"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 12:32-48;

Saya kutip sebagian:

Luk 12:33
Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat.
Luk 12:34
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."
Luk 12:35
"Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
---------
Luk 12:43
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
Luk 12:44
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
---------

Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala

Saudaraku,
rasa-rasanya kok sangat berat untuk menjaga pelita tetap menyala.
Hampir setiap saat selalu saja ada alasan untuk berkeluhkesah.
Hampir setiap saat hal-hal yang fana terlihat lebih menarik.
Nampak sangat nyata kesengsaraan demi kesengsaraan.
Dan selalu saja datang gangguan ketakutan, kecemasan dan hal-hal yang lain yang berusaha memadamkan pelita.

Saudaraku,
seringkali pikiran kita tidak berada ditempat dimana kita berdiri atau dimana kita duduk.
Sangat sering kita berada dalam pikiran, dimana pikiran kita disitulah kita berada.
Maka sebenarnya untuk menjaga tetap di jalan Allah adalah sederhana, yaitu dengan menjaga pikiran kita tetap tertuju kepada Allah.
Tetapi kenyataannya pikiran cenderung mengarahkan kepada segala kesenangan.

Saudaraku,
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.(Mat 6:21)
Oleh karena itu mari mencintai surga, memikirkan hal-hal surgawi dengan senang hati.
Dan gunakanlah selalu pertimbangan-pertimbangan Allah dalam segala hal.
Maka pelita kita akan tetap menyala dan terlihat sangat nyata apa kehendak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 11 Agustus 2019

Allah Bapa kami
Kami mohon pertimbangan-pertimbangan-Mu lah yang menguasai hati dan pikiran kami
Dan kami mohon kuasailah keinginan kami
Dengan berbagai cara sadarkanlah bahwa kami ini adalah anak-anak-Mu
Sehingga hidup kami selalu menghadirkan kemuliaan-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 12:24-26;

Yoh 12:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Yoh 12:25
Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
Yoh 12:26
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
---------

jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah

Saudaraku,
kasih lebih dari keadilan.
Keadilan memberi kepada orang lain sesuai dengan haknya, kasih memberikan miliknya kepada orang lain.
Batas keadilan adalah hak, namun kasih tidak pernah ada batasnya.
Orang bisa berlaku adil tanpa melayami, namun perbuatan kasih tidak pernah bisa dipisahkan dengan melayani.
Menurut saya melayani dengan penuh kasih adalah salah satu perwujudan dari mati raga, sebab pada dasarnya setiap orang cenderung ingin dilayani.

Saudaraku,
Tuhan Yesus telah memberikan diri-Nya wafat di kayu salib supaya kita memperoleh hidup.
Dan menjadi teladan yang luar biasa bagi kita supaya kita tetap rendah hati dan melayani sesama.
Untuk itu kuasailah diri setiap hari sejak dari awal.
Dan mohon rahmat Allah agar memampukan kita untuk mati raga, sehingga Roh Allah lah yang menguasai hati dan pikiran kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 10 Agustus 2019

Allah Bapa kami
Seringkali kami disibukkan dengan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu
Sering pula hati dan pikiran kami terpenjara kenyamanan diri
Sehingga mata kami tak lagi melihat kehendak-Mu
Dan telinga kami tak lagi mendengar perintah-Mu

Kami mohon ya Bapa
Berikanlah kami rahmat kekuatan
Segarkanlah kami dengan perbuatan-perbuatan kasih setiap pagi
Sehingga kami selalu sadar untuk menghadirkan kasih-Mu sepanjang hari

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 16:24-28;

Saya kutip sebagian:

Mat 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Mat 16:25
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Mat 16:26
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
---------

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku

Saudaraku,
terkadang saya cenderung tergoda untuk marah, walaupun mungkin hanya didalam hati apabila suatu hal tidak berjalan sesuai dengan kehendak atau keinginan hati.
Saya kira tidak seorangpun yang semua rencana atau keinginannya terwujud.
Tidak ada seorangpun yang tidak terkena hembusan angin.
Tidak seorangpun yang bisa terhindar dari teriknya matahari.
Demikian pula bagi yang sungguh-sungguh ingin mengutamakan kehendak Allah, tidak pernah bisa terhindar dari keinginan diri.
Kebutuhan-kebutuhan hidup badani di dunia ini rasanya seperti benar-benar beban yang sangat berat.
Sebab selalu terlihat berlawanan arah antara kehendak Allah dan keinginan hati.
Permenungannya: Benarkah demikian?
Daging ini rapuh maka selama kita masih hidup dalam daging ini kita tidak akan pernah bisa terhindar dari rasa sakit.
Namun ada kabar gembira dari Allah, bahwa apabila kita setia dijalan-Nya, Roh-Nya selalu memberikan kekuatan.
Roh itulah yang mengajar kita untuk menguasai diri, dengan demikian keinginan yang timbul selalu seirama dengan kehendak Allah.
Sederhana saja, orang yang menguasai diri tidak pernah menuduh dan mengakimi, sebab ia sadar bahwa ia pun tidak terlepas dari kesalahan.
Dan tentunya tidak akan menyalahkan siapapun apabila merasa diperlakukan tidak adil.
Lalu pertanyaannya: sesungguhnya salib apa yang kita pikul dalam mengikuti Kristus?
Beban salib dari luar diri atau beban salib cinta diri?
Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 9 Agustus 2019

Allah Bapa kami
Tidak ada seorangpun terhindar dari gangguan-gangguan
Bahkan adakalanya Engkau memukul kami dengan kepahitan
Oleh karena Engkau ingin menyadarkan kami agar tetap rendah hati
Dan saat itulah Roh-Mu akan menguasai hati kami
Dan kami memperoleh penghiburan sejati

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 16:13-23;

Saya kutip sebagian:

Mat 16:13
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
Mat 16:14
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
Mat 16:15
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
Mat 16:16
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Mat 16:17
Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
---------

Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!

Saudaraku,
tentunya kita semua percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Anak ALlah yang hidup.
Tetapi bagimana kita mengenal Tuhan Yesus, tentunya tidak semua melalui cara yang sama.
Ada yang melalui orangtuanya, ada yang diberitahu oleh temannya, ada yang dikenalkan oleh pacarnya, bahkan mungkin karena menikah dengan seorang kristiani.
Saya merasa sangat bersyukur karena saya mengetahui lalu mengenal Tuhan Yesus bukan dari orangtua, bukan karena diberitahu oleh tetangga, teman atau guru sekolah.
Namun saya melihat Tuhan Yesus hidup, Anak Allah yang hidup didalam hidup teman-teman saya bermain dan didalam hidup orangtua mereka.
Mereka tidak melakukan penginjilan dengan cara bercerita tentang kitab suci dan ajaran gereja, namun Sabda Tuhan dan ajaran gereja itu hidup dan terwujud nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Saudaraku,
apakah sebagai seorang kristiani, Anak Allah yang hidup, terwujud nyata dalam kehidupan kita saat ini?
Mari saya ajak masuk kedalam permenungan, sudahkah gerak hidup kita mampu menghadirkan Tuhan Yesus yang hidup?
Atau kita hanya mendengar ajarannya saja hanya seperti memahami tentang ilmu duniawi dan hanya mengandalkan akal budi?
Mari bangun! Dan dengarkanlah apa kata Roh Kudus dan lakukanlah itu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 8 Agustus 2019

Allah Bapa kami
Setiap pagi kami mempersiapkan diri untuk berkarya dalam Engkau
Kami sungguh berbahagia dan mengucap syukur
Sebab Engkau Allah yang setia
Dan kami telah menyerahkan semua kehendak kami kepada-Mu

Ya Bapa
Kami mohon kuasailah keinginan kami
Pakailah hidup kami untuk menghadirkan kasih dan keagungan-Mu
Supaya setiap orang merasakan bahwa Engkau adalah Allah yang hidup

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 15:21-28;

Mat 15:21
Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
Mat 15:22
Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
Mat 15:23
Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
Mat 15:24
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
Mat 15:25
Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
Mat 15:26
Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Mat 15:27
Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
Mat 15:28
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
---------

_*Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki*_

Saudaraku,
hampir semua makhluk memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang membahayakan kelangsungan hidupnya atau merespon setiap ketidaknyamanan.
Dan setiap makhluk memiliki naluri untuk melindungi diri.
Namun oleh karena berbagai macam hal, tingkat ketangguhan bisa berbeda antara satu dan lainnya.
Dalam Injil pagi imi, ada seorang ibu yang bukan saja tangguh namun sangat pandai dan *bijak mengelelola emosi*.

Saudaraku,
saya merasa hampir semua media lebih heboh jika menyajikan konten tentang sisi negatif dari seseorang.
Kalau menyajikan sisi positif atau kearifan seseorang penyajiannya biasa-biasa saja dan dengan pemilihan kalimat yang datar.
Hal tersebut sangat berpotensi membentuk karakter seseorang, apalagi di era saat ini yang semua informasi ada dalam genggaman.
Sebagai orang kristiani kita memiliki *mata dan telinga Roh*, dan apabila kita mau menggunakannya dan tidak menolak keputusannya, tentunya akan menjadi kekuatan dan mampu menjaga kita tetap berada dijalan Allah.
Tantangan yang terberat ada dalam diri kita masing-masing, yang lebih tertarik dengan kehebohan dunia.
Janganlah mencoba mata kiri melihat hal-hal duniawi dan mata kanan melihat hal-hal surgawi, pasti mata kiri lama kelamaan jadi semakin tajam dan mata kanan semakin rabun.
Mari meneladan perempuan Kanaan ini, menggunakan seluruh kekuatan yang ia miliki agar mata dan telinganya tetap tertuju kepada Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 7 Agustus 2019

Allah Bapa kami
Sering sekali keinginan dunia terasa lebih ramah
Terasa lebih nyaman
Terasa lebih nyata
Apabila dibandingkan dengan kehendak-Mu
Dan hampir setiap saat kami harus memilih
Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon kuasailah semua keinginan kami
Sehingga kami tetap kuat berada dalam kehendak dan rencana-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin