"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 8:1-10;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 8:2    
"Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.
Mrk 8:3
Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh."
Mrk 8:4
Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?"
Mrk 8:5
Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh."
Mrk 8:6
Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.
Mrk 8:7
Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.
Mrk 8:8
Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.
-------

Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini

Saudaraku, perbuatan baik sekecil apapun akan sangat berarti apabila dilakukan dengan penuh belas kasih.
Tidak usah kita berpikir berguna atau tidak, segala perbuatan baik pasti berguna.
Minimal berguna bagi kita sendiri agar hidup kita dipenuhi dengan kebaikan, dengan demikian kita akan dijauhkan dari segala pikiran yang jahat.
Melakukan segala pekerjaan tidak memandang seberapa besar pekerjaan itu, tetapi lebih utama mengusahakan melakukan pekerjaan itu dengan penuh kasih.
Sebab kita bekerja untuk Allah, Allah sendiri yang yang akan menilai.
Dan dengan kasih akan menjauhkan keegoisan dan kesombongan.
Kalimat yang sederhana dan sering kita mendengarnya, namun marilah kita menyadari, bahwa setiap manusia memiliki kecenderungan ingin memperoleh keuntungan dalam setiap apa yang dilakukannya.
Dan keuntungan itu bisa hanya sekedar mencari pujian, yang pada akhirnya menjadi bibit-bibit kesombongan.

Saudaraku, orang yang memiliki cinta kasih, hidupnya akan selalu penuh dengan pengharapan.
Tidak ada rasa iri dan dengki kepada apapun dan siapapun, karena tidak mencari kepuasan diri.
Tetapi mencari kebahagiaan didalam Tuhan diatas semua apapun yang telah ia terima dalam hidupnya..

Allah adalah sumber cinta kasih

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Sabtu 10 Februari 2018

Ya Allah yang manis dan penuh kasih
Engkau mengetahui kelemahan kami
Engkau mnegetahui kesukaran kami
Kami datang menghadap kepada-Mu
Memohon pertolongan dan penghiburan
Hanya Engkau yang sempurna dan yang mengetahui kebutuhanku

Kami mengarahkan hati kepada-Mu ya Bapa
Buka mata dan telinga kami
Tuntunlah kami
Supaya kami tidak merana berkelana
Kehausan dan lapar

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 7:31-34

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 7:32
Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.
Mrk 7:33
Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.
Mrk 7:34
Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah!
Mrk 7:35
Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.
Mrk 7:36
Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya.
Mrk 7:37
Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
--------

Pancaindra selalu ingin mengerti dan menyelami berbagai macam hal dan secara kodrat ingin melakukan segala hal untuk kepentingan diri.
Cenderung menjadi tidak terkendali lalu akhirnya melahirkan keserakahan dan kesombongan.
Memakai segala cara dan dengan berbagai macam ilmu.
Jika semuanya itu lalu menjadi liar, maka akan menyebabkan kebutaan dan ketulian.
Buta dan tuli terhadap kodrat bahwa manusia lahir sebagai bayi tidak langsung dewasa dan membutuhkan orang lain dalam segala hal sendirian.

Semangat kedagingan menjadi yang berkuasa atas hidupnya.
Dengan demikian akan menjadi sangat sulit untuk sedikit saja meluangkan waktu untuk memikirkan sesamanya.
Lalu yang terjadi adalah aku, aku dan aku bahkan untuk _kami_ pun tidak.
Memang secara mata terlibat dalam aktivitas dan pekerjaan dengan banyak orang namun sifat dan sikapnya diktator dan selalu benar sendiri.

Saudaraku,
Marilah kita memisahkan diri dari dunia.
Mengendalikan pancaindra supaya tetap tertuju kepada Allah.

Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?(Rm 7:22-24)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Jumat 9 Februari 2018

Bapa di sorga
Engkau yang mengeluarkan kami dari kandungan
Engkau yang membuat kami aman pada dada ibu kami
Dan sejak dalam kandungan Engkau adalah Allah kami

Maka kami mohon ya Bapa
Rahmat-Mu lah yang memerintah kami
Kami ingin selalu mendekat selalu kepada-Mu
Sehingga kami tidak binasa oleh karena mulut dan lidah kami
Tetapi hidup kami menjadi tarian dan pujian untuk kemuliaan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 7:24-30;

Mrk 7:24
Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
Mrk 7:25
Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
Mrk 7:26
Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
Mrk 7:27
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Mrk 7:28
Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
Mrk 7:29
Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
Mrk 7:30
Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
-----------

Saya sering mendengar pernyataan: kerjanya tidak usah terlalu semangat, gaji juga sama saja.
Bisikan kalimat yang mungkin dianggap biasa, namun tanpa disadari bisa menggerus ketekunan.
Pekerjaan bukan lagi sebuah tanggung jawab, namun menjadi sebuah beban.
Dan lalu kemudian hampir segala sesuatu yang memang harus dilaluinya menjadi terasa sangat berat.
Dan menjadi orang yang berpadangan sempit.
Kemudian apabila mulai patah semangat, lalu mengira telah kehilangan jalan itu.

Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.

Mungkin ada yang mengalami kondisi yang sama, pernyataan dari teman atau dari orang-orang disekitarnya.
Ngapain susah-susah belajar, gak usah ngejar nilai bagus lah, yang penting lulus.
Dan saya pun pernah mengalaminya, tetapi kalimat atau pendapat dari diri saya sendiri bukan dari orang lain.
Saat itu saya melihat seolah-olah tak ada lagi jalan untuk meraih cita-cita, sebab tidak ada lagi biaya untuk kuliah.
Lalu saya merasa telah kehilangan jalan.

Saudaraku, rahasia ketekunan adalah cinta.
Mari kita mencintai apapun yang dihadapkan oleh Tuhan kepada tangan kita.
Maka seberat apapun akan menjadi terasa ringan dan selalu penuh semangat.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Kamis 8 Februari 2018

Bapa di sorga
Dengan penuh kasih Engkau memberkati kami
Dengan Roh Kudus Engkau menerangi jalan kami
Ampunilah kami ya Bapa
Apabila kami lebih percaya dengan pemikiran diri sendiri
Lebih percaya dengan omongan orang
Sehingga kami tidak lagi melihat jalan-Mu

Bapa di sorga
Kami mohon pandanglah kami dengan penuh belas kasih
Dan siramilah kami dengan air surgawi
Sehingga mata kami melihat
Telinga kami mendengar
Dan hati kami penuh dengan semangat dan suka cita

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 7:14-23;

Mrk 7:14
Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
Mrk 7:15
Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."
Mrk 7:16
(Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)
Mrk 7:17
Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
Mrk 7:18
Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
Mrk 7:19
karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
Mrk 7:20
Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
Mrk 7:21
sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
Mrk 7:22
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Mrk 7:23
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
---------

*sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat*
*Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang*

liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya._
(Yer 17:9-10)

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!(Yak 1:13-16)

Saudaraku, melatih diri dengan selalu menyadari segala sesuatu yang AKAN dikerjakan,
adalah cara yang paling ampuh supaya kita mampu menguasai diri sendiri dan bukan sebaliknya kita yang dikalahkan oleh keinginan.
Terburu-buru menimbulkan tekanan, ada yang masih bisa fokus namun tidak sedikit yang lalu lupa akan keutamaan.
Dan hidupnya diperbudak oleh keinginan.

Maka dari itu, hendaklah kita hati-hati dalam menyikapi keinginan.
Jangan melihat hanya dari sudut lahiriahnya saja namun lihatlah juga dengan menggunakan mata iman.
Belajar menerima apa adanya dan harus memaksa daging untuk tunduk kepada martabat sebagai anak-anak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Rabu 7 Februari 2018

Allah Bapa di dalam sorga
Kami menegerti bahwa kesabaran itu sangatlah penting
Sebab dalam diri kami ini terlalu banyak keinginan
Untuk itu ya Bapa
Kami mohon rahmat-Mu setiap hari
Agar selalu waspada terhadap segala keinginan
Dan kami tidak diperbudak olehnya
Sehingga hidup kami penuh dengan kedamaian

Putera-Mu Tuhan Yesus Kristus telah menderita untuk kami
Supaya kami menjadi kuat menghadapi godaan
Dan menemukan jalan menuju hidup kekal

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
 

Injil Markus 7:1-13;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 7:5
Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"
Mrk 7:6
Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Mrk 7:7
Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
Mrk 7:8    
Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
Mrk 7:9
Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
Mrk 7:10
Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
Mrk 7:11
Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban?yaitu persembahan kepada Allah?,
Mrk 7:12
maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.
Mrk 7:13
Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."
--------

hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Munafik: ucapannya tidak sesuai dengan perbuatannya.

Cepat tersingung karena perkataan orang lain, tetapi tidak pernah memikirkan perkataan dirinya sendiri menyakiti orang lain.
Apabila seseorang mampu melihat dirinya sendiri dengan jujur dan adil, maka tidak akan ada alasan sedikitpun untuk mencela orang lain.
Sikap dan tingkah lakunya akan mengutamakan menghargai dan mengasihi orang lain.

Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.(Ams 27:19)

Tambatkan atau ikatlah hati dengan Firman Tuhan.
Berbahagialah jika ditegur bahkan mungkin dihina, sebab akan menjadi pengingat kita untuk berjalan di jalan Allah.
Namun bersedih hatilah karena dosa-dosa kita.
Janganlah selalu menuruti perintah akal-budi dan jangan mencoba untuk berunding, sebab si jahat selalu menawarkan logika dan kesombongan.
Dan mari coba kita lihat, tahapan dalam hal kecintaan dengan hal-hal duniawi: melihat, berunding, mencoba, bersahabat dan.. membelenggu.

Saudaraku, marilah kita genggam hati kuat-kuat dalam Firman Tuhan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Selasa 6 Februari 2018

Burung pipit mendapat rumah
Burung layang-layang mendapatkan sarang
Dan hidup kami mendapat tempat di hati-Mu

Bapa di sorga
Firman-Mu selalu menjaga hati kami
Roh Kudus-mu selalu menjadi penerang jalan kami
Kami berterima kasih dan mengucapkan syukur

Kami mohon ya Bapa
Engkau selalu meberikan kekuatan kepada kami
Supaya hati kami tidak menjadi lemah
Jauhkanlah dari pikiran kami
Untuk mencari-cari pegangan dunia
Telah kami lihat sendiri
Pegangan dunia akhirnya menjadi belenggu
Yang akan membawa kepada kebinasaan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin