kami untuk selalu memeriksa setiap keinginan hati
Penuhi kami dengan pertimbangan-pertimbangan-Mu
Supaya hanya rencana dan kehendak-Mu yang terjadi dalam hidup kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Yohanes 10:31-42:

Ayat 31-28:

Yoh 10:31
Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
Yoh 10:32
Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
Yoh 10:33
Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
Yoh 10:34
Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
Yoh 10:35
Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah?sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan?,
Yoh 10:36
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
Yoh 10:37
Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
Yoh 10:38
tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
---------

Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?

Saudaraku,
Orang Yahudi melihat yang telah diperbuat oleh Tuhan Yesus, tetapi mereka tidak bisa melihat "perbuatan" itu.
Melihat tidak cukup dengan mata, tetapi membutuhkan "telinga yang mendengar".
Maksudnya mata kita tidak bisa meng-identifikasi atau mengenali apa yang dilihatnya, jika belum punya ada dalam "pustaka hidup" kita.

Saudaraku,
dengan berbagai cara dan usaha, hendaknya kita selalu membarui pustaka hidup kita.
Dan kita harus selalu menyadari dan mengakui kekurangan-kekurangan kita.
Seperti seorang anak yang bijaksana, jika merasa "lemah" ia akan berusaha selalu dekat dengan ayahnya.
Janganlah menjauh dari Allah.
Dan perhatikan dengan seksama, "dunia" selalu berusaha dengan segala cara untuk menjauhkan kita dari Allah.
Ketika kita jauh dari Allah, coba perhatikan hidup kita selalu "bimbang", oleh karena keinginan daging.
Tetapi jika kita selalu "hidup didalam Allah", dari pandangan pertama saja kita dengan sangat mudah "mengenali" keinginan daging.
Dan Ruh Kudus memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap hidup dalam ketaatan.

Saudaraku,
banyak pekerjaan-pekerjaan Allah "yang dipercayakan kepada kita".
Maka mari kita jaga hidup kita dengan sungguh-sungguh supaya "tidak dikalahkan oleh kelemahan-kelemahan kita".
Percayalah, Tuhan Yesus telah melalui salib, Ia pasti tidak akan membiarkan kita sendirian dalam kelemahan kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau hidup dalam hidup kami
Supaya mata kami melihat jalan keselamatan
Tetapi dunia selalu lebih menarik
Maka kami mohon rahmat kekuatan untuk menolak keinginan daging
Dan jika perlu paksalah kami supaya kami setia hidup dalam ketaatan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Yohanes 8:51-59:

Yoh 8:51
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
Yoh 8:52
Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
Yoh 8:53
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
Yoh 8:54
Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
Yoh 8:55
padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
Yoh 8:56
Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
Yoh 8:57
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
Yoh 8:58
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
Yoh 8:59
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
--------

Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati!

Abraham, adalah “bapak iman” kita.
Dia percaya bahwa, meskipun dia dan Sarah sudah tua, mereka akan mempunyai seorang anak.
Dan dengan kuasa Allah, Sarah mengandung dan melahirkan Ishak.
Namun Ishak bukanlah anak perjanjian yang sesungguhnya.
Janji yang dijanjikan bukanlah tanah yang luas dan keturunan yang banyak.
Karena Abraham berdedikasi total dalam melakukan kehendak Tuhan, ia bahkan rela menyerahkan putranya, Ishak, sebagai korban persembahan.
Tuhan menahan tangannya dan Ishak tidak jadi dikorbankan.
Dan di dalam Yesus, anak perjanjian yang sejati, Bapa menggenapi sumpah itu.
Abraham tidak harus menyerahkan Ishak, namun Allah Bapa kita memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk membawa keselamatan bagi kita.

Saudaraku,
saat ini kita berjalan di jalan keselamatan itu.
Maka marilah kita tetap fokus kepada tujuan kita, yaitu hidup kekal dalam kemuliaan Allah.
Terlebih dalam masa prapaskah ini, kita diajak untuk mengendalikan dan menolak segala bentuk hawa, nafsu dan rasa.
Dan kita harus selalu melatih diri agar selalu siap "menyalibkan" segala bentuk cinta diri.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah menjadikan kami anak-anak perjanjian
Melalui Tuhan Yesus Putera-Mu, Engkau menuntun setiap langkah kami di jalan keselamatan
Kami mohon ampunilah kekurangan dan dosa kami
Dan kami selalu merindukan rahmat-Mu setiap hari
Yang menjadi sumber kekuatan kami untuk tetap setia hidup dalam kehendak-Mu

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Yohanes 8:31-42:

Yoh 8:31
Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
Yoh 8:32
dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Yoh 8:33
Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
Yoh 8:34
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Yoh 8:35
Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
Yoh 8:36
Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
Yoh 8:37
"Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
Yoh 8:38
Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."
Yoh 8:39
Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
Yoh 8:40
Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
Yoh 8:41
Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."
Yoh 8:42
Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
--------

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka

Saudaraku,
inilah sifat manusia:
Selalu ingin bebas melakukan sesuatu, dengan caranya.
Selalu ingin hidup bebas dengan aturannya sendiri.
Selalu ingin bebas mengambil keputusan dengan caranya sendiri.
Lalu tentunya selalu ingin menolak perintah dari orang lain.
Maka ketika menolak perintah orang lain, sesungguhnya ada "konflik" dengan dirinya sendiri.
Demikian pula dengan perintah-perintah Allah.

Saudaraku,
saya percaya hampir setiap orang, percaya keberadaan Allah, entah bagaimana caranya mengungkapkan atau menyikapi kepercayaan itu.
Tetapi tidak semua sanggup menerima "batasan-batasan" dari Allah.
Padahal jika percaya bahwa Allah adalah Mahabaik dan Maha Mengetahui, tentunya segala bentuk batasan adalah untuk kepentingan manusia itu sendiri.
Misalnya supaya kita tidak masuk kedalam jerat dosa dan dalam bahaya.
Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. bukan lagi orang yang merdeka.

Saudaraku,
Tuhan Yesus telah membeli kita dengan darah-Nya dengan wafat di kayu salib.
Tuhan Yesus telah memerdekakan kita dari budak dosa.
Kalau saya menyikapinya dengan menjadi "budak Tuhan Yesus", tetapi bukan berarti hubungannya seperti budak dan tuan.
Tetapi oleh karena belas kasih Allah, yang telah memelihara saya.
Dengan menyikapi seperti itu, "ketaatan" bukan lagi oleh karena "perintah", tetapi oleh karena mengasihi Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Melalui salib Engkau telah membebaskan kami dari budak dosa
Dan dengan kebangkitan-Mu Engkau menyediakan tempat bagi kami di sorga
Kami percaya Engkau selalu menjaga kami supaya kami tidak kembali kepada dosa
Maka kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk cinta diri
Sehingga dalam segala keadaan Kau dapati kami setia

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa